Mina bertemu dengan Nic saat masih duduk di bangku SMA. Gadis itu tidak pernah menyangka akan jatuh cinta kepada sosok Pria yang berumur sepuluh tahun lebih tua darinya. Tak bertepuk sebelah tangan, Nic ternyata juga menaruh hati pada sosoknya yang sederhana.
Namun, saat mereka hampir bersama, sebuah kesalah pahaman membuat Mina memilih menjauh dari kehidupan Nic. Hingga, Tiga tahun kemudian dia harus kembali bertemu dengan Nic dan terjebak dalam ikatan pernikahan.
Jungkir balik kehidupan mereka menjadi cerita tersendiri.
_
_
_
Note :
JANGAN PLAGIAT ATAU TAMBAL SULAM!
INGAT AZAB
Carilah Rezeki yang halal dengan mencari ide sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinasya mahila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 34 : KDRT Malam Pertama
Gaga berdiri di depan Mina, mengucapkan selamat ke gadis yang tiga tahun lalu tidak termiliki olehnya. Cowok itu juga menjabat tangan kakak sepupunya. Nic menatap tak percaya wajah keponakan papanya itu.
"Aku pikir kamu tidak akan datang," ucap Nic.
"Mana mungkin aku tidak datang ke pernikahan kakak." Gaga tersenyum, melirik Mina yang tengah berbincang dengan temannya yang berada di bawah panggung pelaminan, gadis itu seolah tidak penasaran dengan percakapan dua laki-laki di dekatnya.
"Aku pikir hubungan kalian berakhir tiga tahun yang lalu," cibir Gaga.
"Mungkin itu yang kamu harapkan tapi kenyataannya kami masih bersama sampai sekarang," jawab Nic dengan sedikit sombong.
Percakapan Gaga dan Nic membuat Mina menoleh. Mengernyitkan dahi, gadis itu sadar bahwa Nic sedang mencoba membohongi Gaga. Tak ingin tahu menahu dengan urusan sang suami. Mina memilih menyambut ucapan selamat dari tamu berikutnya.
***
Nic mengernyitkan dahi saat hampir masuk ke dalam kamarnya setelah acara resepsi pernikahannya dan Mina selesai. Seri, sang mama terlebih dulu menghadangnya di depan pintu.
"Kamar kamu di lantai atas sama Mina." Menyodorkan kunci kamar, Seri langsung mendorong anaknya menjauh.
"Sudahlah tak usah malu-malu, mama tahu kamu pasti tak sabar kan?" goda Seri.
Nic mencebik kesal berpikir bahwa dirinya akan menderita sendiri malam ini. Berjalan menuju kamarnya, laki-laki itu mendapati Mina berada di dalam lift saat dirinya akan memakai lift yang sama untuk naik ke lantai atas.
"Mau kemana?" tanya Nic ke istrinya.
"Minta kunci ke tante Seri, seharusnya tidak perlu ku titipkan kunci kamarku ke Kimi tadi." Sesal Mina karena saudara tirinya itu malah memberikan kunci itu ke mama mertuanya.
"Kuncinya ada padaku," ucap Nic santai sambil menekan tombol angka di lift menuju kamarnya dan Mina berada.
"Kakak mau kemana? Kakak tidak berpikir akan tidur satu kamar denganku kan?" tiba-tiba Mina bergidik ngeri.
"Lha bukankah kita suami istri? tidur di satu kamar bukanlah hal yang dosa."
Sebuah pukulan mendarat ke tangan Nic dari Mina, laki-laki itu mengaduh kemudian berlari cepat keluar dari dalam lift.
"Ya sudah kamu tidur saja di luar." Nic berbalik memamerkan kartu yang merupakan kunci kamar mereka.
Mina mengangkat ball gown nya tinggi-tinggi dengan kedua tangan agar bisa berlari mendahului Nic. Gadis itu melepas tangan kirinya untuk menyambar kunci dari tangan suaminya.
Berhasil, Mina bergegas membuka pintu kamar dan berniat meninggalkan Nic di luar. Tak mau kalah, Nic juga berusaha meringsek masuk dan tanpa sengaja sepatunya menginjak bagian belakang gaun Mina. Mereka pun jatuh dengan posisi saling bertumpukkan.
"Ya ampun, bisa-bisanya tindih-tindihan di depan pintu, masuk dulu kenapa sih?" cerocos Seri yang sengaja datang sendiri untuk mengantarkan koper baju Nic.
"Bangun kak Nic, Ber—rat," rintih Mina.
Nic langsung berdiri. Menepuk pahanya lalu merapikan ujung jasnya. Ia lantas menarik kopernya masuk ke dalam. Mina yang kerepotan dengan gaunnya memilih bangkit lalu duduk menatap punggung suaminya kesal.
"Makasih ya Ma," ucap Nic yang langsung berusaha menutup pintu kamarnya, padahal kepala Seri sudah menjulur ingin melihat keadaan Mina yang ditindih putera sulungnya tadi.
"Jangan bikin sakit anak orang hem!" Ancam Seri dengan muka berpura-pura garang, tangannya menahan pintu kamar anak dan menantunya itu.
"Mama apa'an sih?" Muka Nic berubah merah menahan malu.
"Mina, hasilkan cucu yang menggemaskan untuk mama oke!" teriak Seri sebelum sang anak benar-benar menutup pintu kamarnya.
"Siapa yang mau memberi tante cucu?" gerutu Mina.
Gadis itu bangun lantas bergegas mengambil dua lembar kertas dari dalam tasnya. Ia langsung menghampiri Nic yang baru saja menyimpan kopernya di dekat lemari.
