NovelToon NovelToon
Benih Cinta Sang Dokter

Benih Cinta Sang Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Raisa dan Adit keduanya sudah menikah selama 2 tahun, namun sampai saat ini keduanya belum dikaruniai seorang anak.

Hingga Raisa pun mendatangi seorang dokter untuk program kehamilan, namun tanpa disangka dokter itu adalah mantan kekasihnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

Raisa tengah pergi ke supermarket untuk membeli beberapa cemilan ditempat bekerja, namun tanpa disangka ia bertemu dengan Adit yang juga tengah berada disana.

Raisa mencoba untuk menghindari Adit, namun Adit sudah lebih dulu menghampiri Raisa.

" Raisa, aku mau bicara sebentar"

" Bicara apa lagi ? "

" Sebentar Raisa, aku mohon "

Akhirnya Raisa pun mengiyakan permintaan Adit, walaupun terpaksa Raisa mengiyakannya.

Raisa dan Adit duduk di sebuah cafe tak jauh dari tempat Raisa bekerja, Adit memesan dua minuman.

" Kamu suka matcha kan ? Aku sudah pesan itu untuk kamu Sa "

" Kamu mau ngomong apa Dit ? Aku ga bisa lama lama "

" Sebelumnya aku mau minta maaf sama kamu Sa, aku tau aku salah, dan aku nyesel banget udah ngelakuin hal ini ke kamu "

" Iya aku udah maafin Dit "

" Ternyata ga ada yang lebih baik dari kamu Sa, ga ada perempuan sebaik kamu. Aku bodoh udah menyianyiakan kamu Raisa "

" Apa ga ada lagi kesempatan untuk kita kembali Raisa ? Aku bisa tinggalin Sherly Sa "

Raisa tersenyum mendengar ucapan Adit, rasanya terlalu lucu mendengarnya.

" Dit, aku udah maafin semua kesalahan kamu. Tapi maaf untuk kesempatan kedua itu ga akan pernah ada, dulu kamu menyianyiakan aku kan ? Demi wanita lain kamu tinggalin aku Dit, sekarang itu sudah menjadi pilihan kamu yang harus kamu jalanin "

" Oiya aku dan Mas Rangga akan menikah, nanti kalau sempat datang ya. Aku akan kirim undangannya ke kamu, aku duluan ya "

Tubuh Adit mematung mendengar sang mantan istri akan segera menikah, hatinya terasa sakit mendengar berita itu.

Sedangkan Raisa, ia sudah ikhlas memaafkan Adit. Dua tahun yang ia jalani bersama Adit, Raisa anggap sebagai pelajaran berharga.

Kini Raisa memiliki Rangga, orang yang menemani Raisa dalam masa kelam.

Rangga datang diwaktu yang tepat, dimana saat Raisa hancur Rangga datang sebagai obat penyembuh hati.

....

Rangga baru saja selesai dengan prakteknya, saat ia keluar dari ruangan ia bertemu dengan Adit yang sudah menunggu dirinya

" Gue mau bicara sama lo Rangga "

" Bicara apa ? "

" Jadi benar, lo dan Raisa akan menikah ? "

" Tau darimana? "

" Raisa, tadi gue ketemu sama Raisa "

" Mau ngapain lagi lo ketemu dia ? Lo ga lupa kan kalau sekarang kalian itu udah resmi bercerai "

" Engga gue ga lupa, gue cuma kangen aja sama dia. "

" Kangen ? Lo bilang kangen sama Raisa ? Kemana aja lo selama ini Dit, dimana saat Raisa butuh lo saat itu. Sekarang gue minta lo berhenti buat ganggu Raisa, lo udah ga punya hak untuk itu "

Rangga pun pergi meninggalkan Adit, sedangkan Adit ia hanya tersenyum melihat Rangga yang mulai menjauh.

....

Saat Raisa sampai di lobby kantor, ia sudah melihat Rangga yang menunggu dirinya.

" Tumben kamu sendiri, mana yang lain ? "

" Lagi pada lembur "

" Kamu sendiri ga lembur ? "

" Engga, kerjaan aku udah selesai. Yaudah ayo pulang, aku laper banget Mas Rangga "

" Kamu mau makan apa sayang ? "

" Terserah Mas Rangga deh mau makan apa, aku ikut aja "

" Yaudah oke, ayo "

Raisa merangkul lengan Rangga dengan erat, Rangga pun merasa senang melihat Raisa yang manja kepada dirinya.

