NovelToon NovelToon
Jalan Kultivasi

Jalan Kultivasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Kultivasi
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Tawaki

Xiao Lin seorang pemuda murid pelayan di sebuah sekte di bagian timur kekaisaran Angin Surgawi. terkenal sebagai sampah dan selalu di bully oleh murid lain.
Hingga suatu hari saat ia melihat teman nya hampir terbunuh. tiba tiba ia kalap mata dan membunuh murid luar tersebut. namun ia tak menyadari hal apa yang sudah terjadi.

nasib apakah yang di tanggung Xiao Lin di sekte setelah pembunuhan terjadi? mampu kah ia keluar dari masalah itu?

saksikan perjalan hidup Xiao Lin untuk menjadi kuat. membantai setiap musuh yang menghalangi jalan kultivasi nya. hanya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Memanen di Kedalaman Labirin

Setelah kaburnya Lei Hu, suasana di kubah gua berangsur-angsur tenang. Liu Ran dari Sekte Awan Azure dan Lei Geng dari Kuil Guntur yang sejak awal diselamatkan oleh Xiao Lin, buru-buru membungkuk hormat dengan tubuh gemetar sebelum akhirnya memutuskan untuk mundur dari area tersebut. Mereka tahu, dengan adanya Jian Chen dan monster baru seperti Xiao Lin, sisa kristal di wilayah ini sudah bukan hak mereka lagi.

Jian Chen berjalan mendekati tiga murid Kuil Guntur yang terkapar di tanah. Tanpa belas kasihan, dia menendang tubuh mereka satu per satu dan merampas tas penyimpanan milik mereka.

"Ini upah karena mereka mencoba bermain licik," ujar Jian Chen sambil melemparkan dua dari tiga tas tersebut kepada Xiao Lin. "Ambil ini, Xiao Lin. Kau yang melumpuhkan mereka."

Xiao Lin menerimanya dengan senyum canggung. Ketika dia memeriksa isinya, matanya sedikit berbinar. Di dalam tas-tas tersebut terdapat hampir delapan puluh Kristal Angin berukuran sedang. Ditambah dengan Inti Kristal Angin Murni raksasa yang dia dapatkan sebelumnya, poin poin buruan Xiao Lin saat ini dipastikan sudah melesat jauh melampaui rata-rata murid dalam lainnya.

"Terima kasih, Senior Jian Chen," ucap Xiao Lin tulus.

"Tidak perlu sungkan. Justru aku yang harus berterima kasih. Jika bukan karena pergerakan instanmu tadi, tiga kecoa itu pasti sudah mengganggu konsentrasiku," jawab Jian Chen sambil menyarungkan pedangnya. Dia menatap Xiao Lin dengan tatapan menyelidik. "Tapi jujur saja... teknik gerakanmu tadi benar-benar menakutkan. Bahkan murid Sekte Awan Azure yang berspesialisasi dalam kecepatan tidak akan bisa berpindah tanpa riak Qi seperti itu."

Xiao Lin hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, memberikan senyum polos andalannya. "Saya hanya tidak sengaja menemukan pencerahan saat menyerap energi kristal tadi, Senior."

Di dalam kuil jiwanya, Sang Iblis mendengus jijik. "Pencerahan tidak sengaja? Alasan macam apa itu? Jika bukan karena jalur meridianmu kuperkuat, kakimu sudah hancur menjadi bubur saat melipat ruang tadi, bocah polos!"

Xiao Lin mengabaikan omelan di kepalanya dan kembali fokus pada realita.

"Senior Jian Chen, waktu turnamen masih tersisa kurang dari tiga hari. Apakah kita akan melanjutkan perburuan bersama?" tanya Xiao Lin.

Jian Chen menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum tipis. "Insting berburumu jauh lebih mengerikan dariku. Jika aku terus bersamamu, aku hanya akan menghambat pergerakan instanmu. Lagipula, aku perlu mencari tempat yang tenang untuk memulihkan sisa Qi es milikku yang terkuras setelah melawan Lei Hu."

Jian Chen menepuk bahu Xiao Lin dengan hangat. "Pergilah ke zona terdalam, Xiao Lin. Tapi berhati-hatilah. Kudengar di zona inti Gua Labirin ini, ada beberapa 'Kristal Angin Kuno Kategori Ungu' yang dijaga oleh monster tingkat tinggi. Dan yang lebih penting... Lei Dong dan Ye Ling kemungkinan besar sudah berada di sana."

"Baik, Senior. Harap berhati-hati," ucap Xiao Lin membungkuk hormat.

