NovelToon NovelToon
Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Supernatural / Indigo / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:317.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lucy Vanesha

Wulan adalah seorang gadis indigo yang mewarisi ke ahlian supranatural dari kakeknya sendiri, dari kecil Wulan selalu di hantui oleh hal-hal berbau gaib. Sampai suatu saat ibu dan ayah Wulan bertengkar hebat membuat ibu Wulan tidak ingin bersama ayah Wulan dan akhirnya memutuskan untuk pindah ke kampung halaman ibunya, sesampainya di kampung halaman Wulan malah menemukan kejangalan-kejangalan dari di rumah ibunya sampai di diri Wulan sendiri. Sampai akhirnya dia bertemu dengan ke dua sahabat gaibnya Dion dan Sanjaya.

Dion sendiri adalah bangsa jin islam yang mempunyai paras yang tampan memakai jubah putih dan surban di atas kepalanya sedangkan sanjaya sendiri dari bangsa siluman ular yang tubuhnya manusia dan setengahnya lagi ular dan mengenakan mahkota di kepalanya.

Apakah wulan dapat mengatasi hal-hal gaib yang di temuinya?????

Yuk mari baca persahabatan dunia lain 💖😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lucy Vanesha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jailangkung

Di waktu aku masih SMP awal semester 1 di Tanggerang aku tergolong siswa pendiam dan berani karena di saat SMP itu lagi viral cerita horor yang menceritakan kisah jailangkung jadi terkadang di benakku dan teman-teman cerita itu benar atau hanya fiksi belakang belakang hingga suatu hari tepatnya di jam pelajaran kosong. Temanku yang tergolong berani bernama Anisa di pangil Anis mengajakku dan teman-teman yang lain bermain jailangkung tapi bnyak dari mereka yang tidak berani jadi hanya bertiga saja yang ikut dalam bermain.

"Lan lu ikutkan main?" kata Anis.

"main apa?" sahutku.

"Kita main jailangkung, aku cuma pengen tahu aja bener tidak permainan itu" ucap Anis dengan berani.

"Serius lu, entar kenapa-kenapa gimana?"

"Ah....bilang aja lu takut, enggak akan mungkin itu terjadi masa dengan mantra seperti itu mereka datang tidak mengunakan ritual."

Aku terdiam mendengar penjelasan Anis "Apa mungkin cerita itu hanya fiksi belakang" gumam aku di dalam hati.

"Woyy malah ngelamun ikut enggak!!"

"Ya gw ikut dah."

"Baru lu yang ikut nih, siapa lagi banyak yang enggak berani" seru Anis.

"Coba tanya Rika, mau enggak dia!" sahutku.

"Ooo.... ia gw lupa Rika belum gw tanyain bentar, gw kesana dulu" ucap Anis sambil mendatangi Rika di bangkunya.

"Rik mau ikutan main enggak?"

"Main apa" tanya Rika yang bingung.

"Main jailangkung!!"

"Gila Lu gak papa itu" ucap Rika yang kaget.

"Enggak papa Rika sekalian ngebuktiin tuh permainan beneran atau cuma hoax."

"Ia sih gw juga penasaran sama tuh permainan!"

"Habis pulang sekolah gimana nunggu yang lain pada bubar kita main" sahut Anis

"Oke deh siapa aja orangnya??"

"Gw, Ulan, sama lu."

"Bertiga aja neh?"

"Ia abis yang berani cuma bertiga doang yang lain pada payah"

Setelah selesain pelajaran terakhir tiba saatnya semua siswa untuk pulang tidak terkecuali aku, Rika, dan Anis yang masih di sekolah menunggu ruangan kelas menjadi sepi.

Anis mulai membuat media untuk bermain jailangkung degan media yang sangat sederhana dan simpel dengan kertas dan pensil.

"Nih gw dah selsai bikinnya lu pada dah siap."

Aku mulai ragu di kala Anis menyiapkan semuanya tapi aku juga tidak bisa untuk mundur karena sudah terlanjur bilang ia dengan Rika dan Anis

Akhirnya kami membentuk formasi lingkaran mengelilingi meja sambil berpegangan tangan dengan media selembar kertas yang sudah kami isi tulisan sebelumnya beserta dua buah pensil diatasnya membentuk tanda tambah.

