NovelToon NovelToon
Diacuhkan Dokter Eh Dikejar Direktur Rumah Sakitnya

Diacuhkan Dokter Eh Dikejar Direktur Rumah Sakitnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Abu

Adera mencintai Ezra selama dua tahun, tapi cintanya diremehkan dan ditolak mentah-mentah. Saat hatinya mati dan ia memilih fokus pada diri sendiri, Ezra justru menyesal dan panik.

Namun terlambat, karena kini hadir Damar pria yang jauh lebih sempurna yang ternyata adalah calon suaminya.

Akankah Damar mampu menghidupkan kembali rasa cinta Adera yang bertekad untuk tidak jatuh cinta lagi?

Simak kisah cinta mereka bertiga, di novel ini akan disuguhi komedi yang lucu agar tidak terlalu mengantuk ketika membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Abu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34

Suasana di dalam ruangan kembali mencair, namun kali ini Nindy terlihat sangat cerdik dan penuh strategi. Matanya melirik sekilas ke arah Dokter Ezra yang masih berdiri mematung di dekat tempat tidur pasien.

Terlihat jelas pria itu sedang berusaha mencerna dan memproses kenyataan pahit bahwa Adera yang ada di hadapannya kini terlihat begitu berbeda, jauh lebih cantik, memukau, dan memancarkan aura bahagia yang luar biasa.

Dengan sengaja dan nada bicara yang sangat ceria serta penuh arti, Nindy mulai membuka obrolan seolah-olah tidak ada orang lain di sana selain dirinya dan Adera. Suaranya dikeraskan sedikit agar terdengar jelas sampai ke telinga dokter yang berdiri tak jauh dari situ.

"Eh Der..." panggil Nindy dengan nada yang terdengar sangat ceria dan penuh godaan. "Gue masih kepikiran kejadian semalam lho... Wihhh rasanya gimana tuh pas dipeluk mesra sama si Dokter Damar? Enak ya badan jadi hangat, sumpah romantis banget! Pokoknya lo ga boleh ngelepasin pria seperti dia, sayang banget kalau dilepasin! Itu aset negara tau!"

Nindy sengaja berbicara seperti itu, matanya sesekali melirik tajam ke arah Ezra dari balik bahu Adera. Tujuannya jelas! Dia ingin membuat pria itu sadar betul, bahwa sekarang Adera sudah punya orang yang jauh lebih baik, jauh lebih hebat, dan sangat menyayangi Adera dengan tulus. Dia ingin Ezra tahu jika posisinya dihati Adera sudah tergantikan.

Mendengar pertanyaan Nindy, bukannya malu atau menghindar, Adera justru tersenyum sangat manis. Wajahnya memerah namun tatapannya terlihat begitu bahagia dan yakin penuh keyakinan.

Adera yang awalnya sedikit kaget, namun melihat kode mata Nindy dan menyadari betul kehadiran Ezra di sana, ia pun langsung paham maksud sahabatnya itu. Alih-alih menutup-nutupi atau malu-malu, Adera justru menambahkan "pupuk" agar ceritanya makin terasa nyata dan membuat suasana makin panas bagi si pendengar diam.

Dengan wajah yang terlihat sangat tenang namun memancarkan rasa bahagia yang luar biasa, Adera pun ikut menimpali dengan senyum tipis yang sangat manis dan memikat.

"Dia pria yang hebat banget Nin! Bisa nyembuhin kegilaan gue, bikin hati tenang dan damai banget. Sepertinya... gue sudah siap," kata Adera dengan kalimat yang sengaja dibuat bikin penasaran.

"Siap? Siap apa tuh?" tanya Nindy yang sengaja pura-pura tidak tahu dan ikut mempermainkan drama ini.

"Siap menerima dokter cintalah..." jawab Adera lembut namun tegas, matanya berbinar penuh makna.

