NovelToon NovelToon
SEBENARNYA...

SEBENARNYA...

Status: tamat
Genre:Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:12.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: hijaudaun_birulangit

(Sudah tersedia versi cetak)


Perjuangan Andreas mendapat maaf dan cinta dari wanita yang telah ia nodai.

Andreas yang Tuan Muda dan terbiasa hidup mewah dengan segala fasilitas terbaik, sampai merelakan semua itu hanya demi mengejar Marisa, yang sayangnya begitu benci padanya sejak kehormatannya direnggut Andreas secara paksa.

Marisa yang hamil, terpaksa mengubur semua impian dan cita-citanya, bahkan harus rela dibenci Ibu kandungnya sendiri karena menjadi penyebab kematian Ayahnya.

Apakah menurut kalian orang yang jahat akan selamanya menjadi jahat?

Bisakah Marisa memaafkan Andreas yang telah meluluh lantahkan hidupnya?

Konflik yang menguras emosi serta air mata bisa kalian baca di sini.


Halo... Ini novel pertama saya di Noveltoon, ayo ikut larut dalam perjalan cinta Andreas dan Marisa.

Semoga menghibur ❤

-🍀-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hijaudaun_birulangit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MELUPAKANNYA

Rendy menduduk kan Marisa di kursi belakang mobil, lalu memberikan tas nya sambil tersenyum. Marisa hanya diam memandanginya.

"Biar saya yang menyetir." kata Rendy setelah menutup pintu mobil.

Ia menengadahkan tangannya untuk meminta kunci pada Andreas.

"Kau ke sini naik motor kan, jadi pulang lah naik motor!" kata Andreas saat melihat sepeda motor yang terparkir di samping mobil nya.

Rendy memang menyusul Andreas dengan meminjam motor milik salah satu dari pelayan di Restoran tempatnya tadi mengadakan pertemuan. Ia begitu khawatir dengan keselamatan Andreas sampai ia mengabaikan perintah dari Adnan untuk tetap pulang bersamanya.

"Apa anda yakin Nona ini mau ikut pulang jika hanya berdua dengan anda..??" tanya Rendy membuat alis Andreas bertaut.

Andreas tahu, Marisa tidak akan mau jika hanya dengan dia. Ia menghela nafas kesal, dengan berat hati di berikannya kunci mobil itu pada Rendy, lalu ia sendiri membuka pintu mobil dan duduk di samping Marisa.

Marisa terkejut melihat Andreas yang duduk di sampingnya. Ia segera memasang wajah tak senang saat tak sengaja mereka saling tatap. Marisa merasa tak nyaman duduk bersebelahan seperti itu.

Rendy sudah menyalakan mesin mobil dan akan segera menjalankan mobilnya, ketika tiba-tiba Marisa membuka pintu mobil dan pindah tempat duduk di samping Rendy.

"Kauu...!" umpat Andreas tertahan. Di pandanginya punggung Marisa yang kini duduk bersebelahan dengan Rendy di kursi depan. Ia mengatupkan bibirnya dengan wajah merah padam, seumur hidupnya tidak pernah ia merasa secemburu ini pada Rendy. Dan Marisa, wanita itu telah berhasil mengaduk-ngaduk emosinya dengan sikap nya itu.

"DUUKK!" Rendy terkejut saat Jog di bagian belakang kepala yang ia duduki seperti terbentur sesuatu. Ia melihat dari kaca spion tengah, kaki panjang Andreas telah berada tepat di jog belakang kepalanya. Di lihatnya Andreas yang sedang bersedekap sambil memandang tajam ke arahnya.

"Dasar tidak punya sopan santun." kata Marisa dalam hati saat melihat kelakuan Andreas.

Rendy hanya menghela nafas panjang, lalu menjalankan mobilnya keluar dari kawasan pabrik yang telah lama kosong itu.

"Di mana Rumah anda Nona?" tanya Rendy saat mereka sudah sampai jalan raya.

"Jangan panggil aku Nona, panggil saja Marisa." ia berkata tanpa melihat ke arah Rendy. "Dan jangan menggunakan bahasa yang terlalu formal denganku."

"Baiklah Marisa..., panggil saya Rendy." Ia tersenyum memperkenal kan diri. "Jadi di mana Rumahmu..?" tanya nya lagi.

"Antarkan aku ke tempat kerjaku saja, aku masih harus bekerja."

