NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Putri Yang Terlupakan

Transmigrasi Menjadi Putri Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:26.5k
Nilai: 5
Nama Author: THAN PUR2507

Entah apa jadinya jika seorang wanita modern bernama masuk kedunia lain, tanpa dalam novel. Membuatnya masuk kedunia lain setelah melewati sebuah tempat lama yang usang.

Hingga membawanya kesebuah dunia asing yang tak dia kenali sama sekali. Bahkan yang membuatnya terkejut adalah, dia rupanya seorang putri disuatu kerajaan terbesar diwilayah barat.

Akan tetapi ternyata meskipun dia berdarah bangsawan, kini hidupnya penuh kesunyian dan kesepian. Hampir seluruh keluarga bahkan kerabat menjauhinya dan berusaha menyingkirkannya dari kerajaan.

Bagaimana kisah perjalanannya selama hidup didunia lain, mampir jika berminat...! 😊🙏💜

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon THAN PUR2507, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 33.

"Kalau saya boleh tahu, apakah kucing itu mengenakan kalung berwarna merah dengan nama Sacha."tanya Ruby dengan tatapan serius mengingat seekor kucing peliharaan nona Valora yang diberi nama Sacha

"Sepertinya dia mengenakan kalung berwarna merah, tetapi saya tidak terlalu jelas melihat namanya. Kucing itulah yang membawa saya dan menunjukkan dimana noan Valora terbaring tak sadarkan diri."ujar Aslan tidak terlalu mengingat nama dikalung kucing itu tetapi seingat dia kucing itu mengenakan kalung merah dilehernya

Setelah mendengar penjelasan tuan Aslan lagi, kini dugaan Ruby semakin benar. Bahwa kucing milik nona Valora lah yang berusaha meminta bantuan pada tuan Aslan disaat dia menemukan nona Valora.

"Bisakah anda memanggil, kan tabib segera untuk mengobati nona Valora."ucap Aslan seketika lebih mengutamakan kondisi nona Valora sekarang untuk segera ditanggani lebih dulu

Disaat tuan Aslan selesai bicara dan berniat meminta pelayan itu untuk segera memanggil tabib, Ruby spontan langsung mengerti maksut ucapan tuan Aslan.

"B-baik, saya akan segera memanggil tabib."ujar Ruby mengerti tanpa berpikir lama untuk tak menyadarinya

Setelah itu Ruby bergegas pergi memanggil tabib sesuai perintah tuan Aslan. Sementara itu Aslan melangkah pergi menuju kamar nona Valora setelah sampai didalam kamarnya.

Dengan perlahan Aslan menidurkan tubuh nona Valora diranjang, menyelimutinya dengan selimut kemudian menunggu tabib datang bersama pelayan tadi.

Beberapa saat berlalu, Ruby dan seorang tabib datang dengan langkah terburu-buru masuk kedalam kamar nona Valora. Begitu tabib itu masuk dengan cepat langsung memeriksa kondisi nona Valora dan juga memeriksa luka ditangan nona Valora.

"Bagaimana keadaan nona Valora, tabib?."ucap Aslan dengan tatapan serius mempertanyakan kondisi nona Valora kepada tabib disampingnya

Tabib itu menghela napasnya terdengar berat, lalu menatap kearah tuan Aslan dengan ekspresi terdiam dahinya berkerut. Tabib tersebut menolehkan wajahnya kearah tuan Aslan dengan rasa cemas diwajahnya.

"Sepertinya aura hitam ditubuh nona Valora semakin ganas, bahkan nyaris melukai kedua telapak tangannya. Untung saja lukanya tidak begitu parah, dan masih dapat diobati tetapi itu masih bersifat sementara saya tidak tahu apa yang akan terjadi suatu saat nanti."ucap tabib dengan wajah cemas mulai frustasi

Mendengar perkataan tabib, Aslan dan Ruby yang mendengarnya sontak terkejut tidak menyangka bahwa ternyata kondisi nona Valora semakin parah dari yang mereka kira selama ini.

"Nona Valora."gumam Ruby dengan wajah sedih menutup mulutnya syok mendengar penjelasan tabib tentang kondisi nona Valora yang semakin memburuk

"Saya sudah mengoleskan obat untuk meredakan rasa sakit pada telapak tangan nona Valora. Kalau begitu saya pamit undur diri."ucap tabib itu menjelaskan lalu setelah itu pergi meninggalkan kamar nona Valora

Kepergian tabib tersebut, suasana seketika menjadi sunyi. Tidak ada satu pun diantara mereka yang bicara, mereka terdiam dengan pemikiran mereka masing-masing.

*****

Sementara itu dikerajaan Avalor, dua orang pria berpakaian hitam memberi hormat didepan tuan mereka setelah seharian menyelidiki sesuai perintah beliau.

