NovelToon NovelToon
Aku Bukan Simpanan, Tapi Istri Yang Disembunyikan

Aku Bukan Simpanan, Tapi Istri Yang Disembunyikan

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Pernikahan rahasia / Pelakor jahat / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Tamat
Popularitas:72.4k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

"Bukankah itu suaminya Bu Daisy Elmira ya?" Bisik-bisik sebagian orang yang ada di Sekolahan TK di Kampung Pinus Buntu.

Bola mata indah itu berkaca-kaca, ketika sosok pria yang menikahinya 3 tahun lalu ada di layar televisi sedang mengadakan resepsi pernikahan super mewah dengan seorang aktris bernama Sasha Abigail.

Adnan Baskara pria tampan berusia 30 tahun itu hanya menikahi Daisy secara siri dengan alasan pernikahan mereka tidak mendapatkan restu.

"Jadi, ini alasan kepergianmu 3 bulan lalu yang hingga kini menjadi susah untuk aku hubungi? Kamu pergi bukan untuk meyakinkan keluargamu tentang hubungan pernikahan kita, tapi justru kamu menikah lagi."

"Apa aku yang terlalu bodoh? Atau sebenarnya kamu seorang pemain? Yang pasti, aku tidak butuh suami pengkhianat bermulut racun sepertimu. Jika dia pilihanmu, maka kamu harus melepaskanku di hadapan banyak orang supaya istri keduamu tahu jika dia hanya seorang PELAKOR!"

UPDATE SETIAP HARI.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejujuran Maureen

Batal! Acara me time yang di rencanakan Maureen gagal total. Karena Tania tidak mau melayaninya. Justru Dia langsung menutup Salonnya, lalu meninggalkan Maureen yang menatapnya dengan pandangan kecewa dan takut.

"Tania dan Rafael adalah dua manusia berbahaya yang selama ini aku rela berkorban asalkan keluargaku tidak mereka sentuh." Gumam Maureen.

"Bahkan aku menghancurkan hidupku sendiri setelah menikah dengan seorang Psikopat. Tuduhan orang tuanya mengenai kemandulanku, aku sendiri yang membuat rumor supaya bisa lepas dari Rafael. Pria yang menyetubuhiku tanpa perasaan, entah aku menikmati atau tersiksa. Rafael hanya sibuk mengejar kepuasannya. Aku tak pernah mencintainya, karena ada seseorang yang memenuhi hatiku."

"Dan sekarang, apa aku harus berkorban lagi supaya mereka tidak lagi mengganggu kebahagiaan Kak Agastya. Tidak... Tidak... Sebaiknya aku jujur. Ya... Aku harus mengakui kesalahanku, yang selama ini membantu Tania. Bahkan aku yang telah memblokir setiap pencarian Kakak terkait pengancam. Akulah dalang dari semua kekacauan, membiarkan ular merayap dalam selimut."

Bergegas Maureen pergi ke Perusahaan, membiarkan Dania yang belanja sendirian. Meskipun Maureen tahu, bahaya sedang mengintai Kakak Iparnya saat ini. Tapi, kejujurannya mungkin akan menyelamatkannya. Dan tidak mungkin Tania nekat mencelakai Dania di tempat keramaian.

"Aku harus cepat, sebelum mereka merealisasikan rencana gila itu." Gumam Maureen sambil berlari keluar Mall.

Dalam mobil Maureen menghubungi Agastya.

Tut

Tut

Tut

"Kakak sedang apa? Ada yang ingin aku sampaikan sekarang, ini sangat penting." Ucap Maureen sambil menyetir mobilnya.

"Aku mau meeting ke luar, dan mungkin sampai sore baru ada waktu santai." Ucap Agastya.

"Tunda Kak, atau biarkan Hendry saja yang mewakili." Pinta Maureen.

"Oh ya... Apa Kakak Ipar dalam pantauan Pengawal bayangan?" Tanyanya.

"Tidak... Bukankah Dania pergi bersamamu? Ada apa sebenarnya." Tanya Agastya.

