"Memiliki mu, adalah tujuan hidup ku. Mendapatkan cinta mu, adalah bonus terindah untukku."
"Menikah itu cinta yang diberkahi. Awalnya janji, selanjutnya adalah ibadah, penghujungnya Insyaallah ridha Ilahi."
Setelah menikah, kehidupan Eleena berubah 180°. Mencoba membuka lembaran baru dan fokus akan menjadi istri terbaik. Namun, justru semakin banyak ujian yang datang menghampiri rumah tangga nya.
Bagaimana kisah perjalanan Yusuf dan Eleena? Akankah pernikahan mereka bahagia? Sebahagia harapan semuanya?
Jangan lupa follow Ig : @Mommy_Ar29
Tiktok : @Mommy_Ar95
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ke Bandung
...~Happy Reading~...
Eleena langsung menyambar kunci mobil nya dan bergegas untuk pergi. Dengan perasaan yang cukup kacau, ia mengendarai mobil nya sendiri menuju Bandung.
Namun, saat di tengah perjalanan, Eleena di kejutkan dengan sebuah mobil yang berusaha menyalip nya.
“Ele berhenti!” teriak seseorang dari mobil sebelah.
Jerry, Eleena sempat terdiam sesaat, hingga akhirnya ia benar benar menepikan mobil nya di sisi jalanan. Ia tidak turun, melainkan Jerry lah yang turun dan segera menghampiri nya.
“Kamu gila!” sentak nya tiba tiba saat Eleena sudah membuka kaca mobil nya.
Dapat Eleena lihat, bagaimana wajah Jerry yang terlihat begitu marah dengan nafas yang memburu. Membuat air mata Eleena lagi lagi kembali menetes membasahi wajah nya.
“El .... “ Kemarahan Jerry lenyap, wajah nya juga sudah berubah menjadi tatapan bingung.
Laki laki itu marah, karena ia tahu bawa Eleena sedang hamil. Dan tanpa sengaja, ia melihat mobil Eleena yang melaju dengan begitu kencang. Membuat nya merasa khawatir, dan segera mengejar nya.
Jerry tahu, bahwa Eleena bukanlah seorang amatir dalam hal menyetir. Namun kini keadaan nya berbeda, wanita itu sedang mengandung, itulah yang membuat Jerry khawatir.
Setelah sekian lama, kini akhirnya ia di pertemukan lagi dengan wanita yang sudah membuat nya kalut dan sulit untuk move on.
“Haahhh hiks hiks hiks.” Eleena tidak bisa berkata kata, ia segera menutup wajah nya dengan tangan dan memecahkan tangisan nya, membuat Jerry semakin bingung di buat nya.
Mungkin, jika dulu, Jery bisa memaksa Eleena untuk turun dan memeluk nya agar wanita itu merasa lebih baik. Tapi sekarang, semua sudah berbeda, jangankan untuk memeluk, hanya sekedar persentuhan saja, Jerry ragu dan takut untuk melakukan nya.
“Kamu mau kemana?” tanya Jerry berusaha begitu lembut agar tidak membuat Eleena semakin menangis, “Kamu harus ingat El, sekarang kamu sedang hamil. Dan apa yang kamu lakuin tadi, sungguh membahayakan kandungan kamu,” imbuh Jerry dengan di akhiri helaan nafas yang begitu berat.
Jerry diam saat pertanyaan nya tidak di jawab oleh Eleena. Ia mencoba paham dan memberikan ruang untuk Eleena menumpahkan tangisan nya. Entah masalah apa yang sedang di alami oleh Eleena, Jerry hanya bisa terdiam dan menunggu sampai wanita itu lebih tenang.
Setelah cukup lama, Jerry berdiri di samping mobil Eleena, untuk menemani wanita itu menangis. Kini, Eleena sudah menyudahi tangisan nya, ia menghapus nya dengan begitu banyak tisu hingga membuat mobil nya terlihat begitu berantakan karena sampah tisu.
“Auuwhhh!” pekik Eleena tiba tiba ia menggigit bibir nya sambil menarik napas panjang.
“Kamu gapapa?” tanya Jerry khawatir,
Eleena menggelengkan kepala nya, saat sudah tidak merasakan kram di perut nya lagi, “Aku mau ke Bandung.”
“Bandung? Kamu mau ke Bandung dengan membawa mobil sendiri, kamu jangan gila El!” kata Jerry menggelengkan kepala nya, “Kemana suami kamu? Seharusnya—“
“Aku mau ke Bandung untuk menyusul nya,” jawab Eleena yang kini kembali meneteskan air mata nya.
“Aku harus ke Bandung Jer hiks hiks hiks.”
Jerry kembali menghela napas nya berat saat melihat Eleena yang kembali menangis. Bingung, tentu saja ia begitu bingung mengapa Eleena sangat kekeuh ingin ke Bandung seorang diri, padahal wanita itu tengah hamil besar.
“Aku akan mengantarkan mu. Setidaknya, kamu bisa istirahat di mobil!” ucap Jerry seketika membuat tangisan Eleena berhenti, wanita itu langsung menatap Jerry dengan tatapan yang sangat sulit di artikan.
...~To be continue /........
yg sabar ya ele
semoga papa Husnul khatimah.aamiin