"Pulang saja ke rumah, kau sedang sakit. Apa lagi kau baru saja mengalami kejadian seperti ini." Andreas ikut bicara.

Tapi Marisa tak menanggapinya, ia bersikap masih sama seperti tadi , seolah-olah ia tak pernah ada di situ.

Melihat Marisa yang tak menanggapi nya terus-terusan membuat Andreas frustasi. Dengan kesal ia membuka jas nya yang kotor lalu menyandarkan punggungnya ke jog mobil, di arah kan pandangannya ke luar jendela. Lama-lama ia capek sendiri dengan sikap Marisa yang selalu mengacuhkannya.

"Apa anda yakin bisa bekerja?" tanya Rendy lagi.

Marisa mengangguk. "Sudah hilang pusingnya. Dan lagi...tadi aku ijinnya untuk istirahat makan siang. Sekarang bahkan sudah hampir petang, aku bingung harus bilang apa nanti..."

Di lihatnya Marisa yang tertunduk. "Ah, anda tenang saja. Biar nanti saya yang bicara pada atasan anda, Erwin bukan namanya..??"

"Kau mengenalnya..??" Marisa terkejut.

"Keluarga Tuan Muda berinvestasi di Restoran tempat anda bekerja." Rendy tersenyum tanpa mengalihkan pandangnnya dari depan.

Marisa membeliakkan mata mendegarnya.

"Restoran itu hampir bangkrut ketika Ayah Tuan Muda berinvestasi di situ, beliau merombak semua sampai menjadi seperti yang anda lihat sekarang. Francise nya pun menjadi mahal dan menjadi salah satu merk dagang terkenal di Negara ini." Rendy menerangkan.

Marisa melirik ke arah Andreas yang menyandarkan diri pada jog mobil sambil melamun melihat keluar jendela.

"Apa beliau orang Padang..??" pandangan Marisa kembali tertuju pada Rendy.

"Hahahaa..Bukan..." ia tertawa. "Beliau orang Jawa keturunan Belanda. Sebenanya bisnis beliau pun bukan di bidang Kuliner. Beliau berinvestasi di Restoran Padang itu hanya karena Tuan Muda menyukai daging rendangnya."

"DUUKK!" Kembali bagian belakang dari jog yang di duduki Rendy di tendang Andreas.

Di lihatnya di spion tengah wajah Andreas yang masam, buru-buru ia merubah arah pembicaraannya.

"Saya berharap hal tadi tidak membuat anda merasa takut atau trauma.Itu...hanya permainan konyol dari teman Tuan Muda. Beliau hanya sedikit kesal dengan Tuan Muda dan ingin sedikit membalasnya."

"Aku kira kau normal, ternyata kau sama sintingnya dengan mereka!" kata Marisa tak habis pikir.

"Aah, bukan seperti itu maksud saya..." Rendy berusaha menjelaskan.

"Kau tenang saja, aku tidak akan trauma dengan hal seperti itu. Karena aku pernah mengalami hal yang lebih buruk!" Marisa pura-pura kuat.

Wajah Andreas semakin tertekuk mendengar kata-kata Marisa. Dari kaca jendela, di lihatnya langit yang berwarna jingga dengan matahari yang mulai tenggelam menyorotkan sisa-sisa sinarnya yang menembus pada kaca mobil. Mata Andreas kian menyipit karena sinarnya. Perlahan ia mulai memejamkam matanya, Andreas berharap Marisa tidak akan pernah terluka lagi karena perbuatannya.

Hari telah gelap ketika mereka telah sampai di Restoran Padang tempat Marisa bekerja.

"Biar nanti saya yang bicara, anda tinggal mengiyakan apa yang saya kata kan. " Rendy menginggatkan.

Marisa mengangguk. Sebelum keluar dari mobil ia menengok ke kursi belakang, di lihatnya Andreas yang ketiduran dengan mulut sedikit terbuka. Tanpa sadar ia tersenyum geli, sebelum kemudian ia menutup mulutnya. Lalu dengan segera ia keluar dari mobil.

"Marisa, dari mana saja??" kata Erwin begitu Marisa masuk ke dalam Restoran, Ia terlihat cemas.

"Maaf kalau membuat Pak Erwin cemas." Rendy tersenyum ramah.

"Lhoh? Tuan Rendy kenapa bisa bersama Marisa..??" Erwin keheranan.

