NovelToon NovelToon
Jangan Mencintaiku

Jangan Mencintaiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:377.7k
Nilai: 5
Nama Author: wurikart

Menceritakan tentang Sandra seorang fashion jurnalist. Bagaimana ia di dunia kerjanya dan trauma dengan kisah percintaannya di masa lalu.

Kehidupan Sandra di dunia jurnalistik merupakan jiwanya, apalagi dia ditempatkan di desk fashion. Hubungannya dengan desainer tanah air terjalin dengan akrab dan menyenangkan.

Tapi itu tidak sejalan dengan kehidupan percintaannya, yang selalu dibayangi trauma masa lalunya. Banyak pria jatuh cinta padanya, namun semua ia tolak.

Hingga Bimo, teman baru di kantornya mengajaknya bicara, dan mengurai permasalahannya.

Dengan pria mana kira - kira cintanya disematkan?

Bagaimana lika - liku cintanya?

Apakah setelah ini Sandra akan menemukan cintanya dan berakhir bahagia atau terungkit lagi masa lalunya?

Inilah kisah Kasandra Putri Jingga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wurikart, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Membuka Hati

Senin aku meliburkan diri. Tapi aku menyelesaikan semua hutang naskahku yang di Lombok. Sekalian menyelesaikan laporan keuangan DLK kami, biar besok diserahkan ke Mba Putri.

Tadi Mas Bimo telepon dan video call, tapi tidak aku jawab. Aku hanya menjawab WA-nya yang siang saja, itupun jawab secukupnya, tidak ada basa basi.

Sebenarnya aku senang dekat dengan Mas Bimo, tapi aku takut. Alasannya? Karena dia sudah berani marahin aku, bicara dengan intonasi tinggi. Jadi kuputuskan untuk menjaga jarak. Niatku, aku akan menjaga sikap aku lebih kaku ke dua pria yang sempat bikin aku emosi tempo hari. Bercanda? Secukupnya saja. Semoga bisa aku laksanakan.

Kerjaan aku sudah selesai semua, sekarang mulai santai. Minggu ini aku bisa janjian dengan Mba Sarah. Saatnya kirim pesan ke Mba Sarah.

14.14

Assalamualaikum Mba Sarah. Mba, mau ke mol hari apa? Rabu, Kamis, atau hari lainnya? -send-

14.17

Waalaikumsalam Sandra. Rabu juga boleh San. Mba pas kosong.

14.18

Rabu pagi ya Mba? Nanti Sandra jemput aja. Jadi anak - anak main di Kidzania-nya yang pagi dan bisa puas. -send-

14.30

Kata Mas Zaki, ketemuannya di kantor saja San. Jadi kamu enggak kejauhan juga, pulangnya nanti bisa diatur lagi. Gimana menurut kamu?

14.35

Boleh Mba. Nanti kita berkabar lagi ya, Mba 😊 -send-

14.37

👌

Setelah kirim pesan ke Mba Sarah, aku memilih baca novel online dari hp-ku hingga aku tertidur.

Aku terbangun ketika Mbok Nah membangunkan aku. "Mba, ada temannya di teras, bangun Mba."

Saat kulihat sudah pukul 16.40 dan aku belum sholat Ashar. "Mbok, tolong buatin minum dulu ya ke tamunya. Saya sholat dulu."

"Iya Mba."

Usai sholat, sambil melipat mukena aku baru sadar, kalau aku tidak tahu siapa yang datang. Haduuh, efek masih ngantuk gini nih.

Ternyata yang datang Mas Bima. "Hai Bim," sapaku.

Dia terlihat kaget sambil memandangku. Mungkin karena aku tidak pakai embel - embel 'Mas' lagi.

"San, ini aku bawain cemilan buat nemenin kamu baca novel dikamar," katanya.

"Makasih ya. Kamu gak mau nyoba Bim?" tanyaku.

"Keliling - keliling naik mobil yuk!" ajaknya tanpa menjawab pertanyaanku.

"Enggak ah."

"Sandra, Mas Bimo kangen, mau ngobrol sama Sandra."

"Tapi Sandra masih sebel tuh sama kamu."

"Ya udah yuk, kita jalan - jalan. Mas Bimo mau traktir kamu. Mas Bimo penasaran sama restauran yang ada di Menteng, mau nyobain, tapi aneh kalau sendirian. Sandra temenin ya," katanya sambil senyum..

Gak tega juga sih. Senyum mautnya di pamerin lagi. Huuh, gagal fokuskan jadinya.

"Makan berat apa bukan?" tanyaku.

"Enggak tahu, baru lihat dari luar. Ya kalau enggak berat, nanti kita cari lagi saja."

"Tandanya kue yang Mas Bimo bawa enggak bisa langsung Sandra makan dong?"

"Disimpan saja dulu di kulkas."

