NovelToon NovelToon
Kala Takdir Menyapa Lagi

Kala Takdir Menyapa Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Janda / Teman lama bertemu kembali / Menikah Karena Anak
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Digital

🖊SEQUEL MENIKAHI SUAMI TIDAK NORMAL.

Cinta romantis, dua kata yang tidak semua orang mendapatkannya dengan mudah.

Hari itu Alena Mahira menolak Alex dan menegaskan akan tetap memilih suaminya, Mahendra. Tak ingin terus meratapi kesedihan, hari itu Alex Melangkah pergi meninggalkan kota yang punya sejuta kenangan, berharap takdir baik menjumpai.

8 tahun berlalu...

"Mama, tadi pagi Ziya jatuh, terus ada Om ganteng yang bantu Ziya. Dia bilang, wajah Ziya nggak asing." ujar Ziya, anak semata wayang Alena dengan Ahen.


"Apa Ziya sempat kenalan?" tanya Alena yang ikut penasaran, Ziya menggeleng pelan sembari menunjukkan mata indahnya.

"Tapi dia bilang, Mama Ziya pasti cantik."

*******

Dibawah rintik air hujan, sepasang mata tak sengaja bertemu, tak ada tegur sapa melalui suara, hanya tatapan mata yang saling menyapa.


Dukung aku supaya lebih semangat update!! Happy Reading🥰🌹
No Boom like🩴

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KTML032~ Survey

"Wow, menarik." ucapnya lirih.

"Coba tebak, seberuntung apa wanita yang bisa mendapatkannya? Aku yang jelas-jelas ibu kandung dari Axan saja diperlakukan kasar, apalagi penggoda diluar sana."

Pandangan Syeera beralih pada Alena, senyum kecil terbentuk saat melihat Pak Alex menggandeng tangan Alena.

"Sungguh pria yang langka." ucapnya pelan nyaris berbisik.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Beberapa hari berlalu... Setelah mengantar Ziya ke sekolah, Alena langsung pergi untuk mengunjungi kebun-kebun yang baru selesai mendapatkan perawatan, nantinya kebun ini akan Alena jual lagi dengan harga yang lebih tinggi.

"Dek, lancar?" tanya Alena.

Hikam mengangguk dan mengacungkan jempol.

"Lancar, Kak. Sudah rapi sesuai permintaan Kak Alena."

Alena tersenyum merasa puas.

"Kapan-kapan kita makan bareng sama pekerja lainnya, mereka udah kerja keras dan nggak pernah bikin aku kecewa."

"Baik, Kak. Aku ikut arahan Kak Alena."

"Hari ini aku nggak bisa lama-lama disini, tolong kamu yang bagiin upah mereka seminggu ini."

"Kak Alena sepertinya sibuk sekali hari ini."

Alena menyerahkan paper bag berisi uang cash pada Hikam.

"Iya, aku masih mau ke kost, mau ada calon penyewa baru. Aku harus cek kondisi fasilitasnya." jawab Alena.

Hikam tersenyum ikut senang, ia belum pernah melihat Alena mengeluh soal pekerjaannya, sepertinya keberuntungan selalu berpihak padanya. Terlebih Alena orang yang teliti, ia tidak akan menyewakan kamar kost ataupun kontrakannya jika ada satu fasilitas yang harus diganti, hal ini membuat penyewa juga ikut merasa puas dan tidak komplain jika harganya agak tinggi dibanding lainnya. Selain ketelitiannya dalam menjaga kualitas, Alena juga memiliki sikap ramah yang bisa disesuaikan dengan usia penyewa, tidak jarang ada laki-laki penghuni kost-nya yang hampir terbawa perasaan pada Alena, meski usianya sudah hampir 40 tahun namun wajahnya masih saja cantik seperti seorang gadis, karena apa? Karena banyak duit🏃‍♀️‍➡️

"Baik, Kak. Semoga lancar segala urusan."

"Aamiin, makasih ya Dek. Aku jalan duluan deh, mumpung Ziya belum jam pulang ini."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di perempatan lampu merah, Alena yang berhenti karena lampu lalu lintas masih berwarna merah tiba-tiba disapa oleh seseorang dari luar mobilnya.

