NovelToon NovelToon
Naruto : Sistem Shinobi Tanpa Batas

Naruto : Sistem Shinobi Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Naruto / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Barr

Ren, seorang pemuda yang hidupnya hancur di dunia modern, terbangun di dunia yang ia kenal hanya melalui layar kaca—dunia Shinobi yang penuh dengan darah, air mata, dan pengkhianatan.

​Tepat saat ia lahir di tengah kekacauan serangan Kyuubi, Ren menyadari bahwa ia tidak memiliki garis keturunan klan hebat, tidak memiliki chakra yang melimpah, dan hanya dianggap sebagai sampah oleh dunia.

​Namun, tepat saat ia menginjak usia 6 tahun, sebuah layar transparan muncul di depannya: [Selamat datang, Ren. Sistem Evolusi Shinobi telah aktif.]

​Dengan pengetahuan tentang masa depan yang pahit dan sistem yang memungkinkan segalanya, Ren bersumpah untuk mengubah nasib. Dari seorang anak yatim piatu yang diabaikan, ia akan bangkit, melampaui para Hokage, hingga menantang para dewa yang bermain-main dengan takdir dunia ini.

​Bukan sebagai pahlawan, bukan pula sebagai penjahat. Dia adalah Faktor X yang akan mengubah dunia Shinobi selamanya.



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Barr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Time-Skip

Empat tahun adalah waktu yang cukup bagi Konoha untuk mengubur salah satu tragedi berdarah terbesar dalam sejarahnya. Bagi sebagian besar warga sipil, musnahnya klan Uchiha kini tak lebih dari sekadar dongeng kelam masa lalu yang sesekali dibahas dengan berbisik di kedai teh. Namun bagi Ren, empat tahun di Akademi Ninja adalah periode penuh kedisiplinan yang menuntut kontrol mental di luar batas normal. Hari ini, di bawah langit musim semi yang cerah, seluruh kerja kerasnya di balik bayangan akhirnya mencapai titik penentuan: Hari Kelulusan Akademi.

​Suasana di aula utama Akademi terasa sangat riuh. Halaman depan dipenuhi oleh para orang tua dari klan ninja terpandang yang datang dengan seragam formal dan wajah bangga. Sebaliknya, di dalam ruang kelas, atmosfer justru diliputi oleh ketegangan khas remaja.

​Di barisan depan, Uzumaki Naruto tampak duduk lesu sambil menatap meja setelah kembali gagal dalam ujian tiruan fisik (Bunshin no Jutsu) kemarin malam. Di sudut belakang, Sasuke Uchiha melipat tangan dengan tatapan yang sedingin es, mengabaikan Sakura dan Ino yang masih sibuk memperebutkan posisi untuk duduk di dekatnya.

​Ren sendiri memilih duduk di baris tengah, posisi paling aman yang ia pertahankan selama bertahun-tahun. Wajahnya menampilkan ekspresi ramah yang biasa—tipe wajah murid rata-rata yang tidak akan pernah diingat oleh guru maupun teman sekelas begitu semester berakhir.

​"Selanjutnya, Ren," panggil Iruka Umino dari meja depan sambil memegang sebuah gulungan sertifikat dan sebilah ikat kepala hitam dengan pelat besi berlambang pusaran Konoha.

​Ren bangkit, mengatur ritme langkahnya agar memiliki tekanan konstan layaknya bocah biasa yang tidak memiliki bakat menonjol. Ketika menerima Hitai-ate (ikat kepala ninja) dari tangan Iruka, sang instruktur memberikan senyuman hangat dan tepukan pelan di bahunya.

​"Selamat, Ren. Kamu selalu menjadi murid yang tenang dan tidak pernah membuat masalah. Pertahankan kinerja yang stabil ini di luar sana, ya?" ucap Iruka tulus. Guru penyayang itu sama sekali tidak menyadari bahwa kata "stabil" yang ia puji adalah hasil kalkulasi dingin yang luar biasa.

