NovelToon NovelToon
Dokter Plenger Itu Milik Tuan Kailendra

Dokter Plenger Itu Milik Tuan Kailendra

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Balas Dendam / Misteri
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jaeyunie

Temmy Lynn, seorang dokter cantik super jenius tapi sangat plenger, ceplas ceplos dan omongannya kadang sepedas seblak level 100. dia bisa menyembuhkan segala macam penyakit tanpa terkecuali. Dia hanya peduli dengan uang, baginya itu sangat realistis.

Kailendra Adyaksa, tuan muda dingin yang mengalami kelumpuhan setelah kecelakaan mobil yang dialaminya dua tahun yang lalu. Dia menolak semua pengobatan dan orang-orang yang mencoba mendekat termasuk orang tuanya. Apa yang terjadi jika kedua manusia beda karakter ini bertemu? Yuk kepoin keseruan mereka di sini guys..!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaeyunie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Elandra melihat kakaknya sedang bersiap meninggalkan perusahaan. Di sampingnya terlihat sang nenek sedang menahan amarah yang tentu saja ditujukan untuk sang kakak.

"Kurang ajar sekali anak haram itu berani menolakku, dia fikir dia bisa tanpa belas kasihanku?" Geram Rahayu.

"Aku akan memberikannya pelajaran" Rahayu bergegas menuju Kai yang sedang berbincang dengan para pegawai. Belum sempat dia mengucapkan sesuatu, Elandra mencegahnya.

"Oma jangan gegabah, kita sedang di tempat umum, salah sedikit saja nama baik kita bisa hancur"

"Benar apa yang dikatakan Eland, Bu? kita lihat saja apa yang bisa dia lakukan tanpa backingan nama besar Adiyaksa" tambah Sandy. Elandra hanya tersenyum singkat seperti meremehkan tapi sebenarnya dia menertawakan kebodohan paman dan neneknya, tanpa mereka ketahui Kai sedang merintis perusahaannya sendiri yang sekarang sedang naik daun.

Nasibnya sendiri benar-benar apes, sekarang harus memikul beban tanggung jawab yang sangat besar untuk menjalankan perusahaan, sedangkan passion dia sendiri adalah dunia hiburan. Tanpa sepengetahuan keluarganya Eland juga mempunyai Production House yang membawahi banyak artis papan atas. Usaha yang dia rintis dengan keringat sendiri karena tidak ada seorang pun dari keluarganya yang mendukung kecintaannya kepada dunia hiburan. Bahkan dulu Eland sempat nekad ingin mengikuti audisi untuk menjadi penyanyi di Korea Selatan.

"Kai...." Panggil Rahayu. Semua orang yang sedang mengobrol tadi sontak melihat ke arahnya. Beberapa orang pegawai menunduk hormat dan langsung meninggalkan mereka.

"Oma, ada apa?" Tanya Kai mencoba memasang senyum ramah seperti biasanya.

"Pertimbangkan lagi usulan oma Kai, dengan kau melepas total Adiyaksa Group, kau hanya akan mengandalkan deviden dari sahammu yang tidak seberapa itu"

"Oma, aku tidak keberatan dengan hal itu, yang terpenting untukku saat ini adalah focus penyembuhan kakiku dulu" jawab Kai tenang.

"Lalu apakah sudah ada perkembangannya?"

"Alhamdulillah, sekarang aku sudah bisa merasakan sakit di kakiku, dulu kakiku mati rasa sama sekali" Kai tidak memberitahu siapapun kalau dia sudah bisa berdiri dan berjalan sedikit demi sedikit.

Rahayu terlihat kaget. Raut wajahnya seketika berubah, Jantungnya berdebar kencang menahan amarah. Begitupun dengan Sandy dan juga Elandra.

'ini tidak benar, dia tidak boleh sembuh' batin Rahayu.

"Oma terlihat tidak senang?" pancing Kai.

"A...apa maksudmu? Tentu saja Oma senang mendengarnya" bantah Rahayu.

"Ya sudah Oma pulang dulu kamu hati-hati di jalan" sambungnya lagi. Eland juga menghampiri kakaknya dan berbisik.

"Sebentar lagi kakakku ini akan sangat kewalahan, selamat menikmati waktu luang mu yang singkat ini"

Kai berasumsi kalau Elandra akan melakukan tindakan untuk menyerangnya. Padahal maksud Elandra adalah dia akan menyerahkan kembali kekuasaan Adiyaksa Group ke tangan Kai, sehingga Kai akan sangat kewalahan dan sibuk menangani 2 perusahaan sekaligus, sedangkan dia hanya akan mengurus PH nya sendiri.

Kai, Lynn dan juga Alan akhirnya memutuskan untuk pulang. Baru beberapa meter meninggalkan perusahaan sudah ada mobil yang mengikutinya.

