NovelToon NovelToon
APALAH CINTA

APALAH CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Patahhati / Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:295.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Emaknya Queen

💐💐 NOTED DARI AUTHOR, HATI - HATI DARAH TINGGI KALO BACA NOVEL INI💐💐😜
***

Mencintai dan Dicintai
Menyakiti dan Tersakiti
---
Malik dan Kania, disatukan dalam perjodohan namun tidak dalam suatu tekanan. Menerima dengan lapang dada perjodohan yang dilakukan oleh Kakeknya Malik atas dasar bakti pada sang kakek.

Tak ada benci pada awalnya meski butuh waktu saling menerima hingga rasa cinta diantara mereka mulai tumbuh dan bersemi.

Namun badai sedikit demi sedikit mulai menghantam mahligai rumah tangga mereka.

Akankah Malik dan Kania berpisah pada akhirnya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emaknya Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AC – 34

Happy reading ...

----

“Selamat Pagi Pak Malik.”

Security kantor menyapa Malik di Senin pagi itu. Berangkat lebih awal dari sebelumnya, dengan harapan kalau hari ini Kania akan datang ke kantor.

“Pagi. Istri saya sudah datang, Pak?.”

“Belum Pak.” Jawab Pak Security dengan sopan dan hormat.

“Ibu Terry?.”

“Saya juga belum melihat Ibu Terry.”

Malik kemudian langsung masuk ke dalam gedung Perusahaan Abraham. Dan langsung menuju ruangan pribadinya.

Malik masih terlihat kacau, meskipun ia sudah memakai stelan jas kantornya seperti biasa. Kania yang meski ponselnya sudah aktif, tetap tidak ingin menjawab panggilannya. Begitu juga dengan ketiga orang yang Malik dan Dimas yakini kalau mereka bersama Kania.

Bahkan chat Malik pun tak berbalas, bahkan nampak sengaja tak dibaca oleh Kania. Hanya centang dua, tak berubah warna.

“Pa - pagi Pak Malik.” Sapa Rana dengan hormat dan sopan. Ia baru saja sampai ke mejanya. Sedikit terkejut dengan kedatangan Malik yang datang sangat awal dengan tampilan yang lesu. Tampak juga sedikit kantung mata yang terlihat di bawah mata Bosnya itu.

Malik hanya mengangguk pelan dan langsung masuk ke ruang kerjanya.

Tumben Pak Malik dateng sepagi ini. Apa ada masalah di Perusahaan?. Batin Rana yang sedikit heran. Ga sama Bu Kania datengnya?. Rana celingak celinguk ke arah lift, namun tak ada sesiapapun lagi.

“Sayang, demi Tuhan, jangan begini ....”

Malik mendudukkan dirinya diatas sofa dengan sedikit kasar. Menengadahkan kepala pada sandaran sofa, sambil memijat mijat keningnya karena kepala sakit memikirkan Kania yang belum kembali dan sulit dihubungi sejak kemarin lusa.

Bahkan Dimas yang lumayan jago dengan gadget pun tak mampu melacak sinyal GPS Kania.

Flashback on

"Ah bego!." Dimas menepuk dahinya. Malik sedikit teralihkan.

"Kenapa?." Tanya Malik.

"Kenapa ga dilacak aja itu GPS si Kania, Lik. Sini laptop lo." Jawab Dimas.

"Ah Shit! Kenapa baru keingetan sekarang?!." Malik masuk ke kamar untuk mengambil laptopnya.

Sesegera mungkin memberikan ke Dimas yang lumayan jago untuk mengotak - atik yang namanya gadget.

5 menit. "Gimana?." Tanya Malik.

"Wait." Jawab Dimas singkat karena masih serius depan laptop. "Harusnya lo pasang tracker ponsel istri lo itu, Lik."

"Ga pernah terlintas dalam otak gue kalau hal seperti ini akan terjadi!." Sahut Malik dengan ketus.

"Ya, ya. Maaf."

Beberapa menit sudah dihabiskan Dimas dengan tangannya yang masih sibuk pada mouse dan keypad laptop.

"Lama banget, Dim!."

"Sabar\, bentar lagi." Dimas masih terus fokus pada laptop. “A*j*n*!.”

“Kenapa?!.”

“Kayaknya si Kania antara dia paham soal gadget atau dia punya kenalan orang yang jago soal ginian.”

Dahi Malik sedikit berkerut.

“Soal ginian apa?.”

“Sinyal GPS nya ga kelacak!.”

Flashback off

----

“Hhh ....”

Malik menghempaskan nafasnya dengan kasar.

