NovelToon NovelToon
My Lovely Presdir From The Mars

My Lovely Presdir From The Mars

Status: tamat
Genre:CEO / Playboy / Pengantin Pengganti / Romansa / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Gadis cantik ber'dress bunga itu adalah Cut Aisyah Zahra Ananta, lulusan universitas keperawatan yang harus menerima takdir perjodohan akibat kelakuan absurd kakak keduanya. Dipertemukan di sebuah pusat perbelanjaan, membawa keluarga Zahra pada keputusan menjodohkannya dengan salah satu dari 2 orang saudara kembar seorang pengusaha ternama.
Siapa sangka, si kembar berbeda sifat ini adalah teman dan musuh kecilnya dulu. Lantas siapakah yang akan menjadi pendamping sejati Zahra.

"Abi, Umi! Zahra ngga mau sama dia! Yang tampilannya kaya alien dari Mars, kelakuannya minus kaya kacamata umi!"

"Cewek cerewet bin harimau, gembul gitu jauh dari tipe gue. Buat lu aja!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENGKHIANATI KEPERCAYAAN

Sepanjang obrolan bersama om Rajid, ada rasa gelisah yang begitu menyelimuti Ganesha, tapi beruntunglah wajah kalem nan datarnya yang kaya papan gypsum bisa menutupi rasa takut nan gugup.

Jabatan tangan Jihad dan om Rajid menjadi akhir dari obrolan panjang mereka, yang jika diukur mungkin jaraknya dari Indonesia sampe Wakawakaeaaa. Supir Jihad saja sudah kembali dari mengantarkan Zahra ke kost'an, bahkan sudah sempat sawer biduan sambil goyang bang Jali.

"Daddy yakin pake bantuan om Rajid?" tanya Dewa saat Jihad masih duduk di tempatnya menatap beberapa file yang sempat ia tunjukkan pada Rajid.

Jihad menaikkan alisnya sebelah, "kenapa? Kamu sudah tau dan menangkap pelakunya?" todong Jihad membuat Dewa tak bisa berkata-kata lagi.

Sementara Ganesha, lelaki ini masih diam mematung di tempat, begitu banyak hal yang ia pikirkan saat ini terutama kemungkinan terbesar jika daddynya sudah mencium aroma-aroma busuk.

Dewa masih belum buka suara namun baru saja ia akan membuka mulutnya pernyataan mencengangkan sudah dilontarkan Ganesha.

"Ganesh, dad..." Jihad melirik Ganesha seperti tak terkejut, lain halnya dengan Dewa yang tak menyangka jika Ganesha akan mengaku begitu cepat. Ganesha yang selama ini banyak diam, tak berani jika harus bertanggung jawab, kini berujar mengejutkan.

Jihad menarik senyuman miring, "daddy tau..."

Kedua adik kakak kembar itu menajamkan tikungan di alisnya, "dimana kamu sembunyiin Difta, Dewa?" tembak Jihad kini menatap Dewa.

Ganesha melirik abangnya itu semacam lirikan mencurigakan, jadi setelah Ganesha pulang, Dewa bergerak bersama Lendra membawa Difta dari persembunyian dan menaruhnya di tempat lain.

"Bang Dewa?" alis Ganesha berkerut.

Dewa menatap daddynya nyalang. "Daddy tau kamu sudah bergerak duluan dengan Lendra, jangan pikir daddy dan om Milo ngga tau...kami hanya diam menunggu apa yang akan kalian lakukan selanjutnya, apa yang kamu tunggu lagi, Wa? Apa masih ragu untuk menyerahkan tersangkanya?"

Dewa menunduk di depan daddy Ji. Ayahnya itu mendekati, "daddy tau kamu sedang melindungi adikmu, sikap kamu selama ini di depan semua orang termasuk momy hanya kamuflase agar daddy memberikan jabatan CEO untuk Ganesha, agar wewenang Ganesh lebih besar demi mengurus kebusukan yang sudah dilakukan Difta, apa kalian pikir uang sebesar itu bisa tertutup dalam kurun waktu 2 tahun?"

Mereka lupa jika daddy Ji dan om Milo adalah pebisnis pro ketimbang mereka yang baru netes persis anak puyuh.

Kini pandangan daddy berpindah pada Ganesha, "coba hitung, berapa kerugian dan kalkulasikan! Kamu fikir bisa menipu audit keuangan dengan menghilangkan satu nol dalam sebulan?"

