Mayra, seorang gadis muslimah yang masih belia, kini dijadikan tumbal oleh Kakak Iparnya demi mendapatkan kekayaan yang berlimpah! Tidak bisa menolak karena keluarganya memiliki hutang budi kepada keluarga kakak iparnya.
Akankah Mayra dapat lolos atau malah terjerumus kedalamnya?
Jawaban hanya ada didalam cerita ini selengkapnya
Ikuti terus yahhh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kita Bertemu Lagi!
Mobil pak Hasan baru saja tiba di kantor papa Gibran, Lalu ia turun dan masuk kedalam kantor. Pak Hasan masuk kedalam lift dan menuju keruang Manager Utama. Saat Pak Hasan berada di depan ruangan papa Gibran, Ia disambut oleh sekertaris papa Gibran dengan ramah. Setelah itu sekertaris masuk keruangan bossnya dan memberitahukan jika pak Hasan datang menemuinya. Kemudian sekertaris itu mempersilahkan pak Hasan untuk masuk.
"Mas Hasan,,,, silahkan duduk mas,,, ada apa mas datang kemari?? apa ada hal penting kah?" ucap papa Gibran dengan sedikit basa basi
"Bagaimana kabarmu?" tanya pak Hasan
"Baik mas, mas bagaimana kabarnya? keluarga mas gimana juga kabarnya?" tanya papa Gibran
"Kami baik-baik saja. Aku kemari ingin berbicara dengan mu soal Gibran" ucap pak Hasan
"Gibran?"
"Ya,, Beberapa kali kami kerap bertemu di toko, Dia menyukai salah satu pegawai ditoko rotiku Han, Gadis itu sangat baik menurutku" ucap pak Hasan
"Jadi maksud mas dateng kesini itu untuk membujukku supaya menerima hubungan mereka?? Jika itu maksud mas, lebih baik mas sekarang pulang!" ucap papa Gibran
"Kenapa kamu tidak mau merestui hubungan mereka??" tanya Hasan
"Mas harus tau, jika keluarga gadis itu memiliki bisnis gelap di tempat hiburan. Bahkan kakaknya sendiri juga menjadi wanita penghibur! Jelas aku gak akan pernah merestui mereka, bibit bebet bobot calon mantuku harus jelas ma! aku gak masalah jika dia tidak memikiki harta, tapi jika keluarganya saja begitu bagaimana nanti ketika dia menikah dengan putraku! mau jadi apa penerus perusahaanku! lebih baik mas pecat gadis itu, sebelum berita ini mencuat dan mas akan mengalami kerugian!" ucap papa Gibran
"Tapi Mayra tidak seperti itu Han! aku lihat dia itu seperti anak baik-baik! dia juga menutup auratnya, mana mungkin dia akan menjajakan dirinya?!" ucap pak Hasan
"Jika kau tidak percaya terserah mas! aku hanya memperingatkan. Cukup keluarga kami yang tertimpa keburukan saat dia masuk kedalam keluarga kami! Tapi untungnya keburukan itu sudah kami singkirkan!" ucap papa Gibran
Setelah mendengar ucapan papa Gibran, pak Hasan pun jadi bimbang dengan Mayra. Rasanya tidak mungkin keluarga Mayra seperti itu jika melihat sosok Mayra yang terlihat baik, ceria dan juga mencerminkan wanita solehah. Tapi Disatu sisi tidak mungkin juga Papa Gibran berkata bohong kepada sahabatnya sendiri, sementara pak Hasan bertemu dengan Mayra pun juga kebetulan.
Setelah perbincangan mereka siang itu, pak Hasan pamit dari kantor papa Gibran dan kembali ke toko rotinya. Pada saat ia sampai di toko, pak Hasan berpapasan dengan Mayra yang baru saja pulang dari pasar. Mayra menyapa pak Hasan dengan sopan ketika berpapasan.
"Selamat siang pak" ucap Mayra
"Siang,,, emm mayra saya ingin bicara sama kamu bisa keruangan saya?" tanya pak Hasan
"Bisa pak, saya permisi sebentar ya pak, mau menaruh barang-barang saya dulu" ucap Mayra
Kemudian Mayra berjalan ke Gudang dan meletakkan barang belanjaannya setelah itu Mayra berjalan menuju ruangan Hasan. Mayra mengetuk Pintu lalu membuka pintu ketika Hasan menyuruhnya masuk.
"Ada apa ya pak??' tanya Mayra
"Duduklah Mayra" ucap Hasan
Lalu Mayra duduk di kursi depan meja pak Hasan
"Begini Mayra, ada hal yang ingin aku tanyakan padamu, ini hal pribadi jika kamu tidak keberatan" ucap Hasan
"Silahkan pak" ucap Mayra
"Apa benar keluargamu memiliki bisnis Gelap di tempat hiburan? dan apa benar kakakmu seorang wanita penghibur?" tanya Hasan dengan hati-hati
Deg!
