NovelToon NovelToon
Jodohku, Tuan Muda Angkuh

Jodohku, Tuan Muda Angkuh

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

TAMAT!!

Bagaimana jika jodoh ternyata bukan pilihan sendiri, tetapi dari kiriman ayah?

Reina Lunox harus menghadapi Tuan Muda Angkuh dari anak sahabat ayahnya. Meski, awal ia menolak untuk perjodohan itu. Reina tidak bisa menolak kemauan ayahnya.


Apa yang akan Reina lakukan untuk menaklukkan Tuan Muda Angkuh, Jino West? Ikuti kisah mereka!!


Karya Author// DILARANG PLAGIAT//

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan Epilog dan Babak Baru Kehidupan

Matahari pagi menyinari kota metropolitan dengan kehangatan yang menenangkan, memantul megah di balik dinding kaca raksasa penthouse lantai empat puluh. Di atas ranjang king-size yang luas, Reina Lunox mengerjap perlahan, merasakan dekap hangat tangan kokoh suaminya yang masih melingkar erat di pinggangnya.

Bulan-bulan terakhir terasa bagaikan sebuah guliran film berkecepatan tinggi yang penuh warna. Dari novel wuxia yang ia tulis iseng di sela-sela waktu senggang hingga resmi diadaptasi menjadi serial televisi nasional oleh West Media Group, hidup Reina telah berubah drastis. Ia bukan lagi sekadar gadis desa biasa yang merantau ke ibu kota; ia kini dikenal publik sebagai salah satu penulis berbakat paling fenomenal tahun ini, sekaligus Nyonya Besar dari keluarga konglomerat West yang disegani.

Jino West bergerak pelan, membuka manik mata kelamnya dan langsung menatap wanita yang ada di dalam pelukannya. Senyuman tipis tersungging di bibir sang CEO.

"Pagi, penulis kesayanganku," sapa Jino dengan suara baritonnya yang serak khas bangun tidur, terdengar begitu memanjakan.

Reina mendongak, mencium sekilas dagu suaminya. "Pagi juga, Tuan Muda West. Tiba-tiba pagi ini rasanya tenang sekali. Tidak ada tamu kolot yang datang bawa 'celengan hidup', tidak ada server kantor yang diretas hacker, dan tidak ada berita skandal aneh."

Jino tertawa renyah, mengeratkan pelukannya. "Kalau kau bosan dengan ketenangan, kita bisa atur jadwal agar si Ethan Sterling datang lagi untuk diusir."

"Ih, jangan! Bisa darah tinggi aku lama-lama," balas Reina tertawa lepas, mencubit pelan pinggang suaminya.

Hari itu, tidak ada jadwal rapat eksekutif yang padat bagi Jino maupun tenggat waktu naskah mendesak bagi Reina. Keduanya memutuskan untuk menghabiskan hari bersama di rumah, menikmati momen-momen domestik yang sederhana namun sangat berharga.

Menjelang siang, Reina duduk di ruang tengah dengan laptop di pangkuannya. Ia tidak sedang menulis bab cerita wuxia baru, melainkan sedang membuka draf epilog penutup untuk novel Gadis desa dan Lima Pangeran Tsundere yang sebentar lagi akan diterbitkan dalam bentuk cetak fisik secara eksklusif.

Jino duduk di sofa seberang, sibuk membaca majalah bisnis, namun sesekali matanya melirik ke arah Reina dengan penuh perhatian.

"Reina," panggil Jino tiba-tiba, memecah keheningan yang nyaman di antara mereka.

"Hm?" Reina mendongak dari layar laptopnya.

"Bagaimana kalau setelah buku fisik novelmu resmi diterbitkan, kita mengambil cuti panjang selama dua minggu?" usul Jino serius, menaruh majalahnya di atas meja. "Kita pergi ke tempat yang jauh dari hiruk-pikuk kota ini. Hanya berdua saja."

Reina mengerjap keningnya, tertarik. "Mau ke mana? Pantai tropis? Atau kabin salju di pegunungan Eropa?"

"Ke mana pun asal kau suka," jawab Jino lembut, berdiri dan melangkah mendekati meja kerja Reina. Ia membungkuk, menempatkan kedua tangannya di sandaran kursi Reina, mengecup lembut pucuk kepala istrinya. "Kita sudah melewati banyak badai, Nyonya West. Sekarang saatnya kita menikmati dunia kita berdua tanpa ada gangguan dari siapa pun."

Reina tersenyum manis, menutup layar laptopnya pelan, lalu merangkul leher Jino erat-erat. "Janji ya, tidak boleh ada urusan kantor yang mendadak atau hacker iseng yang merusak liburan kita?"

"Janji," bisik Jino mantap sebelum menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang manis dan penuh pengharapan.

Di luar jendela, langit biru membentang luas tanpa awan gelap yang menghalangi. Perjalanan panjang antara sang Tuan Muda yang angkuh dan gadis desa yang cerdas telah menemukan pelabuhan abadinya. Mereka tidak hanya menulis kisah fiksi di atas lembaran digital, but mereka juga telah menulis akhir bahagia yang nyata di dalam kehidupan mereka sendiri—selamanya, tanpa ada kata usai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!