"Daddy pantau semua pengeluaran kamu, Ganesh.." Jihad melempar satu bundel map ke hadapan anak keduanya.

"Angkasa sudah daddy pulangkan dari rumah sakit, sekedar informasi dia yang sudah bikin kakakmu ini masuk rumah sakit, cuma untuk membela kamu! Sampai kapan kamu mengorbankan keluarga hanya untuk salah pemahaman?! Cinta?!"

Ganesha semakin tak memiliki muka di depan ayahnya, "momy jangan sampai tau...atau siap-siap besok kalian disembelih,"

"Ternyata daddy belum bisa percaya sepenuhnya pada kalian berdua, dalam dunia bisnis tak ada yang namanya keluarga, pertemanan....business is business...tak ada toleransi!"

"Serahkan pak Difta dalam 1× 24 jam, Wa. Atau orang-orang om Raka yang akan mengambil paksa..." Jihad berdiri dari duduknya, jika terlalu lama ia khawatir Ica akan mencari.

"Ganesh terima konsekuensinya dad, jika memang tak ada toleransi...apapun hukuman dan resikonya Ganesha terima," ucap Ganesh menahan langkah Jihad.

"Oke, daddy pegang kata-katamu. Lelaki itu yang dipegang ucapannya. Maka be gentle!" daddy Ji melanjutkan langkahnya hingga hilang dari pandangan.

"Daddy tau bang," Ganesha mematung, keduanya terdiam macam orang abis liat pocong Mumun.

"Udah gue bilang Nesh, sejauh mana dan serapi apapun kita bergerak, daddy dan om Milo pasti tau...kali ini gue ngga janji bisa bantu lo, gue aja kena imbasnya kan?!" Dewa ikut beranjak. Ganesha mengangguk paham, kesalahannya memang fatal, bukan hanya masalah uang...namun mengkhianati sebuah kepercayaan.

"Ndra, bawa pak Difta ke rumah...daddy sama om Milo tau masalah ini..."

"Sudah kudugong!" jawab Lendra menyeruput softdrink miliknya.

"Nanti gue suruh Axel sama yang lain bawa doi," ia menaruh botol kaleng berwarna hijau biru di meja.

Dewa meminta Lendra datang ke rumahnya setelah isya, kini lelaki berbalut kemeja itu menjatuhkan badannya di kasur Dewa sambil senyam senyum sendiri mirip sales gadai barang mengingat kejadian tadi saat di rumah sakit.

Dewa yang sedang curhat panjang lebar saja tak ia dengar, mungkin baginya cerita Dewa mirip kaya iklan di stasiun televisi, ngga terlalu penting untuk disimak! Kini ia malah sibuk cekikikan.

"Kamvreettt! Gue kira lo dengerin gue Ndra! Udah mirip iklan sedot wc aja gue," Dewa melempar Lendra dengan bantal miliknya membuyarkan lamunan lelaki itu.

"Sat!" Ia langsung bangkit dan terduduk.

"Lo udah gila, cengar-cengir sendiri?" sarkas Dewa. Kini Lendra malah tertawa terbahak.

"Njirr! Balik sono, rumah gue ngga nerima orang gila kaya lo," usir Dewa.

"Sembarangan kalo ngomong! Gue cuma inget kelakuan gue sama bocah yang tadi ketemu di rumah sakit," jawab Lendra, alis Dewa terangkat demi mendengar ucapan Lendra, "bocah? Tuyul? Pasien? Atau bocah apaan? Lo ngapain main sama bocah? Main gundu, main bola bekel?!"

"*Sorry---sorry, ngga sengaja pak!" Lendra melihat name tag di almamater SMA berwarna birunya. Tapi seorang suster mengejarnya dengan sebutan ananda...... Ia bergidik ngeri lalu berlari, namun ia malah menarik Lendra ikut berlari dan masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Axel sendiri*.

*Setelah beberapa menit berduaan di dalam kamar mandi, bocah sma itu baru sadar jika sedang berduaan bersama seorang pria, ia melepaskan tangan Lendra, "ih! Bapak ngapain ikut kesini*?!"

"*Lah, kamu yang narik saya*?!"

"*Kok bapak mau aja saya tarik*?"

*Lendra ikut mengernyit, iya ya...kok gue mau-maunya dia tarik*.

"Duh, lupa gue siapa namanya! Aliyah apa siapa ya?" gumam Lendra.

"Bocah, Wa. Masa lo ngga tau bocah. Dah lah lo aneh! Gue sama dia masuk kamar mandi," ujar Lendra beranjak hendak keluar kamar Dewa, "besok pagi pokoknya pak Difta udah ada disini!"

