NovelToon NovelToon
TERJEBAK HASRAT DOKTER TAMPAN

TERJEBAK HASRAT DOKTER TAMPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / One Night Stand / Aliansi Pernikahan / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:23.9k
Nilai: 5
Nama Author: Desty Cynthia

"Ya Tuhan...apa yang sudah aku lakukan? Kalau mamih dan papih tahu bagaimana?" Ucap Ariana cemas.
Ariana Dewantara terbangun dari tidurnya setelah melakukan one night stand bersama pria asing dalam keadaan mabuk.
Dia pergi dari sana dan meninggalkan pria itu. Apakah Ariana akan bertemu lagi dengannya dalam kondisi yang berbeda?

"Ariana, aku yakin kamu mengandung anakku." Ucap Deril Sucipto.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Cynthia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nafas Terakhir

"Innalillahi wa innaillaihi roji'un."

Tangis mamih Aleesya pecah di pelukan suaminya. Semua anggota keluarga bersedih. Eyang Naraya juga sempat mencium seluruh wajah Anna sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Mamih Aleesya dan tante Janisa berpelukan menangisi kepergian omahnya. Evan sebagai suami dari Janisa tengah mengurusi kepulangan omah Naraya. Opah Arya ikut membantu Evan.

Ray dan Juna sudah berada di rumah keluarga Bagaskara menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kepulangan eyang Naraya.

Setelah mengurus segalanya, kini keluarga Dewantara sudah berada di kediaman eyang Naraya. "Sayang, kamu istirahat dulu ya di kamar." Kata mamih Aleesya pada Anna.

Ia melihat Anna yang kelelahan hingga susah bernafas. "Kita pulang dulu aja, besok kita ke sini. Kita kan masih ada waktu sampai besok malam disini." Kata Deril.

"Tapi mau lihat eyang, mas." Lirih Anna.

"Tapi enggak baik juga dengan kondisi kamu seperti ini, An. Nanti kita video call aja kalau udah sampai di kuburan." Sahut Atharya sambil merapihkan cardigan Anna.

Akhirnya Anna menuruti suami dan keluarganya untuk pulang. Juga, ia berpamitan pada keluarga dari mamihnya. "Enggak apa-apa sayang. Justru tante takut kamu kecapean disini." Kata tante Janisa.

"Maaf ya tan, besok Anna kesini lagi."

"Jangan di paksakan ya Anna kalau capek." Ucap om Evan.

"Iya, om Evan, tante Janisa. Anna pamit yah."

Pasangan ini pamit pada anggota keluarga yang lain. Namun rupanya Hulya dan Alana ikut pulang. Anak anak mereka agak sedikit rewel karena terlalu lama di tinggal.

-

-

Alana dan Hulya pun ikut bersama Anna dan Deril. "Mau makan dulu sayang? Masih jam sebelas." Tanya Deril.

Anna belum menjawab, ia menoleh pada kedua kakak perempuannya. "Boleh deh, kita juga laper." Celetuk Alana.

"Oke, pak kita ke Rosse caffe dulu yah." Ucap Deril pada supirnya.

Mobil mereka pun menuju caffe tersebut. Di sana keempatnya makan bersama sebelum pulang. Sesekali Deril dan Alana membahas soal rumah sakit. Di tengah obrolan mereka, tiba tiba Anna meringis memegangi perutnya.

"Sini, aku balur." Ucap Hulya, ia selalu sedia minyak kayu putih di tasnya. Dengan lembut ia membalur perut Anna.

"Perut kamu keram sayang, kalau besok masih kayak gini kita tidak jadi kerumah eyang yah." Kata Deril.

"Iya mas." Jawab Anna lesu.

Selesai makan bersama, mereka segera pulang ke rumah. Sesampainya di rumah orang tuanya, Anna langsung menuju ke tempat tidur. Pinggangnya terasa sakit sekali.

Tanpa banyak bicara, Deril segera memeriksa keadaan istrinya. Ia mengganti pakaian istrinya sebelum tidur, Anna tidak menolak dan menuruti perintah suaminya. Kepalanya terasa pusing sekali.

"Semuanya normal sayang, detak jantung adeknya normal. Kamu terlalu lelah, istirahat ya sayang. Kalau kamu di sini aja dulu gimana? Aku pulang dulu ke Surabaya, nanti hari sabtu aku pulang kesini." Ucap Deril.

Ia kasihan melihat istrinya yang kelelahan. Deril tidak ingin istrinya merasa terbebani dengan pulang pergi memakai pesawat.

"Enggak mau mas. Kamu mau ninggalin aku yah? Aku maunya sama kamu." Lirih Anna dengan wajah sedihnya.

"Astaga sayang! Enggaklah! Kalau besok kamu maksain ikut ke Surabaya, aku takut kandungan kamu kenapa kenapa sayang. Aku juga takut kamu sakit." Lirih Deril sambil memeluk istrinya.

Bukannya menjawab Anna menangis di pelukan suaminya. Ia tidak ingin menjalani hubungan LDR. Ia tak ingin berpisah dari suaminya.

