NovelToon NovelToon
Hard To Say Goodbye

Hard To Say Goodbye

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:260.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Lanny Tanuwidjaja

Kirana Larasati, menghadapi problema hidup yang sangat berat ketika usianya beranjak 23 tahun. Dia harus menerima kenyataan ketika kekasihnya Darren menikah dengan Tiara kakaknya sendiri, dan di saat yang hampir bersamaan dia juga harus mengetahui bahwa ibu yang sangat dia sayangi ternyata bukanlah ibu kandungnya.

Dengan duka Lara yang datang bertubi-tubi, dia harus mampu melanjutkan hidupnya. Hingga pada akhirnya dia bisa menemukan cinta seorang Joshua, yang ternyata justru lebih menghancurkannya karena kesalahpahaman yang terjadi.

Mampukah Lara menghadapi kisah hidupnya yang seperti roller coaster? Bagaimana akhir kisah cintanya dengan Joshua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lanny Tanuwidjaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Speechless

Tiara mengucek matanya, dilihatnya jam dinding menunjukkan pukul 12 malam tepat, yang artinya itu adalah tengah malam. Dia terbangun dari tidurnya karena mendengar ketukan di pintu kamarnya, terdengar suara Darren memanggil-manggilnya.

"Iya tunggu sebentar," Tiara menjawab dengan suara serak.

Dengan malas Tiara menyeret langkahnya ke kamar mandi yang ada di kamrnya, merapihkan rambutnya yang sedikit berantakan, juga membasahi wajahnya dan berkumur supaya terlihat segar. Segera disambarnya jubah tidurnya, menutupi lingerie merah marun tipis yang membalut tubuhnya saat ini. Tak lama dibukanya pintu kamarnya, tatapannya bertemu mata elang milik Darren. Mereka saling bertatapan untuk sesaat.

"Ada apa malam-malam begini membangunkanku?" tanya Tiara kesal karena merasa tidurnya terganggu.

Darren tak langsung menjawab pertanyaan Tiara, dia menikmati pemandangan indah di depannya. Dia menelan ludahnya melihat penampilan Tiara yang dibalut jubah tidur berwarna merah marun melapisi lingerie tipis di dalamnya, yang mempertontonkan lekuk tubuhnya dengan jelas.

"Kau seksi sekali," ujar Darren tanpa sadar.

Tiara berdecak, "Apakah kau mengetuk pintu kamarku hanya untuk mengatakan hal itu?"

Salah tingkah Darren menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sambil tersenyum sumir dia menggeleng.

"Aku lapar, temani aku makan di dapur," ajaknya manja.

Tiara menarik nafas bertambah kesal, jam 12 malam mengganggu tidurku hanya untuk menemaninya makan? Astaga, rasanya ingin kulempar bantal saja wajah polosnya itu, gumam Tiara dalam hati.

"Lapar ya tinggal makan saja, tega sekali membangunkanku dari mimpi indah hanya untuk menemanimu makan. Aku mau lanjut tidur," Tiara membalik badannya kembali ke kamar dan segera menutup pintunya.

Akan tetapi dia kalah cepat dengan kaki Darren yang sudah mengganjal pintunya supaya tidak tertutup, dengan wajah gusar dia kembali menatap Darren.

"Darren, aku sangat mengantuk. Makan sendirian sajalah," Tiara merengek seperti anak kecil.

Lagi-lagi Darren menggeleng dan segera menyeret langkah Tiara menuju meja makan yang terletak di dapur, akhirnya dengan geram Tiara terpaksa mengikuti langkah Darren.

Begitu sampai di meja makan, Tiara membelalakkan matanya, dia melihat sebuah kue tart cantik di atas meja. Dia mengamati tulisan yang ada pada kue tersebut, 'Happy Birthday Istriku. Dia menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Dia merasa terkejut dengan perlakuan Darren saat ini, padahal dia sendiri tidak memyadari kalau tepat di jam ini dia berulang tahun yang ke 24. Mungkin karena terlalu banyak pikiran yang membebaninya, sampai dia melupakan hari kelahirannya sendiri.

