NovelToon NovelToon
Putri Mahkota Yang Terbuang

Putri Mahkota Yang Terbuang

Status: tamat
Genre:Romantis / TimeTravel / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:4.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: sayonk

Area 21+, harap bijak dalam membaca.
#Tersedia Versi Cetak untuk kelengkapannya.

Kamelia

Seorang gadis zaman modern yang melintasi waktu, ia harus menggantikan tubuh Putri Mahkota yang tak di inginkan oleh Putra Mahkota, namun siapa sangka, disaat ia terbangun menampilkan perubahannya justru Putra Mahkota malah jatuh cinta.

Tapi disisi lain, cinta Kamelia atau Putri Mahkota telah pupus dan digantikan oleh cinta dari Kakak iparnya sendiri, Kakak kandung Putra Mahkota.

Setelah pernyataan cinta yang ditolak oleh Kakak Ipar, lantas kah Kamelia memperjuangkannya atau justru sebaliknya...??

ig:@riiez.kha.37

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 34 : Putra Mahkota Merelakan ming yue

"Maaf Yang Mulia, hamba lah yang salah. Putri Mahkota sudah menolak hamba. Hanya saja hamba lah yang bersikap kurang ajar." Pangeran Zhang merutuki kebodohannya. Ini salahnya yang bertindak gegabah. Seharusnya ia tidak datang di waktu yang salah. Sehingga tidak membuat Ming Yue kesulitan. Ia memang tidak pantas di sebut laki-laki yang bisa melindungi wanitanya. Baru saja ia ingin memperbaikinya, justru memperkeruh keadaan.

Kaisar memejamkan matanya, bagaimana ia tega menghukum putra kesayangannya dan kebanggaannya. Dengan terpaksa, ia harus mengambil tindakan ini.

"Ceraikan Putri Li Ming Yue, cabut gelar Putri bangsawan darinya dan asingkan dia ke desa Yung."

Deg

Putra Mahkota dan Pangeran Zhang saling diam membeku. Bagaikan ribuan anak panah yang menghantam tubuh mereka. Bagaimana bisa mereka terima jika Ming Yue di asingkan ke desa Yung, desa yang mengalami kekeringan pada bulan lalu dan sangat memprihatinkan.

"Mohon Yang Mulia mengubah rencananya," Tanpa sadar Putra Mahkota Wang dan Pangeran Zhang mengatakan kata itu dan bersujud secara bersamaan.

"Biarkan hamba yang menjalaninya Yang Mulia." Ucap Pangeran Zhang.

"Yang Mulia, mohon ubah hukuman putri Ming Yue, hamba belum bisa menceraikannya dan mengasingkannya." Gigih Putra Mahkota Wang, di balik bibirnya, ia mengeluarkan senyuman liciknya.

"Bagaimana mungkin dia menjadi Istri mu kembali, setelah Putri Li Ming Yue melakukan hal tak senonoh." bentak Kaisar. Meskipun mereka tak melakukan hal apa pun. Akan tetapi jika seorang laki-laki dan seorang wanita bersama dalam satu kamar tanpa hubungan pernikahan. Mereka akan di anggap melakukan hal yang kotor.

"Keputusan ku sudah final, kau resmi bercerai dengan Li Ming Yue dan kau Pangeran Zhang, aku akan mengasingkan mu di perbatasan selatan, basmilah semua pemberontak disana. Jalani lah hukuman ini selama satu tahun." Jelas sang Kaisar yang tak bisa di ganggu gugat oleh siapa pun.

"Berarti Putri Li Ming Yue masih bisa menjadi istri hamba Yang Mulia." Ucap Putra Mahkota.

"Tidak ! dia akan menjalaninya seumur hidup." Semoga dengan hukuman ini akan membawa kedua putranya berjalan kedamaian. Ia berharap hati putra bungsunya kuat. Mana ada laki-laki yang menerima melihat istrinya bersama orang lain.

"Dan Putri Xio Meng akan menikah dengan mu, Putra Mahkota. Li Ming Yue dan Pangeran Zhang bersiap-siaplah, besok adalah keberangkatan kalian." Ucap Kaisar, ia keluar dari ruangan itu dengan wajah merah padam.

"Ming'er," ucap Pangeran Zhang memeluk Ming Yue yang hanya menangis dan diam saja. Ming Yue harus siap menghadapi semua ini karna inilah resikonya yang ia terima, jika ingin memperjuangkan cintanya.

"Ekhem, Putri Li Ming Yue, aku ingin berbicara dengan Pangeran Zhang, silahkan kau keluar." Ucap Putra Mahkota datar.

"Baiklah, kau istirahat." ucap Pangeran Zhang seraya menghapus air matanya, lalu mencium kening Ming Yue.

