Dark romance !!
Adegan kekerasan dan darah !!
Bocil harap minggir, karena banyak adegan spicy 🌶️ !!
Lepas dari lubang buaya, kini dia jatuh ke lubang singa.
Demi melindungi kedua anaknya yang masih bayi dari kejaran ayah kandungnya, Beverly terpaksa masuk ke sebuah kapal mewah dan bersembunyi dari kejaran ayah kandungnya yang hendak membunuh kedua anaknya.
Tanpa Beverly sadari, kapal besar itu milik seorang mafia kejam yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa, yaitu Giovanni.
Melihat ada wanita nakal masuk ke dalam kapal miliknya, membuat ide licik bagi Giovanni yang tertarik pada wajah cantik dan tubuh indah itu.
“Aku akan menjagamu dan melindungi anak-anakmu, dengan syarat puaskan aku di atas kasur~”
“Dasar gila !!!”
“Aku memang mantan pasien RSJ, sayang~”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34. Sisi manja Giovanni
“Eughh~ sayang, kamu disini saja.” Ujar Giovanni dengan nada merajuk, menggenggam tangan Beverly, seakan tidak membiarkan wanita itu pergi dari sana. Beverly tersenyum kecil melihat tingkah laku dari Giovanni yang begitu manja.
“Baiklah, tapi aku harus membawa kedua anak-anak kembali ke kamar.” Ujar Beverly menunjuk ke arah dua bayi yang tertidur di sebelah Giovanni, setelah mendapatkan susu dari ibu mereka.
“Biarkan saja mereka disini, kau juga disini bersamaku~”
“Gio, bagaimana jika nanti kau menindih mereka ?? Tubuhmu itu besar, aku hanya khawatir mereka justru terjepit dengan tubuhmu dan kasur jika mereka tidur disini.”
Giovanni merengek, tapi dia akhirnya menurut, dia melepaskan tangan Beverly meskipun wajahnya terlihat sangat tidak ikhlas karena Beverly harus meninggalkannya.
“Aku hanya sebentar menaruh mereka di dalam kamar, lalu kembali kesini.” Ujar Beverly menggendong kedua putranya di tangan kanan dan kiri, Giovanni menganggukkan kepalanya.
“Baiklah, hati-hati.” Ujar Giovanni menatap ke arah Oshea dan Oscar yang tertidur pulas di tangan Beverly.
Wanita itu membalikkan badan dan berjalan keluar kamar, Beverly sudah mempersiapkan semuanya. Dia sengaja membuka pintu, dan menahannya dengan benda sehingga pintu tetap posisi terbuka, karena kedua tangannya tidak mungkin bisa mendorong gagang pintu.
Giovanni tersenyum kecil, mengingat Beverly bisa merawatnya dan menjaga kedua anaknya secara bersamaan, padahal usia Beverly masih sangat muda, tapi wanita itu bisa bertingkah lebih dewasa dari wanita seusianya. Tatapan itu tidak berlangsung lama, saat handphone berbunyi di meja nakas.
Giovanni melirik ke arah handphone milik Beverly dan meraihnya. Dia membaca sebuah nama yang sedang menghubunginya. Giovanni tersenyum miring, membaca nama Benjamin yang sedang menghubungi Beverly. Dengan perlahan dia menekan tombol hijau dan mendekatkan handphone di telinganya, lalu menyapa terlebih dulu.
“Halo ayah mertua~ apa kabar ??” Ujar Giovanni dengan nada di buat-buat, membuat Benjamin berdecih kesal di seberang sana.
“Kau lagi.. Dimana putriku ?! Dan dimana etikamu menerima panggilan dari handphone putriku !!”
“Oh ayah mertua, sebentar lagi putrimu akan menjadi istriku, jadi tidak ada salahnya calon suaminya yang tampan ini meminjam handphone putrimu.” Ujar Giovanni sambil terkekeh meledek, dia memang suka memancing emosi Benjamin, apalagi mengetahui jika ayah Beverly itu sangat cemburu kepadanya.
“Memang siapa yang memberikanmu ijin untuk menikahi putriku ?! Sudah aku katakan, aku tidak akan sudi memberikan putriku padamu !!”
“Ayah mertua~ Jangan sekasar itu padaku.. Kau tahu, aku sedang tidak berdaya dan lemah saat ini~ Bahkan aku terkena penyakit yang sangat berbahaya.” Ujar Giovanni masih dengan nada menyebalkan itu, membuat Benjamin yang seharusnya marah kini fokus pada perkataan ‘penyakit yang berbahaya’ yang di ucapkan Giovanni.
“Jadi.. Hidupmu sudah tidak lama lagi ya ?? Baguslah, aku bisa membawa kembali putriku bersamaku.”
Giovanni membulatkan matanya mendengarkan perkataan dari Benjamin, yang sepertinya mendoakan agar umurnya pendek. Dasar lelaki tua yang kejam !! Batin Giovanni dengan nada kesalnya.
“Hey !! Bukan seperti itu, aku demam cukup parah. Dan aku ingin menegaskan jika Beverly tidak bisa menjengukmu hari ini, atau besoknya, karena dia harus merawat calon suaminya yang tampan dan menawan ini !!” Ujar Giovanni dengan nada kesal, tapi tetap dengan rasa percaya diri yang tinggi.