"Ya udah, tunggu dulu ya. Sandra ganti baju dulu. Eh Mas, tapi Sandra masih kesel loh sama kamu," kataku. Aku pun langsung masuk kedalam.

***

Saat ini kami sudah berada di restauran yang berada di jalan Imam Bonjol. Pemilihan menu semua aku serahkan ke Mas Bimo, kan dia yang mau kesini. Aku benar - benar pasif. Sambil menunggu pesanan, kami bergantian ke musola untuk menunaikan sholat Magrib.

Selesai sholat, kini, kami berdua sedang menunggu beberapa menu lagi yang belum datang.

"Sandra, kenapa kok kamu masih kesal sama Mas Bim?"

"Habis, Mas Bim kemarin ngomongnya pakai nada tinggi. Sandra gak suka, lebih baik enggak berteman deh daripada di marahin kayak kemarin. Sandra gak rugi kok. Toh kita kenal juga baru," ujarku tanpa ada niat yang ditutup - tutupi.

"Sekali lagi Mas Bim minta maaf. Mas Bim benar - benar khawatir karena kamu sedih. Asal kamu tahu, Mas pingin nyusul kamu loh, tapi melihat situasikan enggak mungkin. Makanya Mas rajin ngecek kamu lewat Mas Zaki."

"Pakai ngadu minuman favorit aku lagi," kataku sambil memonyongkan bibir.

"Hahaha, kamu tahu enggak, Mas Zaki itu juga bingung. Kamu itu banyak yang sayang tahunya ya. Terus waktu kamu sama Mas Zaki lagi bareng kami video call, agar Mas Bim bisa lihat kamu. Hahahahaha peace ya," katanya.

"Idiiih kayak apaan aja dimata - matai."

"Salah siapa, Mas Bim dicuekin?"

"Salah siapa, marah - marah?"

"Sekarang Mas Bim jangan dicuekin lagi ya? Kalau telepon atau video call diangkat ya."

"Tapi janji, gak boleh marah - marah lagi. Tapi ini masih ada kesal - kesal gitu loh di dada Sandra."

"Iya gak papa kalau masih ada kesel - keselnya, sekali lagi maaf ya," kata Mas Bim yang lantas menggenggam jemari tanganku.

Pas sekali, setelahnya makanan pesanan kami datang lagi. Sekarang sudah komplit. Kami pun langsung menyantap makanan kami.

"Mas, selama aku ke Lombok ada kejadian apa di kantor?"

"Enggak ada apa - apa, biasa saja. Paling Sisi cerita soal dia lagi dideketin sama petinggi perusahaan swasta yang sudah beristri."

"Hah? Stres dong Sisi?"

"Iyalah. Kadang ketakutan, kalau liputan suka tukeran motor sama motor OB, motor kantor, hahaha antara kocak dan kasihan sih."

"Loh, kenapa jadi minjem motor segala Mas?"

"Kan yang suka ini salah satu petinggi, nah ceritanya kirim pengawal, padahal Sisi sudah menolak tuh cowok, tapi tetap saja. Kemarin aku saranin ketemuan saja sama tuh cowok, omongin baik - baik."

"Ini barukan? Karena selama ini Sisi nyantai aja."

"Iya, baru. Resiko deh."

"Kok resiko Mas?"

"Hahaha iya, kamu sadar enggak, di redaksi kita semuanya famous loh. Jumat kemarin nemenin Marky liputan sore ada yang nanyain Wea. Ngorek - ngorek pula. Lah, Mas kan anak baru di kantor, belum dekat dengan semuanya, jadi gak tahu apa - apa soal Wea."

"Iyalah, Mas Bim kan tahunya cuma soal Sandra."

Et dah, setelah ngomong gitu, itu mata Mas Bim langsung menatap aku terus. Untung bebek goreng yang di piring masih ada, jadi pura - pura repot sama bebek sajalah daripada grogi.

Hahaha dia liatin aku lama banget, sampai bebek tinggal tulang masih juga dia menatap aku.

"Kenapa sih lihatin terus? Grogi tahu!"

"Hahaha suka aja mandangin kamu. San, kalau menurut kamu, menjalin hubungan dekat dengan teman kantor itu gimana?"

"Kalau kantornya gak masalah, ya gak papa lah. Kalau kantornya mempermasalahkan, ya kalau nikah tinggal salah satunya pindah. Gitu saja kok repot."

"Di kantor kita ada yang pacaran sesama rekan kerja?"

"Ada. Itu Tito sama Gita pacaran. Kalau lagi sayang - sayangnya, bikin kita gemes."

"Oh, Tito sama Gita. Baru tahu Mas Bim."

"Memang gak terlalu terlihat, tapi kalau sama teman yang sudah dekat, mereka suka cuek memperlihatkan hubungannya."

"Kamu sudah mulai ada rasa tertarik ke cowok belum San?"

"Kalau cuma suka biasa sih ada. Tapi kalau cinta belum berani, biar nanti saja nunggu ada yang benar - benar suka ke Sandra."