" Tadi Adit datang kerumah sakit "

" Oya ? Ngapain? "

" Dia cerita katanya habis ketemu sama kamu, ko kamu ga cerita sama aku ? "

" Ya aku niatnya cerita pas kita ketemu Mas, ya dia juga cuma bilang kalau dia nyesel lah, minta maaf. Ya aku bilang kalau aku udah maafin dia, terus dia bilang apa ga ada kesempatan kedua ya aku bilang ga ada lah "

" Heh.. " Rangga tertawa sinis

" Ya aku juga bilang kalau aku sama kamu itu mau nikah, harusnya dia paham sampai situ dengan ga ganggu aku lagi "

" Ya biasalah penyesalan itu selalu datang di akhir Sa "

" Ya kalau datang diawal namanya pendaftaran Mas Rangga "

Rangga tertawa karena candaan ringan Raisa, ia pun mencubit pelan pipi kekasihnya itu.

Adit pulang dengan wajah yang nampak lesu, setelah mengetahui Raisa dan Rangga akan menikah Adit merasa jika ia tak memiliki harapan lagi untuk bersama dengan Raisa

Sherly menyambut Adit yang baru saja pulang, namun Adit justru mengabaikan Sherly.

" Mas Adit " panggil Sherly

" Kenapa Sher ? "

" Mas kenapa cuekin aku sih ? Biasanya kalau pulang kerja cium aku "

" Aku cape banget hari ini, aku mau istirahat Sherly "

" Tapi mas, aku laper banget "

" Yaudah kamu bisa makan yang ada kan ? "

" Ya tapi aku mau makan diluar Mas Adit, ayo dong ini juga kan anak kamu yang minta "

Adit menghela nafasnya dengan kasar, ia pun menatap wajah Sherly.

" Kamu bisa ga sih ngirit Sher, ini baru tanggal berapa sedangkan keuangan kita udah menipis "

" Ya tapi kan mas Adit tau kalau aku lagi hamil Mas, emangnya aku mau hamil ? "

" Iyah aku tau tapi kan—"

" Yaudah kita gugurin aja kandungan ini biar kamu puas "

" Jangan jangan, yaudah kamu mau makan apa ? Ayo kita beli makan ya "

" Nah gitu dong Mas, ayo aku udah laper nih "

Lagi lagi dengan terpaksa Adit haru manuruti permintaan Sherly.

....

Setelah makan malam Rangga dan Raisa pun segera pulang, begitu sampai dirumah Raisa langsung merebahkan tubuhnya diatas sofa.

" Mas Rangga .. "

" Ya sayang, kenapa ? "

" Aku baru ingat, tadi di kantor ada temenku yang nanya ke aku "

" Nanya apa sayang ? "

" Iya mereka itu nanya katanya udah sering berhubungan tapi belum juga dikasih anak "

" Ya berarti belum rezekinya sayang, sudah berapa lama dia menikah ? "

" Dua bulan atau tiga bulan hehe "

" Masih baru ya, ya dicoba aja terus gitu "

" Yang bagus itu pagi atau malam Mas ? "

" Ini pertanyaan teman kamu juga atau pertanyaan kamu sayang ? "

" Pertanyaan aku, ya aku cuma mau tau aja Mas Rangga "

" Pagi hari bagus "

" Kalau mau anak perempuan dan laki laki ada syaratnya ga ? "

" Raisa.. "

" Apa Mas Rangga "

" Ini kamu sedang konsultasi atau kamu udah ga sabar ? "

" Konsultasi Mas Rangga, biar nanti tuh tau gitu oh ini caranya oh ya begini. Gitu loh Mas Rangga "

Rangga menatap kearah Raisa, gadis itu hanya tersenyum saat Rangga menatap dirinya.

" Nanti setelah nikah langsung praktek aja, sabar ya sebentar lagi sayang "

" Mas Rangga mesum.. "

" Biarin, sama kamu ini "

Tak akan lama lagi Rangga dan Raisa akan segera menikah, Rangga sendiri tak sabar ingin segera menjadikan Raisa istri nya

1
Rian Moontero
lanjoootttt👍👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!