"Nah itu baru sahabat gue! Gitu dong semangatnya!" seru Nindy bangga sambil bertepuk tangan pelan. "Jadi stop jadi cewek bodoh lagi, oke. Lo pantas bahagia sama Damar, lo pantas dapat yang terbaik di dunia ini!"

"Gue juga sebenarnya sudah yakin dari dulu kok," ujar Adera menimpali dengan santai.

"Yakin apa tuh?" tanya Nindy pura-pura penasaran.

"Ya yakin kalau gue bisa move on, dan bebas dari masa lalu," jawab Adera sambil melirik sekilas ke arah Ezra, menegaskan bahwa dia sudah benar-benar lepas.

"Yaelah, gue kira yakin mau nerima lamaran dokter cinta," celetuk Nindy santai tapi menusuk.

"Kalau itu sih... boleh-boleh aja banget," jawab Adera dengan senyum miring yang sangat manis.

"Hah! Boleh serius? Jadi misalkan dokter cinta melamar lo sekarang juga, pasti lo terima?" tanya Nindy semakin penasaran dan ikut memperkeruh suasana.

"Emang perlu ya dijawab disini? Jangan ah... itu privasi kita berdua," kata Adera sok misterius namun jelas sekali terdengar bahagia.

Ezra yang mendengar semua percakapan itu benar-benar syok setengah mati! Dia tidak menyangka akan mendengar hal seperti ini. Dia pikir Adera masih menyukainya. Tapi kenyataan pahit ini menamparnya begitu keras hingga rasanya pusing tujuh keliling.

Rasa penyesalan, cemburu, dan rasa kalah telak langsung menyerang seluruh pikiran dan hatinya. Dia merasa sangat bodoh karena dulu pernah menyia-nyiakan gadis sebaik dan secantik Adera, yang sekarang justru menjadi milik orang lain yang jauh lebih hebat, jauh lebih kaya, dan jauh lebih berkuasa darinya!

Ezra hanya bisa diam terpaku, mulutnya terasa kaku dan tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun. Dunianya seakan runtuh saat itu juga mendengar betapa bahagianya Adera dengan pria lain.

Namun... tanpa sepengetahuan Adera dan Nindy, ternyata tepat di luar ruangan, di balik pintu yang sedikit terbuka itu...

Ada sosok pria tegap yang sejak tadi berdiri diam mendengarkan seluruh obrolan tersebut dengan seksama.

Dia adalah Damar, si "Dokter Cinta" yang lagi-lagi jadi bahan obrolan manis kedua gadis itu.

Ternyata Damar memang sengaja datang pagi ini ingin mengecek kondisi pasien sekaligus ingin melihat gadisnya. Namun saat mendengar suara Adera yang begitu bahagia membicarakannya, dia memutuskan untuk berhenti sejenak dan mendengarkan.

Mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Adera, mendengar pengakuan gadis itu bahwa dia sudah siap dan bersedia menerima cintanya...

Jantung Damar berdegup kencang bukan main. Rasa bahagia dan antusiasme memuncak di dadanya.

Untuk memastikan dan mengabadikan momen indah ini, agar perkataan manis Adera benar adanya dan tidak bisa diingkari, dengan gerakan cepat Damar langsung mengeluarkan ponselnya dan merekam suara serta percakapan itu sebagai bukti saksi!

"Semoga saja semua yang dikatakan olehnya itu benar adanya..." gumam Damar pelan dengan suara serak dan tatapan mata yang berbinar penuh hasrat. "Aku sudah tidak sabar menunggu hari itu tiba... untuk benar-benar memilikimu seutuhnya, Adera sayang."

Senyum lebar dan penuh kemenangan terukir jelas di wajah tampan sang Direktur. Permainannya baru saja dimulai, dan dia sangat menyukai arah cerita ini!

1
Perempuan
Alurnya bagus, gak menoton. Ada lucu²nya. Semangat update ya Thor biar pembaca tetap ingat alur ceritanya
Perempuan
lanjut Thor 👍👍
Alvi
bagus . semangat terus 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!