Kayla anak korban brokenhome, papa yang dulu jadi panutan dan paling dia hormati menghancurkan semua yang harapan dan membuat Kayla kehilangan mama tercinta dia. yang membuat Kayla semakin membenci mamanya itu saat dia membawa wanita lain beserta anak yang seusia Kayla kerumah yang penuh kenangan mamanya.
sehingga membuat Kayla tahu akan penghianatan papa pada mamanya yang membuat mamanya sakit dan pergi meninggalkan Kayla selamanya.
disitulah awal kebencian dan perubahan sikap Kayla pada papanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafma yuda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 34
Kayla menghela nafas panjang memilih bolos jam pelajaran terakhir karena hari ini moodnya benar-benar hancur sehingga dia memilih bolos dari pada melihat orang yang jadi pemicu emosinya.
Bukan sok hebat ataupun sok berani bolos jam pelajaran tapi Kayla memang butuh suasana yang hening untuk meredam emosi dia saat ini. Kayla memasang headset nya mengusir rasa kesal saat ini Kayla tahu jika dia tidak bisa buat apa-apa jika itu masalah privasi seseorang.
Kayla menutup matanya menyandarkan tubuhnya pada pohon besar dibelakangnya, Kayla merasakan hembusan angin membelai tubuhnya membuat Kayla merasa ngantuk hembusan angin sepoi-sepoi.
.
.
.
Alvaro menatap bangku kosong disampingnya saat jam pelajaran tengah berlangsung, sejak jam istirahat Kayla tidak menampakkan barang hidung membuat Alvaro bingung dan heran tahu jika Kayla saat ini membolos.
Memang dari pertama masuk Kayla sudah memasang wajah kesal dan banyak diam saat mereka makan di kantin yang ditraktir oleh Kayla yang memang tidak membawa bekal mereka jadi mereka memilih makan di kantin.
"Alvaro" panggil Kevin yang duduk seberangnya. "Kemana Kayla" tanya Kevin membuat Alvaro mengangkat bahunya tanda tidak tahu.
"Kenapa itu anak ya? Dari tadi dia diam dan tidak semangat hari ini" tanya Kevin membuat Alvaro setuju yang dikatakan Kevin.
"Aku juga tidak tahu kevin? Dia tidak bilang apapun" kata Alvaro pelan sambil menatap tas Kayla yang terletak di bangkunya.
"Pasti dia ada masalah" ujar Kevin membuat Alvaro menautkan kedua keningnya bingung.
"Masalah apa? " tanya Alvaro penasaran.
Duk
Duk
Alvaro dan Kevin dapat lemparan pukulan pada kepala mereka membuat mereka mengangkat kepala mereka serentak terlihat ibu guru killer berdiri dihadapan mereka dengan wajah sangar menatap mereka.
Alvaro memasang senyum tipis membuat ibu guru itu mautkan kedua alisnya. " Eh buk guru" kata Alvaro sambil memasang wajah polos andalannya.
"Kalian ngapain ah?" tanya ibu guru itu membuat Alvaro dan Kevin meneguk ludahnya menatap wajah intimadasi ibu itu.
"Gawat" pikir mereka saat mereka merasakan jika mereka akan di interogasi pulang sekolah.
"Habis pelajaran saya selesai kalian ikut keruangan saya" perintah ibu guru itu sambil melangkah kedepan kembali melanjutkan pembelajaran yang terhenti karena Alvaro dan Kevin berbicara saat dia menerangkan pelajaran.
Tidak lama kemudian bell tanda jam pulang berbunyi membuat semua siswa mendesah lega mulai membereskan buku dan alat tulis untuk bisa pulang.
Kevin dan alv5aro dengan lesu melangkah kan kaki mereka menuju ruang guru killer itu, bersiap untuk dikasih pencerahan buat mereka.
Skip...
"Ah" lega Kevin keluar gari ruangan ibu killer itu.
"Panas telinga aku sekarang" keluh Alvaro membuat Kevin tersenyum mengejek.
"Iya sama" ujar Kevin membuat Alvaro mengangguk setuju.
Mereka melangkahkan kaki mereka menuju parkiran memutuskan untuk pulang, setelah sampai mereka melihat motor Kayla masing di parkiran menandakan jika yang punya motor belum pulang.
"Kayla masih disekolah?" ujar Kevin sambil menatap sekitar mencari keberadaan Kayla.
"Hmm... Dia masih disekolah? Aku cari dulu Kayla" putus Alvaro melihat Kevin yang mengangguk paham.
"Maaf Alvaro aku hari ini antara mama mau cek up" ujar Kevin tatapan bersalah.
"It's Ok! Aku saja mencari dia? Palingan dia tidur di rooftop! Sehingga tidak tahu jika belum sudah berbunyi" ujar Alvaro.
"Aku duluan " pamit Kevin masuk dalam mobil meninggalkan Alvaro yang kembali lagi masuk dalam sekolah.
