Alih-alih menikmati fasilitas orang tuanya Sheeva memilih menepi dan hidup di panti asuhan sejak duduk di bangku kelas 8 menengah atas. Banyak hal membuatnya memutuskan demikian
lantas apa yang mendorong gadis sekecil itu menjauh dari dekapan hangat keluarganya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di panggil BK
Terdengar nama Sheeva di panggil melalui pengeras suara sekolah. Dia di minta menghadap guru BK. Sheeva tersenyum, dia sudah menduga hal ini akan terjadi.
" Sheev ini pasti buntut kamu berantem sama Jasmine tadi deh, kalau kamu skorsing gimana ?" Nindy panik bukan kepalang.
" Jangan panik Nin, jika guru BK kita profesional dia tidak akan mengunakan kuasanya demi melindungi keponakannya."
" Kalau nggak bagaimana ?"
" Harapan bangsa bukan yayasan kelas teri Nin, jika BKnya tidak bekerja sebagai mana mestinya tentu dia akan di coret dari daftar karyawan Yayasan. Kalaupun harus di skorsing ya sudahlah "
" Aku takut lho Sheev " Sheeva menghela nafas.
" Jangan khawatir, aku ke kantor BK dulu ya "
" Aku temenin ya ?" Sheeva mengeleng dia tak mau Nindy terlibat.
" Tapi Sheev "
" Percayalah aku bisa menghadapi ini "
" Sheev.." Bisma muncul dari pintu kelas.
" Kenapa kamu di panggil guru BK ?"
" Hanya masalah kecil " Jawab Sheeva santai.
" Apa perlu kita temani ?" Sheeva mengeleng. Dia berjalan keluar kelas.
Semua mata tertuju padanya, namun dia tak terpengaruh. Dia berjalan dengan tenang.
" Sheev.." Sheeva menoleh. Kay terlihat berlari kearahnya.
" Aku temani kamu " Sheeva menggeleng.
" Jangan keras kepala Sheev "
" Ada yang sedang ingin aku buktikan dan tolong jangan ikut campur " Kay menatap Sheeva dengan penuh rasa frustasi.
" Sheev.." Sheeva terus melangkah tanpa memperdulikan Kay.
Sheeva menarik nafas sebentar sebelum mengetuk ruang guru BK.
" Masuk " Sheeva masuk dengan raut tenangnya seperti biasa.
Di dalam sudah ada Jasmin dan para dayangnya. Mereka nampak tersenyum remeh ke arah Sheeva.
" Silahkan duduk Sheeva "
" Baik pak "
" Apakah kamu tau kenapa saya panggil kamu hari ini ?" Sheeva tersenyum lalu mengeleng.
" Ada aduan, kamu telah membuat kegaduhan di kanti sekolah dan karena hal itu bahkan tangan Jasmin sampai terluka karena terkena kuah bakso kamu yang panas. Menurut saksi mata kamu sengaja menyiramnya, apa itu benar ?" Sheeva lagi-lagi tersenyum. Dia lalu membenarkan posisi duduknya.
" Saksi yang mengatakan itu siapa pak, apakah saksi yang bapak panggil atau saksi yang di bawa oleh Jasmine ?"
" Saksi yang di bawa Jasmine, dia adalah Dania dan Adisti. Kamu lihat kan rok dia sampai basah begitu ?"
" Saya melihatnya pak, namun apakah bapak berkenan terlebih dahulu mendengar versi saya ?" Aiman yang tidak lain rekan guru BK pak Yusril menganguk.
" Silahkan kamu jelaskan versi kamu Sheeva "
" Terima kasih pak Aiman. karena anda sudah mengedepankan asas praduga tak bersalah."
" Mohon maaf pak, benar jika Rok Adisti terkena kuah bakso saya, benar juga jika luka di tangan Jasmine itu karena kuah bakso saya "
" Bener kan pak, saya tidak bohong " Jasmine tiba-tiba menyela.
" Namun, jika saya di katakan sengaja mohon maaf saya tidak terima pak. Karena saya tidak sengaja Jatuh setelah ada yang berusaha menjegal kaki saya waktu saya berjalan di samping mereka "
" Mungkin ucapan saya ini tidak bisa di buktikan karena tidak adanya sorot kamera baik ponsel atau CCTV yang biasanya akan mendadak rusak jika ada kasus seperti ini " Sheeva berucap demikian sembari menatap kearah pak Yusril dan pak Aiman. Terlihat keduanya gelapan.
" Yang sopan dong sheev, kamu nuduh guru BK kita bermain curang ?" Sheeva tersenyum ke arah Dania.
" Apakah ada saya berucap demikian ?"
" Seharusnya sebagai wakil ketua osis dan anak yang di biayai penuh oleh yayasan kamu bisa lebih berhati-hati Sheev. Segala tindak tandukmu itu menjadi sorotan dan bisa saja akan di contoh siswa-siswa yang lain " Sheeva tersenyum remeh mendengar penuturan pak Yusril. Selalu begitu, beasiswa yang terus di ungkit.
" Kemungkinan besar memang apa yang kamu ucapkan itu benar. Namun tetap saja yang di lihat sama siswa lain adalah kamu sengaja menumpahkan kuah panas itu kearah Jasmine dan temannya. Bisakah kamu bayangkan jika air itu terkena muka bahkan mata mereka apa tidak fatal akibatnya "
" JIka menurut bapak apa yang saya ucapkan itu benar, kenapa bapak tidak mencoba mencari bukti ?"
" Haruskan semua siswa beasiswa berlapang dada kala di jadikan kambing hitam begini. Sepengetahuan saya Yayasan ini menganut asas keadilan bagi seluruh siswanya pak. Kalau begini apakah prinsip itu di jalankan dengan baik ?"