"Hormat kami yang mulai putra mahkota, saya ingin melaporkan soal penyelidikan setelah kami telusuri."ucap pria itu dengan tatapan tenang tertunduk rendah penuh hormat

"Katakan?."jawab Felix suaranya terdengar tajam dan dingin

"Kami telah mengikuti putri Evelina seharian ini, namun tidak ada hal mencurigakan sama sekali. Putri Evelina melakukan kegiatannya seperti biasa, tetapi walaupun begitu ada sesuatu yang menarik perhatian kami semasa pengintaian dilakukan."ujar pria itu menjelaskan dan melapor dengan jelas

"Apa itu?."lanjut Felix serius seketika menatap lurus kearah bawahannya dengan sorot mata penasaran

"Saya melihat putri Evelina masuk kesebuah rumah kuno yang berada diperbatasan desa. Cukup lama sekali putri Evelina berada disana, setelah masuk tengah hari putri Evelina keluar dari sana setelah matahari terbenam."ucap pria itu kembali melanjutkan laporannya

Ucapan dari bawahannya membuat Felix terdiam dan berpikir tentang rumah kuno yang ada dipinggir desa. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh Evelina setengah hari disana?.

Dia sampai tidak mengerti tujuan Evelina datang kesana tengah hari lalu pergi setelah matahari terbenam. Apakah selama ini ada yang disembunyikan olehnya, sampai tidak mengatakan apapun kemana dia pergi bahkan sejauh itu.

"Lalu bagaimana pencarian kalian tentang logo kerajaan itu, apakah kalian menemukan sesuatu siapa orang yang ingin mencelakai nona Valora."tanya Felix kembali dan mengubah topik pembicaraan mereka

Pria itu terdiam sejenak melirik kearah tuannya, kemudian dengan cepat menjawab tanpa ragu-ragu.

"Mengenai logo tersebut, baru-baru ini Ratu Elina menyuruh seseorang untuk mengirim surat pada seorang pria tua ke kediaman nona Valora secara diam-diam dan beralasan bahwa surat ini dikirim atas nama yang mulia dan pangeran Adeland."jelasnya lagi dengan cepat memberitahu

"APA?."ucap Felix terkejut seketika tangannya terkepal erat menahan amarah

Jadi rupa-rupanya surat itu berasal dari Ratu Elina yang mengirimkan surat itu pada Valora atas nama mereka berdua.

Saat mengetahui itu, amarah Felix semakin memuncak dan menduga bahwa Ratu Elina yang merencanakan kejahatan ini dan mengatakan bahwa mereka yang mengirim surat itu sebagai kedok agar tidak dicurigai.

"Baik, kalian bisa pergi sekarang."pinta Felix dengan tatapan tajam namun tenang kearah bawahannya

Pada saat dua pria itu ingin pergi meninggalkan tempat, gerakkan mereka sejenak terhenti ketika anggota mereka memberi laporan.

Dahi pria itu berkerut disaat mendengar perkataan anggotanya yang sedang berjaga dikediaman nona Valora memberi laporan mendadak.

"Yang mulai, anggota yang saat ini sedang berjaga dikediaman nona Valora melaporkan bahwa telah terjadi sesuatu pada nona Valora disana."ucap pria itu segera memberitahu tuannya atas kabar buruk dikediaman nona Valora sekarang

Mendengar nama adiknya disebut, Feliz menolehkan wajah kearah bawahannya. Amarahnya seketika mereda kini berganti kepanikan diwajahnya terkejut mendengar kabar buruk tersebut.

"Apa yang sedang terjadi dengan Valora?."Tanya Felix dengan cepat langsung menyela dengan tatapan khawatir

"Dikabarkan bahwa tuan Aslan membawa nona Valora kedalam kamar dalam kondisi tak sadarkan diri. Menurut pemeriksaan tabib aura hitam ditubuh nona semakin memburuk dan nyaris melukai telapak tangan nona Valora."ucapnya

Kedua mata Feliz terangkat terkejut mendengar perkataan bawahannya itu, detak jantungnya seakan terhenti sejenak karena syok. Rasa khawatir seketika menyelimuti pikiran Feliz sekarang, dan membuatnya terlihat gelisah.

Karena dia begitu mengkhawatirkan kondisi Valora sekarang, Felix melangkah pergi dengan tergesa-gesa menuju kediaman Valora untuk memeriksa lebih jelas lagi. Sementara dua pria yang terdiam dengan kepala tertunduk, bergegas menyusul tuan mereka pergi.

1
Bagus Awan
tor lontin kok gak d pakai
Ona Sukatendel
MC terlalu lemah thor
Diah Susanti: makanya diganti dengan jiwa baru dari dunia lain
total 1 replies
Murni Dewita
👣
Hikam Sairi
mampir laaah
~♥~L(*OεV*)E~♥~
lanjut
~♥~L(*OεV*)E~♥~
semangat up
AYUJM.💜💜💜💜
mohon bersabar menunggu dan maaf kalau bisa up nya terlalu lama karena kebetulan bukan ponsel sendiri, jadi harap maklumi ya!🙏/Whimper/
nuraininur aini
mna lanjutannya KK..
~♥~L(*OεV*)E~♥~
semangat up
AYUJM.💜💜💜💜: Terimakasih dukungannya
total 1 replies
~♥~L(*OεV*)E~♥~
semangat
~♥~L(*OεV*)E~♥~: /Determined/ 👍🤩
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!