Marisa hanya diam menunduk, " Sebentar lagi pasti gosip tentang aku bertambah." kata Marisa dalam hati saat teman-teman sesama pelayan di Restoran itu memandangi nya sembunyi-sembunyi.

"Jadi Marisa tadi siang meminta ijin untuk bertemu anda..??" Wajah Erwin tampak sumringah.

Saat ini mereka telah berada di Ruangan khusus Manager, sehingga Marisa tak perlu melihat teman-temannya yang menatapnya dengan wajah ingin tahu.

"Seandainya kau bilang ingin bertemu dengan Tuan Rendy pasti akan saya beri ijin setengah hari." kata Erwin lagi.

"Kalau setengah hari nanti aku nggak dapat uang lembur Pak..." kata Marisa dalam hati. Tapi ia tak mengutarakanya, ia hanya tersenyum pada Erwin.

Rendy menjelaskan pada Erwin kalau ia mengajak Marisa bertemu untuk membahas posisi apa yang di dapat Marisa setelah ia lulus Kuliah. Seperti yang Erwin ketahui, Marisa adalah murid beasiswa di Universtas Jayabaya dan setelah lulus, Martahdinata Corp selaku pemilik Universitas menjanjikan Marisa untuk bisa langsung bekerja di salah satu anak cabang Perusahaan. Rendy lah Wakil Direktur yang bertugas menempatkan di posisi mana nanti Marisa bekerja.

"Jadwal saya selalu padat dan waktu senggang saya hanya tadi. Itu pun Marisa harus menunggu saya berjam-jam dulu sebelum akhirnya saya bisa bertemu dan mengobrol dengannya." Rendy berkata dengan sangat menyakinkan.

Di pandanginya Rendy yang masih asik berbincang sambil tertawa. Jika saja Marisa tidak tahu, pasti Marisa pun mengganggap bahwa apa yang di katakan Rendy adalah benar.

" Natural sekali aktingnya." Marisa diam-diam tersenyum sinis.

Setelah membuat Erwin percaya dengan kata-katanya, Rendy segera berpamitan. Erwin meminta Marisa untuk mengantar kan Rendy sampai pintu depan.

"Terimakasih..." kata Marisa.

"Sama-sama.." Rendy tersenyum. "Saya jamin anda tidak akan mengalami hal seperti ini lagi." kata Rendy dengan wajah serius.

Marisa hanya tersenyum. Ia segera masuk ke dalam Restoran saat di lihatnya Rendy sudah berada di dalam mobil.

Ia menghela nafas panjang, tubuhnya lelah tapi setumpuk pekerjaan sudah menantinya, karena Restoran baru akan tutup jam 10 malam. Ia melakukan itu semua hanya demi uang lembur berjumlah 100ribu rupiah.

"Bagaimana...?" tanya Andreas yang telah bangun begitu Rendy masuk ke dalam mobil.

"Tidak ada masalah, atasannya percaya." jawab Rendy sambil menjalankan mobil nya ke arah jalan raya.

"Lebih baik Tuan Muda segera melupakannya." kata Rendy tiba-tiba.

Andreas yang duduk di belakang dan tengah asik melihat lampu-lampu kota terkejut mendengarnya.

"Untung saja ini hanya ulah iseng Tuan Bryan, bagaiman jika seandainya Johan yang melakukan..??" Di lihatnya wajah Andreas yang menegang melalui kaca spion tengah.

"Orang biasa seperti Nona Marisa, yang tidak tahu apa pun dan tanpa perlindungan. Bisa anda banyangkan apa yang bisa di lakukan Johan seandainya dia mengetahui bahwa Nona Marisa itu...wanita yang anda cintai..??"

"Ren..!" Ditatapnya Rendy, ia ingin mengelak nya tapi Andreas segera sadar, tidak mungkin ia bisa menbohongi nya.

"Sebentar lagi Tuan Muda juga akan menikah." Rendy menghentikan laju mobilnya di pinggir jalan.

Ia menegok ke belakang untuk menatap wajah Andreas."Tidak ada yang bisa anda lakukan untuknya. Lupakan dia, sebelum hidupnya lebih menderita lagi karena anda."

Andreas terdiam memandang Rendy, lidah nya terasa kelu.