" Lalu apa karena mereka membayar lantas mereka bisa semena-mena ?"
" Bukan begitu maksud kami Sheeva. Kami hanya ingin masalah ini cepat selesai dan tidak berlarut-larut " Ucap pak Aiman.
" Dengan cara mengangap selesai tanpa mencari tau siapa yang benar dan siapa yang salah ?"
" Apakah jika saya bisa membuktikan kalau saya tidak bersalah tetap akan di putuskan bahwa sayalah yang dengan sengaja melakukan kesalahan ?"
" Inikah wajah Harapan bangsa sesungguhnya ?"
" Jaga bicara kamu ya sheeva, kamu sudah menghina yayasan yang sudah berkontribusi dalam biaya pendidikan kamu " Ucap Pak Yusril dengan nada tegas.
" Kalau kamu tidak bisa menjaga sopan santunmu, akan saya buat rekomendasi pencabutan bea siswa kamu "
" Siapa ynag mengijinkan kamu berbuat tidak adil sama siswa-siswa Harapan bangsa ?" Semua terkejut kala pintu di paksa buka dari luar.
Sheeva semakin terkejut saat melihat Daddy Edward lah yang datang bersama dengan kepala sekolah dan Kay juga anak-anak The king.
" Apakah begitu cara kerjamu sebagai guru BK di sini ?" Dua orang guru BK tersebut tertunduk.
" Pantas citra Harapan bangsa memburuk akhir-akhir ini. Rupanya ini ulahmu ?"
" Mohon maaf tuan, namun siswi yang bernama Sheeva ini memang telah membuat kesalah " Ucap Yusril mencoba membela diri.
" Apakah bukti yang ada pada kalian sudah valid ?" Keduanya nampak gelapan.
" Apa kalian sadar, secara tidak langsung kalian sudah mengajarkan para siswa kecurangan dan kesemena-menaan ?"
" Buka rekaman CCTV " Perintah Daddy Edward.
Seperti yang Sheeva ucap, CCTV area kantin mendadak rusak.
" Bisa kamu pulihkan Kay ?"
" Bisa dan namum butuh waktu " Jasmine nampak tersenyum remeh kearah Sheeva.
" Ram tunjukan Vidio yang kamu rekam di HP kamu "
" Siap om " Jasmine tercengang tak menyangka Rama mevidokan kejadian di Kantin tadi.
Sheeva sendiri tak menyangka jika akan hal itu.
Vidio berdurasi sepuluh menit itu di putar oleh Rama melalui laptop milik guru BK. Semua tercengang.benar yang di ucapkan oleh Sheeva, jika Dania sengaja menjulurkan kakinya dan jatuhnya Sheeva pun nampak natural tidak terlihat unsur kesengajaan. Padahal memang Sheeva sengaja menjatuhkan diri ke arah meja mereka.
" Bisa anda lihat bukan, apa yang di katakan Sheeva itu benar ?"
" Ini namanya senjata makan tuan pak . Niat mau membuat Sheeva terluka malah kena mereka sendiri " Imbuh Yuda yang sudah gemas ingin bersuara sejak tadi.
" Sebagai kepala sekolah saya mohon maaf pada nak Sheeva dan juga Tuan Edward. Karena masalah seperti ini saja harus tuan yang turun tangan "
" Sebagai wujud menegakkan keadilan di lingkungan sekolah ini maka saya putuskan anda pak Edwar saya beri SP satu dan jabatan sebagai pimpinan bagian bimbingan konseling akan saya kembalikan kepada bu Wahyu yang kebetulan mulai besok sudah kembali aktif usai cuti melahirkan. Sementara anda pak Aiman surat rekomendasi anda maaf terpaksa kami tunda dulu " keduanya tertunduk. Beruntung Sheeva tak membongkar kasus yang lain.
" Dan untuk kalian berempat kami akan memangil orang tua kalian dan juga kalian kami skorsing selama satu minggu. dan waktu masuk nanti kalaian harus menyerahkan satu tugas yang nanti akan saya sampaikan kepada orang tua kalian "
" Harapan Bangsa saya bangun untuk menyiapkan generasi dengan mental bagus, namun jika di dalamnya sistemnya begini. Bukankah sama saja saya membiarkan anak-anak yang selesai dari sini menjadi seorang pencundang yang terbiasa berdiri di bawah ketiak orang lain "
" Saya juga selalu menekankan kesetaraan antara siswa umum dan siswa besiswa. Hak dan kewajiban mereka sama disini. Tidak ada yang kami istimewakan. Namun saya masih sering anak-anak beasiswa di tuntut patuh dan mengalah jika terjadi huru-hara seperti ini. Hanya dengan dalih agar masalahnya cepat selesai. Apakah hanya begitu saja tugas dari guru BK ?"
" Kalian di gaji oleh yayasan untuk mem
benahi mental anak-anak yang kurang baik. Namun pada prakteknya kalian malah melindungi mereka yan bermasalah tanpa mengajari pentingnya tanggung jawab "
" Pak Nicolas, bereskan semua ini. Saya tidak mau Harapan Bangsa di huni manusia-manusia yang tidak paham caranya profesional dalam bekerja "
" Baik Tuan Edwar "
" Oya mulai sekarang kewalian Sheeva beralih kesaya " Semua menoleh tak percaya ke arah tuan edward termasuk Sheeva. Jika bea siswa itu membuat langkahnya menjadi terbatas. Saya yang akan menanggung penuh biaya pendidikan Sheeva di sini. Bukankan sama saja, bea siswa itu juga mengalir dari dana pribadi saya "
Sheeva menghela nafas, dia yakin ini semua akan menjadi topik pembicaraan paling hangat di Harapan Bangsa setelah ini.
💪
terlalu berat beban hidup sheeva..