Diusia mudanya Vyanita harus berjuang sendiri dalam bertahan hidup, kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Dan dia harus rela kehilangan harta peninggalan kedua orang tuanya, untuk menutup hutang sang Ayah. Hingga akhirnya dia bertemu dengan sahabat sebaik Revi, dan keluarga Revi lah yang kini menajdi keluarga baru bagi Vya.
Kebahagiaan datang silih berganti, bertemu dengan keluarga baru yang baik dan menyayanginya, hingga kebahagian lain datang, dimana Vya menemukan cintanya.
Menikah dan membina keluarga, namun tidak berselang lama kebahagian itu berangsur sirna. Akankah Vya mampu melewati cobaan hidup yang datang padanya? Dan akankah dia menemukan kebahagiannya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHINOV, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33
"Mencoba ikhlas dari suatu kehilangan dan mencoba tersenyum dari suatu kesakitan. Karena semua yang datang, pasti akan pergi juga suatu saat nanti."
🍀🍀🍀🍀
"Angga, anak laki laki Bunda yang kuat, Angga anak laki laki kebanggaan Ayah dan Bunda," ucap Ferra. Mereka kemudian saling memeluk menguatkan satu sama lainnya.
"Mas, Kak Nara mana dari tadi aku tidak melihatnya?" tanya Revi, karena dia tidak mengetahui apa yang telah menimpa kakak laki lakinya saat ini.
"Oohhh, Nara. Hhmm Nara ada tugas keluar kota Dek, dan Elsa saat ini ada di rumah Oma dan Opanya," jawab Angga menutupi apa yang terjadi padanya, dari seluruh keluarganya.
"Tapi Mas sudah kasih kabar ke dia kalau Ayah telah berpulang," lanjut Angga.
Ferra mentap sendu Angga, karena dia masih menutupi kebusukan Ainara dari semua keluarganya. Entah karena dia tidak ingin keluarganya ikut sedih, atau karena rasa sakit yang diberikan cukup dalam sehingga membuat Angga tidak mau membicarakannya. Namun Ferra tidak akan pernah memaafkan Ainara, karena bagi Ferra kejahatan Ainara cukup fatal. Karena Ainara dia kehilangan suaminya dan karena Ainara kehidupan putranya jadi hancur.
"Bunda tidak ingin melihat Ainara datang ke rumah ini lagi. Lebih baik jika dia menjauh dari keluarga kita," ucap Ferra, dia pun beranjak meninggalkan mereka semua menuju kamarnya. Meninggalkan kebingungan pada mereka yang tengah berkumpul di ruang tamu.
"Mas, kenapa Bunda bilang begitu?" tanya Revi bingung. Sama halnya dengan Revi, Vya pun bertanya tanya. Kenapa Bunda sampai berkata demikian, padahal setahu Vya bundanya adalah orang yang baik dan penuh dengan kasih sayang.
"Entah Dek, Mas juga tidak tahu," jawab Angga. Angga bingung, dalam hati dia bertanya tanya apa mungkin Bundanya tau apa yang terjadi padanya.
Vya pun menatap suaminya, seakan Vya tau bahwa Adit mengetahui tentang apa yang menimpa keluarga angkatnya dan meminta penjelasan dari perkataan Ferra.
Merasa pandangan Vya penuh dengan tuntutan, Adit menghembuskan nafas panjang. Dia menatap ke arah Angga, menghampirinya dan kemudian dia menepuk bahu Angga pelan.
"Mas," panggil Adit.
Angga menoleh pada Adit dan bertanya "Ada apa?"
"Jangan sembunyikan lagi, berbagilah dengan kami. Karena kita satu keluarga, sakitmu sakit kami semua, bahagiamu bahagia kami semua," ucap Adit.
"Maksudmu apa Dit?" tanya Angga bingung.
"Almarhum Ayah, aku dan bunda sudah tau semua," ucap Adit. Dan membuat Angga kaget, dia pun kembali merasakan luka mengingat kejadian malam itu.
Lalu Adit menceritakan awal mula dia melihat Angga di bar dalam keadaan kacau, dan membawa Angga pulang ke rumah ini. Karena Angga mengatakan tidak mau pulang ke apartemennya jika masih ada wanita dan anak itu di sana.
Kemudian saat Bunda akan menelepone Ainara mengabarkan tentang kondisi Angga, tiba tiba Ainara datang dengan menggendong Elsa dan juga membawa Rian ke rumah ini. Revi, Reno, Vya dan Nesha masih tidak mengerti tentang apa yang Adit bicarakan.
Adit kembali bercerita, malam itu segala kebusukan Ainara terbongkar, tentang siapa Elsa dan Rian. Dan kejahatan itu disampaikan sendiri oleh mulut Ainara. Karena kejadian itu juga Ayah akhirnya terkena syock kardiogenik, dan harus berakhir dengan kehilangan nyawanya. Hal itu membuat mereka semua tercengang dan tidak percaya, Ainara yang menurut mereka baik ternyata mampu berbuat jahat seperti itu.