Tok. Tok. Tok.

“Masuk!.”

Rana yang datang.

“Kenapa Ran?.”

“Maaf Pak Malik, apa ada masalah?. Soalnya tumben Bapak datang sepagi ini?.”

“Perusahaan ga ada masalah. Hidup gue yang bermasalah saat ini!.” Malik menjawab sambil masih memijat – mijat keningnya.

Rana terdiam. Berantem sama Bu Kania?. Batinnya. “Pak Malik udah sarapan?.”

Malik menggeleng. “Gue ga laper. Lo kalo mau sarapan silahkan Ran. Buatkan gue kopi dulu tapi.”

“Baik Pak.”

Rana keluar dari ruangan Malik dengan banyak pertanyaan di kepalanya. Namun tak berani bertanya tentang ranah rumah tangga Malik, meski kalau diluar kantor Malik memintanya bersikap sebagai teman, bukan lagi bawahannya.

---

“Eh iya Ni, ini Villa punya lo?.” Tanya Ivan pada Kania. Ia, Tian dan Terry masih setia menemani Kania di persembunyiannya, dalam sebuah Villa di luar kota.

“Bukan. Ini punya kakak sepupu gue.” Jawab Kania. Sudah tidak tampak sering menangis namun wajah sembab dan sendu nya Kania tak dapat ditutupi kalau kesedihannya belum hilang.

Yah, tak mungkin akan hilang dalam beberapa hari. Luka dalam hati Kania yang ditorehkan Malik masih basah, tak mungkin dapat hilang dalam sekejap. Tak perduli meski Malik yang nampak sedang gusar mencari keberadaannya, terlihat dari banyak nya panggilan dan pesan. Yang enggan sekali Kania terima dan baca.

“Ni, maaf nih, gue.... bukannya mau ikut campur soal masalah pernikahan lo.” Terry sedikit ragu. Namun rasanya ia perlu untuk menanyakan hal ini. Mengingat Kania juga masih memiliki orang tua yang mungkin dapat memberinya jalan keluar, juga meringankan beban wanita yang sedang terluka akibat pengkhianatan suaminya itu.

“Ga apa – apa Ter. Lo udah gua anggap keluarga. Kalian juga.” Ucap Kania dengan senyumnya, meski tipis. “Bahkan lebih. Ngomong lah, Ter. Kenapa?.”

“Apa orang tua lo tau soal sua..... Malik maksud gue. Apa lo udah kasih tau mereka soal masalah lo ini?.”

“Engga Ter, mereka belum tau. Gue juga masih bingung antara kasih tau mereka soal ini atau engga.” Kania tertunduk lesu. “Gue ga mau mereka sedih, Ter....”

“Tapi mereka orang tua lo Ni. Sesakit apapun kenyataan, lo harus kasih tau mereka.”

Terry mengusap – usap punggung Kania.

“Akan gue pikirkan lagi, Ter. Untuk sementara ini cukup gue dan kalian aja yang tau.” Mata Kania sudah siap memproduksi air mata lagi.

“Kalau keluarga nya la .... Pak Malik maksud gue. Lo udah tanya mereka soal ini?.” Tanya Tian. “Sorry Ni, gue bukan maksud memprovokasi lo dengan dugaan yang ga baik. Tapi mungkin mereka tau soal hubungan Malik dan

perempuan itu.”

Kania seketika menatap Tian.

“Gue ga kepikiran Yan. Tapi kayaknya lo bener. Gue harus tanya mereka.” Ucap Kania. “Dan perempuan itu....”

Kania teringat akan wanita yang kemarin lusa sudah menjadi madunya itu.

“Erika .... Erika ... Oh!, Rika!.”

Kania tersenyum sinis sambil menggeleng.

“Lo kenal dia Ni?.” Tanya Terry.

“Engga! Tapi gue tau siapa dia.” Sahut Kania. Merasakan kembali sakit dalam hatinya.

“Siapa?.”

“Cinta Lama Belum Kelarnya Malik Abraham!.”

---

Plak!!!.

Sebuah tamparan keras dari Kakek Adrian mendarat dengan telak di pipi Malik.

“Pah!.” Ayah dan Bundanya Malik memekik terkejut melihat kemarahan Tuan Adrian pada cucu satu – satunya itu.

“MEMALUKAN!.” Kakek Adrian tampak murka.

Malik hanya terdiam dan tertunduk. Begitu juga Dimas yang ikut serta datang ke rumah utama Keluarga Abraham untuk menemani Malik datang kesana, setelah sang bunda menelpon dan menyuruh Malik untuk segera datang.

