Perjuangan seorang CEO dingin dan suka gonta ganti wanita, yang jatuh hati pada wanita cantik beranak satu yang penuh misteri.
penasaran dengan kisah mereka. ayo baca ceritanya.
Jangan lupa like and comment.
kritik dan saran dari pembaca sangat di hargai.
Follow me on :
Instagram @agistawulur
Facebook @Derry Agista Wulur
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Derry Agista Wulur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 34
"Tapikan siang ini, nenek Mona mau jemput Rara."
"Nanti mommy yang beritahu nenek Mona."
"Ya sudah, Rara juga pengen ketemu sama uncle Jaden."
Terpancar rona bahagiah di wajah Rara dan rasa penasaran yang besar karena paman yang selama ini tidak pernah dia temui akan berkunjung ke rumahnya.
"Mommy, uncle Jaden orang yang seperti apa ya..?? terus mommy anak ke berapa.,?? mommy kenapa tidak tinggal sama kakek dan nenek.. ??"
Rara menghujani Bunga dengan berbagai pertanyaan, karena selama ini Bunga tidak pernah menceritakan tentang keluarganya kepada Rara, setelah mendengar kakak ibunya akan datang rasa penasaran Rara tidak tertahankan lagi.
"Rara sayang, bertanya satu - satu kan mommy jadi bingung jawab yang mana dulu."
Bunga yang telag selesai dengan riasannya, duduk di samping Rara.
"Hehehe,. Maaf mommy, Rara penasaran soalnya."
Rara tertawa sambil menggaruk mukanya yang tidak gatal.
"Uncle Jaden itu orangnya baik, perhatian terus sayang banget sama adik - adiknya, mommy 4 bersaudara uncle Jaden yang paling tua, mommy yang paling kecil, dan mommy ngga tinggal sama kakek dan nenek karena mommy sudah terbiasa jauh dari mereka sejak mommy SMP."
Bunga menceritakan tentang keluarganya kepada Rara dengan sabar sambil sesekali membelai kepala Rara.
"Terus kakak mommy yang lainnya..??
Rara tidak bisa menahan rasa penasarannya dan terus bertanya.
"Kakak mommy yang kedua dan ketiga semuanya di negara B, cuma mommy sama Rara yang di sini."
"Pekerjaan uncle dan kakak mommy yang lain apa mommy..?? "
"Uncle Jaden pengusaha seperti Kakek, kalau Tante Nora seorang pengacara terus uncle Will seorang dokter."
Bunga menjelaskan semua kakak - kakaknya kepada Rara sambil menunjukkan foto mereka.
"Waahh,. mereka keren - keren mommy, Rara jadi ngga sabar ketemu uncle Jaden, sama tante Nora dan uncle Will juga."
Rara sangat antusias mendengarkan cerita Bunga dan rasa penasarannya semakin besar setelah melihat foto uncle dan tantenya.
"Mommy paling mirip uncle Will ya.,"
Lanjut Rara sambil menunjuk foto William dan terus mengamati foto itu dengan seksama.
"Ternyata anak mommy mirip tante Nora ya."
Bunga tersenyum sambil mencubit pipi gembul Rara dengan gemas.
"Mirip..??"
Rara mengerutkan dahinya sambil melihat kearah Bunga.
"Iya,. tante Nora juga dari kecil selalu penasaran dengan segala hal dan pintar bicara, makanya tante Nora menjadi pengacara."
"Ohh,. begitu."
Jawab Rara sambil mengangguk - anggukkan kepalanya.
"Ayo sayang, sekarang Rara sarapan."
Bunga beranjak dari duduknya dan memegang tangan Rara, mereka berjalan bersama ke ruang makan.
Bus sekolah Rara sudah datang untuk menjemput Rara, Bunga mengantar Rara sampai ke Bus sekolah, tak lupa Rara memberikan ciuman di pipi kiri dan kanan Bunga sebelum naik ke Bus sekolahnya.
Bunga masih memandangi Bus sekolah Rara sampai tidak kelihatan dan masuj kembali ke dalam rumah untuk mempersiapkan toko bunganya.
tut., tut., tut
"Halo Bunga."
"Selamat pagi tante, maaf Bunga ganggu pagi - pagi begini."
"Tidak apa - apa Bunga, ada apa..?? "
"Begini tante, Bunga cuma mau kasih tau kalau nanti siang kakak aku akan datang ke rumah dan dia ingin bertemu Rara, jadi hari ini Rara biar Bunga yang jemput saja."
"Jadi begitu, ya sudah,.nanti lain kali saja tante jemput Rara."
"Iya tante, sekali lagi maaf Bunga mengganggu pagi - pagi."
"Iya, tidak apa - apa."
"Kalau begitu Bunga tutup teleponnya tante, selamat pagi."
"Iya, pagi."