Angga semakin murka, saat tau pemicu kematian Ayahnya. Walau semua telah digariskan, namun saat tau yang sebenarnya membuat dia semakin terluka. Dia beranjak dari duduknya, meninggalkan ruang tamu, dengan penuh emosi serta mengumpat hal hal buruk untuk Ainara. Dia ingin menemui Ainara dan membuat perhitungan dengannya. Disaat Angga akan menuju keluar rumah dengan cepat Adit dan Reno menghadangnya, mencoba untuk menenangkan Angga.
"Mas, tenang Mas. Ingat kita masih berduka Mas, tidak baik jika kamu seperti ini. Kita serahkan semua pada Allah," ucap Adit.
"Benar Mas, kalau kamu seperti ini kasihan Ayah. Beliau tidak ingin melihatmu seperti ini, istighfar Mas, tenangkan dirimu," tambah Reno.
Menarik nafas panjang, Angga kembali tenang. Walau masih terasa sesak di dalam dadanya. Air matapun tidak dapat dia bendung, dia berteriak dan menumpahkan segalanya.
Revi menghampiri sang kakak, dan memeluknya dari belakang ikut meluapkan segala tangis dan sakit hatinya pada kakak ipar yang dia kira baik, di punggung Angga. Ini merupakan pukulan berat bagi mereka karena harus kehilangan ayah mereka, setelah mengetahui kejahatan dari menantunya.
🍀🍀🍀🍀
Sejak kejadian malam itu hingga tujuh hari kematian Rizwan, Ainara dan keluarganya tidak ada yang menampakkan batang hidungnya. Bahkan untuk sekedar mengucapkan bela sungkawa pun tidak.
Namun bagi keluarga Angga hal itu tidak menjadi masalah. Karena mereka tidak ingin melihat Ainara lagi, dan mereka ingin membuang jauh segala kenangan yang berhubungan dengan Ainara.
Karena tidak ingin membuat Ferra merasa sendiri, Reno meminta Revi dan putranya untuk tinggal bersama Ferra dan Angga. Sementara dia harus kembali ke Kota J melakukan kewajiban pekerjaannya di sana. Dan dia juga berjanji akan berkunjung tiap satu minggu sekali, karena jarak antara Kota M dan Kota J hanya membutuhkan waktu kurang lebih lima jam. Dan hal itu tidak memberatkan Reno, asal keluarganya dapat bahagia.
Vya dan Adit juga kembali ke kediamannya sendiri setelah malam ke tujuh kematian Rizwan. Sebenarnya Vya merasa berat meninggalkan keluarganya, namun kini dia juga telah memiliki keluarga sendiri. Toh nanti dia juga bisa sering berkunjung karena jarak antara rumah Vya dan Ferra cukup dekat.
"Dit, jaga rumah tangga kalian. Jangan sampai ada orang ketiga dalam rumah tangga kalian. Maafkan Mama, karena Mama dulu sempat menghadirkan orang ketiga diantara kalian," ucap Nesha sendu, mengingat kembali kesalahan pernah dia perbuat pada anak dan menantunya. Dan melihat kehancuran dari keluarga angkat Vya membuatnya begitu takut, jika hal tersebut menimpa keluarganya.
Memang dulu Nesha tidak merestui Vya dan Adit karena latar belakang Vya yang seorang anak yatim piatu, dan hanya seorang anak angkat. Namun Nesha tau bahwa keluarga angkat Vya adalah keluarga yang baik, santun dan terpelajar. Jadi melihat kejadian yang menimpa keluarga angkat Vya, membuat Nesha begitu sedih, dan merasakan kepedihan yang Ferra rasakan saat ini.
"Ma, tanpa Mama meminta Adit akan selalu menjaga keutuhan rumah tangga Adit. Karena bagi Adit, Vya adalah yang terbaik dari yang baik. Yang telah Allah persiapkan untuk Adit,"
"Mama jangan ingat masa lalu lagi ya. Yang berlalu biarlah berlalu. Sekarang kita hanya boleh menatap apa yang ada di depan kita saja,"
Nesha pun mengangguk, dan mencium kening putranya. Dan berjanji dalam hati, bahwa dia akan menjadi Ibu, Mertua, dan Nenek yang baik. Demi kebahagian dan keutuhan keluarga yang dia sayangi.
Terimakasih atas apresiasi Kakak² semua, tetap di tunggu ya up berikutnya. Dan jangan lupa berikan Like, Komen, serta Vote, Tips juga boleh jika Kakak² berkenan. BIG LOVE BUAT KALIAN 😘😘😘😘