"Kak Nic tanda tangani ini dulu!" Tanpa malu-malu Mina menarik lengan suaminya untuk duduk di sofa.
Tanpa perlawanan Nic menerima pulpen dari tangan Mina. Membubuhkan tanda tangan di kertas berisi perjanjian yang sudah ditempeli materai enam ribu oleh istrinya itu.
"Sudah kan?" Nic berdiri dengan santainya, melepas jas yang Ia kenakan, lalu melenggang masuk ke dalam kamar mandi.
Mata Mina berbinar melihat tanda tangan suaminya di atas perjanjian yang dibuatnya dengan bantuan Ran. Menyimpan kertas itu kembali ke tasnya, Mina dibuat bingung bagaimana cara melepas gaun pengantin yang masih Ia kenakan.
Saat keluar dari kamar mandi, Nic mendapati Mina yang masih kesusahan membuka resleting ball gown yang melekat di tubuhnya. Nic Mencoba menawarkan bantuan, Ia menyeringai nakal saat istri kecilnya itu mengangguk menerima bantuan darinya.
"Mina, apa kamu tahu apa yang dilakukan laki-laki dan perempuan yang sudah menikah di malam pertama mereka?" tanya Nic.
Anak kesayangan Faraj itu tentu saja tidak bodoh, Ia tahu dengan jelas maksud pertanyaan Nic. Entah mengapa dada Mina tiba-tiba berdetak kencang, apalagi saat laki-laki yang dia juluki bocah tua nakal itu mulai menurunkan gaunnya.
"Aku tahu, membuka angpao dari para tamu," jawab Mina sekenanya.
Nic terkekeh geli lalu mendorong pelipis kanan istrinya dengan jari telunjuknya. "Dasar otak matre."
"Dasar otak mesum." Mina membalas ucapan Nic, tapi sayang Ia malah seolah menjerumuskan dirinya sendiri.
Nic terbahak, jelas istrinya tahu maksud dari ucapannya tadi dan hanya berpura-pura polos.
"Ingat perjanjian kita kak Nic!" elak Mina.
"Perjanjian itu tidak sah kalau tidak ada saksi, kamu pikir jika kamu menuntut dengan kertas bermaterai tadi orang akan percaya? Big no, aku bisa bilang kalau kamu memalsukan tanda tanganku dan menuntut ke pengadilan."
Ucapan Nic membuat Mina kesal. Gadis itu melepas gaunnya lalu berjalan menuju ranjang dimana Nic sedang duduk diatasnya. Dengan hanya berbalut manset dan legging panjang, Mina mendorong tubuh suaminya sekuat tenaga, Na'as bukannya Nic yang merosot malah dirinya yang kelelahan.
"Aku tidak mau tidur seranjang dengan kakak," oceh Mina.
"Ya sudah tidur saja di sofa."
Nic membaringkan badannya menghadap langit-langit kamar lalu menutup mata. Laki-laki itu membiarkan istrinya yang sedang kesal. Namun, tanpa Nic duga, Mina malah ikut berbaring di sampingnya.
"Aku tidak mau kakak menindas aku ya, tidak segampang itu wahai bocah tua nakal!"
"Bocah tua nakal?" Nic membuka dan melebarkan bola matanya, kepalanya langsung menoleh ke arah Mina.
"Iya, kakak bagiku bocah tua nakal, udah tua tapi masih kayak bocah ditambah nakal. Kakak nakal karena menikahi gadis dibawah umur."
"Hei, umurmu itu sudah dua puluh satu tahun!" Nic menegakkan badannya, Ia mulai kesal dengan sikap Mina.
"Tapi kakak tua, kakak tiga puluh satu tahun, selisih umur kita sepuluh tahun. Saat aku sedang cetar kakak udah kayak baju yang udah sering di cuci—pudar."
"Kamu ... "
Nic hanya bisa komat-kamit tak jelas, sementara Mina dengan santainya menarik selimut dan membelakangi suaminya, Ia tak berniat untuk pergi mandi atau sekedar membersihkan diri.
"Aku juga tidak sudi satu ranjang dengan gadis jorok yang malas mandi." hina Nic ke Mina.
"Baguslah, silahkan kakak tidur di sofa!"
Nic bangun dari posisinya tapi bukan untuk melakukan apa yang sang istri minta, CEO ABI TV itu masuk ke dalam kamar mandi dan mulai mengisi bath tub. Nic mendekat ke arah ranjang lalu berdiri di samping Mina, tangannya menyingkap selimut yang menutupi tubuh istrinya.
"Kak Nic! Kakak mau apa?" Mina yang kaget langsung menyilangkan tangannya di depan dada.
Tanpa aba-aba Nic menggendong tubuh gadis itu, Mina hanya bisa meronta meminta untuk di turunkan tapi Nic bergeming. Sampai di kamar mandi Nic sedikit merunduk lalu melempar tubuh Mina ke dalam bath tub.
"Kak Nic.... " teriak Mina glagapan. "Ini namanya KDRT." Gadis itu basah kuyup, mengusap mukanya dengan kedua tangannya.
"Mandi! Kamu bau!"
Nic menutup pintu kamar mandi, Ia tertawa puas karena bisa mengerjai istrinya di malam pertama mereka.
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
Otor : Mana nih sumbangannya buat Mina???
...LIKE ya...
...KOMEN dipersilahkan 🤣...
...ADD FAVORITE JANGAN LUPA...
...I LOVE YOU muaah muahhh...
ada dewa anaknya bu dewan,ada aqilla dan adara anaknya bu Erin istrinya raja minyak pak rhoma klo gak salah hihihiiiii