NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Demi Kekayaan, Aku Memilih Menikah

Transmigrasi: Demi Kekayaan, Aku Memilih Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Miskin seumur hidup, ia bahkan harus mengakhiri hidupnya karena penyakit yang tak mampu ia obati.

Namun, ketika membuka mata, ia justru mendapati dirinya telah masuk ke dalam novel sebagai seorang wanita yang baru saja melompat dari sebuah gedung demi melarikan diri dari pernikahan perjodohan.

Seharusnya ia ikut kabur.

Tapi setelah mengetahui bahwa pria yang akan menjadi suaminya adalah seorang pewaris kaya raya, pikirannya berubah.

“Melarikan diri? Untuk apa? Bukankah lebih baik aku menikah dan hidup nyaman?”

Kini, ia bertekad mempertahankan pernikahan yang bahkan tidak diinginkan oleh pemilik tubuh asli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

"Kau membeli rumah baru? Sebenarnya kita bisa di rumahmu saja.. tapi emm.. ini bagus juga.. terimakasih ya.."

Mana mungkin Elena menolaknya, ia memastikan semua harta itu akan menemaninya bahkan saat ajal menjemput salah satu dari mereka.

Sebastian tak menjawab. Namun ia mengambil sesuatu dari meja, itu adalah sebuah kartu.

"Ini untukmu."

Elena menerimanya. "Kartu apa?"

"Kartu tambahan dari rekeningku."

Mata Elena langsung membesar. "Untuk apa?"

"Gunakan jika membutuhkan sesuatu."

Elena menatap kartu hitam itu. "Sebastian, ini terlalu berlebihan."

'Berlebihan banget.. bisa-bisa aku khilaf dan membeli dunia ini.. hahaha'

"Bukankah kau akan menjadi istriku?"

Elena terdiam. Lagi-lagi kalimat itu. Istriku. Entah mengapa setiap kali Sebastian mengatakannya, hatinya terasa aneh.

Sementara itu, di tempat lain... Isabella duduk di sebuah kafe bersama seorang wanita yang adalah sahabatnya, Vivian.

"Kau benar-benar akan melakukannya?"

Isabella mengangguk. "Aku tidak bisa membiarkan Elena menikah dengan Sebastian."

Vivian menghela napas. "Tapi pernikahannya tinggal dua hari lagi."

"Justru karena itu." Isabella menatap layar ponselnya. Di sana ada foto Elena dan Sebastian saat keluar dari butik kemarin. Keduanya terlihat sangat dekat.

Tatapan Isabella mengeras. "Aku sudah menyukai Sebastian bertahun-tahun. Aku tak mungkin kalah hanya karena wanita itu tiba-tiba berubah."

"Lalu apa rencanamu?"

Isabella tersenyum tipis. "Aku tak akan menyentuh Elena."

Vivian mengerutkan kening. "Lalu?"

"Aku akan membuat Sebastian sendiri yang meminta Elena membatalkan pernikahan."

***

Sore harinya, Elena kembali ke rumah. Ia sedang duduk di sofa melihat desain rumah barunya ketika ponselnya berbunyi. Sebuah pesan masuk dari nomor tidak dikenal. Elena membukanya. Hanya ada satu kalimat:

[Kalau kau benar-benar ingin menikah dengan Sebastian, kau harus tahu alasan sebenarnya dia tetap mempertahankan pernikahan ini.]

Elena mengerutkan kening. Pesan kedua segera masuk:

[Lusa datanglah ke Hotel Grand Palace. Sendirian.]

Elena menatap layar cukup lama. 'Siapa yang mengirim pesan ini?'

Ia langsung teringat Isabella.

"Terserahlah.. apapun itu.. aku mau nikah sama Sebastian!"

***

Pagi itu, Elena terbangun lebih awal dari biasanya.

Begitu membuka mata, hal pertama yang terlintas dalam pikirannya adalah pesan misterius yang ia terima semalam.

Ia mengambil ponsel dari meja samping ranjang dan membaca pesan tersebut sekali lagi.

Elena menghela napas. “Apa aku harus pura-pura masuk dalam permainannya?”

Ia memang sudah tahu bahwa Isabella menyukai Sebastian. Bahkan wanita itu terang-terangan mengatakan tidak akan menyerah.

"Sepertinya ini bukan sekadar kecemburuan biasa."

Elena bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi.

Setelah selesai bersiap, ia turun ke lantai bawah.

Baru saja memasuki ruang makan, ibunya langsung bertanya, “Kau sudah menerima undangan makan malam dari keluarga Hale?”

Elena menghentikan langkah.

“Undangan?”

Ibunya mengangguk.

“Besok malam. Mereka mengadakan makan malam keluarga sebelum pernikahan.”

Elena terdiam.

'Besok malam? Bukankah besok adalah hari yang sama dengan pesan misterius itu?'

Elena mulai berpikir. Mungkinkah pesan tersebut sengaja dikirim agar ia datang ke sana?

Ia menarik kursi dan duduk.

“Mama.”

“Hm?”

“Apakah keluarga Hale akan mengadakan acara di Hotel Grand Palace besok?”

Ibunya tampak berpikir.

“Setahuku tidak. Makan malamnya di kediaman keluarga Hale.”

Elena semakin mengerutkan kening. Berarti pesan itu memang tidak berhubungan dengan acara keluarga.

Seseorang sengaja memintanya datang ke hotel sendirian.

1
MomRea
lanjut Thor... makin penasaran 😊
mauza
next😘😘😘😘😘
mauza
up
mauza
ditunggu upnya thor 😘😘
mauza
next
mauza
nah kan..
...tp trus lanjuuut💪💪😘😘
mauza
pinisirin ttp lanjut
mauza
up
mauza
😘😘😘😍😍😍/Rose//Rose//Rose//Rose/
mauza
lanjut trussss💪💪
mauza
lanjut kk
mauza
hati" dan ttp semangat
mauza
next
mauza
up
mauza
/Determined//Determined//Determined//Determined/
mauza
next😘😘
mauza
lanjutkan thorrr👍😘😘
mauza
up
mauza
lanjuttt👍💪
mauza
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!