NovelToon NovelToon
Aku Jadi Yang Kedua

Aku Jadi Yang Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa
Popularitas:94.5k
Nilai: 5
Nama Author: Shakeena

Zia atau Risqo Fauziah seorang ibu muda yang telah ditinggal suaminya untuk selamanya, berjuang keras menghidupi putri kecilnya seorang diri..

Dan tetiba seorang pria beristri hendak menikahinya, apakah sebenarnya niat pria itu? Dan bagaimana kehidupan Zia selanjutnya...

Selamat membaca...

Ini hanya sekedar fiksi ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh Lima

Sore harinya Zia datang ke rumah Alfina untuk mengantar Aisyah dan Sulaiman, serta Fatimah.

"Assalamualaikum, " sapa Zia bersama anak-anak.

"Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh," sahut Rayhan dan Alfina yang duduk di sofa ruang tengah. Rayhan segera berdiri menyambut mereka, anak-anak bergantian mencium punggung tangan Rayhan, lalu berlari memeluk ibu mereka.

"Ummaa!!!" teriak ketiganya, mereka saling merindu karena tidak saling bertemu selama beberapa hari.

"Makasih sudah antarkan anak-anak Zi," ucap Rayhan yang disalimi juga oleh Zia, kemudian Rayhan mengecup pucuk kepalanya.

"Sama-sama Mas," sahut Zia.

"Masuk yuk, kita gabung sama mereka," ajak Rayhan, Zia pun mengekor di belakang Rayhan.

"Ummi sudah sembuh?" tanya Aisyah.

"Alhamdulillah sudah sayang," sahut Alfina.

"Alhamdulillah, Sulaiman kangen sama Ummi," ucap Sulaiman yang memeluk Alfina.

Si kecil Fatimah hanya cemberut dan menghapus ingus di sudut hidungnya.

"Fatimah kenapa cemberut nak?" tanya Alfina.

"Fatim kangen Ummi, tapi Abi ga bolehin Fatim ikut ke rumah sakit," sahut putri bungsunya itu.

"Iya, maaf sayang, Abi ga ngajak Fatim ke rumah sakit, karena Abi sayang sama Fatim, di rumah sakit banyak penyakit, Abi takut Fatim ketularan sakit juga," sahut Alfina. Fatim hanya mengangguk saja, dan duduk di sebelah Alfina, bersama Aisyah, Sulaiman, juga Maryam.

"Mba Al, sudah enakan badannya?" tanya Zia.

"Alhamdulillah Zi," sahut Alfina.

"Maaf ya Mba, aku ga sempat jenguk Mba Al di rumah sakit setelah Mba operasi," ucap Zia.

"Ga pa pa lah, kamu sibuk ngurus anak-anak juga, makasih ya sudah jagain mereka selama aku dirawat di rumah sakit," ucap Alfina.

"Sama-sama, aku juga senang bisa ikut merawat mereka," sahut Zia.

"Aisyah mandi dulu nak," ucap Rayhan.

"Baik Bi," sahut Aisyah yang segera naik ke lantai atas.

"Sekarang, Sulaiman, Maryam, dan Fatimah ikut ke belakang ya, kita ambil minuman buat Umma," ucap Rayhan mengajak ketiga buah hatinya ke dapur.

"Ga usah repot-repot Mas, aku mau pulang kok," ucap Zia mencegah Rayhan ke dapur.

"Duduk dulu," ucap Rayhan, seraya menggiring anak-anak ke dapur.

Mau tak mau Zia hanya diam menuruti suaminya.

"Sudah hampir Maghrib dek Zia, tinggallah sebentar lagi," ucap Alfina, Zia hanya tersenyum dan mengangguk saja.

Tak lama kemudian Rayhan membawa nampan berisi beberapa gelas susu kurma yang dia buat siang tadi.

"Ini untukmu Al," Rayhan memberikan segelas untuk istri pertamanya.

"Dan ini untukmu Zi," kemudian gelas kedua untuk Zia istri keduanya, lalu membagikannya kepada anak-anaknya juga, hingga semuanya termasuk Aisyah yang selesai mandi juga bisa minum bersama-sama.

"Alhamdulillah," ucap mereka semua, bertepatan juga dengan adzan Maghrib berkumandang. Mereka dengan khidmat mendengar dan menjawab adzan, kemudian berdoa setelah adzan, mengambil wudhu dan bersiap sholat Maghrib, yang laki-laki berjamaah di masjid, yang perempuan berjamaah di rumah.

Rayhan dan Sulaiman pulang dari masjid. Mereka melihat semua berada di teras untuk mengantar Zia dan Maryam yang akan pamit pulang.

"Kamu udah mau pulang Zi?" tanya Rayhan.

"Iya Mas, kami pulang dulu, besok pagi kata Mba Al aku diminta ke sini karena ada mama papa datang," ucap Zia yang mendekati Rayhan lalu mencium punggung tangan suaminya itu.

Wajah Rayhan terlihat sedih, dia merasa tidak rela Zia pulang. Rayhan khawatir Zia menyetir sendirian hanya ditemani Maryam di hari yang gelap begini, apa lagi rumah ini jaraknya jauh dengan rumah Zia di kota.

Rayhan ingin sekali meminta Zia tinggal, namun merasa tidak enak hati dengan Alfina. Mau mengantarkan Zia dan Maryam, namun juga tidak bisa meninggalkan Alfina yang masih menjalani pemulihan pasca operasi.