"Eh, Syeera." Alena membuka kaca mobilnya.

"Syukurlah kita bertemu disini, aku ada urusan denganmu. Kapan ada waktu?"

Alena tampak sedang berpikir, ia mengingat semua jadwalnya dan mencari jadwal kosong.

"Nggak tau pasti, kayaknya besok atau lusa."

"Aku minta nomor HP-mu boleh? Jika ada perlu aku bisa mengabarimu dan tidak dadakan seperti ini."

"Boleh,"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di Kost dekat kampus...

Alena menyapa seorang Ibu dengan anaknya yang sudah menjadi seorang Mahasiswa, sepertinya anaknya inilah yang akan menempati kamar kost-nya.

"Mbk Alena, ya?"

"Iya, Bu. Ini saya. Kalian kok ngabarin kalau mau kesini sekarang?"

Alena mengatur napasnya.

"Iya sekalian mengurus beberapa hal di kampus, jadi sekalian mampir lihat-lihat."

Alena mengangguk tanda mengerti, mau tidak mau Alena tetap akan menemani mereka untuk survey. Dibukanya pintu itu dan Alena masuk lebih dulu lalu diikuti Anak dan Ibu yang akan menyewa kost-nya.

"Wah, bagus banget Kak. Persis di fotonya." pujinya.

"Makasih, bisa aja kamu in, Dek."

"Sejujurnya hari ini saya mau mengecek kamar ini, jaga-jaga ada fasilitas yang kurang baik dan akan segera saya ganti. Eh kalian datang lebih dulu, jadi mohon maaf ya kalau masih sangat berantakan." jelas Alena.

"Iya Kak, aman aja ini. Oh iya, ini beneran cuma 700 ribu kak?"

Alena mengangguk.

"Nggak masuk akal," ucapnya pelan nyaris berbisik.

"Apa Adek kurang nyaman?" tanya Alena.

Sebelumnya mereka hanya memesan kamar melalui via online dan baru ini mereka survey langsung.

"Ini mah terlalu royal kak. Beruntung banget."

Alena tersenyum lega.

Dengan harga 700 ribu rupiah ini kost Alena menyediakan fasilitas AC, Listrik, Kulkas kecil untuk minuman, Lemari kayu + Hanger, Meja + Kursi, wifi, kamar mandi dalam yang disediakan bak mandi serta shower, ada space untuk mencuci pakaian juga, disamping kamar mandi terdapat space ruangan yang sudah disediakan meja memanjang di tembok, meja ini bisa digunakan untuk tempat galon, tempat makanan agar tidak berserakan di lantai. Fasilitas lainnya berupa springbed single dengan spons yang tidak mudah gepeng, bantal dan guling tentu ada, fasilitas tambahannya yakni stopkontak yang akan sangat berguna.

"Emmm ini 700 ribu free biaya listrik, mbak?" tanya sang Ibu.

"Betul." jawab Alena.

"Aku deal deh Kak. Nama aku Dewi."

"Oke, Dek Dewi. Tapi hari ini saya mau cek dulu ya, barangkali harus ada yang diganti."

"Siap, Kak."

"Ini mah orang kaya gabut sewain Kost bu." Bisik Dewi.

"Sepertinya iya, tapi ini keberuntungan yang belum tentu datang lagi."

Alena berkeliling di ruangan itu untuk mengecek satu persatu fasilitas yang ada.

"Oke, semuanya aman dan siap di huni."

"Bayar sekarang boleh, Kak?"

"Boleh. Bisa transfer bisa cash."

Dewi mengeluarkan uang tunai sejumlah 700 ribu dan diberikan pada Alena.

"Besok aku akan pindah kesini kak."

"Oke. Ini kuncinya," Alena menyerahkan kunci kamar tersebut pada Dewi dan berpamitan pulang lebih dulu sebab Ziya sudah hampir pulang sekolah. Saat keluar dari ruangan tersebut, Alena merasa ada seseorang yang menguntitnya, namun disepanjang jalan ia tidak menemukan orang yang mencurigakan.