​"Terima kasih, Iruka-sensei. Saya akan berusaha," jawab Ren pelan seraya membungkuk hormat.

​Begitu jemari tangan Ren mengikatkan kain hitam dengan pelat besi dingin itu ke dahinya, sebuah lonjakan frekuensi yang hanya bisa didengar di dalam kesadarannya berbunyi dengan jernih.

​[PEMBERITAHUAN SISTEM: MISI JANGKA PANJANG SELESAI]

[Nama Misi: Protokol Median Mutlak (Masa Studi Akademi)]

[Evaluasi Performa: S-Rank (Sempurna)]

​Parameter Evaluasi: Berhasil mempertahankan peringkat ke-15 dari 30 murid secara konsisten tanpa ada pergeseran posisi selama 4 tahun berturut-turut.

​[Mengeksekusi Hadiah Misi S-Rank...]

[Membuka Kunci: Silsilah Evolusi Tubuh Tahap Dua]

​Ren berjalan kembali ke tempat duduknya dengan tenang. Namun, sesaat setelah tubuhnya menyentuh kursi kayu, pandangan matanya sempat menggelap selama satu detik penuh. Sistem langsung mengeksekusi restrukturisasi biologis secara instan, meredam seluruh riak energi agar tidak bocor ke luar tubuh.

​Deg!

​Jantung Ren berdetak satu kali dengan tekanan yang sangat kuat, memompa darah baru yang telah mengalami mutasi seluler ke seluruh jaringan tubuh. Ren mencengkeram pinggiran meja kayu untuk menahan sensasi luar biasa yang menjalar di balik kulitnya. Di bawah jubah hitamnya, setiap serat otot bergetar hebat, memadat, dan mengalami peningkatan kerapatan tanpa mengubah bentuk fisiknya menjadi kekar.

​[Proses Evolusi Tubuh Tahap Dua Selesai. Menampilkan Pembaruan Parameter:]

​Kerapatan Jaringan Saraf: Meningkat 300% (Kecepatan transmisi sinyal dari otak ke otot setara dengan ninja level Jonin).

​Kapasitas Chakra Dasar: Meningkat 5x lipat dari kapasitas awal (Setara dengan kapasitas ninja level Tokubetsu Jonin).

​Optimalisasi Tubuh: 99,8% (Tubuh mampu menyaring racun secara otomatis dalam hitungan detik dan mempercepat regenerasi cedera kecil).

​Adaptasi Energi Hibrida: Sirkuit tubuh kini mampu menahan hingga 5% chakra Kyuubi secara langsung tanpa membutuhkan filter isolasi penuh dari Sistem.

​Ren mengembuskan napas pendek yang terasa hangat. Melalui sudut pandang matanya yang normal, dia bisa merasakan pergerakan debu yang melayang di udara atau kepakan sayap lalat di ujung ruangan bergerak sedikit lebih lambat. Ini bukan efek dari mata Sharingan, melainkan karena kecepatan pemrosesan otaknya yang telah berevolusi ke tingkat yang jauh lebih tinggi.

​Dengan kapasitas chakra lima kali lipat dan tubuh tahap dua ini, dia sudah berada di posisi yang sangat menguntungkan. Semua rencana awalnya berjalan dengan sangat mulus. Namun, Ren sedikit meremehkan satu hal: di dunia ninja yang penuh dengan paranoia, sesuatu yang terlihat terlalu mulus justru akan memicu tanda bahaya bagi para penguasa bayangan.

​Pada saat yang sama, di sebuah kompleks bawah tanah yang lembap di pinggiran desa, seberkas cahaya lilin menerangi sebuah meja kerja kayu yang dipenuhi dengan gulungan dokumen rahasia. Seseorang dengan separuh wajah dan tangan yang dibalut perban duduk diam, membaca laporan intelijen yang baru saja diserahkan oleh bawahannya.

​Pria itu adalah Danzo Shimura, pemimpin tertinggi dari organisasi bayangan Root.