"Sepertinya kita diikuti" ucap Alan. Kai sontak menoleh ke belakang.

"Biarkan saja, anggap kita tidak tahu, aku akan menghubungi Rendra" ucap Lynn langsung mengambil telephone genggamnya.

"Bersiaplah, semoga mereka tidak nekad menyerang". Tapi sepertinya ucapan Lynn tidak terwujud. Di tempat yang sepi, mobil mereka dihimpit kiri dan kanan. Sedangakan dari belakang beberapa kali mereka ditabrak yang menyebabkan kepala Kai terbentur jok depan.

"Kau bisa lebih cepat, Alan?" tanya Lynn.

"Saya tidak berani nona, takut terjadi kecelakaan". Lynn berdecak pelan. Tanpa aba-aba wanita itu langsung meloncat ke kursi depan penumpang.

"Kau ke belakang, aku ambil alih" ucapnya sambil memegang setir. Alan tidak punya pilihan apalagi musuh terlihat bersiap menodongkan senjata api ke arah mobil mereka.

"Pegangan yang kuat" ucapnya lagi. Lynn mengemudikan mobilnya ala pembalap professional. Dengan kecepatan maksimal dia meninggalkan mobil musuh. Di bangku penumpang tampak wajah Kai dan juga Alan terlihat pucat karena kecepatan mobil yang dikemudikan Lynn. Apalagi pas musuh menembak, Lynn menghindarinya sampai tubuh Kai dan juga Alan terpontang panting.

Sialnya di depan tampak beberapa kendaraan yang lewat dan tentu saja menghambat laju mobil mereka. Hanya ada celah kecil untuk menyalip, itupun kalau bukan professional mereka pasti body samping mobil akan menambrak pembatas jalan.

"Nona apa sekarang bagaimana? Kita tidak mungkin melewati kedua truck di depan"

"Bisa lah Bismillah" jawab Lynn enteng.

"Jangan nekad, kita bertiga bisa celaka" Kai memperingatkan Lynn.

"Jangan membuatku ragu-ragu, kita tidak punya jalan keluar, aku sedang mengumpulkan keyakinanku" jawab Lynn sambil focus ke depan. Tentu saja jawaban Lynn bukan membuat keduanya tenang tapi malah sebaliknya.

"Hamba pasrah Ya Allah" ucap Alan frustasi tapi Lynn malah tertawa geli. Tanpa berlama lama ia langsung tancap gas. Suara decutan ban dan gesekan pada body mobil terdengar jelas. Kai dan Alan memejamkan mata mereka bersiap yang terburuk. Namun ucapan Lynn membuat mereka sadar.

"Alhamdulillah"

Tanpa sadar Kai dan Alan bersorak sambil berpelukan.

"Nona kau hebat sekali" puji Alan senang.

"Ah..kecil ini mah" ucapnya sombong. Namun kesenangan mereka hanya bertahan beberapa menit. Di depannya mereka tampak lebih dari 6 mobil yang sudah membentuk formasi mengurung mereka.

"Anjir ini mah satu batalyon" rutuknya.

"Alan hubungi Rendra, loudspeaker" Alan segera melakukan apa yang diperintahkan Lynn.

"Kalian dimana?"

"Tepat di belakang anda nona"

"Jangan dulu bertindak, kita kalah jumlah. Aku akan mencoba menghindari kontak langsung tapi bersiap saja"

"Baik nona"

Lynn mencari celah untuk kabur, namun sepertinya mustahil.

"Alan kau punya no telfon Elandra?"

"Ada nona"

"Tunggu, untuk apa kau menghubunginya?" tanya Kai akhirnya bersuara.

"Nanti kau juga akan tahu sendiri"

Alan segera menghubungi Elandra.

"Wah tumben asisten terbaik kita menghubungiku, ada apa gerangan?"

"Eh monyet, lu bilang cuma 3 mobil, ini 1 batalyon yang dikirim" maki Lynn.

"Eh kakak ipar. Beneran kak, dari rencana si nenek yang kemarin di share emang cuma 3 mobil" jawab Eland.

"Bohong ya lu?"

"Sumpah demi Allah kak, ngapain gue bohong, gue curiga gara-gara tadi kakak gue bilang kakinya udah ada perubahan jadi rencananya berubah" jelas Eland.

"Kirim posisi lu dimana Kak, gue ke sana sekarang" Lynn melirik ke arah Alan, pria itu pun langsung mengerti dan mengirimkan posisi mereka.

"Nanti aku jelaskan" ucap Lynn melihat raut muka Kai yang tidak bersahabat.

"Apa lagi yang kau sembunyikan?" tanya Kai.