Alvaro melangkahkan kakinya menuju kelas siapa tahu Kayla berada disana mau mengambil tasnya, saat melihat ruangan kelas kos membuat Alvaro heran melihat tas Kayla masih disana. Alvaro membereskan semua buku kayla dan membawa tasnya keluar kelas, Mencari pemilik tas ini.
Alvaro menuju rooftop dengan berlari kecil agar sampai lebih cepat tapi orang yang dicari juga tidak berada disini juga. Alvaro mengusap kepala memikirkan tempat lain yang mungkin didatangi Kayla.
"UKS" kata Alvaro sambil turun tangga menuju ruang UKS. "Pasti dia tidur disana" pikir Alvaro sambil berlari kecil menuju UKS.
Sesampainya di UKS Alvaro mulia membuka tirai satu persatu mencari Kayla yang mungkin tidur disalah satu tempat tidur disediakan UKS.
"Tidak ada" gumam Alvaro melihat semua tempat tidur kosong tidak ada penghuninya.
"Alvaro" tanya seseorang membuat Alvaro membalikkan badannya.
"Oh! kamu Syifa" kata Alvaro pelan dan tersenyum pelan membuat syifa ikutan tersenyum.
"Mau ngapain kamu kesini? " tanya Syifa heran melihat Alvaro yang masih berada disekolah.
"Oh! Aku mengira jika Kayla tidur di UKS? " jawab Alvaro sambil memikirkan tempat lain yang akan didatangi Kayla.
Syifa menatap Alvaro sedih tapi langsung ditepisnya. "Kayla? Aku rasa dari tadi tidak ada yang datang kesini Alvaro, mungkin dia sudah pulang" kata Syifa membuat Alvaro menghela nafas panjang.
"Aku rasa belum mungkin dia ketiduran saat bolos sehingga dia tidak tahu jika orang sudah pulang" ujar Alvaro nada cemas. "Aku duluan ya! Mau cari Kayla dulu" pamit Alvaro tampa menatap Syifa yang memasang wajah kecewa.
"Mau aku bantu" tawar Syifa pada Alvaro tapi ditolak dengan sopan oleh Alvaro.
Alvaro melambaikan tangannya melangkah menjauh sambil membawa tas kayla, meninggalkan syifa dengan semua perasaan sakit dia rasakan.
alvaro mencoba mencari Kayla taman belakang sekolah karena itu tempat paling jauh dan jarang dipakai siswa disini. Alvaro menelusuri taman sehingga dia melihat seorang siswi cewek bersandar di pohon dengan wajah tertutup menandakan jika dia lagi tertidur.
Alvaro tersenyum lega menemukan kayla memang tertidur di taman ini! Alvaro jongkok sejajar dengan wajah tidur Kayla. Alvaro menyelipkan rambut yang jatuh diwajah Kayla kebelakang telinga kayla sehingga Alvaro dapat melihat wajah tidur Kayla.
"Dia terlihat sangat polos saat tertidur" kata Alvaro mengusap pipi kayla membuat dia terusik membuat Alvaro terdiam, cemas jika dia menganggu tidur kayla.
Tapi kayla hanya memutar posisi tubuhnya agar nyaman lalu tertidur lagi, Alvaro menghela nafas lega melihat kayla yang tidak terusik tindakan dia tadi. Alvaro duduk di samping Kayla tidak menganggunya hanya menunggu sampai kayla bangun sendiri, Alvaro tidak tega membangunkan Kayla yang tertidur pulas itu.
Alvaro membuka jaketnya dan memasangkannya pada tubuh Kayla agar Kayla tidak kedinginan. "Semoga kamu tidur yang nyenyak" ujar Alvaro sambil memainkan game yang ada di HP-nya menunggu Kayla bangun dari tidur cantiknya.
Sedang asyik memain game tiba-tiba ada beban berat dipundaknya membuat Alvaro menghentikan permainan dan melihat kayla bersandar di bahunya mencari posisi nyaman.
"Enak sekali dia tidur" pikir Alvaro sambil mengusap rambut Kayla dengan sayang sebelum memulai game yang dia tunda tadi.
Di tempat lain Syifa melihat semua yang terjadi diantara Kayla dan Alvaro yang memang terlihat sangat intim dan dengan sayang Alvaro menutupi tubuh Kayla dengan jaketnya.
Alvaro terlihat sangat menyayangi Kayla sampai dia mau menunggu Kayla bangun sendiri dari pada membangunkan Kayla. alvaro dengan sabar menunggu Kayla yang terlihat nyaman bersandar dipundak Alvaro yang terlihat asyik main game dihpnya.
Syifa memutuskan pergi menjauh dari pandangan yang membuat hatinya sakit karena sikap Alvaro pada Kayla membuat Kayla iri.
.
.
.
*B**ersambung*....
Tolong perhatikan tulisan dan kLimatnya,,Typo berterbangan,,,Tp aku coba utk paham,,