NovelToon NovelToon
Presdir Tampan Milik Gadis Mungil

Presdir Tampan Milik Gadis Mungil

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: khotimah04

hidup dibayang-bayang kekuasaan dan perebutan warisan membuat gadis mungil harus bertahan bersikap arogan dan sombong ini bukan kemauan tapi menjaga diri dari saudara kandung dari ayahnya yang ingin merebut hak milik gadis itu, tapi semuanya sia-sia karena perjanjian hak waris yang ditulis oleh sang kakek bahwa warisan itu berada ditangan seorang pria yang cukup memiliki kekuasaan, dan perjanjian yang mengharuskan sang gadis menikahi nya.
apakah pernikahan yang dijodohkan akan bahagia atau malah membawanya kelubang luka yang dalam.

yuk mulai baca biar gak penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khotimah04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. demam

Pagi harinya jam 08.30 delisa terbangun tapi bukan di kamarnya dia menatap sekeliling,menatap tangannya yang terpasang infus,dia berada di rumah sakit,

" kok udah di rumah sakit aja perasaan kemarin di makam " ucap delisa benar kata Bayu setengah bangun pasti dia lupa semuanya

ceklek ( pintu terbuka)

" bayy " ucap delisa lirih melihat Bayu yang baru saja keluar dari kamar mandi

" delisa Lo udah sadar " ucap Bayu bergegas menuju ke arah delisa

" gue kenapa " ucap delisa memandang Bayu

" semalam badan Lo panas tinggi mama khawatir makanya sama papa di bawa kerumah sakit" ucap Bayu sembari membantu delisa duduk,

" ohh berati saat gue di makam itu cuman mimpi ya " ucap delisa polos,Bayu menghela nafasnya menetralkan rasa yang berkecamuk di dalam dada

" iya, cuman mimpi " bohong Bayu

" apa aku terlalu kangen ya sama kak Arsya makanya bisa mimpi begitu, kapan ya ulang tahunnya, eh bukannya kemarin ya,ih aku lupa ini gara-gara om yang kurung aku di apartemen nya,,eh tapi kalau di apartemen seharusnya enggak ada mama dong " ucap delisa mulai menyadari sesuatu,

" enggak usah difikirkan sekarang Lo cuman butuh istirahat oke " ucap Bayu tersenyum mengalihkan pertanyaan yang memicu delisa ingat lagi,

" iya iya, Bayu gue laper " ucap delisa manyun

" mau makan apa gue tau Lo gak bisa makan makanan rumah sakit " ucap Bayu,

" bubur aja yang dekat perempatan depan " ucap delisa tersenyum manis

" oke tunggu disini jangan kemana-mana, sebentar lagi mama papa kesini tadi dia pulang buat ngambil baju Lo doang jadi harus nurut oke " ucap Bayu delisa manggut-manggut saja.

Bayu meraih dompet serta jaket mahalnya dan segera berlalu membelikan delisa bubur,

Delisa menghadap kearah jendela menampilkan langit yang begitu cerah, badannya emang enggak panas seperti semalam tapi tubuhnya masih lemas,

Ceklek (suara pintu)

Delisa menoleh ia tersenyum senang dengan siapa yang datang

" mas " delisa merentangkan kedua tangannya dan Alvaro segera melangkahkan kakinya cepat kearah delisa segera memeluk tubuh delisa yang sedikit hangat,

" kenapa manja banget sih" ucap Alvaro memeluk erat tubuh delisa

" mas enggak suka aku manja gini " ucap delisa sewot

" mas suka sayang sangat suka " ucap Alvaro mengecup bibir delisa sebentar,

" kamu sendirian dimana Bayu " ucap Alvaro tadi dia berada di kantin membeli kopi karena merasa mengantuk semalam dia tidak tidur menunggu delisa yang sedang panas tinggi di tambah delisa yang bergerak gelisah.

" cari bubur buat aku " ucap delisa mendusel mengedus endus bau wangi tubuh Alvaro,

Alvaro yang tidak tahan segera menc*mb* bibir delisa, melahapnya dengan rakus,

" astaga " ucap mama Rania melihat adegan Alvaro dan delisa dan kembali menutup pintu kamar perawatan,

" kenapa mah kok enggak jadi masuk " ucap papa Gerland bingung karena istri nya tidak jadi masuk,

" nanti aja pah tunggu selesai dulu " ucap mama Rania senyum-senyum sendiri

" apa nya yang selesai emang di dalam ada dokter yang lagi periksa delisa " ucap papa Gerland belum mengerti,

" ih papa brisik" ucap mama Rania malah duduk di kursi tunggu masih sambil senyum-senyum sendiri,