Mayra kaget ketika mendengar pertanyaan dari Hasan, bagaimana bisa pak Hasan tau semua tentang keluarganya.
"I...iya benar pak... bagaimana anda tau?" tanya Mayra
"Ada yang memberitahuku Mayra" jawab Hasan singkat
Melihat wajah Hasan sedikit berubah, membuat Mayra tak enak hati. Perasaannya jadi tidak enak dengan pertanyaan yang dilontarkan pak hasan berkesinambungan dengan wajahnya yang berubah.
"Pak, jika bapak keberatan dengan saya bekerja disini, tidak masalah jika bapak mau memecat saya. Jujur saya kaget dengan pertanyaan bapak, tapi saya sudah menjawab dengan jujur dan membenarkan semua yang bapak dengar. Saya tidak memiliki pembelaan sama sekali, tapi saya tidak pernah mau ikut seperti mereka" ucap Mayra
"Tapi kamu tumbuh di lingkungan seperti itu, saya takut jika berita ini sampai menyebar dan merusak citra toko saya, saya minta maaf jika saya harus memberhentikan kamu" ucap pak Hasan
Mayra tersenyum kecil lalu mengangguk pelan.
"Baik pak, terima kasih karena sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk bekerja disini. Saya mohon maaf jika ada kesalahan yang pernah saya lakukan selama bekerja disini" ucap Mayra sebelum pergi.
Setelah berpamitan Mayra keluar dari ruangan Hasan dan menuju ke gudang untuk membereskan barang-barangnya. Mayra tidak ingin sedih dengan keputusan yang diberikan kepadanya. Setelah Mayra membereskan barang-barangnya, ia keluar dari Gudang dan berpamitan kepada teman-temannya.
Teman-teman Mayra bertanya-tanya kenapa Mayra pergi, dan Mayra hanya menjawab jika dirinya berhenti bekerja tanpa memberikan alasan lain. Semua teman-teman Mayra merasa sedih karena akan kehilangan seorang teman yang sangat baik dan juga periang seperti Mayra. Sementara pak Hasan hanya bisa melihat keharuan pegawai-pegawainya melalui monitor CCTV di tokonya.
Mayra berjalan kedepan dengan memakai tas ranselnya keluar dari toko......
Mayra berjalan tanpa arah dan tujuan, masih ada waktu untuknya mencari pekerjaan lain. Lalu Mayra berhenti di halte bus dengan tujuan ke Pasar, siapa tahu di pasar dia akan mendapatkan pekerjaan,
Saat tengah menunggu bus lewat, 2 buah mobil berwarna hitam berhenti tepat didepan Mayra. Mayra melihat seorang pria keluar dari dalam mobil dan menghampirinya. Pria itu melepas kacamatanya dan menatap Mayra
"Hallo Mayra, kita ketemu lagi" ucap Anton kepada Mayra
"Anton?!" ucap Mayra kaget bukan main, lalu Mauyra akan berlari dan kabur namun usahanya sia-sia karena Anton sudah mencengkram kuat lengan Mayra.
"Kamu gak akan bisa lolos dariku Mayra!!!! cepat ikut aku!!" ucap Anton
"Tolooongggg Toolooonggggggg" teriak Mayra
Seseorang yang di suruh Gibran untuk mengawasi Mayra pun langsung berlari untuk membantu Mayra, namun sayang anak buah Anton yang berada didalam mobil satunya keluar dan menghadang anak buah Gibran.
Kemudian Anton memaksa Mayra untuk masuk kedalam mobilnya setelah Mayra masuk, Anton menyuruh supirnya untuk menjalankan mobilnya dan membawa pergi Mayra. Sementara anak Buah Gibran di tangkap dan dibawa ke markas Mereka.
.
.
.
.
Bersambung.....
NAMUN MIRA SBAGAI WANITA YG SDH TDK SEMPURNA, JANDA DN MASA LALU YG KOTOR, DILACURKN OLEH SUAMI LAKNATNYA,, DISETUBUHI ENTAH BBRP BNYK LAKI2, TNTU MRASA TDK LAYAK UNTUK DICINTAI HASAN YG.. TTP RASA TAKUT & TRAUMA ITU MSH MMBEKAS DI HATI & JIWA MIRA, TUGAS HASAN UNTUK MMBRIKAN RASA KPERCAYAAN DIRI, JIKA HASAN BNAR2 TULUS MNCINTAI MIRA.