Yang membuatnya lebih tercengang, Darren mengingat hari ulang tahunnya, memberikannya kejutan romantis seperti ini, dengan kue tart tiramisu kesukaannya. Dia tak habis pikir bagaimana Darren bisa melakukan semua ini, terutama untuk istri yang tak dianggap seperti dirinya ini. Suasana ruangan yang remang-remang terkesan gelap itu menambah sempurna kejutan dari Darren.

"Happy birthday istriku," bisik Darren di telinga kanannya.

Tiara merasa gugup dengan perlakuan Darren yang sudah memeluknya dari belakang, dia tidak tahu harus berbuat apa. Dia masih belum sadar sepenuhnya karena kejutan yang dibuat Darren, ditambah lagi bisikan Darren ditelinganya yang cukup membuatnya bergidik. Dia menyebut istriku? batinnya lirih.

"Hei, terkejutnya tak usah berlebihan. Tak berniatkah mengucapkan terima kasih pada suamimu yang sudah menyiapkan semua ini?" Darren berkata ringan menggodanya.

Istriku? Suamimu? Kata-kata itu begitu menggelitik relung hati Tiara, ada apa dengan Darren hari ini? Tiara terus membatin dalam hatinya, mempertanyakan sikap Darren yang lain dari biasanya.

Dengan perlahan Darren membalikkan tubuh Tiara dan membuat mereka berhadapan tanpa jarak sedikitpun, Tiara yang masih kikuk tak berani menatap Darren. Terlebih posisi tubuhnya yang bersandar sepenuhnya pada meja, tidak menyisakan jarak sedikitpun dalam pelukan Darren. Tanpa disadari bulir bening mengalir di pipinya, dia tak habis pikir mengapa toba-tiba air mata lolos begitu saja menggenangi pipinya.

"Astaga, kenapa menangis seperti ini?" Darren kebingungan.

Diusapnya air mata Tiara dengan ibu jarinya, sementara tangannya yang lain mengusap lembut punggungnya mencoba menenangkan Tiara. Setelah agak tenang, Tiara menghela nafas.

"Maaf, Darren. Aku hanya terkejut dengan semua ini, terima kasih ya. Aku tak menyangka kalau kau..."

Belum sempat Tiara melanjutkan kalimatnya, Darren sudah memagut bibirnya dengan lembut, membuat mata Tiara yang masih basah membulat sempurna. Dia tidak siap menerima pagutan Darren, hanya mampu terdiam tanpa kata.

"Ok cut, adegan dewasanya sensor dulu ya," tiba-tiba lampu di ruangan itu menyala terang benderang.

Darren melepaskan pagutannya dan Tiara mulai tersadar, matanya beredar ke sekeliling ruangan, di sana dia melihat ada Joshua, Lara, Andreas dan Diana yang sedang tersenyum ke arahnya. Rupanya yang tadi dia dengar adalah suara Andreas.

"Happy birthday," seru mereka bersamaan.

Lara berinisiatif menghampiri kakaknya, memberinya ucapan selamat sambil memeluknya hangat. Kemudian secara bergantian Joshua, Andreas, dan Diana memberikan ucapan selamat padanya.

"Sekarang tiup lilinnya kak," ujar Lara menghangatkan situasi yang masih agak canggung, dia berusaha menyalakan lilin di atas kue tersebut.

Setelah make a wish, Tiara meniup lilin perlahan, kemudia terdengarlah tepuk tangan dari mereka semua yang hadir di sana.

"Terima kasih buat surprise ini, aku sangat terharu," ujar Tiara sambil memghapus air mata yang kembali mengalir di pipinya.

"Never mind, Tiara. Yang penting sekarang ini cepatlah hadirkan keponakan buat kami," seloroh Andreas mengundang tawa yang lainnya.