" mama aneh " ucap papa Gerland tapi juga mengikuti istrinya duduk,

Tidak lama Bayu datang menenteng palastik berisikan bubur dan beberapa cemilan sehat,

" loh ma pa kok enggak masuk " ucap Bayu melihat kedua orang tua delisa yang malah berpacaran di depan ruang rawat delisa,

" kamu intip gih mereka udah selesai belum " ucap mama Rania membuat Bayu bingung tapi juga mematuhi perintah mama Rania,

Dia mengintip kedalam dilihatnya Alvaro sedang terlelap di pelukan delisa dengan satu ranjang yang sama yang kebetulan muat untuk berdua, dan delisa yang hanya diam bermain ponsel,

" enggak ada yang aneh " ucap Bayu memegang Tengku nya,

" gimana " ucap mama Rania yang masih bersandar di pundak papa Gerland

" aman aja sih mah mereka juga enggak aneh aneh " ucap Bayu bingung sendiri,

" ohh udah selesai berarti,yaudah yuk masuk " ucap mama Rania kelewat santai lalu berdiri membuka pintu dan menyelonong masuk,

" mama kenapa sih pah " ucap Bayu

" enggak tau papa juga bingung" ucap papa Gerland menaikan bahunya

Papa dan Bayu pun masuk perlahan-lahan melihat Alvaro sedang tertidur pulas,

" nih buburnya mau gue suapin " ucap Bayu pelan pada delisa agar tidak bising,

" mau sama mama aja " ucap delisa dan Bayu mengangguk, mama Rania menerima bubur itu menaruhnya di mangkok yang sudah di siapkan pihak rumah sakit dan segera menyuapi delisa dengan penuh kesabaran,

Bayu menidurkan tubuhnya di sofa panjang lalu ikut terlelap,karena sama seperti Alvaro semalam dia tidak bisa tidur,

" pasti mereka capek nunggu aku semalam an " ucap delisa tersenyum menatap kedua pria secara bergantian dia beruntung ada di bagian hidup mereka.

" iya mereka berdua enggak izinin mama nginep di sini takut kalau kecapean,jadi suruh mama dan papa pulang untuk istirahat dirumah " ucap mama Rania masih dengan menyuapi delisa,

" oh ya,kasian banget sih mereka " ucap delisa menerima suapan terakhir,

mama Rania menyerahkan air putih di gelas pada delisa ,dan delisa segera meneguk nya

" udah kenyang kan sekarang minum obatnya ya " ucap mama Rania tau putrinya tidak suka minum obat dengan mudah,

" mama enggak mau " rengek delisa

" sayang biar cepat sembuh " ucap papa Gerland juga membujuk

" mama gerus aja ya, biar cepet nelennya " ucap mama Rania

" emang enggak ada apa yang sirup gitu rasa anggur atau enggak jeruk biar enggak pait " ucap delisa manyun

" Lo bukan balita delisa " ucap Bayu yang ternyata sedikit terganggu dengan suara mereka ia hanya merubah posisi tidur nya menjadi tengkurap

" siapa suruh nyiptain obat pait " ucap delisa malah tertidur dan menyembunyikan dirinya di bawah selimut bersama Alvaro yang masih terlelap

" astaga anak ini, ayo lah sayang minum obatnya " ucap mama Rania

Delisa menyembul kan kepalanya dan menggeleng tidak mau

" yaudah mama bangunin nak varo aja biar dia yang kasih delisa minum obat " ucap papa Gerland

" eh eh jangan papa " ucap delisa segera keluar dari selimut nya

" makanya minum obat delisa " ucap papa Gerland mulai jengah

" hiks hiks hiks papa marah ya " ucap delisa dengan tangisannya

" papa enggak marah sayang cup cup ya " ucap papa Gerland kelimpungan sendiri dia tidak bisa melihat putri sedih,mama Rania hanya mendesah lelah,

Alvaro sayup sayup mendengar tangisan delisa dan segera membuka matanya

" ada apa sayang kok kamu nangis " ucap Alvaro segera duduk menatap delisa,

" dia enggak mau minum obat bang " ucap Bayu yang sudah duduk menatap delisa jengah

" huaaaa kan obatnya pahitt " ucap delisa mengeras kan tangisannya,

Bayu melangkah meraih sendok obat yang sudah digerus dan segera memasukan ke mulut delisa

" huek,, Bayuuuuu " ucap delisa segera meraih gelas menegak habis air putih, setelah itu menyerang Bayu mengunakan bantal.

papa,mama dan Alvaro menahan tawanya melihat bagaimana Bayu jadi sasaran delisa.

1
Khotimah04
💪💪💪
Khotimah04
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!