"Aku juga enggak mau sayang, tapi kondisi kamu enggak memungkinkan untuk ikut aku pulang. Kita cuma tidak ketemu dua hari kok sayang." Kata Deril.

"Cuma kata kamu? Ya udah sana kamu pergi, enggak usah pulang sekalian!" Ucap Anna dengan dada bergemuruh. Ia mengusir suaminya dari kamarnya dengan kasar.

"Yank, sayang! Buka pintunya."

DUGH DUGH DUGH

Deril terus menggedor gedor pintu kamarnya. Untung saja tidak ada mertuanya di rumah. Tak lama Atharya turun dari kamarnya, ia melihat Deril yang terus memohon di buka kan pintu oleh Anna.

"Kenapa Anna?" Tanya Atharya.

"Salah paham_" Mau tak mau Deril menceritakan masalahnya pada Atharya.

"Aku takut dia melakukan hal yang nekad." Lirih Deril.

"Anna, ini kakak! Buka pintunya! Kakak dobrak yah!" Teriak Athar sedikit membentak adik bungsunya itu.

Deril meminta Atharya pergi saja, biar dirinya yang membujuk istrinya. "Ya sudah, kalau Anna masih susah di kasih tahu, biar aku aja yang menasihati Anna." Ucap Atharya.

Anggukan pelan dari Deril menandakan ia setuju atas perkataan iparnya. Ia duduk di bawah pintu depan kamarnya menunggu istrinya membuka kan pintunya.

"Yank, buka donk. Kita jalan jalan yah, kamu mau makan apa sayang?" Deril terus merayu istrinya agar di buka kan pintunya.

"Enggak mau! Mas jahat! Mas mau pergi kan ninggalin aku? Iya kan?" Teriak Anna dari dalam kamar dengan isak tangisnya.

"Ya Tuhan sayang...! Aku enggak akan ninggalin kamu, hari sabtu aku jemput kamu! Aku janji sayang."

Namun Anna tidak menjawabnya. Ia meringkuk di tempat tidur dengan tangisannya. Suaminya terus menunggu Anna di depan.

-

-

-

"Deril, kenapa kamu di sini? Anna mana?" Tanya mamih Aleesya yang baru saja pulang.

Athala dan papihnya juga keheranan Deril duduk di lantai bahkan hingga ketiduran. Sedari tadi Atharya dan istrinya sudah ada di kamarnya, mereka tidak tahu jika Deril masih di depan pintu kamar hingga tengah malam.

"Mih..." Deril sedikit gelagapan pada mertuanya ini.

"Ada apa? Kenapa kamu di luar?" Tanya mamih Aleesya.

Sebetulnya Deril tidak ingin menceritakan masalah rumah tangganya. Namun sudah kepalang tanggung, terpaksa ia jujur pada mertuanya ini.

Orang tua Anna menghela nafasnya, kini mereka mengerti kenapa Anna bisa sampai semarah ini. Namun mereka pun tidak sepenuhnya menyalahkan Deril.

Pastinya sebagai dokter kandungan, Deril punya banyak pertimbangan kenapa ia tidak bisa membawa Anna pulang.

"Anna, ini papih! Buka pintunya!"

CEKLEK Hanya dengan mendengar suara papihnya yang menyeramkan, Anna membuka pintu kamarnya. Wajahnya sembab, ia menatap tajam suaminya yang ada di belakang papihnya.

"Selesaikan di dalam. Kamu sudah dewasa Anna, sebentar lagi akan menjadi seorang ibu. Tidak baik membiarkan suami kamu di luar. Deril sudah banyak berkorban untuk kamu sayang." Ucap papih Alarich dengan memeluk erat anaknya.

Juga, Deril meminta maaf pada mertuanya ini karena sudah membuat kegaduhan. Namun papih Alarich justru kasihan pada menantunya ini harus kewalahan menghadapi sikap Anna.

Anna memeluk suaminya erat, ia takut kehilangan suaminya. "Aku enggak mau di tinggal. Aku mau ikut." Ucap Anna dengan isak tangisnya.

"Aku berangkat jumat malam, sabtu pagi aku udah di sini sayang. Kamu belum makan lagi ini udah malam, aku buatkan nasi goreng yah. Atau mau ap_"

"Iya mau mas, pedes yah." Rengek Anna.

Deril mengangguk dengan tersenyum teduh. Orang tua Anna pun bisa bernafas lega. Mamih dan papihnya memberikan nasihat sedikit pada Anna. Namun Deril tidak ingin istrinya semakin di salahkan.

"Papih bangga sama kamu! Terima kasih sudah menjaga Anna." Lirih papih Alarich pada Deril.

"Karena saya sangat mencintai Anna, pih."

1
Farid Atallah
lanjut dong Thor 😚
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Nur Zainiyyah
Ray itu siapa ya thor??
soal nya lupa
Desty Cynthia: asistennya Papih Alarich hehehe boleh di baca kak dari Sesurga Bersamamy, sequel dari Aleesya. Masih kakaknya Anna 🙏☺️
total 1 replies
Intan Febri Kurniadevi
sangat bagus dan menarik/Angry//Angry//Kiss/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!