"Dania, dia pergi belanja sendiri. Sedangkan aku sedang dalam perjalanan menuju ke Perusahaan." Jawab Maureen.

"APA? Kenapa kamu tinggalkan Istriku. Beraninya kamu membiarkan wanita hamil belanja sendirian tanpa ada teman."

"Makanya, cepat minta Hendry hubungan pengawal untuk melindungi Kakak Ipar. Aku tetap akan ke Perusahaan. Karena aku butuh bicara denganmu. Ini penting Kak, tidak bisa lewat telepon atau ditunda nanti. Batalkan meeting, tunggu aku di lobby setelah itu Kakak langsung masuk ke mobilku begitu aku datang ke sana." Ucap Maureen.

Tut

Maureen menutup sambungan telepon sepihak dan langsung tancap gas. Seolah waktu sedang memburu mereka.

Meskipun merasa aneh, tapi Agastya menuruti permintaan Maureen karena Adiknya bukan orang yang suka iseng. Jika memang apa yang ingin dibicarakan adalah penting maka dia akan bilang penting, begitu sebaliknya. Sekarang Agastya menunggu dalam kegelisahan.

Tidak butuh waktu terlalu lama, begitu melihat mobil Maureen berhenti. Agastya langsung masuk tanpa bicara. Membiarkan adiknya mengajaknya entah kemana. Yang pasti Agastya menduga ini bukan hal yang remeh temeh.

Maureen membawa Agastya ke Apartemennya. Yang bahkan Agastya baru tahu, jika ternyata Adiknya punya tempat tinggal selain rumah Keluarga Wijaya.

Setelah sampai pada satu unit di lantai paling tinggi gedung. Maureen membuka pintu dengan kode. Lalu mempersilahkan Kakaknya masuk dan mereka duduk di ruang tamu.

"Apartemen ini punya keamanan tinggi, aku membelinya setelah perceraianku dengan Rafael satu tahun yang lalu. Tidak ada yang tahu, jika aku punya unit di sini."

"Langsung saja ya Kak, aku minta maaf padamu dengan kesungguhanku." Ucap Maureen bersimpuh di kaki sang Kakak yang menatap bingung.

Maureen menangis tersedu-sedu sambil memegang erat kedua lutut Agastya.

"Sudah Maureen... Bangun! Aku akan memaafkanmu kesalahanmu apa pun itu. Meskipun jujur aku tidak tahu apa yang sudah kamu lakukan. Kesalahan apa itu." Ucap Agastya.

Lalu Maureen masuk ke kamarnya, mengambil laptop dan ponsel rahasianya. Kemudian menyalakannya dan meminta Agastya melihat sendiri bukti kejahatan yang pernah Tania dan Rafael lakukan. Tidak lupa rekaman CCTV tentang kekerasan dalam rumah tangganya dulu. Alasan yang sebenarnya dia menuntut cerai Rafael bukan tentang kemandulan.

"Aku mengaku salah Kak, tapi aku tidak sepenuhnya menyesal karena Tania menjebak Sherly waktu itu. Karena sejak awal aku dan Tania tahu bagaimana perangai Sherly. Tapi Mama dan Papa ngeyel, tetap menjodohkan kalian dan yang lebih parahnya Kakak terlihat pasrah. Kakak seolah tidak mau tahu tentang siapa calon Istri Kakak."

"Tania dan Rafael lah yang menjadi pengancam di hidup Kakak. Dan aku yang selalu melindungi semua yang dilakukan oleh mereka. Aku yang memblokir setiap Kakak ingin mencari tahu tentang pengancam. Aku yang menutup akses Kakak. Makanya Kakak tidak bisa melacaknya. Bahkan alamat IP, aku yang menghapus setiap Tania selesai beraksi."

"Kakak boleh menamparku, atau membunuhku. Tapi nanti saja, karena sekarang Tania sedang mentargetkan Kakak Ipar. Tania bahkan mengancamku dengan Rafael, tolong aku juga Kak Agastya. Rafael bukan seorang manusia biasa. Dia psikopat yang selalu menyakiti tubuhku tiap kali kami bercinta. Dia tidak normal, dia hyper dan punya kelainan." Ucap Maureen.

