Bentley Reagan Carter masih betah menjomblo di usianya yang hampir kepala empat karena gadis yang selalu posesif padanya.
Elna Alexandra Graham, seorang gadis yang mencintai adik dari sang ayah, dan tenyata cinta itu juga berlabuh di hati pria matang itu...
tapi Elna tidak tau ada rahasia apa di balik pria itu, apa mereka bisa bahagia? atau malah cinta mereka terhalang restu keluarga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
berita mengejutkan.
pagi ini sebuah berita menjadi hot Line, telah di temukan sosok mayat yang tertabrak kereta, dan itu adalah Maria.
Ben meminta asistennya Mike memberikan penghormatan terakhirnya, Ben benar-benar tak ingin berurusan dengan wanita itu.
terutama pertemuan terakhir mereka, Maria berani menanyakan siapa Elna pada Ben.
"ada apa suamiku yang tampan ini, kenapa bengong, bukankah honey harus berangkat ke kantor?"
Ben pun menarik Elna yang berdiri menyiapkan sarapan untuknya, hingga istrinya itu terduduk di pangkuan Ben.
"aku memang ada rapat, tapi aku bisa sedikit telat demi istriku yang cantik ini," bidik Ben mengecup pundak Elna.
"ayolah Ben, ini masih pagi dan kalian menampilkan adegan mesra di depan kami," goda papa David.
"habis mau bagaimana lagi papa, gadis ini begitu menggoda, bahkan sekarang dia juga terlihat begitu imut," jawab Ben mengusap pipi Elna.
"sudah honey, cepat makan,nanti siang aku akan ke kantor mengantar makan siang dan setelah itu aku h
mau mengunjungi Fafa bersama Nana," izin Elna memeluk Ben.
"baiklah, tapi ajak dua pengawal untuk menjaga mu, dan ingat jaga kesehatan mu karena kamu sedang hamil," kata Ben yang di angguki oleh Elna.
mama Mei dan papa David pun ikut bahagia, melihat kebahagiaan dan cinta dari Ben dan Elna.
Ben selaku bisa menempatkan dirinya sebagai teman, bahkan keduanya persis seperti anak kecil saat bertengkar.
tapi Ben begitu memanjakan gadis kecilnya itu, terlebih sekarang Elna adalah belahan jiwa.
Ben pun berpamitan untuk berangkat saat asisten Mike dan asisten Vanda datang.
Elna pun tak lupa memberikan sebuah kecupan mesra di pipi dan bibir suaminya itu.
"semangat kerjanya ya honey, kami selalu mencintaimu," kata Elna.
"aku juga mencintaimu," kata Ben setelah mencium kening Elna.
pria itu pun berangkat ke kantor, bersama dua asistennya, dan Ben langsung berubah sikap.
"kirim pengawal bayangan untuk menjaga istriku, dan jangan biarkan pria itu berani menyentuhnya," perintah Ben dingin.
"baik tuan, tapi ada masalah besar lain, tuan Arnold mengirimkan putrinya untuk bekerja di perusahaan, kamu tak bisa menolak, terlebih mereka memiliki beberapa persen saham perusahaan," kata Vanda memberikan semua informasi pada Ben.
"aku sudah menebaknya, kalau begitu kita ikuti permainannya, biarkan dia berada di perusahaan dan aku ingin tau apa yang dia rencanakan," kata Ben menyeringai
sedang Cristine sudah sampai di perusahaan, dia terlihat begitu cantik dengan baju mahal yang di kenakan.
tapi tak menutupi sikap angkuh yang dia miliki, saat mobil Ben datang, semua satpam dan pengawal langsung mengambil baris siap.
Cristine pun langsung berdiri dan menghampiri pria itu, "kak Ben, akhirnya kamu datang juga, aku sudah lama menunggu mu," kata Cristine menghampiri Ben.
denhan sigap, Vanda langsung menahan tubuh wanita itu untuk tidak menyentuh Ben.
"tolong jaga Sikap anda, ini adalah kantor, dan anda hanya pegawai baru, jangan berani menganggap diri anda istimewa di sini," kata asisten Vanda.
