NovelToon NovelToon
Terjebak Dendam Suamiku

Terjebak Dendam Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Badboy / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:795.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Irma Kirana

Sang suami adalah kekasih yang telah menjalin cinta dengannya selama 4 tahun, pria yang hangat perhatian dan penuh kasih sayang itu, tiba-tiba berubah dimalam pernikahan mereka. Bara Rahadian, tak ada angin tak ada hujan..dia memperlakukan Maura dengan berbeda. Tak cukup membawa wanita lain naik ke atas ranjang pengantin mereka dan bersenang-senang disana, Bara juga memperlakukan Maura seperti babu setelah pria miskin dan yatim piatu itu mengambil semua harta keluarganya. Hingga fakta lain terungkap atas perlakuan Bara selama ini. Dia memiliki dendam pada ayah Maura.

Dendam apakah yang membuat Bara sangat membenci ayahnya hingga melampiaskan semua dendam itu pada Maura yang tidak bersalah?
Apakah Maura bisa meluluhkan hati suaminya kembali dengan cinta? Apa dia malah memilih menyerah? Ataukah dia akan balik membalas dendam dan mengambil semua yang menjadi miliknya dari Bara?

Jangan lupa like, vote, gift dan komennya ya 😍😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Aku juga bisa selingkuh!

...🍀🍀🍀...

Bara terbelalak melihat istrinya sedang bergandengan tangan dengan pria lain didepan matanya. Hatinya bagai tersambar petir, sakit, rasanya seperti ditusuk sekaligus oleh benda yang tajam.

"Sayang, itu benar-benar si Maura...istri kamu. Bukannya dia bilang dia gak bisa datang ya? Atau apa tadi dia bilang dia mau datang sama kakak sepupunya itu?" Lisa berbisik pada Bara.

"Lisa, diamlah!" Bara berbisik pada Lisa seraya memintanya untuk diam saja.

Bara semakin panas karena perkataan Lisa, tangannya mengepal menahan emosi.

Sial! Jika ini bukan tempat umum, aku pasti sudah menyeretnya dari sini lalu memberinya pelajaran. Beraninya dia menggoda pria lain, Bryan Seager Xander...ternyata kamu adalah selingkuhan istriku. Beraninya kamu mengganggu istri orang.

"Pak Bara, ayo kita temui pak Bryan sekalian berkenalan dengan pacarnya." Anton mengajak Bara untuk mendekati kerumuman disana yang ada Bryan dan Maura.

"Sa-saya.. " Bara enggan pergi kesana, dia takut emosinya akan meledak.

"Ayolah pak, kita harus memberinya selamat di hari yang baik ini." Anton menarik tangan Bara.

Lisa mengikuti Bara yang pergi ke arah kerumunan itu bersama dengan Anton. Akhirnya mata Bara, Maura dan Bryan bertemu. Maura bersikap seolah-olah dia tidak kenal dengan Bryan, dia memalingkan wajahnya dari Bara.

Kamu lihat aku kan, Bara? Bukan hanya kamu saja yang bisa selingkuh, aku juga bisa selingkuh. Maura membatin, dia puas melihat wajah Bara yang syok dan marah.

Wanita kurang ajar!. Tidak tahu malu. Bara menatap Maura dengan tatapan membara.

Semua orang menyapa Bryan dan Maura, memberi selamat pada Bryan atas ulang tahun perusahaannya, juga beri selamat karena Bryan membawa seorang wanita bersamanya.

"Haha.. selamat ya Bryan, saya pikir bapak akan terus berbisnis dan berbisnis tanpa ada hubungan asmara. Siapa yang tau bahwa bapak sekarang membawa seorang gadis cantik disamping bapak?" Anton memuji dan memberi selamat pada Bryan dan Maura yang dianggapnya berpacaran. "Saya tunggu kabar baik ke pelaminannya ya."

Aku aamiin kan saja doanya, semoga aku dan Maura benar-benar berpacaran atau menikah sekalian.

"Tenang saja pak Anton, saya pasti akan mengundang bapak!" Bryan tersenyum pada pria paruh baya itu.