​Di depan Danzo, seorang agen Root bertopeng burung hantu berlutut dengan kepala tertunduk. "Danzo-sama, ini adalah data rekam jejak dari rekrutan baru Akademi tahun ini. Sesuai perintah Anda, divisi intelijen telah menyaring berkas anak-anak dari kalangan sipil untuk mencari potensi anomali yang mencurigakan."

​Danzo membuka gulungan tersebut dengan jemarinya yang keriput. Matanya yang tajam langsung terpaku pada satu lembar grafik performa milik seorang anak yatim piatu bernama Ren.

​Grafik itu terlalu rapi. Berbeda dengan murid lain yang nilainya kadang naik saat bersemangat atau turun saat sakit, nilai teori, ujian fisik, kecepatan melempar shuriken, dan kontrol chakra milik Ren selama empat tahun berturut-turut berada di satu garis lurus yang konstan: tepat di tengah-tengah kelas, peringkat ke-15.

​Tok. Tok.

​Danzo mengetukkan jari telunjuknya ke atas meja kayu, menciptakan gema yang dingin di dalam ruangan yang sunyi itu.

​"Rekam jejak ini... sangat tidak alami bagi seorang anak kecil," suara Danzo terdengar berat dan penuh dengan kecurigaan. "Bocah berusia delapan hingga dua belas tahun pasti memiliki gejolak emosi. Mereka bisa lelah, mereka bisa malas, atau mereka bisa tidak sengaja melampaui batas karena panik. Tapi anak ini... dia menjaga nilainya tetap berada di angka rata-rata dengan tingkat konsistensi yang mustahil."

​"Benar, Danzo-sama," agen Root itu menimpali. "Divisi intelijen menyimpulkan bahwa ini bukan ketidaksengajaan. Seseorang yang sangat terlatih telah mendidik anak ini sejak dini untuk memalsukan kemampuannya agar terlihat seperti warga sipil biasa yang membosankan. Kemungkinan terbesar: dia adalah agen tidur yang disusupkan oleh Sunagakure atau Iwagakure selama kekacauan malam Kyuubi."

​Danzo menutup gulungan dokumen itu dengan sentakan kasar. Paranoianya yang ekstrem langsung mendikte keputusan taktisnya. Bagi Danzo, adanya penyusup yang lolos dari pengawasan Akademi adalah ancaman yang tidak bisa ditoleransi.

​"Hiruzen pasti akan menempatkan anak ini di tim sipil biasa jika dia yang memegang berkas ini," kata Danzo dingin. "Ubah dokumen penempatan tim dari departemen administratif sebelum diserahkan ke tangan Iruka. Kita tidak akan mengeksekusi anak ini di dalam desa; kita akan membiarkannya bergerak keluar."

​"Apa perintah Anda untuk penempatan timnya, Tuan?"

​"Masukkan dia ke dalam Tim Khusus Pemantauan. Pasangkan dia dengan salah satu rekrutan muda terbaik kita dari Root, dan satu genin dari klan sensorik. Untuk Jonin pembimbingnya... tugaskan ninja yang tahu cara menguliti rahasia seseorang di lapangan. Jika bocah ini menunjukkan tanda-tanda pengkhianatan selama misi luar desa, habisi dia di tempat."

​Keesokan harinya, suasana di dalam ruang kelas Akademi kembali tegang. Hari ini adalah pengumuman pembagian tim tiga orang yang akan menentukan awal karier mereka sebagai shinobi resmi.

​Iruka berdiri di depan kelas dengan gulungan besar di tangannya. Satu per satu nomor tim dibacakan. Tim 7 diumumkan: Uzumaki Naruto, Sasuke Uchiha, dan Sakura Haruno di bawah bimbingan Kakashi Hatake—sebuah formasi yang sudah Ren prediksi sejak awal. Tim 10 juga dibentuk dengan formasi klasik Ino-Shika-Cho di bawah Asuma Sarutobi.