Pipi Tiara langsung merona. Bagaimana mau memberi keponakan? Bersentuhan saja tidak pernah, tidur pun di kamar masing-masing. Tiara tersenyum miris.

Darren merengkuh bahu Tiara, mengecup pucuk kepalanya. "Aku punya sesuatu untukmu," Darren merogoh sakunya.

Dia membuka sebuah kotak perhiasan, mengambil seuntai kalung emas putih cantik dengan liontin berbentuk hati bertahtakan sebutir berlian yang membuatnya nampak berkilauan, kemudian dipasangkannya kalung itu di leher jenjang Tiara.

"Selamat ulang tahun istriku sayang," Darren mencium ringan kedua pipi Tiara.

Perlakuan Darren hari ini benar-benar membuat Tiara salah tingkah, pipi bersemu merah, speechless, tak tahu harus berbuat apa. Pada akhirnya dia hanya bisa memeluk erat Darren dan menyembunyikan wajahnya di dada laki-laki tampan yang berstatus sebagai suaminya itu.

Joshua melirik Lara dengan ekor matanya, sedari tadi dia melihat mendung di wajah kekasihnya itu, berusaha menyembunyikan rasa sakit yang menjalari hatinya. Menyaksikan kemesraan orang yang dicintai dengan orang lain bukanlah hal mudah yang bisa diabaikan begitu saja. Joshua memahami situasi ini, pada saat Darren memeluk dan mencium bibir Tiara, saat itu juga Joshua mencoba menghalangi pandangan Lara dengan merengkuh Lara dalam pelukannya, sehingga dia tidak perlu menyaksikan itu semua. Ketika lampu menyala, barulah Joshua melepaskan pelukannya. Mengusap lembut punggung Lara, memberikan kekuatan seolah berkata ada aku disini untukmu.

***

Tiara POV

Malam ini dadaku berdegup kencang, Darren memberikan kejutan yang sungguh membuatku terkejut. Dia menghadirkan adik dan sahabat-sahabatku, merayakan ulang tahunku dengan sebuah kue tart tiramisu kesukaanku, menyebutku sebagai istrinya, menegaskan bahwa dia suamiku, memelukku, memagut bibirku dengan lembut, menghadiahiku seuntai kalung cantik, memperlakukanku sebagi seorang istri yang merasa amat dicintai oleh suaminya.

Aku merasa bahagia, sempat melambung karena perlakuan manisnya, berharap semua ini bukan sekedar imajinasiku saja. Tapi ini memang nyata terjadi, hadiah ulang tahun terindah bagiku. Apakah mulai tumbuh rasa di hatiku untuk Darren? Jujur kujawab iya, rasa itu perlahan bertumbuh subur. Aku rasa aku mulai mencintainya, mungkin karena terbiasa bersama, sering berinteraksi walaupun tak lebih seperti room mate yang tinggal dalam satu atap.

Aku berusaha keras menyembunyikan rasaku ini darinya, aku merasa harus melakukan ini karena aku sangat tahu Darren belum bisa move on dari hubungan masa lalunya dengan Lara adikku. Miris memang, aku terpaksa mencintainya dalam diam. Sakit? Tentu saja, terlebih saat aku harus melihatnya menatap wajah adikku dengan penuh cinta.

Aku menepiskan egoku, toh dalam hal ini andilku juga sangat besar sehingga menyebabkan kami bertiga terluka. Aku pasrah saja menjalani pernikahan kamuflase, meredam rasa cinta untuk suamiku sendiri, merelakannya membalas cinta yang lain, berusaha terlihat baik-baik saja padahal aku sangat terpuruk.

Hari-hari kulalui seperti pasangan suami istri pada umumnya, kami terlihat mesra di luar, tapi pada saat berdua kami seperti orang asing. Tapi hari ini dia berbeda, aku tersanjung dengan surprise yang dibuatnya. Dia memanjakanku, membuatku terbang melayang dalam ******* bibirnya. Tapi pada saat lampu menyala dan kulihat adik dan sahabat-sahabat kami ada di sana, saat itu juga aku terhempas. Jadi semua hanya akting seperti biasanya, tungkai kakiku seperti jeli yang lunglai seketika. Tak kuasa menopang bobot tubuhku, tapi aku masih harus melanjutkan sandiwara ini, masih harus terlihat baik-baik saja.

