NovelToon NovelToon
Milly Sang Pelihat Terakhir

Milly Sang Pelihat Terakhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mata Batin / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Liza Navy

Kehidupan Milly yang tenang di sebuah kota kecil, Glenmore, perlahan mulai berubah menjadi mencekam. Perburuan demi perburuan mengejarnya. Ia harus lari, sejauh mungkin dari rumah, menjauhkan dari nenek Dorothy. Nenek yang mengadopsinya dari panti asuhan.
Pelarian demi pelarian membawanya ke sebuah misteri hidup yang selama ini ia pertanyakan. Siapa dirinya? Darimana asalnya? Kenapa ia memiliki kemampuan yang tidak dimiliki orang sekitarnya? Mengapa mereka mengejarnya?

Akankah takdir akan membawa Milly menemukan jawaban?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liza Navy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 Menerobos Penjara Bawah Tanah

Milly masih tidak bergeming dari sudut tempatnya mojok. Ia sudah melewatkan makan pagi dan makan siang hari itu, yang diantarkan oleh penjaga. Ia benar-benar tidak berminat makan seharian ini. Entah mengapa tapi perutnya memang tidak lapar. Mungkin karena mulutnya terasa pahit.

Di balik jeruji besi yang dingin ini, ia merenungkan beberapa peristiwa yang terjadi padanya. Seingatnya semua bermula dari kedatangan Wayne, kemudian mulailah perubahan sikap Alletta, yeah apapun alasannya, Alletta sekarang bukan lagi Alletta yang dulu ia kenal. Tapi yang masih tidak ia mengerti penyebab Alletta sampai berubah drastis seperti sekarang. Andai yang selama ini ditunjukkan Alletta memang topeng berlapis, kenapa baru sekarang memutuskan dilepaskan dan menunjukkan wajah aslinya. Ia masih berpikir ketika didengarnya suara langkah kaki pelan di lorong. Suara langkah itu lebih berat daripada suara langkah kaki penjaga dan Alletta.

Cahaya obor bergerak mengikuti pria paruh baya yang berjalan menyusuri lorong. Tatapannya tajam setajam garis rahangnya. Penjaga yang melihat kedatangannya langsung berdiri tegak dan menundukkan kepala.

"Tetua."

Seperti dugaan Milly, yang datang kali ini, tak lain adalah ayah Alletta, Tetua Danton.

Seorang penjaga membuka kunci penjara. Klik. Kemudian dengan langkah teratur, penjaga itu mundur dan mempersilahkan Tetua Danton masuk ke dalam sel.

"Tinggalkan kami," perintah Tetua Danton tegas.

Penjaga segera mundur. Pintu besi ditutup kembali, meski kali ini tidak dikunci. Kini hanya ada mereka berdua. Milly mendongakkan kepala melihat Tetua Danton yang sudah berdiri di depan jeruji.

"Aku dengar kau tidak menyentuh makanan yang diberikan," tanyanya datar.

Milly tidak menjawab.

"Kenapa? Kau takut makananmu diracun?" tanya Tetua Danton lebih dingin.

Milly menghela nafas. Ia menangkupkan lagi wajahnya di balik tangannya.

"Kau pikir dengan tidak makan, kau akan dapat belas kasihan dan dibebaskan dari sini?" tandas Tetua Danton lebih garang.

Kali ini Milly mengangkat wajah dan menatap Tetua Danton dengan pandangan heran. Apa masalahnya kalau ia tidak makan atau tidak menyentuh makanannya. Jangan-jangan mereka memang telah menaruh sesuatu dalam makanan untuk mengendalikan dirinya.

"Aku hanya tidak ingin makan," ujar Milly memberitahu.

Tetua Danton menyeringai. "Akhirnya kau mau bicara."

"Kenapa? Makanan disini tidak sesuai seleramu?" Jeda. "Kau harus ingat sekarang dirimu siapa dan ada dimana. Jangan bertingkah!" tutur Tetua Danton menegaskan.

"Aku tahu," jawab Milly singkat.

"Apa yang kau tahu?" tuntut Tetua Danton menyamakan persepsi.

"Aku tahu aku tahanan dan tempatku di penjara bawah tanah," kata Milly setengah hati.

"Kau tidak ingin kebebasanmu lagi?" tanya Tetua Danton memancing.

Milly tersenyum tawar. "Ingin, tapi tak mungkin," katanya.

"Kau mau terus berada di balik jeruji ini?" tanya Tetua Danton kembali.

Milly tak menjawab. Ia hanya balas menatap balik.

"Kau tahu berapa banyak orang yang bisa bertahan di tempat ini?"

"Aku tidak ingin tahu," ujar Milly memalingkan wajahnya.

"Hanya dalam hitungan hari seseorang bisa hancur dalam keputusasaan jika terus dikurung dalam tempat ini," beritahu Tetua Danton menakuti. Tapi wajah gadis di depannya tidak menunjukkan takut sedikitpun seperti yang ia harapkan.

"Kau tidak takut?"

"Tidak," tegas Milly menolak takut.

"Kuakui kau gadis pemberani. Tapi kita akan lihat sampai kapan kau bisa bertahan dengan sifat keras kepala mu itu," tandas Tetua Danton habis kesabaran.

Milly tersenyum lebih tawar.

"Mulai sekarang tidak akan ada makanan untukmu sampai kau belajar memohon untuk makananmu sendiri," beritahu Tetua Danton dalam kegeramannya.