Malik segera berlari keluar dari Perusahaan dengan segera, karena saat di telpon sang Bunda bilang kalau ada

Kania disana.

“Silahkan kalau Kakek mau menampar Malik sebanyak apapun yang Kakek mau. Malik terima .... Malik memang salah.”

“KAKEK TERLALU BERHARAP BANYAK PADA KAMU, MALIK!.” Hardik Kakek Adrian masih kemurkaan di wajahnya. “APA YANG ADA DIOTAK KAMU, HAH?! APA?!!.”

“Pah, sudah. Nanti jantung papa sakit lagi. Lebih baik kita duduk dan bicara.” Ucap Ayah Rendra yang membantu Kakek Adrian untuk duduk. Dibantu oleh Bunda Chalondra. Dada pria tua itu nampak naik turun.

Malik masih berdiri terpaku di tempatnya, begitupun juga Dimas.

“Lebih baik kamu juga duduk Malik.” Ucap Ayah Rendra. “Kamu juga Dimas.”

Malik menghela nafasnya. “Maaf, kalau Malik mengecewakan kalian. Silahkan menghukum Malik dengan cara apapun. Tapi sebelum itu, mana Kania?. Bunda bilang dia ada disini.”

“MASIH BERANI KAMU BERTANYA TENTANG KANIA?!.” Kakek Adrian masih berbicara dengan emosi yang teramat sangat pada Malik. “APA KURANGNYA SEORANG KANIA UNTUK KAMU, SAMPAI KAMU MELAKUKAN HAL YANG MEMALUKAN ITU?!.”

“Pah....” Ayah Rendra dan Bunda Chalondra kembali mencoba menenangkan Tuan Adrian. “Malik, Apa yang kamu lakukan, Nak?. Kenapa kamu sampai memutuskan untuk menikah lagi?.” Tanya Bunda yang sudah mulai terisak. “Apa kamu sadar? Kamu menyakiti Kania, Malik ..... Kenapa kamu sampai seperti ini .... melakukan hal ini?.”

“Malik punya alasan, Bun, Ayah, Kakek ....”

Jawab Malik masih dalam posisinya yang berdiri.

“Heh, Alasan?!.” Kakek Adrian terkekeh sinis. “Alasan apa?! Apa kamu tidak merasa puas dengan satu orang wanita?!.”

Ayah Malik dan Bunda berikut Malik juga Dimas nampak syok mendengar ucapan Kakek Adrian barusan.

“Astagfirullah Kek, Malik bukan pria macam itu!.”

Malik dengan tegas menyangkal tudingan Kakek Adrian.

Kakek Adrian masih menatap tajam pada Malik.

“Lalu apa yang bisa kamu jelaskan?!.”

“Akan Malik jelaskan pada kalian semua. Tapi sebelumnya Malik ingin menjelaskan terlebih dahulu pada Kania.”

“Dan kamu pikir Kania mau mendengarkan penjelasan kamu?!.”

Kakek Adrian masih memberi pandangan yang menusuk pada Malik.

Tak dapat dipungkiri betapa Kakek Adrian menyayangi Kania bak cucunya sendiri. Wajar saja kalau saat ini ia geram pada cucu laki – laki satu – satunya yang selama ini menjadi kebanggaannya malah berbalik menjadi amat mengecewakan lelaki tua itu.

Kania dipilih langsung oleh Kakek Adrian untuk menjadi cucu menantu di Keluarga Abraham. Karena dirinya sudah menyelidiki sifat dan kelakuan Kania saat di luar rumah. Wanita baik – baik, dari keluarga baik – baik, anak dari teman putranya, Rendra Abraham. Meski keluarga Kania tak sekaya keluarga Abraham.

“Meski sulit, Malik akan berusaha Kek. Berusaha membuat Kania mau mendengarkan penjelasan Malik.” Ucap Malik menanggapi perkataan Kakek Adrian. “Malik permisi ke kamar kalau begitu.”

Malik yang hendak berjalan ke kamarnya meninggalkan ruang keluarga tempat dimana dia sedang disidang oleh Kakek, Ayah dan Bundanya. “Mau kemana kamu?.”

Malik menghentikan langkahnya. “Menemui Kania, Kek.”

----

To be continue ....

