Ada beberapa adegan 21+ jadi untuk bocil di harap menyingkir ya, author udah kasih tau lho yaa jangan maksa baca okeh..
Ziana Bilbina gadis cantik yang masih belum bisa move on dari cinta pertamanya. Harus dihadapkan dengan rasa bimbangnya atas laki -laki yang datang dalam hidupnya. Padahal Aditya Erlangga sangat bertolak belakang dengan cinta pertamanya Evan Marcello.
Apakah yang akan terjadi karena ke dua nya hadir pada waktu bersaman.
pilihan yang di pilihnya akan menentukan hidup orang lain.
Apakah harus bahagia atau terluka..
"Pergi lah kejar kebahagiaan mu bersama nya, aku tidak mau menjadi beban dalam hidup mu."
"Tidak takdir ku hanya untuk berada di samping mu.Aku tidak akan pernah pergi sedetik pun dari hidup mu."
_yukk follow ig nya aku Momfa872
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom FA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 35
"Jika Nona lolos ke tahap berikutnya dan di kontrak oleh perusahaan kami, salary nya sangat besar menurut saya, belum lagi selalu ada bonus tambahan." Ucap Diah menjelaskan kepada Ziana.
"Begitu ya, baiklah apa masih lanjut atau sudah beres?" tanyanya lagi.
"Cukup Nona ini sudah ada beberapa foto untuk kami kirim ke kepala bagian." Dion ikut menimpali dengan melihat hasil jepretan nya.
Pengumuman hasil pemenang di lakukan hari itu juga, meskipun bisa di pastikan Ziana adalah pemenangnya tapi Ibu - Ibu di sana senang dengan hanya mengikuti kegiatannya saja bagi mereka itu adalah hiburan tersendiri di tengah lelah dan jenuhnya aktifitas sehari-hari menjadi Ibu rumah tangga.
"Selamat ya Zi kamu yang jadi pemenangnya, saya doakan kamu lolos ke tahap selanjutnya dan sampai di kontrak." Ucap Bu Heni menghampirinya.
"Iya kalau nanti kamu sudah sukses kan mengangkat nama perumahan kita juga." Bu Risma yang sedang membenarkan riasan nya ikut menimpali.
"Iya kita semua dukung kamu lho, sayangkan kamu itu cantik kalau nggak di kembangkan akan jadi butiran debu yang hanya di tiup orang dan tak terihat." Bu Laras yang dari tadi memperhatikan kebimbangan di mata Ziana.
Karyawan yang dari tadi memperhatikan percakapan mereka diam dan mengangguk menyetujui apa yang dari tadi di perbincangkan.
"Kalau begitu kami permisi pamit untuk kembali ke perusahaan, dan Nona kami minta anda untuk mengisi formulir data diri anda nanti akan langsung kami laporkan kepada atasan kami." Ucap Diah dengan memberikannya selembar formulir kepadanya.
"Apa aku harus mengisinya sekarang?" tanya Ziana dengan mengambil formulir tersebut.
"Iya Nona akan kami tunggu agar kami bisa langsung membawanya sekarang." Ucap Dion.
Ziana pun mulai mengisi formulir yang mungkin nantinya akan merubah hidupnya, besar harapan Bu Rina agar anaknya bisa di terima dan di kontrak oleh perusahaan tersebut. Setelah selesai Ziana memberikan kembali formulirnya dan mereka pun berpamitan.
"Baiklah Nona formulirnya akan kami bawa sekarang dan nanti jika ada kelanjutan dari perusahaan, akan kami hubungi segera. Kami permisi." Ucap Diah dan mereka pun pergi meninggalkan rumah Ziana.
"Ah kita juga pamit pulang ya Bu, maaf sudah buat keributan di rumah Bu Rina." sahut Bu Hesti yang tengah membereskan baju nya tadi yang ia ganti di rumah Ziana.
"Ah tidak ko Bu Ibu karena kalian semua rumah saya rame dan malah jadi anak saya yang menang ini, maaf ya."
"Santai saja Bu memang harusnya yang muda yang menang masa iya kita yang sudah tak berbentuk seperti ini yang menang, kasian fotografernya nanti ngedit nya bisa 3 malam nggak beres juga." Mereka pun tertawa bersama kemudian berlalu pergi dari rumah Bu Rina.
Setelah kepergian teman-temannya, Bu Rina berjalan mendekati Zian.
"Itu amplop isinya berapa ya, coba buka penasaran Ibu ini." Bu Rina dengan sangat tidak sabar nya langsung membuka amplop dari tangan Ziana.