“Apa kau berpura-pura sakit, untuk menarik perhatian putriku ?? Sepertinya memang Beverly tidak benar-benar mencintaimu, sehingga kau harus membuat drama berpura-pura sakit seperti ini ??”
“Untuk ini aku benar-benar sakit, pak tua.. Maaf-maaf saja, aku tidak sepertimu, yang masuk ke rumah sakit hanya karena dua tembakan saja.” Ujar Giovanni dengan nada sinisnya, dari seberang sana, Benjamin terkekeh pelan.
“Haruskah aku menjengukmu, dan memberikan tiga tembakan pada kedua tanganmu yang sudah menyentuh putriku, dan satu tembakan di jantung sebagai peringatan agar tidak menyentuh putriku ??” Ujar Benjamin di seberang sana dengan perlahan dan penuh penekanan, seakan mengancam Giovanni, tapi respon lelaki itu malah terkekeh kecil, seakan tidak terusik dengan perkataan dari Benjamin.
Lalu terdengar sebuah pintu yang tertutup, rupanya Beverly baru saja masuk menutup pintu tapi tatapannya terlihat sangat penasaran dan bingung, dia menatap ke arah Giovanni.
“Siapa ??” Tanya Beverly tanpa suara yang tinggi, seakan tidak mau mengganggu telepon Giovanni dengan orang itu, tapi lelaki itu malah tersenyum kecil.
“Oh Beverly, dengarkan ini.. Ayahmu malah mendoakanku segera meninggal.. Betapa kejamnya dia.” Ujar Giovanni dengan nada dramatis, membuat Benjamin di seberang sana memutar matanya malas, dan terlihat jijik dengan kalimat dari Giovanni.
Sementara Beverly menggelengkan kepalanya, mendekati Giovanni lalu meminta handphonenya sambil tersenyum menahan rasa geli karena perilaku Giovanni.
Giovanni menyerahkan handphone itu kepada Beverly sambil tertawa tanpa suara, terlihat puas bisa membuat Benjamin marah. Beverly kemudian menaruh handphone di telinganya.
“Halo Father.. Maaf, handphone aku tinggal di kamar.” Ujar Beverly dengan nada tidak enak.
“Tidak apa, bagaimana kabarmu ?? Kau baik-baik saja ?? Jangan dengarkan omong kosong lelaki gila itu.”
Beverly menahan tawanya, saat ayahnya menghina Giovanni dengan sebutan lelaki gila.
“Aku baik, bagaimana denganmu ?? Maaf aku tidak bisa menjengukmu. Giovanni demam parah.”
“Begitu ?? Haruskah aku menjenguknya ??”
“Tidak perlu, mungkin besok dia sudah sembuh.”
“Begitu ya, baiklah.. Kalau begitu sampai nanti putriku, cepatlah kemari.. Aku merindukanmu.”
“Baiklah, Father..”
Lalu telepon di matikan, Beverly menurunkan handphonenya di atas meja nakas, lalu duduk di sebelah Giovanni yang masih berbaring di sana, Beverly menyentuh dahi Giovanni dan merasakan panas demam itu mulai menurun.
“Hmm.. Demammu sudah turun. Ayo minum obatmu lagi, nanti sore, kau pasti sembuh.” Ujar Beverly tersenyum kecil, membuat Giovanni menatap kagum ke arah perempuan di depannya, terlihat sangat cantik dan anggun.
“Baiklah, sayang~” Ujar Giovanni dengan senang.
...
Disisi lain.
“Akhirnya, perusahaan ini mulai berjalan lebih baik.” Ujar Gregor yang melihat data laporan keuangan mulai ada perubahan, dan juga beberapa investor mulai memberikan saham disini, terlebih perusahaan ini sudah menjadi milik Keluarga Abraham, tentu saja para investor sangat senang bekerja sama dengan Perusahaan milik Arnold yang dinilai cerdik.
Arlo sendiri juga mulai belajar banyak dari Gregor mengenai bisnis dan perusahaan.
“Kau benar, disini mulai banyak perubahan besar, padahal baru beberapa hari kau ada disini.” Ujar Arlo, Gregor tersenyum dengan bangga.
“Itulah gunanya relasi dan nama baik, banyak investor akhirnya mau memberikan saham mereka disini, dan kau memiliki modal dari saham mereka. Selanjutnya kau harus membuat setiap hasil produksi kita berjalan lancar, sehingga kita mendapatkan keuntungan, dan barulah uang itu berputar di perusahaan kita.” Ujar Gregor menjelaskan dengan singkat, membuat Arlo menganggukkan kepalanya.
❤️💙❤️💙❤️💙❤️💙
Hahahaha Giovanni kualat lho sama bapak mertua 😂🤣 bisa-bisanya ngajak debat, pas lagi sakit-sakitnya.
Btw kayanya seru ya, kalau Bapak Benjamin enggak tobat 😁😁 soalnya musuh yang berkuasa untuk saat ini, Bapak Benjamin.
lanjut thor, di tunggu visual wedding nya🥰
ya ampun kasian bevely udah hamil lgi....
Beverly hamil lagi🤣🤣🤣 anaknya aja masih bayi2 .. parah gio digempur Mulu Beverly 🤣🤣🤣