"Lu semua hapalkan mantranya" ucap anis

"Ia gw hapal" sahutku

"Kalau lu Rika" ucap Anis

"Ya Nis gw hapal" kata Rika

"Ya udah kita ucapin bareng-bareng aba-aba dari gw 1...2...3... mulai."

Jailangku jailangse di sini ada pesta

pesta kecil-kecilan datang tak di jemput

pulang*********************************

Setelah membaca mantranya angin mulai berhembus membuat bulu kudukku berdiri

dan media mulai berputar ke arah tulisan yes

lalu Anis mulai bertanya.

"Kamu cewe?"

Pensil mulai bergerak tulisan yes, lalu Rika bertanya.

"Kamu mati karna dibunuh?"

Pensil itu bergerak ke tulisan No, lalu aku mencoba bertanya.

"Apa karena bunuh diri?"

Pensil itu mulai bergerak ke tulisan yes, setelah pensil itu berada di tulisan yes tiba-tiba pensil itu berputar-putar tanpa henti aku, Rika, dan Anis mulai panik dan tiba-tiba Anis tidak sadarkan diri dan berkata.

"Mau apa kalian memanggilku" ucap Anis dengan nada yang keras dan lantang sambil menunjuk aku, Rika dengan mata yang melotot.

Aku dan Rika mulai panik melihat Anis seperti itu dan Anis mulai teriak-teriak histeris, Rika berinisiatif keluar kelas mencari pertolongan dan aku tetap di kelas menjaga Anis. Untung saja ada beberapa guru yang masih berada di kantor Rika menjelaskan semua yang kita lakukan setelah mendengar penjelasan Rika pak guru pun menuju ke kelas kami.

Semua guru pada menyalahkan Aku dan Rika karena bermain hal-hal yang aneh itu, Anis berusaha di sadarkan dan akhirnya sadar dan di antar pulang dengan para guru dan menjelaskan apa yang terjadi, orang tua Anis kaget mendengarnya dan lagi-lagi menyalahkan aku dan Rika, aku dan Rika tidak bisa berbicara banyak karena kami juga salah kenapa tidak mencegah Anis malah ikut bermain. Anis saat itu keadaanya sangat memperihatinkan dia terkadang sadar dan trkadang kembali berteriak-teriak lagi

Lalu orang tua Anis pun memangil pak ustad yang ada di tempat beliau, setelah berjam-jam Anis seperti itu aku pun pulang karena hari mulai sore. Rasa menyesal saat itu yang ada di benakku belum lagi ibu pasti tahu kejadian ini.

Akhirnya aku pulang ibu yang khawatir dengan keadaanku karena tidak pulang-pulang mendatangi aku ke sekolah.

"Baru pulang kamu Lan!!" tanya ibu dengan raut kesal.

"Ia bu" sahutku dengan nada yang lirih.

"Tadi ibu ke sekolah mu, kata beberapa guru di sana kamu main jailangkung dan teman kamu kesurupan"

"Ia bu, tapi Lan di ajakin bu" jawabku sambil menjelaskan.

"Ya ampun Wulan dari kecil kamu ibu larang bermain di kuburan sampai teman mu ada yang ilang akhirnya kita pindah karena ibu takut kamu kenapa-kenap, tapi kenapa malah kamu ulangi lagi hal seperti itu" ucap ibu dengan marah.

"Ya bu Lan salah maafin Lan yah, Lan janji sama ibu enggak akan melakukan hal aneh-aneh lagi."

"Ibu cape sama kamu Lan" ucap ibu sambil menangis

Aku memeluk ibu dan meminta maaf kembali.

"Maafin Lan yah bu, Lan janji sama ibu gak akan seperti itu lagi."

"Ia ibu maafin jangan di ulangi lagi yah Lan, ibu gak mau kalau kamu nanti ada apa-apa" kata ibu sambil memelukku.

sudah lama waktu berjalan, Anis pun lama tidak terlihat di sekolah, aku mulai menanyakan kabarnya kepada teman-teman ku tetapi tidak ada yang mengetahuinya akhirnya aku bersama dengan temanku yang bernama Rika berinisiatif untuk mendatangi Anis kerumahnya saat pulang sekolah nanti.