" Kenapa harus nunggu?"

"Lah, aku kalau naksir dan cinta tapi cowoknya enggak, capek ah. Biarin saja nunggu ada yang serius."

"Kalau Mas Bim menyatakan cinta dan ingin serius menikah sama Sandra, kamu mau enggak?"

"Hah? Ini kan kalau ya? Ya kalau sih gak masalah."

"Ini beneran San."

"Nah kalau benar, ya harus dipikirin matang - matang Mas. Jangan asal ngomong doang."

"Sandra mau enggak menikah dengan Mas Bimo?"

"Hah? Ini serius?" Dadaku langsung berdetak gak jelas. Lemas badanku. Gak tahu lagi harus ngomong apa. Belum terfikirkan olehku prihal pernikahan.

Tanganku di genggam sama Mas Bimo. Keringat dingin keluar dari telapak tanganku. Mas Bimo menatap wajahku. Sambil mengangguk dan tersenyum. Aaah, lagi - lagi senyumannya membuat dada semakin berdetak.

"Aku tidak yakin dengan perasaanku sendiri Mas. Aku juga belum siap untuk menikah."

"Asal kamu mengizinkan Mas Bim meyakinkanmu, dan menerima Mas Bim."

"Tapi apa ini tidak terlalu cepat Mas?"

"Selama kita kenal, setiap pertanyaan pribadi, Mas Bim selalu jawab jujur ke Sandra, tidak ada yang Mas tutupi ke kamu dan itu berlaku selamanya."

"Tapi Sandra bukan tipe yang suka mengumbar hubungan loh. Sandra enggak mau hubungan kita dipamerin, pokoknya harus biasa saja, seperti kemarin - kemarin kalau di tempat umum. Setuju gak? Kalau enggak setuju, ya Sandra mundur."

"Waduh, berat juga ya? Mas coba ya? Kita jalani dulu sambil saling mengenal, dan pastinya menentukan pernikahan kita."

"Kan tadi Sandra sudah bilang, kalau belum siap menikah."

"Oh oke, oke. Kita jalani dulu deh. Itu kita bahas nanti saja ya."

"Awas ya, kalau maksa buru - buru nikah!"

"Iya sayang." Mukanya Mas Bim terlihat jelas bahagia. Tangannya terus menggenggam jemariku.

***

.

.

.

.

.

.

Terima kasih masih setia di novel perdana saya. Jangan lupa like, comment, vote, dan ratting-nya ya.🥰🥰🥰

1
Munawaroh
klo Bimo vc ma cewek, jalan ma cewek jangan marah ya san
Munawaroh
Sandra masih labil..
Fariyetmi Purnomo
part pavorit aku tor 💕💕
Anwar Sinurat
kocak jg suka bacanya
Q Queen
aduuhh jadiin sm Rakaaa thor 🙏😍
Q Queen
ko aku malah seneng sm Bosnya ya Sandra 😁
Suci Yuliah Avc NuAmoorea
keren...keren.....kereenn, boong banget klo ini novel pertama, gaya bahasany bagus, ini mah dah profesional. aku padamu thor😘😘
Siti Ledong
hamil tu sandra....
mei_resta
Izin promote thor...

Baca novelku judulnya 'Cinta sejati'. Tentang dua orang yang menemukan cinta sejatinya serta lika-liku perjalanannya. Klik foto profilku buat baca...
Baca dulu sinopsisnya dan 3 episode awal.
noviana vina
Main characternya hampir sama seperti di novel buatan saya, Perfect Figurine, berkarir di majalah. Jadi merasa terkoneksi ☺
Nur aja
koq tidak ke Giri Trawangan Liat bule bule pada telanjang 😂 😂 😂 😂
Nur aja
Jadi ingat makan Ayam Taliwang ama kangkung memang enak banget sampai ketagihan selama Wisata di Lombok jadi pingin ke Lombok Lagi 😂 😂
Nur aja
jadi ingat waktu ke Lombok 😂 😘 💕
ika tisnawati
sandra egois g bs diajak musyawarah🤭
ika tisnawati
sandra pemarah bgt
Adinni mizzana Qisti
ok
ika
koq udah tamat aja 😥😥😥
suka bgt ma critanya, simple n mudah dipahami n bahasanya jg gampang dicerna...
ayo nulis trus thor...💪💪💪
Dhea Denox
keren eh cerita nya
Meyliawati
Bahasanya apik
mega keyna
judul sm jln ceritanya kurang nyambung thot,jagan mencintaiku,td kata sandra bukan karna raka udh perna nikah dan jg bukan karna anak raka si abel,sdgkan sandra jg tau raka itu siapa dr sblm ada bimo,tp knp mlh menerima bimo bukan raka,sedangkan judulnya JAGAN MENCINTAIKU tp msh terima bimo,,, nyambung ngk,,,???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!