"Kalau begitu apakah saya boleh berkenalan dengan nyonya Xander grup berikutnya?" Anton melirik ke arah Maura dengan senyuman ramah.

"Sayang, ayo perkenalkan diri kamu." Bryan menoleh ke arah Maura, dia menatap wanita itu penuh cinta. Bara panas hati melihat tatapan Bryan pada Maura.

Tidakkah aktingnya begitu bagus? Memanggil sayang saja tidak ada rasa gugup sama sekali.

"Perkenalkan pak Anton, nama saya Maura, saya kekasih pak...maksud saya Bryan." Maura memperkenalkan dirinya dengan sopan, baginya akting ini adalah bisnis. Dia membutuhkan Bryan sebagai tameng begitu juga sebaliknya.

Bryan terperangah mendengar Maura memanggil namanya pertama kali. Hatinya berdebar karena bahagia.

"Maura? Namanya kok sama ya dengan istri pak Bara, kebetulan sekali." Anton terheran-heran.

"Oh begitu ya?" Bryan melihat ke arah Bara dan Lisa.

"Jadi istri pak Bara juga bernama Maura ya?" tanya Maura sambil tersenyum sinis menyindir Bara.

"Benar, dia istri pak Bara...namanya juga Maura." Anton melirik ke arah Lisa yang berdiri disamping Bara.

Maura menahan rasa terkejut dan marahnya, ternyata Lisa memakai namanya untuk pergi ke pesta bersama Bara.

"Kebetulan sekali ya, nama kita sama...Bu MAURA," Maura tersenyum tipis ke arah Lisa, dia mendekati Lisa lalu berbisik padanya. "Sejak kapan Lisa jadi Maura?*

Lisa menahan kesal mendengar perkataan Maura padanya. "Hahaha iya benar-benar kebetulan." Lisa tertawa canggung.

Sial, wanita ini benar-benar menyebalkan.

"Tidak disangka ya pak Bryan, tiba-tiba saja anda datang ke pesta ini lalu membawa seorang gadis cantik." Bara tiba-tiba saja bicara. "Anda harus tau dulu asal usulnya, siapa tau anda memungut sesuatu yang tidak seharusnya." Bara menajamkan pandangannya ke arah Maura.

"Hem, terima kasih atas perhatian pak Bara. Saya bukan memungut tapi saya membawanya karena sepertinya tidak ada orang yang punya. Dan ada orang bodoh yang membuang berlian layaknya sampah!" Bryan tersenyum sinis, dia menyindir balik pada Bara.

Barusan dia bilang apa? Aku bodoh?

Maura tersentuh dengan ucapan Bryan yang mengibaratkan dia seperti berlian.

Setelah itu, Bara kehilangan kata-kata karena dia tidak mau mencari ribut didepan orang banyak. Padahal dalam hati dia ingin menghajar Bryan dan menyeret Maura pergi dari sana.

Bryan pun mengajak Maura berdansa, Maura menerimanya sebagai bentuk kerjasama. Sementara Bara hanya diam menatap istrinya bersama pria lain ditengah aula gedung hotel mewah bintang lima itu.

"Pak Bryan, akting anda sangat bagus...terima kasih." Maura memegang lengan kekar Bryan, mereka masih berada didalam dansa.

Bryan menyunggingkan senyum tipis dibibirnya, tangannya melingkar di pinggul Maura. Tubuh mereka berdekatan, wajah mereka, bahkan kedua mata mereka bertatapan.

Ternyata dia masih menganggap ku akting.

"Kamu harus menambahkan lagi biaya aktingku, kamu loh yang paling di untungkan disini." Bryan menggoda lagi Maura dengan ucapan tengilnya.

"Bapak juga beruntung kok, bapak membawa gadis secantik saya datang ke pesta ini dan memperkenalkan saya pada semua orang. Anda tidak dengar semua pujian bahwa saya cantik?" Maura merasa percaya diri juga

"Hahaha, baiklah kamu memang cantik, sampai membuat suamimu dan pelakor itu terpana." Bisik Bryan pada telinga Maura.