"Baiklah, hati-hati menyetir ya Zi," ucap Rayhan seraya menggosok kepala Zia yang tertutup jilbab itu.

"Dek Zia, menginap di sini saja ya, sudah malam, jauh lho ke sana," ucap Alfina.

Zia dan Rayhan langsung menoleh ke arah Alfina.

Alfina tersenyum, dia sangat mengenal Rayhan, sehingga tahu bahwa suaminya itu sedang khawatir, namun juga ada rasa tidak enak meminta Zia untuk tinggal.

Alfina mendekati mereka berdua, dan meraih tangan adik madunya.

"Mulai sekarang, ini bukan hanya rumahku bersama Mas Rayhan, dan anak-anakku, tapi rumah kamu juga dek, juga Maryam dan adik-adiknya nanti, rumah kita semua," ucap Alfina yang tersenyum lebar.

Rayhan juga tersenyum, karena rupanya Alfina paham apa yang menjadi kekhawatirannya.

"Gimana Mas?" tanya Zia pada Rayhan. Rayhan tersenyum dan mengangguk.

"Masuklah bersama Maryam, aku ambilkan bajumu di mobil," ucap Rayhan.

"Baik Mas," ucap Zia.

Zia masuk ke dalam rumah bersama Maryam dan anak-anak.

"Gimana Mas bisa tahu di mobil dek Zia ada baju? Kalian sudah bersiap bahwa mereka tidur di sini malam ini?" tanya Alfina yang masih di sana.

"Zia itu selalu membawa set pakaian lengkap di mobilnya, bukan hanya pakaian dia, tapi punya Maryam dan punyaku juga, berjaga jika sewaktu di luar rumah, pakaiannya basah atau kotor terkena apa... bisa segera ganti dengan pakaian yang sudah disiapkan di mobil," jawab Rayhan.

"Oh..." Alfina memanggut-manggut.

"Eh, Al... makasih ya atas pengertiannya," ucap Rayhan sebelum dia masuk ke dalam menyusul Zia dan anak-anak. Alfina hanya tersenyum pada Rayhan lalu segera masuk ke dalam.

Di dalam sudah sepi karena anak-anak sudah ke atas semua untuk belajar dan murojaah, mereka senang karena ada Maryam juga.

Alfina duduk di samping Zia di sofa ruang tengah yang tadi mereka duduki.

"Maaf ya Mba, aku jadi ngrepotin," ucap Zia yang tentu saja merasa tidak nyaman berada di rumah itu, tapi untuk kembali ke rumahnya menyetir sendiri di malam hari juga Zia sedikit ngeri, selain jarak yang jauh, melewati area persawahan yang luas dan sepi.

"Jangan sungkan, sudah aku bilang, ini rumah kita semua," sahut Alfina.

"Buat diri kamu nyaman, buat suami kita nyaman," lanjutnya.

.

Malam harinya, anak-anak sudah tidur di kamar mereka. Zia sendirian di kamar tamu yang berada di lantai bawah, tentu saja dia belum bisa tidur, ini tempat baru baginya, juga tidak ada guling bernafas yang selalu menemaninya, Rayhan.

Rayhan dan Alfina bersiap untuk tidur, Alfina memeluk Rayhan dan menenggelamkan kepalanya dalam dada bidang Rayhan.

"Mas," panggil Alfina.

"Ya Al," sahut Rayhan.

"Mas ga tidur di bawah aja?" tanya Alfina.

"Emangnya kenapa? Kamu ga mau aku temani?" Rayhan balik bertanya.

"Ya mau, tapi dek Zia pasti ga bisa tidur, ini tempat baru baginya, mas Ray temani aja dek Zia," ucap Alfina.

1
Dian Isnaeni
semangat update lagi ya kak😍
Dian Isnaeni
next kak😍
semangat yaa💪💪💪
dwihadi
syafakillah kak author,,semoga selalu diberikan kesehatan oleh Allah swt aamiin
Dian Isnaeni
Syafakillah wa barakallahu fiik kak
keep strong yaa💪
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
syafaakillah kk author
laa ba'sa thohurun in syaa Alloh
Dian Isnaeni
ayoo semangat update lagi kak💪💪
Dian Isnaeni
kak?udahan nih?
Pak Cipto
ayooo ap lagi ceritanya seruu
Dian Isnaeni
next nya kak?ditunggu lho baby nomer 8nya😍
Dian Isnaeni: pingin lihat si Rangga bucin kak🤭
total 2 replies
Shakeena
maaf yaa masih otw nulis ini
hari Ahad kemarin bapak saya baru meninggal, kita pelan² ya 🙏
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪: innaalillahi wa innaailahi roji'un
turut berduka kak semoga beliau rohimahulloh husnul khotimah 🤲🏻
total 2 replies
Pak Cipto
ayooo up lagi dong cerita semakin seru
Pak Cipto
ap banyak dong
Dian Isnaeni
yok bisa yok double up🤭🤭🤭🤣
Pak Cipto
ayooo ap lagi dong cerita nya seru
Pak Cipto
up lagi dong suka cerita nya
Dian Isnaeni
seruuuu...
lanjutkan 👍👍
Dian Isnaeni
sering sering ya kak🤭
Dian Isnaeni
next?
Dian Isnaeni
lagi lagi lagi🤣🤭
Dian Isnaeni
ditunggu baby yang nomer 8 ya kak🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!