"Sudah bicaranya? Sudah pengakuan dosanya. Sekarang ayo kita pulang, jangan lupa bawa semua bukti ini. Aku akan buat laporan ke polisi perbuatan Tania dan Rafael. Kamu harus mendapatkan keadilan, Maureen. Kamu bukan perempuan mandul seperti tuduhan mantan Mertuamu." Ucap Agastya.

"Seharusnya kamu jujur, maka kamu tidak perlu menikah dengan monster."

"Tapi semua sudah terlanjur terjadi. Aku berterima kasih atas kejujuranmu. Untuk masa lalu dengan Sherly, aku justru berterima kasih padamu. Sehingga cukup 5 tahun aku menjalani rumah tangga bersama Sherly. Tapi, kali ini aku akan mempertahankan dan melindungi Kakak Iparmu. Aku mencintai Dania sepenuh hatiku, jadi jangan biarkan dia terluka."

"Kalau begitu Kakak susul Dania ke Mall, biar aku yang membuat laporan ke Kantor Polisi." Ucap Maureen tapi dicegah Agastya.

"Kamu tunggu Hendry! Kalian akan pergi ke Kantor Polisi bersama. Karena mulai saat ini, aku tidak memberimu ijin pergi sendirian. Kamu harus ada yang menemani, karena posisimu juga dalam bahaya."

"Kenapa harus Hendry?" Gumam Maureen.

Entahlah perasaan Maureen saat ini tidak bisa dilukiskan, terlalu rumit. Wanita yang dijuluki Janda Kembang itu selalu merasa tidak nyaman saat berada di dekat Hendry. Bukan karena risih atau benci. Tapi karena Maureen selalu kesulitan mengontrol jantungnya yang berdebar berlebihan. Dan itu sudah terjadi lama.

Agastya keluar dari Apartemen Maureen setelah sebelumnya memberi tahu Hendry untuk menjemput adiknya usai meeting. Karena tadi tidak membawa mobil, jadi Agastya terpaksa meminjam mobil Adiknya menuju Mall sesegera mungkin. Tidak lupa dia menanyakan pada Pengawal apakah sudah bertemu Istrinya. Katanya mereka sama sekali tidak menemukan Dania di mana pun.

1
ayu cantik
lucuuu
Irene Rambing
talak 3 🤭
Sulati Cus
astaga ada2 ae
Ita rahmawati
bab tamat malah pada bengek sih 🤣🤣🤣
cinta semu
ngebut baca ny ...bagus & tdk terlalu panjang ...satset langsung ngena di hati😂😂 makasih Thor🙏
Erchapram: Terima kasih Kak
total 1 replies
Aether
wanjir FUTANARI COEK
Aether
plot twist sekali ada Futanari
Asyatun 1
keren banget gan 😂😂
Tining Revi
ceritanya bagus. mudah dipahami
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
wkwkwkwkwkwkwkwk🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Wahyuningsih
akhirnya tamat jga d tnggu crita brunya thor hrs lbih bahus dri ini thor sehat sellu thor n jga keshtn tetp 💪💪💪
Erchapram: Terima kasih
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
wkwwk ada2 aja ngakak jadi nya
Haryati Atik Atik
🤣🤣🤣ternyata mario jd maria 🤣🤣🤣 Dania sama Maureen sana lihat asli gak🤣🤣🤣
partini
👍👍👍👍👍
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
"Semangat adalah kunci utama untuk meraih sukses"....💪🥰👍🤩👏💖
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬: saya usahakan mampir kak..👍
total 4 replies
Dew666
💃💃💃💃💃
mom'snya devadhamian
ada ada aja hpir singa ngamuk🤣🤣eh yang mau di amuk ternyata mahluk bertulang lunak🤣🤣🤣🤣
Azahra Rahma
bonchap Thor,,jgn langsung tamat
Azahra Rahma
Dania sama Maureen mau ternak anak ya?? balapan dah 5
Arin
/Heart/
Erchapram: Terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!