"Aku pernah membaca sebuah deretan kata yang mengatakan bahwa Menikahi laki-laki cuek adalah setengah dari penderitaan hidup.
Aku sepenuhnya setuju pada pernyataan itu" - Adhara Cellia.
Kehadiran cinta masa SMA nya semakin memperkeruh hidup Dara. Ia ragu mampu menahan diri dari godaan pria di masa lalunya dan mempertahankan pernikahannya yang memang telah rapuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noah Arrayan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga Puluh Lima
Dara membuka matanya setelah tertidur entah berapa lama, setelah sempat mengulang percintaan mereka satu kali lagi ia dan Rey jatuh dalam lelap efek tubuh mereka yang kelelahan.
Dara merasakan sebuah tangan melingkar di perutnya, ia menoleh dan mendapati wajah Rey yang terlelap. Terlihat begitu damai hingga mau tak mau sudut bibir Dara terangkat membentuk senyuman. Perlahan ia mengusap pipi pria yang beberapa jam lalu selalu menunjukkan pemujaan dan beberapa kali meneriakan namanya dengan suara serak nan berat. Entahlah, Dara merasa begitu bahagia meski ia tau ada banyak hati yang ia lukai karena keegoisannya dan Rey malam ini. Jika boleh berandai-andai, ia ingin terus seperti ini. Berada dalam dekapan Reynand selamanya dan menghabiskan sisah hidup bersama pria itu.
Mungkin jika bersama Rey, ia tak akan pernah mengenal rasa sakit dan kecewa seperti saat ia bersama dengan Fabian.
Dara melepaskan dekapan Rey dengan hati-hati, tak ingin mengganggu lelap pria yang kini Dara sadari selalu berupaya untuk membahagiakannya itu. Dara membenarkan selimut Rey agar pria nya semakin nyaman menikmati istirahatnya, Dara mendaratkan kecupan di pipi Reynand sebelum kemudian turun dari ranjang dan berusaha memunguti pakaiannya. Ia mengambil kemeja Reynand dan memakainya karena tak menemukan pakaian miliknya.
Langkah pelan Dara membawa nya menuju balkon, suasana begitu senyap. Tampaknya waktu masih menunjukkan dini hari. Dara memejamkan matanya, menikmati hembusan angin yang menerpa wajah dan menerbangkan rambutnya. Air mata tiba-tiba turun menyusuri pipinya, ia sama sekali tak berniat menyesali apa yang terjadi antara dirinya dan Reynand malam ini. Namun Dara tak bisa mengelakkan sebuah fakta bahwa ia telah menyakiti hati Alexa, Daffa, Raffa dan mungkin saja Fabian.
"Maaf harus mengorbankan kebahagiaan kalian, aku berjanji tak akan lama. Izinkan aku menikmati sedikit kebahagiaan ini, izinkan aku memiliki kenangan indah sebagai bekalku menjalani hidup ke depan" Karena Dara sadar ia dan Rey tak akan mungkin bersatu, meski hubungannya dan Fabian sudah tak bisa diselamatkan namun ia tak pernah berfikir untuk merebut Rey dari sisi Alexa dan sepasang anak kembar mereka.
Dara termangu menikmati keheningan cukup lama, hingga kemudian merasakan kehangatan ketika tangan yang Dara yakini milik Reynand memeluk perutnya dari belakang.
"Kenapa di sini Cell" Bisik Rey sembari meletakkan kepalanya di pundak Dara.
"Rey, kenapa bangun" Balas Dara tanpa mengubah posisi nya, namun Dara mengusap lembut tangan Reynand yang tengah memeluknya.
"Karena kamu ninggalin aku Cell, aku merasa kosong" Suara Rey terdengar bergetar, Dara merasa Rey seperti tengah menahan tangis.
membuat jiwanya tercubit.
"Tadi aku kesulitan tidur lagi setelah sempat terbangun Rey, aku juga ngerasa gerah makanya cari angin sebentar keluar. Harusnya kamu tetap tidur karena sebentar lagi aku juga bakalan masuk dan kembali padamu Rey" Ucap Dara yang ia harapkan mampu menenangkan Rey yang ia rasa tengah gelisah.
"Janji kamu akan selalu kembali padaku setelah pergi Cell? janji nggak akan pernah ninggalin aku lagi?" Tanya Reynand sembari memutar tubuh Dara agar menghadap kepadanya.