Aku melihat sorot mata Lara yang menyimpan luka menyaksikan kemesraan kami, aku merasa bersalah. Maafkan aku adikku, meskipun kamu bilang sudah berjalan bersama Joshua, tapi aku tahu hatimu untuk siapa. Seperti Darren yang mendampingiku, raganya bersamaku, tapi hatinya tetap untukmu seorang.

***

From author :

Author jadi tambah baper nih, udah nulis panjang-panjang, tapi ga ada yang vote.

Readers setiaku, please like n comment ya. Jgn lupa bintang limanya juga.

Berikan aku kekuatan supaya tetap semangat merangkai kata untuk kisah mereka yang semakin complicated ini.

Thx sayang2ku...

Luv,

Lanny Tan

1
ione
/Smile/
Retno Agus Silowati
Lumayan
PeQueena
halaa.. omong kosong kau lara.nyata kau berpelukan juga. untung masih ketahuan jashua...
g usah munak..giliran dituduh mencak²... aneh lu
PeQueena
muter² muluk...stiap ada didekat darrens bawany lemah hatinya gak bisa apa bersikap tegas si lara .,
PeQueena
kebanyakan pov lagi
PeQueena
benar joshua lah.
meskipun tiara atau keluarganya sklipun.melihat itu yg sangat gak pantas dipikir klian berdua berselingkuh
PeQueena
kenapa menyalakan takdir...
itu kan karna kebodohanmu sendiri. kenapa tidak bisa berterus-terang dan menjadi laki² pengecut.
ingat ya.. mgkin menurut orang tua pilihan meraka itu tepat tapi belum tentu terbaik bagi anaknya
PeQueena
disini darren egois.. semua sikapnya mlh membuat lara memjadi sulit dan serba salah
PeQueena
jangan kebanyakan pov thor...
ntar jdi bingung bacanya . ribet
Susana Dewi
dari awal baca sampai bab ini bikin emosi terus, ga tahu disini yang salah dan yang benar..semua muter muter.
Susana Dewi
bagus
Natalia Panggabean
kirana lm2 terlalu ngebosanin.. apa2 bisanya cmn mngalahh.. joshua jg ujung2nya maksa.
Natalia Panggabean
pgnnya darren sm lara.
scarlet
kalo aq sih,,, emg sebaiknya mrk pisah,, rumah tangga yang aneh,,, katax saling cinta tp selalu salah paham,,, tdk pernah slg memahami,,,, lalu apa artinya cinta bd mrk? Joshua terlalu temperamen,,, kerjanya emosiiii aja,,, punya suami kek gitu pastinya lelah secara mental,,,,
scarlet
Thor,,, jgn berusaha memoles karakter Joshua sbg suami yg sungguh mencintai istri.
Dia memperkosa istri,, melecehkan dg kata2x, berbohong pd istrinya bhw ada kerjaan sampai mbiarkan anak istrinya pdhal berduaan dg mantan,,, apapun alasannya Joshua bkn suami yg baik n penuh cinta,,,, Cinta tdk akan menyakiti fisik maupun mental,,,
scarlet
lepaskan suami kasar sprti itu
scarlet
i hate you Jo,,, hy laki2 pengecut yg berbuat kasar pd wanita,,, gak pernah minta maaf LG,,
scarlet
apalah artinya cinta kalo diperlakukan kasar,,, itu bkn cinta tp obsesi,,, dlm cinta ada rasa hormat, percaya n kelembutan
scarlet
ngaca Jo,, km jg mencium mantanmu
scarlet
Lara,, km salah syg,,, sdh tau suami mu sdg cemburu n salah paham pd Adith,,knp berduaan dgx,, hrsx mhindar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!