"Ehem, tolong jangan bicarakan itu pak." Maura malas membahas Bara dan Lisa.

"Hem baiklah. Tapi tolong perbaiki panggilanmu padaku,"

"Ya?"

"Panggil Bryan seperti tadi, aku suka."

"Ehm.. maaf tadi saya tidak sopan bicara begitu karena saya takut mereka curiga pada saya."

"Tidak apa-apa, panggil aku Bryan...aku suka."

"Itu kan tidak sopan pak,"

"Tolong...anggap saja bayaran aktingku," ucap Bryan seraya memohon pada Maura untuk memanggil namanya.

Maura pun tersenyum, akhirnya dia menurut pada Bryan. "Bapak curang, dengan wajah bapak yang seperti itu saya tidak bisa menolak."

"Ya aku tau, aku kan tampan," kata Bryan dengan pedenya.

"Saya tau anda tampan, tapi-"

Bryan menatap Maura, dia senang karena Maura mengakui kalau dia tampan. Keduanya terlihat tertawa dan tersenyum sambil berdansa. Sementara ada sepasang mata yang melihat mereka berdua dengan tatapan marah membara.

"Bar, ayo kita berdansa juga."

"Sial! Aku kesal sekali!" Bara mendengus kesal, dia pun pergi meninggalkan Lisa sendirian disana. Lisa menggerutu marah karena diabaikan oleh Bara.

Bara pergi ke dekat toilet pria dan merokok disana untuk melampiaskan kekesalannya. "Sial! Maura tidak disangka dia bisa berpaling dariku, tidak mungkin!"

Tak lama kemudian, Maura berjalan sendirian menuju ke arah toilet wanita. Dia melihat Bara sedang merokok. Bara menatap tajam pada wanita itu, saat Maura akan melewatinya. Pria itu menegang tangan Maura.

"Lepas!"

"Ikut aku!" Teriak Bara marah.

...*****...

1
Aisyah Kim
Luar biasa
Irma Kirana: Thanks kakak
total 1 replies
Aisyah Kim
Biasa
lina
yaaaaah pake iklan
Author_Ay: Permisi

yuk baca kak novelku SUAMIKU 5 MILYAR

BERI LIKE, KOMEN DAN VOTE YA

JANGAN BOOM LIKE
total 1 replies
lina
🤣🤣🤣 d luar ekpentasi
lina
ciuman gaya baru 😅😅
lina
jangan jangan anaknya
Juan Sastra
beruntung si brengek bara 2x dpt perawan.sedangkan bryan yg tulus malah dpt bekasan bara
Juan Sastra
ggak tau lagi julukan apa untuk samuel,,
Juan Sastra
jangan sampai ada perpecahan antar saudara
Juan Sastra
dilema
Juan Sastra
jika bara kenzo harusnya ada mirip mirip nya sama bryan atau mama papahnya...
Juan Sastra
tuh kan bener
Juan Sastra
penasaran tentang kenzo,, jgn jgn bara
Juan Sastra
kokceritanya jadi semakin rumit,, dan terkesan berbelit belit thorr,, konfliknya terlihat ggak berat namun pelik
Irma Kirana: tenang aja kak...ini hanya bagian dari alur 🙈 namun akan tetap indah pada akhirnya hehe
total 1 replies
Juan Sastra
ganggu aja tuh si bar bar
Juan Sastra
waahh bryan jgn sampai mengulang kesalahan bara jikaenyuruh preman memperkosah ghea
Juan Sastra
celakalah bw bryan
Juan Sastra
hah justru itu yg di harapkan maura bercerai secepatnya..baguslah vera membantu maura secara tidak langsung..walau imeg maura jadi jelek ggak apa apa dr pada bertahan di penikahan menyakitkan itu.
Juan Sastra
di saat saat kw di buih adakah para jalangmu datang tuk menghiburmu bara..
Juan Sastra
pelan pelan bule,, luka maura masih tuh dia hanya pura pura tegar doang namun sejati sangat rapuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!