"Tanpa berjanji aku juga selalu kembali padamu kan Rey? kalaupun aku nggak kembali, tapi sejauh apapun aku pergi bukankah kamu selalu berhasil menemukan aku?" Dara menatap pada kedalaman mata Rey yang tampak begitu resah.
"Kamu uda janji akan memberikan waktu pada cinta kita Cell, aku mohon jangan mengalah lagi." Rey meraih kedua pipi Dara, ia ingin Dara melihat kesungguhan dan pengharapan nya.
"Berjanjilah setelah ini hanya akan ada Dara dan Reynand, tidak ada yang lain lagi sayang. Hanya kita berdua" lanjut Rey yang semakin menggetarkan hati Dara. Air mata Dara berhamburan, ia benar-benar melihat Rey dari sisi yang berbeda. Nyala cinta di mata pria itu berkobar, tak akan mudah untuk memadamkannya. Dara dilanda dilema, ia begitu ingin tinggal di sisi Reynand selama nya. Tapi bagaimana dengan Alexa dan anak mereka?
"Iya hanya akan ada Dara dan Reynand" Bisik Dara. Mata Reynand berkaca-kaca, harapan pada Dara yang untuk menepati janjinya begitu besar.
"Hanya akan ada Dara dan Reynand selamanya" bisik Dara lagi mulai terisak, Dara terbawa perasaan. Ia mendekatkan wajahnya dan memulai inisiatif untuk menyatukan bibir nya dan Rey.
Reynand yang sempat tersentak segera membalas setelah berhasil menguasai dirinya, pria itu ikut menghisap dan melu mat bibir Dara dengan lembut namun bergairah. Hingga perlahan ciuman lembut itu kian menuntut dan panas.
Rey segera mengangkat tubuh Dara dan membawanya kembali ke kamar, meloloskan kemeja yang melekat pada diri Dara dan kembali mengulangi percintaan seperti sebelumnya. Rey seolah ingin menyirami rahim Dara dengan benihnya sebanyak mungkin.
🍁🍁🍁
3 Hari sudah Rey dan Dara melewati hari berdua. Mereka layaknya pengantin baru yang tengah mereguk indahnya cinta. Baik Dara maupun Rey seolah mendapatkan dunia nya ketika mereka bersama, melupakan sejenak tali yang mengikat mereka dalam sebuah pernikahan yang lebih terasa bagaikan penjara dengan pasangan mereka masing-masing.
Rey dan Dara telah mengajukan cuti tentu saja dengan alasan yang berbeda. Beruntungnya tanpa banyak tanya pak Hartono memberikan izin keduanya. Setelah mengajukan cuti lewat telefon Rey dan Dara memutuskan untuk mematikan ponsel mereka agar tak ada siapapun yang mengganggu hari-hari mereka.
"Besok kita pulang ya Rey?" Ucap Dara sambil mengusap dada telan* jang Reynand. Mereka baru saja selesai menikmati percintaan panas.
"Pulang ke mana? aku sudah menemukan rumah ku" Ucap Rey dengan gusar.
"Sayang, kita nggak bisa terus seperti ini. Ada banyak hal yang harus kita selesaikan terlebih dahulu. Aku harus menyelesaikan urusan ku dengan Fabian" Ucap Dara berusaha menenangkan Reynand.
"Aku juga akan menyelesaikan urusanku dengan Alexa, setelah itu kita akan bersama selama nya kan sayang?" tanya Reynand, Dara mengangguk.
"Tapi aku masih sangat merindukan kamu Cell, rasanya aku belum siap harus berpisah sama kamu" keluh Reynand.
"Aku juga, tapi kita nggak bisa terus melarikan diri seperti ini Rey. Kita harus menyelesaikan semuanya agar bisa tenang. Aku nggak mau kita jadi pengecut yang melarikan diri" Dara tak tega membayangkan Alexa dan kedua anak nya kebingungan karena Reynand menghilang. Sementara Fabian, Dara yakin pria itu sama sekali tak peduli. Ada atau tiada dirinya tak penting bagi Fabian.
"Baiklah, kita pulang. Kita selesaikan urusan kita masing-masing. Tapi aku mau kamu janji setelah urusan kita selesai kita akan sama-sama dan nggak akan pernah pisah lagi" Sepertinya Rey meragukan Dara. Ada ketakutan di dalam dirinya jika Dara akan menghilang lagi dari sisinya.
"Iya Rey aku janji" Meski sebenarnya Dara tak yakin mampu menepati janjinya. Namun tak ada cara lain ia harus berjanji agar Rey mau kembali pada keluarga nya.
🍁🍁🍁
ahhh mumet