"Apa cuma perasaanku aja ya?" gumam Alena.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di sekolah, seperti biasa Alena sedang menunggu jam pulang sekolah tiba, tidak berselang lama kaca mobilnya diketuk seseorang.

"Eh, Kak Alex." Alena keluar dari mobilnya.

"Sudah dari tadi?" tanya Pak Alex.

"Baru aja dateng,"

"Masih ada waktu 15 menit lagi, minum dulu." Pak Alex menyodorkan sebotol minuman dingin.

Alena mengambilnya tanpa ragu, ia tersenyum tipis. Kakak tingkatnya ini tidak berubah sama sekali, dari zaman kuliah ia masih tetap memberikan perhatian kecil yang menciptakan sebuah kenangan, bahkan saat dirinya berada di satu pekerjaan yang sama 8 tahun lalu, ia tetap memberikan perhatian semacam ini pada Alena.

"Makasih ya, Kak." ucap Alena, kebetulan sekali cuaca hari ini sangat terik, sangat cocok ditemani sebotol minuman dingin untuk mengusir dahaga.

"Kak Alex nggak sibuk? Tumben jemputnya awal." tanya Alena.

"Tidak terlalu sibuk, aku khawatir jika Axan harus merepotkanmu lagi. Kedepannya biar aku yang jemput Ziya, kamu cukup di rumah."

"Haiss mana bisa gitu, nanti jadi kebiasaan."

"Itu kan memang tujuanku." batin Pak Alex.

"Selama bukan kebiasaan buruk maka sah-sah saja." sahut Pak Alex.

"Oh iya, tadi aku di jalan ketemu Syeera, katanya dia ada urusan sama aku. Berhubung aku sibuk jadi kami bertukar nomer HP aja. Penasaran sih ada perlu apa dia." ungkap Alena.

"Sepertinya dia masih belum menyerah dengan niatnya yang ingin mengambil Axan, tapi itu hanya akan jadi mimpi saja untuknya." kata Pak Alex.

1
M S Abdl
pejuangan tidak akan menghianati akan hasil 💪semangat toor aq padamu pokoknya ....salangheyoo❤❤❤
Siti Musyarofah
belum up
aku baca dulu
Siti Musyarofah
buat Alena trima a
lex kak
Siti Musyarofah
langsung baca
🍒⃞⃟🦅•§¢•𝓛𝓲𝓵𝓲𝓽𝐀⃝🥀
maaf teman², hari ini lambat up nya, author lagi kurang sehat🙏🙏🙏
Suanti
kenapa mira ngak adopsi ank aja di panti asuhan buat pancingan supaya cpt hamil 😂😂😂
Siti Musyarofah
2x up kak
Suanti
sehari up 2 bab🙏🙏🙏
Suanti
kayak nya axan ank adopsi, pak alex belum nikah 🤣🤣🤣
Sundel Bolonk _Lilit: Belum tentu, siapa tau Axan anak kandungnya. Bisa jadi emaknya selingkuh, mangkanya Pak Alex ogah ngakuin dan kasih tau Axan tentang Ibunya
total 1 replies
kalea rizuky
hmmm aq dr awal uda g setuju soalnya ahen iku bodoh plin plan mending ma Alex akhirnya doa ku di denger author/Curse//Curse//Curse/
kalea rizuky
si ahen mana mati kaj
🏘⃝Aⁿᵘ𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
ngakak akuu 😭😂😂
🏘⃝Aⁿᵘ𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
yaampun yaampun mulutnya belum di cocolll sambel yak 😤
🏘⃝Aⁿᵘ𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
hadeeuhh esdeh udah pd juliiddd
🏘⃝Aⁿᵘ𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
jgn mikir pengen jd anaknya, ziyaa
Yoona
masih nyimak duli
Abel Incess
jadi makin ber tny" apa yg udh terjadi sm ahen
Abel Incess
hah knp bisa ahen ngk sm alena???
jadi pinisirin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!