Setelah berpisah dengan Jian Chen, Xiao Lin tidak membuang waktu. Dengan kakinya yang kini terasa seringan angin berkat Langkah Bayang Kosong tahap menengah, dia melesat masuk ke dalam lorong gua yang lebih dalam.

SYUUT! SYUUT!

Sosok Xiao Lin bergerak seperti hantu abu-abu di dalam kegelapan. Setiap kali dia melangkah, tubuhnya akan muncul sepuluh hingga lima belas meter di depan tanpa menimbulkan suara sedikit pun.

Gua Labirin Angin semakin ke dalam semakin sempit dan curam. Angin alami di sini tidak lagi berbentuk belahi kecil, melainkan sudah berupa pusaran angin puyuh (tornado) mini yang terus berputar di sepanjang lorong.

Namun, bagi Xiao Lin yang baru saja menyerap esensi Inti Angin Murni, pusaran angin ini tidak lagi menjadi penghambat. Tubuhnya justru seolah-olah menyatu dan menari di sela-sela embusan angin topan tersebut.

Sepanjang perjalanan sedalam beberapa kilometer ke bawah tanah, Xiao Lin benar-benar melakukan "pemanenan" massal.

SRAK! BLAAM!

Setiap kali dia bertemu dengan monster penjaga tingkat 4 atau 5 awal, Xiao Lin hanya membutuhkan satu kombinasi: menghilang dengan Langkah Bayang Kosong, muncul di titik buta musuh, lalu menebas dengan Tebasan Pemutus Jarak.

Satu demi satu monster tumbang tanpa mampu menyentuh pakaian Xiao Lin. Kristal Angin berukuran sedang dan besar terus mengalir masuk ke dalam tas penyimpanannya hingga hampir penuh. Kandungan energi angin di dalam gua ini seolah-olah tunduk dan menyambut keberadaan Xiao Lin.

Hingga akhirnya, setelah menembus sebuah celah batu yang sangat sempit, langkah Xiao Lin mendadak terhenti.

Di depannya, lorong sempit itu terbuka lebar menjadi sebuah megastruktur bawah tanah yang luar biasa luas. Itu adalah zona inti Gua Labirin Angin.

Di tengah-tengah ruangan raksasa tersebut, melayang sebuah altar batu kuno. Dan di atas altar itu, memancarkan cahaya ungu yang sangat megah dan berdenyut seperti jantung yang berdetak, terdapat tiga buah Kristal Angin Kuno Kategori Ungu—hadiah utama dengan poin tertinggi di turnamen ini.

Namun, pandangan Xiao Lin tidak tertuju pada kristal tersebut. Matanya menajam menatap ke arah dua sosok yang sudah berdiri di sisi berlawanan di dekat altar.

Di sebelah kiri, diselimuti oleh aura petir ungu yang begitu pekat hingga membuat udara bergetar hebat, berdiri Lei Dong, sang nomor satu dari Kuil Guntur Surgawi.

Di sebelah kanan, dengan pedang panjang yang terhunus dan memancarkan niat pedang putih bersih yang sanggup membelah kabut, berdiri Ye Ling, sang nomor satu dari Sekte Pedang Benua.

Atmosfer di zona inti ini begitu menekan hingga membuat napas Xiao Lin sempat tertahan sejenak. Dua monster terkuat di tingkat 9 kini sedang saling mengunci pandangan, bersiap untuk memperebutkan hadiah utama.

1
Luthfi Aamiin
lanjutkan
bossss
🐉🐉🐉🐉💪💪💪💪
Luthfi Aamiin
wuuussss
wuss
Luthfi Aamiin
💪💪💪💪💪💪💪
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
👻👻👻👻👻👻
Luthfi Aamiin
jedag
jedug
🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
lanjutken
🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉👻👰💪🗿🐙
fgjkitrcv
Luthfi Aamiin
6
🐉
🐉🐉
🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
ah
uh
kejam
kejam
Luthfi Aamiin
bantai 🐉🐉🐉
7
🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
7
pitu
bantai
🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
8
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
wolu
Luthfi Aamiin
11
🐉👻🐉👻🐉
Luthfi Aamiin
sedoso
10
🐉
Luthfi Aamiin
sewelas
11
hukum Konoha
👻👻🐉🐉
Luthfi Aamiin
songo
9
🐉👻
Luthfi Aamiin
wolu
8
🐉
Aman Wijaya
mantab Thor tambah lagi updatenya semangat semangat semangat
Aman Wijaya
ayo Xiao Lin tunjukkan kemampuanmu 💪💪💪
Aman Wijaya
lanjut terus
Luthfi Aamiin
rolas
12
🐉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!