1
Fiani Arifin Arifin
mantap Thor,,lanjutt
Fiani Arifin Arifin
ooh berati Kania itu aila mantan bang Jhon yg bikin momy Prita cemburu
Fanie Azhary: makasih udah mampir
total 1 replies
novita setya
bagusssss..
Fanie Azhary: makasih ya sayangkuh😘
total 1 replies
Suherni Erni
Oalah baru baca cerita aila...emang harus balik sm mantan suaminya..biarpun john sakit hati..tp klu dipaksa jg ngga baik...johm memang harus sm siprita
Love 💞💞💞
novelnya keren kok peminatnya sedikit ya???alur dan bahasanya bagus
Fanie Azhary: Makasih untuk apresiasinya, Kak. Dan makasih udah mampir.
total 1 replies
Fransiska Siba
makanya kalau ambil keputusan jgn melibatkan ego dan emosi. saat ada masalah Kania juga melihat kan emosi dan Malik juga emosi juga kaka itu mana kalian sama2 org keras kepala. Dalam hal ini Malik sangt salah kalah itu ambil keputusan gegabah tanpa memikirkan perasaan istrinya dan menyepelkan masalah, selain itu dia kepas kontrol krn emosinya ga stabil krn masalah yg dia hadapi itu pun krn perbuatan nya sendiri.
Dlu wajar Kania marah dan kecewa tp dia Menghindari masalah itu yg disesali dari Kania, kalau masih cinta dan perluas diperbaiki kenapa tdk dioertahankan krn pada dasarnya Malik tdk menyentuh Erika, tp Kania memlih mengakhiri dan menghindar. kalau masih mencintai kenapa cari org lain utk pelampiasan itu namanya kamu menyakiti org lain dan melibatkan Jhon dalam masalah mu padahal hati kamu belum move on. seandainya Kania sdh ikhlas dgn perpisahan dan sdh move on barulah memulai hubungan baru bukan cari pengganti dan pd akhirnya kau menyakitinya yg ga tahu masa lalumu.
Yani Cuhayanih
Aku gedeg banget sama malik
Yani Cuhayanih
Berusaha konsisten dari awal nyimak ceritanya
Fanie Azhary: terima kasih sudah mampir.
total 1 replies
Helen Apriyanti
kerennnnn kisah ny thorr bner" sprti nyata ... dr awal baca marathon smpe end.. happy ending akhirnya Abraham dn kania smpe mmpunyai jagoan .. selamet yh buat kalian brdua dn hidup bahagia akhirnya
mntul thorr
smngtt trz thorr dg karya" nya dn sukses sll
Helen Apriyanti: masama kk authorr ..
total 2 replies
Helen Apriyanti
malik yg kna sindrom dr khmiln kania sprtinya
Helen Apriyanti
kania enek?? jgn" hamil nui kania
Helen Apriyanti
kania msih ingin sndri nenangin diri .krn trluka d khianati dn kecewa ..yg sbar nia...
Helen Apriyanti
helehhh mo pnjlsn ap pun tetap pngkhianatan.. lgian knp gk mo ndih tau kania dl main nikah aj sm c rika .. jls lh kecewa.. skit nyesekk mna ada yg mau istri d madu skli pun itu ad alsnny ttap nmy pngkhianatan dlm prnikahan malik .. gdeg jg sm mlij nui
Helen Apriyanti
iya lh yg nmy pnhkhiantan terap pngkhiantan ... app pun alsn ny ity tetap pngkhianatan .. bgus kania cere aj ... jgj mond madu ..lgian main nikh aj sm c rika ijin gk .. mnt pndpt engga sm kania slh besar lh malik.. mski ad alsn prnikhn itu skral twtap pngkhiantn ao pun alsn ny itu ..
Helen Apriyanti
kasian kania..
trlepas malik da,alsn mnikhi rika ...hrsny jgn lh ap pun itu alsn nya sm sj mnghkianati prnikh ny dg kania... mna ad istri d madu dsarr mlik egois dn muna
Helen Apriyanti
kn dsarr malij egois .. munak ..pasti dalih ortu rika skit dn ttip rika buat d nikahin .. jgn mo kania mndingbpusah aj dr pd d madu.. pd dsar ny jg mlik msih pny prsaan k rika ..sulit lh bgi kania jg ..mna ada istri d mdu
Helen Apriyanti
helehhh jgn muna dn jgn egois km malik.. dlm hati mah km msih da rasa
Helen Apriyanti
awal pertengjaran dlm rumh tangga d mulai seru jg ...
Helen Apriyanti
hadehhhh ngpn km.malik nyebut nama rika dlm.hati ...km ada d jakarta rika ? apa mksdnya coba ...masih da perasaan kah ??? egois klo ky gtu
Helen Apriyanti
ciyeee da yg cmburu ni yee hee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!