NovelToon NovelToon
My Love My Bride

My Love My Bride

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:484.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: el nurmala

Visual cast di eps 20.
_______

Menikahi adik sahabat, mengapa tidak?
Kisah cinta beda usia antara Riky dan Alena.

Ikuti kisah mereka ya.
Selamat membaca!
Cerita ini merupakan sekuel 'Permainan Takdir 1&2'.

-------------
Cerita ini hanya fiksi. Jika ada nama, tempat, atau kejadian yang sama. Itu hanya kebetulan semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el nurmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pamit

Assalamu'alaikum, Readers🤗

Sebelumnya, saya ingin mengucapkan minal'aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan bathin. Selamat hari raya idul fitri 1442 H🙏🙏 Terima kasih untuk kalian yang masih setia menunggu cerita ini😍

Happy reading...

Siang ini nampak sangat cerah, namun ternyata tak secerah hati Widiya. Wanita paruh baya itu terlihat sendu mengingat ini adalah hari kepergian sang menantu.

Suara roda koper yang ditarik Riky, menyadarkan ketertegunan Widiya. Ia menyadari sudah saatnya berpisah. Jika Salim, Alvin dan Evan berbincang sambil diselingi tawa, maka hati Widiya saat ini sedang berduka.

"Ma..." Suara riang Alena mengalihkan perhatiannya. Lagi-lagi yang ia lihat berbanding terbalik dengan perasaannya.

Tentu Alena senang bisa pergi dan tinggal bersama Riky, putranya. Setelah sekian lama, akhirnya mereka bisa menjalani biduk rumah tangga seperti pada umumnya.

Satu pelukan terakhir mengantar kepergian Alena dari rumah mertuanya. Dengan berat hati, Widiya harus rela berpisah dengan menantu satu-satunya itu.

"Udah dong, Ma. Lena usahakan akan sering pulang." Alena mengusap air mata di kedua ujung mata Mama Widiya.

"Kabari mama setiap hari ya," pinta Widiya dengan wajah yang sayu.

"Oke. Alena pergi sekarang ya, Ma." Ujarnya yang kembali memberi mertuanya satu pelukan perpisahan. Kemudian ia melambaikan tangan dengan senyum mengembang.

"Jeng, titip mama ya! Jangan lupa kasih kabar kalau kamu mau ke sana."

"Siap, Kak," sahut Ajeng sambil mengacungkan ibu jarinya.

"Daah, Mbok!" Serunya lagi.

"Selamat jalan, Non. Hati-hati," sahut Si Mbok.

"Papa..." Alena mencium punggung tangan Salim dan memeluknya.

"Duuh, senangnya. Apalagi yang itu tuuh..." Gerakan bibir Salim menunjuk pada Riky yang sedang berpamitan pada mamanya.

"Weis... jangan ditanya kalau dia, Om. Hajar terus," timpal Alvin sambil berkelakar.

"Ditunggu kabar gembiranya ya, Sayang," ujar Salim sambil mengusap pucuk kepala Alena.

Alena hanya tersenyum tipis. Sementara itu Riky yang datang menghampiri berucap, "Sabar dong, Pa. Magangnya baru dimulai. Belum lagi wisuda, yuk ah Sayang."

Riky tentu mengerti harapan besar orang tuanya yang ditujukan pada istrinya. Namun ia juga mengerti masih ada tahapan akhir dari pendidikan Alena.

Pasangan muda itu melambaikan tangan pada mereka yang mengantar. Dengan diantar Papa Evan dan Alvin, mereka menuju ke bandara.

"Sudah ah, mama kok jadi cengeng. Malu tuh sama si Mbok. Alena itu ikut Riky ke kota D, bukan ke luar negeri. Kan papa sudah bilang, kita akan ke sana kalau dia tidak sempat pulang. Papa juga berencana membeli rumah di kota itu. Biar nanti mereka tidak usah tinggal di apartemen lagi. Kalau perlu kita juga pindah ke sana." Tuturnya.

"Janji ya, Pa."

"Iya... Ayo Jeng, kita masuk. Tante kamu kok jadi melow," delik Salim sambil menahan senyum. Begitu juga dengan Ajeng yang mengulumkan senyum dan mengikuti pasangan itu masuk ke dalam rumah.

***

Sementara itu di kediaman Salman...

Hari Minggu selalu menjadi hari yang paling ditunggu. Terutama bagi anak-anak. Mereka berlarian menuju kolam renang tanpa menghiraukan seruan Laura.

"Queen, aku udah bisa gaya punggung. Balapan yuk!" ajak Amar.

"Ayo. Kak Zein ikutan nggak?"

"Enggak ah. Kakak mau nemenin Baby. Baby, Kakak ajarin berenang yuk!"

"Jangan dilepas ya, Kak," pinta Fatima.

"Nggak dong."

"Kakak Amar pernah lepasin aku. Jadinya kelelep," ujar Fatima dengan wajah cemberut dan nada yang manja.

"Bilangnya sama kakak, nanti kakak yang ngajarin."

"Oke deh." Dengan riangnya mereka berenang di kolam itu. Tanpa mereka sadari, sang kakek sedari tadi menatap dari balik kaca jendela kamarnya dengan senyum terukir di wajah.