"minggir, aku itu sepupu kak Ben, jangan mengangguku," kesal Cristine
"satpam! singkirkan dia yang berani melanggar aturan di perusahaan ini, tak ada yang pernah berani pandang seperti ini," kata asisten Mike.
sedang Ben pergi begitu saja meninggalkan kekacauan yang terjadi oleh Cristine.
"oh ya Mike, bilang pada semua karyawan, tak ada yang boleh melukai nyonya saat nanti datang, jika tidak tangan dan kaki mereka jadi hukumannya, kalau perlu keluarga mereka yang menanggungnya," kata Ben sebelum masuk lift khusus.
semua karyawan tahu jika Ben tak pernah main-main dengan ucapannya.
"kami mengerti," jawab semua karyawan saat asisten Mike memberikan kode.
"sekarang ke ruangan mu, dan mulai bekerja, dan jika kamu berulah lagi, aku akan mengirim mu ke cabang di Brazil, sudah pergi cepat," usir asisten Vanda pada wanita itu.
"dasar asisten ******, lihat saja nanti kau akan tau jika kak Ben pasti memihak ku," gumam Cristine marah.
Cristine pun ke bagian tim perencanaan proyek, dia belum tau jika bagian itu begitu sibuk.
sedang di rumah mewah itu, Elna bahkan masih tak percaya dengan dapur di rumah itu.
bahkan disana ada tiga koki khusus yang di pekerjakan oleh Ben untuk memanjakan istrinya itu.
"nyonya ingin sesuatu, anda tinggal memanggilku dan aku akan segera menghampiri anda," kata pak Hary.
"ah tidak pak Hary, aku hanya ingin minum es cincau hitam, dengan gula merah," jawab Elna.
"baiklah nyonya, silahkan tunggu di ruang keluarga bersama nyonya sepuh, biar nanti saya yang hantarkan," kata pak Hary.
"baiklah, dan boleh aku memasak untuk makan siang suamiku?"
"nyonya tinggal bilang ingin makan apa, dan mau desert apa, biar koki yang memasaknya, dan tuan susah berpesan agar anda hanya istirahat karena sedang hamil," kata pak Hary
"aku hanya hamil, bukan sakit parah yang harus tinggal di ranjang setiap hari," kesal Elna sambil ngeloyor pergi.
pak Hary mengerti karena gadis seusia Elna memang sedang begitu aktif.
Elna sampai di ruang tengah dan mulai mencari film untuk di tonton, dan akhirnya memilih menonton drama Korea.
"ada apa El, kenapa kok muram gitu?" tanya mama Mei.
"Oma, aku gak di bolehin masak, malah di suruh istirahat saja, aku kan butuh bergerak," kesal Elna.
"sayang ini semua demi dirimu, jadi jangan sedih ya, oh ya nanti kita buat jadwal yoga bersama, agar kamu tetap bergerak," kata mama mei memberikan ide.
"baik oma," jawab Elna.
keduanya pun memutuskan untuk menonton bersama, tak lama pak Hary datang membawa pesanan Elna yang tadi di inginkan.
mama Mei tersenyum melihat gadis kecilnya kini akan seger menjadi ibu, dan yang makin membuatnya tenang adalah Ben selalu jadi suami siaga dan pengertian.
bahkan apapun permintaan aneh Elna dia siap mengabulkan, bahkan rumah ini tak pernah sepi, karen Ben mengatur jadwal para pekerjanya di bantu pak Hary.
"nyonya, tuan tadi meminta untuk nyonya membuatkan sambal, tapi harus di uleg sendiri? apa nyonya tak keberatan?" tanya pak Hary.
"tentu tidak pak,aku akan melakukannya, dan tolong disiapkan semua bahannya agar aku membuatnya," kata Elna.
"baik Nyonya," jawab pak Hary.
sedang mama Mei tak mengira cucu yang dulu begitu di manjakan kini sudah berubah menjadi hadis dewasa yang begitu pengertian.
tak hanya itu, Elna juga terus belajar jadi ibu rumah tangga yang baik untuk keluarganya terutama Ben.