Ziana hanya memutar bola matanya jengah, ia juga penasaran isi dari amplop tersebut saat di buka kedua nya tersenyum senang. Belasan lembar uang ratusan ribu di kipaskan ke langit-langit, lalu mereka pun tertawa bersama.
"Malam ini kita nggak usah masak Bu, beli aja di luar jadi Ibu bisa santai hari ini." Ucap Ziana tersenyum dengan tetap memandangi lembaran uang itu.
"Ah sayang Zi mending uangnya buat nambah uang semesterean kamu ini."
"Kan nggak akan habis juga Bu, sekali-kali lah kita beli di luar Bu."
"Baiklah kita rayakan hari kemenangan kamu dan semoga kamu bisa lolos masuk jadi model majalah" Ibu Rina tertawa saat mengatakan itu, ia sudah membayangkan lembaran uang yang akan di raih putrinya.
"Eh tapi Ibu juga berharap kamu tetap pada kuliah kamu lho. Karen itu penting juga untuk masa depan kamu."ucapnya lagi.
"Issh Ibu mikirnya udah kejauhan, di terima juga belum."
"Wah dapat duit nih." Zian yang baru pulang pun ikut menimpali obrolan mereka.
"Dari mana ini, Ibu dapat arisan ya?" tanyanya lagi.
"Bukan ini uang Kakak mu." jawab Bu Rina dengan menceritakan semua kejadian yang mereka alami hari ini.
"Nggak nyangka gue, kalau sampai ntar lo di kontrak gue bakal antar jemput lo rela deh gue." Ucap Zian yang duduk dengan tangan nya yang mencomot gorengan sisa jamuan tadi.
"Halah paling nggak grastis kan lo pasti minta bayaran ujung-ujungnya." Ziana mencibirnya.
"Iya lah hari gini gratisan, semua bayar tau cuma nafas aja bagi orang yang sehat yang gratis, yang sakit aja nafas itu beli di rumah sakit. Apalagi jasa gue yang anter jemput lho mana ada ojol tampan kayak gue." lanjutnya.
"Nah gini nih urusan sama lo bikin males, matre lo."
"Udah-udah kalian itu kalau ketemu debat terus, pusing Ibu. Sekarang mending kalian ganti baju beli makanan di restaurant yang enak. Bapak kalian kemana lagi jam segini belum pulang juga?" Bu Rina mengomel tak henti mengingat lagi Bapakmereka yang belum juga kembali dari berjualan.
"Aku baru pulang Bu, lo aja yang beli." Ucap Zian melemparkan tugas pada Kakaknnya.
"Enak aja lho itu duit dari gue terus lo mau enaknya doang gitu. Ogah lo aja!!" Ziana menolaknya dan ia hendak masuk ke dalam kamarnya.
"Heh kalau kalian nggak mau berangkat nggak ada makan hari ini." Ancam Bu Rina.
"Iya bu kita ganti baju dulu." Ziana dan Zian melangkah ke kamar mereka untuk berganti pakaian dan segera melakukan titah dari penguasa rumah ini.
Di dalam perjalanan ke dua nya bingung untuk memilih restauran mana, mereka terus berdebat tentang selera makan yang berbeda akhirnya ia memutuskan untuk membeli di restauran yang menyediakan makanan yang sesuai dengan lidah orang tua nya, tidak dengan makanan jepang seperti keinginan Ziana dan tidak dengan western food seperti keinginan Zian.
Mereka memesan beberapa makanan untuk di bungkus, saat tengah menunggu pesanan mereka ada seorang gadis cantik yang datang menyapa Zian.
"Zian, lo ke sini juga tau gitu dari tadi kita bareng ke sini." ucap gadis berpenampilan imut itu dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya, matanya berbinar menatap Zian.
"Hmm iya gue lagi pesan makanan." Jawab Zian dengan malas.
"Haii ka Ziana, apa kabar? aku Frida Kak." gadis itu menjabat tangannya memperkenalkan dirinya.
"Ah kabar baik, kamu sen.." belum sempat Ziana meneruskan bicara nya ia kaget melihat seseirang yang telah masuk dan mendekati mereka.
"Hai lo di sini juga Zi?"
"Nggak nyangka bisa ketemu di sini." ucapnya lagi dengan senyum manisnya yang membuat lesung pipinya terlihat dan itu membuat ketampanan nya berlipat.
"Lho Kakak kenal juga sama Kak Ziana?" tanya Frida kaget.
"Ia kenal dong, iya kan Zi," ucapnya dengan ikut duduk di depan Ziana dan Zian.
i love you asistenku
😊😊😊
aku mampir nih.😊
Beloved My Ana mampir nyicil lagi kak
salam dari "Mystery"
.
.
.
Salam dari "Mystery" mari mampir dan saling mendukung