Dewa semakin mengernyitkan dahinya, "Lo yang aneh Ndra! Ati-ati kemasukan bocah tuyul lo di kamar mandi!"

"Kamar mandi?!" Dewa mengerutkan dahi.

"Ndra! Ndra ada apa sama kamar mandi, lo abis bok3r barenga apa abis....Jangan-jangan! Lo, Ndraaa!" Dewa mengejar Lendra yang sudah turun.

"Pagi cantik,"

Zahra terkikik dan kemudian memukulkan tas selempangnya saat menemukan seorang lelaki tersenyum lebar di depan pagar kost'an.

"Mingkem! Gigi kamu kering tuh!

"Udah bisa anter aku emangnya? Kaki kamu?" Zahra mengalihkan pandangan ke arah kaki Dewa.

"Ini Dewa loh Ra, masa membleh kaya hamba...."

Zahra tertawa dan mendorong pelan kepala Dewa, "motor kamu mana Wa?"

"Kita pake mobil, aku belum kuat kalo mesti pake motor..."

Zahra tersenyum, "siap yang mulia!"

"Nanti sore kamu jemput aku?" Zahra sudah tak segan lagi melingkarkan tangannya di lengan Dewa.

"Ngarep?" Dewa melirik sinis, seketika wajah Zahra cemberut, ia juga melepaskan lengannya dari Dewa.

"Ya engga sih,"

Dewa tertawa usil, "sini---sini, peluk lagi dong, pagi-pagi dingin nih! Biasanya kan aku bangun jam 8, karena sekarang aku punya putri jadinya jam 5 aku udah bangun,"

"Kamu engga pernah solat?!"

"Sering kok," jawab Dewa.

"Coba subuh berapa rakaat?"

"2 rakaat," jawab Dewa benar.

"Kalo solat, sehari biasanya kamu berapa kali?" tanya Zahra menyipitkan mata, jangan sampai ia salah memilih imam.

"Berkali-kali," jawab Dewa.

"Dewaaaaaa!" Zahra kembali menyarangkan pukulan-pukulan tas selempang berisi bekal, dan semua peralatan pentingnya di punggung presdir dari Mars ini.

"Kamu tuh bakalan diospek sama abang-abangku nanti! Masa malu-maluin gini sih!"

.

.

.

.

1
Maritanias
😘😘😘😘😘
Dicky Sugandi
kereen
Sri Ariyanti
aku mampir lagi thor
Mini Amora
ucapan adalah doa loh Dewa...
istri yaaaa

nahhh zahra gak mau pnya kk ipar kayak dewa... lah nanti kan jadinya suami yaaaa😄😄😄
Mini Amora
ya Alloh author ku sayang... aku padamu bgtttttttt dehhhh... bener² yaaa kerennnnn lahhh mommy ica besanan sama umi salwa😍
Mini Amora
klan Ananta ini tuh justru saya bacanya dari Sagara dulu baru abi Zaky umi Salwa, lanjut al fath Fara trus Rayyan Eirene skrg si bontot Ananta dehhh de Zahra.... 😍
Ganendra Dimitri
iya bener mana ada perawat sampe segitunya. apalgi cuma pasien bpjs. urusan minum obat ya urusan keluarganya. mau pasien minum obat apa g perawat g ngurus. 😄
Nani Haryatiyati
astaga 🤣🤣🤣🤣🤣
Nayra Apriliani
ngarang lu ya bang...😆😆😆
Netiihsan
tes mental buat dewa🤣🤣
Hani Ekawati
Owh Panji disini masih di cebokin😂🤭 aku malah baca kisah Panji dulu yang sekarang masih on going. Berarti Zahra istrinya dewa itu tantenya Panji ya😁
Ida Hamidah
haddeuh cape iiih baca novel KA sin...ketawa terooss...😄😄
Diaz Nayla Az Zahra
itu hanya berlaku untuk RS eksklusif dan pasien VVIP,kalo perawat di RS tingkat kabupaten kok boro2 selembut dan seperhatian Zahra,nusukin jarum aja gak pake perasaan plus muka jutek bermasker
Triana Oktafiani
Terrrrr The Best 👍
Yuli wiji Rahayu
Luar biasa
Bunda Fiya
/Good//Good//Good//Good//Good/
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
itumah mau lu aja🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
🤣🤣🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
sabar ya om miki🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
astaghfirullah🤣🤣astaghfirullah🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!