cerita ini menceritakan 2 orang dari kalangan yang berbeda, dan menikah karna terpaksa
semoga kalian suka dengan cerita ini
🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35 - Ucapan selamat Pagi
Keesokan hari nya
Nadin pun bangun bersiap untuk bekerja
Setelah bersiap Nadin pun duduk disofa memainkan ponsel nya sambil menunggu Ricko bangun
tidak berapa lama ricko pun bangun dan bersiap untuk Mandi
Saat ricko Berdiri dari kasur nya, Ricko melirik Nadin yang memainkan ponsel
"Hei Hei, apa kau tidak melihat ku bangun, Ucapkan selamat pagi " Perintah ricko
"iya, selamat pagi tuan" Ucap nadin
"Apa kata mu" ricko menatap nadin dengan marah
"Eh, maaf kan aku,Selamat Pagi Sayang" Ucap nadin lagi setelah tau kesalahan nya
"Hem, bagus" Ricko pun berlalu untuk kekamar mandi Sambil tersenyum puas
(Kenapa permintaan nya jdi aneh begini, apa dia skrg menganggap ku istri nya sungguhan'Ucap nadin pelan sambil menutup mulut memikirkan nya)
(tapi itu tidak mungkin terjadi,dia kan sudah blg, aku bukan wanita idaman nya, Ucap nadin lagi dengan suara pelan)
Setelah ricko siap, Nadin dan ricko pun keluar dari kamar untuk sarapan
Ricko mengandeng Nadin, membuat nadin sedikit terkejut dan terus berjalan menuruni tangga
sesampai dimeja makan, Nadin dan ricko pun sarapan sebelum bekerja.
tidak berapa lama Tio pun Datang
"Selamat pagi tuan" Sapa ricko
"Hem, duduk lah, sarapan dulu" jwb ricko
"Saya sudah sarapan tuan" balas Tio
"Ok kalau gitu, ayok jalan" Ajak Ricko
Nadin pun mengikuti Ricko dan masuk kemobil Nya, Karna hari ini Ricko mengantar nadin, karna motor nadin Ditinggal di ruko Kemarin.
"Kau Harus berterima kasih aku mengantar mu" Ucap Ricko saat perjalanan ke ruko nadin
"Iya sayang" Jwb nadin
Tio yang melihat nadin memanggil ricko sayang, tersenyum dengan apa yang dia dengar
nadin melirik sinis tio yang tersenyum mendengar nya memanggil sayang
sesampai Diruko, Nadin sudah ditunggu Dina dan Bimo.
nadin pun keluar dari mobil dan menutup pintu
Tio pun membuka kaca pintu jendela mobil
"Nona, seperti nya anda melupakan sesuatu" Ucap Tio Sambil tersenyum
Nadin sudah tau Apa yang dimaksud tio, dan menghela nafas
"Terima kasih sayang sudah mengantar ku" Ucap Nadin sambil melihat Ricko
"Hemm" jwb Ricko
"makasih Sekertaris tio anda sudah mengingatkan " Ucap nadin sambil melihat Tio dengan pandangan Kesal dan hanya dibalas senyum oleh tio
mobil pun berjalan meninggal kan Tania
"Cie mbak Nadin skrg udh diantar sama suami, so sweet banget si Mas ricko" Goda Dina
"Ih apa si motor ku kan ku tinggal, makanya dka mengantar ku" Jwb nadin
"Tapi tetap saja, mas ricko baik, panggil mbak nadin ke mas tio aja udh berubah hehe" goda Dina lagi
"Udh Ah ayo masuk" ajak nadin
"Iya mbak, ember tu Dina" Ledek Bimo
mereka pun tertawa bersama Saat bimo balik meledek dina
DALAM MOBIL
"kamu mmg tau apa yang aku ingin kan tadi" Ucap Ricko
"seperti nya anda sudah mulai menyukai nona nadin tuan" ucap tio sambil tersenyum
"Kau ini, Ku patahkan leher mu nanti" Balas Ricko malu dengan yang dikata kan tio
tio pun hanya tersenyum melihat ricko salah tingkah
"Bagaimana dengan Ibu nya " Tanya Ricko mengalihkan pembicaraan
"Sudah berhasil tuan operasi nya, tinggal menjalani pemulihan" Jelas Tio
Ricko pun tidak sabar untuk memberi tahu nadin soal ini, ricko ingin melihat ekspresi nadin nanti
**SEMOGA KALIAN SUKA YA DENGAN CERITA NYA, JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL BARU KU YA, JUDUL NYA " KURUS DEMI BALAS DENDAM "
TERIMA KASIH TEMAN2 SUDAH MAMPIR**
miris
coba kalian bayang jika dibalik suami kalian yang bebas pergi dan pulang semaunya, apakah kalian akan Terima begitu saja
pembelaan kalian "jangan baper lah kalau kagak suka skip aja, ini hanya halu"
mau ini hanya halu tapi faktanya ini adalah hasil pola pikir kalian yang artinya karakter kalian bisa dilihat dari novel karya kalian
ceritanya jd gak berbobot krn ...author memposisikan seorang CEO yg labil....
ini juga mama ny Ricko, udah tau anak ny punya istri, kok malah mbawa perempuan lain ke rumah ny
mana tych cewek ulat keket lagi