​Ren menunggu namanya dipanggil untuk masuk ke dalam kelompok murid sipil yang tidak menonjol, rencana awal yang sudah ia susun agar bisa memiliki banyak waktu luang untuk melanjutkan eksperimen laboratoriumnya. Namun, begitu Iruka membaca lembar kertas berikutnya, dahi sang guru tampak berkerut dalam, memperlihatkan raut wajah yang kebingungan.

​"Selanjutnya... Tim Khusus Pemantauan Operasional," Iruka menjeda kalimatnya, membaca ulang dokumen bertanda segel merah gelap di tangannya dengan dahi berkerut. "Anggota: Ren, Taito, dan Suzume. Jonin pembimbing kalian adalah... [Klasifikasi Rahasia]. Kalian diminta langsung berkumpul di area latihan sektor empat bawah tanah sekarang juga."

​Beberapa murid menoleh ke arah Ren dengan pandangan bingung. Istilah "Tim Khusus" dan pembimbing yang diklasifikasikan rahasia bukanlah protokol yang normal bagi seorang Genin baru yang lulus dengan nilai pas-pasan.

​Ren tetap mempertahankan ekspresi wajahnya yang tampak bingung dan sedikit terkejut di hadapan teman-temannya. Dia mengemas tas ninjanya, lalu bangkit dari kursi. Penyamarannya mungkin mulai terusik, namun tidak ada ruang bagi rasa takut di dalam kepala Ren. Detak jantungnya tetap tenang, berhudup selaras dengan kalkulasi taktis yang mulai berputar di benaknya.

​Sembari melangkah keluar dari koridor Akademi yang mulai sepi, Sistem memberikan konfirmasi pasif di sudut pandang matanya.

​[Analisis Target Rekan Tim Berhasil:]

​Taito: Terdeteksi memiliki tanda frekuensi chakra khas rekrutan faksi Root.

​Suzume: Terdeteksi memiliki jaringan saraf sensorik khusus milik klan pengintai.

​Ren berjalan menyusuri tangga batu yang menuju ke area latihan sektor empat bawah tanah. Semakin dalam dia melangkah, udara di sekitarnya terasa semakin dingin, lembap, dan samar-samar membawa aroma karat besi yang pekat—sebuah indikasi dari tempat yang sering digunakan untuk membersihkan noda darah.

​Di ujung lorong yang remang-remang, tiga sosok bayangan sudah berdiri menunggu kedatangannya. Dua di antaranya adalah remaja sebayanya dengan tatapan mata yang kosong tanpa emosi, sementara sosok ketiga yang berdiri di tengah adalah seorang pria bertubuh tegap dengan syal tinggi yang menutupi sebagian wajahnya. Aura membunuh yang memancar dari pria itu begitu pekat, seolah-olah dia baru saja kembali dari medan pembantaian.

​Ren mengenali postur dan hawa dingin tersebut. Pria itu bukan Jonin biasa, melainkan salah satu algojo elit Konoha yang dikenal sering menyelesaikan misi-misi kotor di dalam kegelapan.

​Panggung penyamarannya di Akademi mungkin telah berakhir, namun dengan kekuatan tubuh tahap dua yang baru dan energi hibrida yang mengalir di dadanya, Ren tahu bahwa pengawasan ketat ini justru akan menjadi arena eksperimen yang sempurna untuk menguji seberapa jauh sepasang mata Sharingan miliknya bisa mendominasi mangsanya.

1
Akbar Rifqi
typo
Axel
seringkih bubur itu apa thor?
Axel
dan kesaduran itu apa thor?
Akbar Rifqi: typo k
total 1 replies
Klarasya
lanjutt thorr, semangattt 😻
Mitha: oyong juahattt
total 2 replies
Klarasya
semangatt thorr 😻
Mitha: oyong juahat
total 1 replies
Klarasya
lanjuttt thorrr 😻
Klarasya
semangatt thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!