1
Retno Desy (Ning)
Rendi anak angkat..
Retno Desy (Ning)
suka main perempuan jg ternyata
Retno Desy (Ning)
Bryan temen menyesatkan..
dan itu pasti narkoba kan
Retno Desy (Ning)
makin terbayang² ya ris,pandangan pertama walau dlm keadaan TDK baik🤣
Retno Desy (Ning)
lah pak Kirman siapa disini sebenernya yg salah
Retno Desy (Ning)
waduh kecelakaan..dan ini pasti andre
Retno Desy (Ning)
baca yg ke3x nya🥰🥰
Mugi
aku baca lagi min 💪💪🤭
Ciprut
karya terbaik
Al Fatih
sangat menyentuh hati ya kisa Marisa ini,dia gadis yg sangat berjuang keras demi bisa berkuliah di universitas agar suatu saat dia lus bisa mengangkat perekonomian keluarga ,harus di hadapkn dengan segala macam cobaan hidup,dan Andreas lelaki tampan mapan arogan dan tak Ter sentuh bisa takluk dan tunduk kepada Marisa karna satu kesalahan,Hem pokonya sangat thebest deh karya Ator yg satu ini
Al Fatih
datang lagi tur sekian purnama ,masih GK bisa muf,on,sama babang Andreas,ini yg kesekian kali nya aku baca novel sebentar.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤѵїёяяа
justru aku tertarik baca novel ini karena judulnya , alasan kedua karena komenen pembaca nya yg ketiga karena memang bagus ceritanya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤѵїёяяа
mau ikutan jawab ya 😂🤣 walau giveaway nya lewat

semua bab berkesan, aku pilih yg bisa buat aku terharu ini bab yg judulnya KEINGINANMU TERKABUL bab penuh bawang , POV Rendi yg bikin terenyuh siapa aja yg baca dan kebesaran hatinya Andre menerima Dave secara hukum sebagai anaknya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤѵїёяяа
wahhhh banyak nya pulsa 300k di tahun 2020 banyak nihh
kak author mengalir deras ya rejekimu.
yang bilang novelmu membosankan, hempaskan... dia maunya sat set Marisa dan Andre ketemu, tragedi p3m3rk*saan , terus nikah paksa , bahagia selama² nya.
abaikan kak abaikan...buatlah novel sesuai maumu bukan mau pembaca. karena novel yg bagus gk akan ditinggalkan pembaca justru banyak pembaca baru yg langsung jatuh cinta sama karya mu... sama kayak aku baca di tahun 2025 langsung terlope lope sama novel ini
semangat🥰
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤѵїёяяа
aku gk mau baca POV Rendy
GK kuat😭😭😭😭😭tapi penasaran
galau
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤѵїёяяа
sesuai harapan mu kan evaaaa😭😭😭😭😭makanya kalau ngomong jangan sembrono
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤѵїёяяа
yaaa gk mungkin kan Dave umur 3 tahun donorin darah buat Rendi 🤧🤧🤧sangking putus asa nya Eva
poor Rendi semasa hidup hanya ingin sama terlihat sempurna seperti Andreas tapi selalu dihina Eva...
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤѵїёяяа
kisah nya Johan ini gk kalah seru nya tapi kekunci😭😭😭
untung disini Spil tipis²
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤѵїёяяа
tapi yg kamu ucapkan soal Marisa suka sama Andre emang bener lenna...
tentang kamu yg mendesak Marisa segera menikah dg Andreas karena kamu cemburu dg Erwin agar melupakan Marisa itu juga benar , kamu berusaha mempertahankan pernikahanmu ... tapi sekali kali teflon di rumah diberdayakan ... kalau Erwin sok sok ingat Marisa lagi geplak aja pake teflon
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤѵїёяяа
RECOMMENDED‼️
KENAPA KALIAN HARUS BACA NOVEL INI⁉️

1. Banyak novel dg genre yg sama , tentang p3m3rk*saan dan berakhir nikah dg pelaku. disini beda , banyak pertimbangan sampai akhirnya Marisa mau menikah dg Andreas... gak mudah gaeesss perjuangan Andreas untuk mendapatkan hati Marisa , menguras emosi pembaca.

2. jempol buat author nya , keren banget dia buat karakter tokoh . di novel ini dijelaskan sifat baik buruk nya setiap tokoh... jadi pembaca gk akan jomplang dukung satu tokoh aja.

3. ceritanya bikin nagih, sekali baca gk akan bosen . aku nyesel baru ketemu novel ini dan semoga semakin banyak yg baca meskipun novel ini udah lama tamat nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!