"Ayah..."

Salman menoleh pada Meydina yang memasuki kamarnya. Seulas senyum menyambut tangan Meydina yang melingkar di pinggangnya.

"Ayah kenapa belum keluar kamar? Mey tanya Dokter Agus, katanya ayah ingin istirahat. Ayah kan belum sarapan. Di teras yuk, sambil melihat anak-anak." Meydina menatap lembut wajah ayahnya yang terlihat sayu.

Salman mengangguk pelan dan berjalan meninggalkan kamarnya sambil bergandengan. Ia tahu anak-anaknya sedang mengkhawatirkan keadaannya. Hal itu membuat Salman semakin berat meninggalkan mereka.

"Kakek!" seru anak-anak menyapanya.

Salman membalas dengan melambaikan tangan dan tersenyum lebar. Semangkuk hummus terhidang lengkap dengan senyuman Laura yang menyajikannya.

"Alvin ikut mengantar Alena?"

"Iya, Yah."

"Kata Bram, Maliek juga akan ke luar kota. Kapan?"

"Nanti malam, sama Kak Alvin juga. Yah..."

"Sama Alvin?"

"Iya, mereka ingin memastikan proyek kerjasama sebelum ke sana."

"Ke sana, kemana?" tanya Salman heran.

"Ke Timur Tengah. Sebentar lagi anak-anak libur sekolah. Kita akan liburan di sana, Yah. Dan yang lebih penting, ayah harus menajalani pengobatan di sana," sahut Meydina.

Salman terdiam, ia mulai menyuapkan hummus tanpa berucap apapun juga.

"Ayah harus semangat ya, kami akan menemani ayah. Anak-anak sangat antusias saat mengetahuinya. Apalagi Kakak Zein," ujar Laura.

"Kalau dia sih pasti senang. Ayah tahu, Queen sama Fatum sudah request ingin naik unta. Dan Amar, dia bilang ingin main ke kebun kurma."

"Kalau kamu ingin ke mana, Mey?" tanya Laura.

"Mey ingin menghabiskan waktu di taman anggrek ibu. Duduk di taman itu sambil mengenang ibu. Kakak ingin ke mana?"

"Belanja," sahut Laura spontan dan dijawab acungan jempol oleh Meydina.

Salman tersenyum tipis mendengarnya. Ia berusaha menutupi rasa haru yang sedang dirasakannya. Pekikan anak-anak yang saling mengganggu membuatnya terkekeh. Tatapannya menerawang menyaksikan keceriaan cucu-cucu yang akan menjadi generasi Al-Azmi selanjutnya.

1
Sri Ariyanti
thor, aku suka karyamu. bagus.
lanjut ke cerita cucu sultan opa salman
Neva Yanti
bagus
Sari
cucok visualnya 👍
Sinta Mayapada
the best cerita mu author.
Sinta Mayapada
Kecewa
Fika
Ahh kamil..dewasa bnget jdi adik...thor carikan jodoh buat kamil...yg gak beda jauh dri ajeng
Fika
Riky sm Alena bener2 yach perpaduan pas sama2 gesrek jiwa humoris nya tinggi bngettt 🤣🤣 pasti mama widya dan papa salim awet muda krn tiap hri dengar guyonan anak sm menantu ditambah paijo 🤣🤣🤣
Eva NurMalla
oke visualnya 😎😎
TePe
ngga tau , suka bgt saam karya author ini
TePe
wah si babang ricky kebakaran jenggot deh😄
TePe
rada2 n8h si ajeng
bunda syifa
Zein sama zemima lumayan jauh y ka'El usia nya
bunda syifa
panggilan di ka'Zein sama Beby Mima pasti bikin yg baca ketawa" sendiri
bunda syifa
jangan d detail proses nya Thor, bikin merinding, jadi ke inget pas dulu lahiran padahal udah lima tahun tapi klo lagi baca kek gini kayak masih kerasa GT sakit nya, pengen d tahan tapi anak nya harus d keluarin tapi mau d keluarin takut segala macem jadi satu 😥😥😥
bunda syifa
puas banget Thor, apalagi klo yg ngikutin ceritanya dari awal pasti kerasa kayak baca cerita dunia nyata saking ceritanya terus berlanjut
bunda syifa
akhirnya aq maraton sampai selesai juga, habis cerita amiera agak ragu mau lanjut kesini, soalnya biasanya klo sekuel ke sekian itu suka beda ceritanya konflik nya kadang lebih berat, tapi karena rasa penasaran yg teramat besar akhirnya yoba lanjut baca apalagi d cerita ini harus kehilangan pak Salman, dn semoga sekuel selanjutnya kisah si cucu pak Salman cerita nya bagus kayak yg lain juga y ka'El, tapi aq tunggu episode nya banyak dulu soalnya aq kesel klo d gantung
bunda syifa
ini Zain umur berapa Thor, udah SD kn, udah besar berarti
bunda syifa
apa dia dokter yg malsuin hasil USG nya ibu Nita dulu itu kah, yg pernah jadi pengemis pas suaminya sakit
bunda syifa
udah lama gc nangis saat baca novel, sekarang d bikin nangis gara" pak Salman meninggal 😭😭😭
bunda syifa
yah mbak dokter nya d anggurin...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!