Jam pulang sekolah pun tiba, aku dan Rika langsung menuju rumah Anis, sesampainya di rumah Anis kami berdua disambut baik oleh ibunya Anis dan dipersilahkan duduk.

Aku dan Rika pun menanyakan kabar Anis, karena Anis lama tidak masuk sekolah.

"Bu, gimana kabar Anis? kok lama gak masuk sekolah?" tanyaku kepada ibu Anis.

Sejenak aku melihat raut wajah ibu Anis seperti terlihat sedih dan beberapa kali menghela nafasnya.

"Ini semua salah kalian Anis sampai seperti ini, andai saja ajakan Anis pada saat itu kalian tolak mungkin tidak akan seperti ini" ucap ibu aneh dengan nada masih marah kepada kami.

"Keadaan Anis saat ini kurang baik Lan, semenjak Anis bermain jailangkung bersama kalian, kalau mau lihat Anis ada di kamar, masuk aja gak apa-apa" sambung ibu Anis.

mendengar ucapan ibu Anis aku merasa bersalah tentang keadaan Anis saat ini.

Aku dan Rika pun masuk ke kamar Anis untuk melihat keadaanya.

"Nis, gimana keadaan lu? kok lu gak masuk sekolah sih?" tanya Rika.

Anis hanya terdiam, lalu dia menatap kami dengan sorot mata yang tajam lalu hal yang membuat kami terkejut adalah Anis tiba-tiba saja tertawa tanpa sebab.

Aku dan Rika pun bingung, Anis berulang-ulang berprilaku seperti itu, apa pun yang kami tanyakan kepadanya dia tidak menjawab hanya terdiam dan tertawa. Aku dan Rika beranggapan bahwa Anis sedang terganggu kejiwaannya.

Sejak kejadian itu aku tidak pernah bertemu dengan Anis lagi, dikarenakan aku pindah ke Kalimantan.

***** Apabila ada kesamaan nama, tempat atau kejadian mungkin hanya kebetulan saja. dan jika kalian suka cerita ini jangan lupa like, komen, dan vote terima kasih🥰🙏******

1
meMyra
hai tor..baru mulai baca ni
fitri rahayu
visualnya ngeriii
fitri rahayu
sumarni jahat iki,, kapan siluman ular e metu iki
fitri rahayu
hemm poci maneh,,, iku memedi asli Indonesia seng paling serem
fitri rahayu
waow wulan wes koyo bopo seng ono neng kepang/jaranan, seng biasane nambani wong ndadi/kesurupan
fitri rahayu
wah seneng ya duwe konco jin muslim, ganteng pisan☺☺
fitri rahayu
biasanya anak yg tomboy identik dg keberanian dan jauh dari kata pemalu,, tpi wulan beda ya tomboy tapi pemalu
fitri rahayu
lhaa mbah e wulan dukun,, mengko wulan di wehi ilmune mbah e terus wulan dadi dukun?
fitri rahayu
baru part pertama udah horor banget,,
lady daisy
lgi thorr....
👑Arsgaf
jejak
Your name
Masuk list bacan Kak
Positif heart
Kak, up lagi dong
Lucyna: nanti yah kak🙏, kakak bisa baca dulu karya saya yang judulnya ilmu hitam terimakasih 🙏
total 1 replies
Anggun Sulistia
waw sanggat bagus karya ya kk aku suk 🤗
Lucyna: makasih kakak
total 1 replies
Astuty Nuraeni
walah kok ganteng
Astuty Nuraeni
😱😱😱😱
Astuty Nuraeni
ngajak main hantu dong😱😱
Astuty Nuraeni
Astoge, kaget aku
Astuty Nuraeni: tapi penisirin 🤣🤣🤣
total 2 replies
Dwi Rinee
mampir
Lucyna: makasih kak sudah berkenan mampir di karya ku
total 1 replies
Astuty Nuraeni
kaget aku....😱😱😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!