"Kita lihat mana yang akan menang, egomu atau perutmu," tandasnya lagi mengimbuhkan.

Milly masih tidak merespon. Ia mengabaikan apa yang ia dengar. Bahkan ia tidak lagi mengangkat wajahnya ketika Tetua Danton meninggalkan penjara tempatnya berada.

***

Malam makin larut. Milly sudah tertidur. Tapi Wayne tetap terjaga. Setelah pencariannya, ia menemukan jejak terakhir Milly dibawa ke rumah ini. Rumah yang ditinggali Alletta ini benar-benar rumit, penuh formasi jebakan. Benar-benar rumah ini dibuat sesuai reputasi sang master formasi, Tetua Danton. Untung saja ia telah mempelajari beberapa formasi ini dari gurunya, kalau tidak, ia pasti sudah tertangkap saat ini.

Wayne berdiri di balik pilar batu, menatap bangunan di depannya. Di dalam dinding batu yang dingin dan pintu besi berlapis itu dikurung Milly.

Ia tak bisa menunda lagi. Begitu tengah malam tiba, ia bergegas menyelinap masuk melalui lorong tua yang jarang digunakan. Jalur itu sempit dan sangat gelap, bahkan hanya cukup satu orang berjalan melewatinya. Ia berhenti ketika mendengar suara penjaga.

"Periksa sel gadis itu."

Dua penjaga berjalan melewati lorong penjara. Wayne bergerak cepat dan memukul tengkuk leher mereka. Ia mengambil kunci sel di pinggang salah satu penjaga. Ia lalu mengendap-endap berjalan makin dalam ke dalam lorong penjara. Namun baru beberapa langkah, suara penjaga kembali terdengar.

"Siapa disana?"

Cahaya obor mendekat. Wayne menarik nafas pendek. Tidak ada tempat untuk bersembunyi. Ia menyerang penjaga yang baru datang. Ketika tongkat besi penjaga itu mengayun padanya, ia dengan gesit menghindar dan menghantam tangan penjaga itu hingga tongkatnya terlepas. Pertarungan berlangsung cepat. Tapi datang lagi tiga penjaga yang lain.

Wayne mundur ke salah satu bagian dinding ketika bertubi-tubi serangan menghantamnya. Dengan sekuat tenaga, ia menahan serangan itu, berputar dan menjatuhkan lawannya satu per satu. Usai pertarungan, ia masih terus bergerak untuk menemukan sel Milly. Siapa yang sangka jika tidak ada tahanan lain di sel malam itu. Satu-satunya tahanan ada di ujung lorong. Ia menemukan pintunya dan membuka kuncinya.

"Milly," panggilnya.

Milly mengangkat wajahnya mendengar samar-samar namanya dipanggil. Pupil kedua matanya membesar. Kaget dan senang bercampur menjadi satu. "Wayne? Bagaimana kau menemukan ku?"

"Ceritanya panjang. Nanti akan ku ceritakan di rumah. Sekarang kita harus pergi dulu dari tempat ini," beritahu Wayne sembari memotong tali pada kedua tangan Milly, dengan pisau yang ia ambil di balik ikat pinggangnya.

Pertarungan kembali terjadi ketika Wayne membawa Milly ke lorong sempit, jalur ia masuk pertama tadi. Wayne harus menghadapi lima penjaga yang mengejar mereka. Pertarungan kali ini jauh lebih berat. Setiap serangan jauh lebih terarah dan kuat. Wayne beberapa kali kelabakan bahkan nyaris terjatuh. Tapi ia berhasil mengunci serangan lawan dan menyerang balik. Ia memukul telak mereka satu persatu hingga berjatuhan.

Ia kemudian menyusul Milly yang sudah masuk lebih dulu ke dalam lorong sempit itu. Akhirnya mereka berdua berhasil mencapai pintu keluar. Udara kebebasan malam menyambut mereka. Milly melihat ke belakang, ia melihat di dalam bangunan dua lantai itu, ada penjara bawah tanah yang sebelumnya telah mengurungnya.

Tanpa bertanya, Wayne mengangkat tubuh Milly dan melesat pergi meninggalkan rumah Alletta. Ia membawa Milly pulang ke rumahnya.

***

1
Liza Navy
Jangan lupa tinggalkan like dan command yaa.. 🙏😍
Devi..
tetap punya kebebasan dan klo mau perjuangin yaa dg asah kemampuanmu smpai bisa melindungi diri sendiri dan bersikap dewasalah Milly😬
Devi..
knpa Milly rewel banget klo sama Wayne..nurut aja napa sih??toh utk ngelindungin dia tanpa menyakitinya..hiiiohhh🙄😬
Devi..
haahh lagi" Milly ceroboh,.. harusnya nenek Dorothy dikasih tau kondisi yg sebenarnya dan pindah k tempat yg aman biar gk dijadikan ancaman utk Milly..😌
Devi..
ceritanya seru thor.. gk bisa ditebak alur dan endingnya gmana.. semoga ceritanya terus berlanjut smpai selesai dan byk pembaca yg menikmati cerita ini🤗
Liza Navy: makasii Kak.. terus ditunggu yaa kelanjutannya 🫰🏻😉
total 1 replies
Davina Aurora
cerita nya bagus semangat ka😊🩷
Liza Navy: thank you Kak 🫰🏻💞
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!