Para pelayan pun menuntun Ming Yue menuju ke arah kediamannya. Sementara Pangeran Zhang dan Putra Mahkota Wang hanya saling menatap. Putra Mahkota Wang menampilkan senyuman liciknya sedangkan Pangeran Zhang menampilkan wajah tegas, dingin dan garangnya.

"Kau kira aku sebodoh itu," ejek Putra Mahkota Wang. Tanpa basa basi Putra Mahkota Wang menghambur, memeluk Pangeran Zhang dengan erat.

"Kenapa kau melakukan ini? apa ini yang kau mau? menyiksa orang kau cintai," ucap Pangeran Zhang tanpa membalas pelukan Putra Mahkota. Ia tak bisa memukul adiknya sendiri. Dulu orang inilah yang memperaruhkan nyawanya demi menyelamatkannya. Setidaknya dia memiliki hati nurani dan membicarakannya secara baik-baik.

"Hah," desah Putra Mahkota melepaskan pelukannya dan menatap Pangeran Zhang yang menahan amarah. "Aku sudah merelakannya untuk mu, kak. Anggap saja, hukuman ini terlalu ringan untuk kalian. Dari pada rasa sakit hati ku." Ujar Pangeran Wang menunduk.

"Itu balasan mu, karena perbuatan Kakak, mau tidak mau aku harus menikahi Putri Xio Meng. Mungkin besok dekrit kekaisaran akan sampai di kediaman Menteri Xio."

Putra Mahkota menarik lengan Pangeran Zhang keluar dari ruangan kerja Kaisar menuju ke arah taman istana dan memandang bulan.

"Kakak lihatlah," ucap Putra Mahkota Wang menunjuk ke arah bulan.

"Apa yang kau lakukan? aku tidak ada waktu meladeni mu," bentak Pangeran Zhang menatap tajam Putra Mahkota Wang.

"Kakak kau tidak merindukan ku? kau tidak merindukan Adik mu ini?" Putra Mahkota Wang menunduk, tanpa sadar air matanya turun tanpa diminta.

"Aku sudah merelakannya dan aku tidak berbohong kak. Hanya saja caraku yang salah. Jika pun aku tidak melakukannya, pada suatu saat nanti jika kalian ketahuan pasti akan terjadi hal seperti ini." lirih Putra Mahkota.

"Apa maksud mu?" bentak Pangeran Zhang keheranan.

Putra Mahkota Wang kembali memeluk Pangeran Zhang, "Bahagiakan Ming Yue, aku menyerah Kak. Benar cinta tak harus memiliki. Anggap saja setahun itu hukuman mu, karna telah mengambilnya dan setelah itu aku merelakannya."

"Aku tidak bisa membahagiakannya kak, awalnya ia mencintaiku, tapi karna irisan yang aku buat. Ming Yue menutup hatinya untuk ku dan telah digantikan oleh dirimu, Selamat Kak." ucap Putra Mahkota Wang langsung memeluk Pangeran Zhang dan menangis di pelukannya.

"Lakukan tugas mu Kak, jemput ia sebagai istri mu kelak. Jadikan Ming Yue sebagai istri satu-satunya. Dan maaf selama ini aku selalu menyakiti orang kau cintainya. Aku menunggu kau menjemput Ming Yue sebagai Permaisuri mu Kak." ucap Putra Mahkota Wang melepaskan pelukannya, lalu meninggalkan Pangeran Zhang yang masih terkejut akan pengakuan Putra Mahkota Wang.

1
Rumi Yati
Terima kasih thor
tudehun
/Ok/
Dikdikdoank
Luar biasa
Yurniati
tetap semangat terus
Yurniati
baru itu jentell dirimu putra mahkota
dua beradek tak perlu saling berebut
arus saling merelakan demi orang yang dicintai,,,,,,,😘😘👍👍💪💪🌷🌷❤️❤️
Anastasya
plot twist
rika comell
kbnyakan typo jirr🗿
Novishane
Luar biasa
Irma Yanti
8
Indy Metta
naik kuda apa kereta??? 😱😱
MARIYA
Luar biasa
A&R
bagus
Nitnot
Luar biasa
Iluh Sukreni
thor yg bener aza naik kuda apa kereta ? koq ada jrndela
MARIYA: bikin bingung ama panggillannya yg ubah ubah...
total 1 replies
Binti
harusnya pangeran Zhang putra mahkotanya kok malah adiknya
y u l l i e
singkat padat dan jelas.... thanks thooorrr.....
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Erna Ladi Yanti
emang enak,gimna rasanya di tolak psti sakit kan😁😁
nacho
ooo cerita ini sudah d jadikn novel patutlh putus2 ceritanya klu mau baca yg sepenuhnya belilah novelnya🤣🤣🤣😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
Buke Chika
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!