"Buanyak banget. Hehehe.. Sabar ya ganteng yang penting kita selamat dulu sekarang". Kai tidak habis fikir bisa-bisanya disituasi seperti ini Lynn masih bisa bercanda. Dia sebenarnya dokter atau pasien sih?. Karena terlalu banyak lawan akhirnya mobil yang ditumpangi mereka dipaksa berhenti.

"Alan berapa jenis bela diri yang kamu kuasai?"

"3 nona"

"Bisa memakai senjata api?" Alan mengangguk lagi.

"Bagus" Lynn menyingkap rok nya. Tampak 2 senjata api menggantung di kedua sisi paha mulusnya. Kai segera menutup mata Alan. Lynn tersenyum geli. Setelah mengambilnya ia langsung melemparkannya ke Alan.

Kai terlihat sangat kecewa dengan keadaannya.

"Bahkan dalam bahaya seperti ini aku tidak bisa berbuat apa-apa" ujarnya frustasi.

"Cup cup cup.. Kamu istirahat aja ya jangan banyak fikiran" tanpa izin Lynn langsung membius Kai.

"Kita bersiap Al, tenang saja mereka tidak akan bisa membuka mobil ini" Lynn kembali menghubungi seseorang. Tertulis nama Aurora di layar.

"Berapa lama kau bisa datang ke tempatku saat ini?"

"10 menit" jawabnya.

"Make it 5 minutes."

"Baik, Laksanakan" jawab Aurora.

Lynn dan Alan keluar dari mobil. Rendra dan keempat temannya pun sudah bergabung tapi mereka tetap kalah jumlah.

"Lebih baik kalian serahkan tuan muda Kalian dari pada nyawa kalian melayang" ancam ketua kelompok tersebut.

"In your dreams" jawab Lynn.

"Wuih dapat jackpot nih kita. Kalau kau mau menemani kami, kami akan membebaskanmu cantik, asal kami semua puas. Hahahaha..." timpal yang lainnya. Namun tiba-tiba.

Dorr...!!

"Bacot" Lynn menembak tepat di dahi pria tersebut. Seketika dia pun kehilangan nyawanya.

"Kurang ajar, kalian ternyata lebih memilih mati. Serang...!!!"

Pertarungan.pun tidak dapat dielakkan. Walaupun ilmu bela diri mereka jauh diatas rata-rata namun dari jumlah musuh, mereka pasti kewalahan. Lama kelamaan tenaga mereka terkuras dan mulai terpojok. Tak lama kemudian, seorang wanita cantik dengan pakaian serba hitam dan 5 orang pria bertubuh tegap membantu mereka.

"Nona tidak apa-apa?"

"Aku okay Ra" jawab Lynn.

"Kurang ajar.. Siapa kalian berani ikut campur?"

"Selama kau berurusan dengan nona kami, maka kami berhak ikut campur" jawab Aurora dingin. Ia dan anak buahnya langsung menyerang para penjahat tersebut. Perkelahian sengit pun di mulai kembali.

Di sisi lain, Eland tampak siap dengan motor sportnya.

"Eland kau mau kemana?" tanya ibunya, Monica. Pria itu pun langsung membisikkan sesuatu kepada ibunya. Sontak saja wajah Monica terlihat pucat pasi. Rahayu tampak menghampiri mereka.

"Kenapa mukamu pucat begitu?"

"Ah tidak apa-apa bu, hanya kaget saja

"kaget kenapa?"

"Ini Oma, mama nanya mau pergi kemana, aku bilang hangout sama temen eh mama malah kaget, udah dibilangin gak usah kepo urusan anak muda eh malah gak percaya. Ya udah Ma, Oma, aku pergi dulu ya, Bye"

"Hati-hati Eland" ucap Rahayu.

Eland memacu motornya dengan kecepatan tinggi. Ia juga sudah menghubungi teman-temannya untuk meminta bantuan. Semoga Kakaknya bisa bertahan.

1
sryharty
berdamai lah dengan keadaan kai
aku
S ini sopo lynn??? 😃😃
aku
tambahin lah bodyguard nya. isolasi dr org jahat2 tu. kesian kai 😭
aku
adegannya bkin mlongo klo di bayangin 😭 masa lgsg cari dpn orgx. alamak ketahuan gk pinternya 🤣🤣
aku
warlok gak tuh 😭😭🤣🤣
aku
lahdalaaaahhh ada newbie jg di perkuntian 😭😭
aku
enak kali ya jd kyk lynn. enteng gt krn hdp nya realita bgt. aq ni gk enakan, gk tegaan, sakit sendiri jd nya 😭😭
aku
definisi lagunya alam. ..sembur si kai 🤣🤣
Nur Halida
semangat lynn .. basmi dukun itu sampe ke nenek2nya😁
Nur Halida
nenek dan pamannya nih yg nyelakain kai
Nur Halida
seru nih... aku suka peran cewek yg gak menye2 kek lyinn ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!