NovelToon NovelToon
SELINGKUH

SELINGKUH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:14.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Imelda Agustine

Instagram : @imeldona

SEASON 2 : Tentang Kasih Sayang dan Perjuangan Orangtua untuk mengungkap kebenaran anaknya, juga berlatar belakang kisah cinta Remaja.

SEASON 1 :Kisah Cinta pertama.
Saling mencintai namun karena pertentangan orangtua, mereka saling dipisahkan.

Hingga Kemudian Mereka dipertemukan kembali, tapi mereka sudah tidak dapat bersama karena Sefia sudah menjadi istri pria lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imelda Agustine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pasrah Akan Takdir

Setelah selesai pertukaran cincin, Dedi buru-buru keluar dari pesta untuk melihat keadaan Sefia, walaupun ia tidak tahu caranya bagaimana, tapi dia tidak bisa hanya berdiam diri saja.

"Sayang, kamu mau kemana?" Tanya Sherly pada Dedi, dan mencegahnya.

"Aku mau pergi dulu, ada urusan." sahutnya acuh.

"Pestanya kan belum selesai, ini masih banyak tamu yang dateng sama temen-temen artis aku."

Dedi berbalik, menatap dengan malas. "Kamu ingin kita tunangan, kan? Udah aku turutin! Jadi gak usah ngatur-ngatur aku lagi. Ini pesta juga bukan keinginan aku, jadi kamu urus sendiri. Gak usah bawak-bawak aku." ucap Dedi penuh penekanan, berbalik lalu melangkah pergi.

Sherly menghentakkan kakinya dengan kesal. "Sampek kapan kamu mau cuekin aku, sih? Tapi terserah, yang penting kamu udah jadi milikku sekarang." gumamnya, menyeringai.

****

Sepanjang jalan Dedi berpikir dan khawatir dengan Sefia, setiap kali ia melirik cincin melingkar dijemarinya. Rasanya sangat terusik.

Ia ingin melepaskan cincin itu lalu membuangnya jauh-jauh, tapi tak kuasa. Bukankah ini keputusan yang terbaik? Agar dia bisa melepaskan Sefia bahagia, dan dia memilih jalannya sendiri untuk berteduh.

Seperti biasa Dedi berhenti dijalan dekat taman guna melihat Sefia tengah berada disana atu tidak, karena ia sendiri tidak mungkin datang kerumahnya.

Dedi pun turun dari dalam mobil dan melihat bangku taman tengah kosong.

"Dia tidak disana, apa sakitnya parah ya." gumamnya was-was.

Ketika Dedi memutuskan untuk kembali memasuki mobil, terdengar suara teriakan dari anak kecil yang tak asing baginya.

"Om ganteng, Om ganteng." teriaknya menghampiri.

"Hai Alan." sapa Dedi mengelus rambut anak itu lalu duduk mensejajarkan dirinya. "Kenapa sampek lari-lari, kangen Om ya?"

Alan mengangguk. "Iya."

"Dih! Kangen om apa kangen minta dibelikan eskrim?" tanya Dedi menggoda.

"Dua duanya sih, Om." sahutnya mendapat cubitan gemas dipipi. "Tapi Alan tadi udah beli eskrim sama Tante Cantik."

"Tante Cantik?" tanya Dedi, mendapat anggukan. "Dia tadi kesini?"

"Iya, Tante Cantik tadi nangis sendirian dibangku taman. Alan kasian." tuturnya membuat Dedi tersenyum pasi menanggapinya. "Om ganteng tadi muncul di tv, keren deh Om." pujinya kemudian.

"Kamu kok baru tahu sih! Om kan memang keren dari dulu." Dedi terkekeh sembari mencubiti kedua pipi Alan dengan gemas.

"Aduh! udah deh Om jangan cubit-cubit lagi, tadi udah sering dicubit sama Tante Cantik. Om juga jangan ikutan, Kalo Alan nanti tambah tembem kan gak bisa keren kayak Om."

Dedi tertawa lepas. "Makanya jangan makan eskrim mulu, jadinya tembem kaya gini kan. Kapan-kapan om ajak Alan jalan-jalan deh."

"Beneran Om?" Alan senang.

Dedi mengangguk. "Iya beneran, sekalian Om pengen main-main kerumah Alan."

"Beneran ya, Om? Janji?" memberikan jari kelingkingnya.

Dedi menautkan jemari kelingkingnya juga. "Iya janji."

"Sama Tante Cantik juga, ya?" pintanya tersenyum sumringah.

"Iya, kalau Tante Cantik gak sibuk ya." sahutnya mengacak rambut anak itu.

"Oke Om. Kalau gitu Alan pergi main dulu ya Om."

"Oke, jangan nakal-nakal ya kalo main!"

"Siap."

Dedi menghembuskan nafas kasar, lalu kembali ke mobil dan memilih untuk pulang.

Sepanjang jalan, Dedi menatap lampu jalan yang sudah mulai menyala karena langit akan petang.

"Fia, Fia." menghembuskan nafas kasar. "Apa kamu baik-baik saja, Fi?!" gumamnya frustasi.

"Apa bapak baik-baik saja?" tanya Supir pribadinya melirik melalui kaca spion didalam mobil.

"Aku gak apa-apa, kita balik arah, aku mau menemui nenek."

"Baik pak."

****

Setibanya dikediaman orangtuanya, Dedi langsung masuk dan menemui neneknya yang tidak bisa hadir ke pesta pertunangannya.

"Nenek." sapa Dedi seraya memanggil dengan manja kepada neneknya.

"Ya ampun, bujang. Kenapa kamu kesini?"

Dedi memeluk neneknya lalu menciumi pipinya. "Ya kangen nenek-lah."

"Aduh cucuku, pasti lagi sedih ya? Ada apa?" tanya-nya menebak, karena ia tahu tidak mungkin cucunya lebih memilih menemuinya daripada bertahan merayakan pesta pertunangannya yang masih belum usai.

Dedi lagi-lagi menghembuskan nafas kasar, seakan pikirannya begitu berat. "Iya nek, sedih banget."

"Hem, cerita ke nenek. Apa ini mengenai Fia lagi?"

"Ya begitulah. Aku bingung. Tapi Dedi harus bagaimana lagi."

"Ikuti saja kata hatimu, dan percayalah pada takdir. Jika kalian memang ditakdirkan bersama, pasti akan ada jalan kok."

"Nenek benar." Dedi tersenyum sumringah lalu menciumi pipi neneknya kembali. "Aku akan pasrah. Kalau memang ini yang terbaik, semoga dia bahagia dan aku pun sama."

Dedi mengeratkan pelukannya. "Makasih sarannya ya, Nek!"

"Sama-sama bujangku."

****

Disisi lain Sefia tengah duduk menonton siaran televisi sambil memilih menyandarkan kepalanya yang terasa berat.

"Sefia." sapa Angga seraya memanggil istrinya ketika memasuki rumahnya.

"Iya, mas." sahut Sefia beranjak dari rebahannya. Kemudian melangkah menghampiri suaminya. "Udah selesai acaranya?" tanya Sefia sembari membantu melepaskan dasi.

"Iya, acaranya gede banget dek."

"Ya kan pak Dedi kaya, terus Nyonya Sherly juga artis terkenal." sahut Sefia menahan sesak.

"Iya juga ya." Angga terkekeh, bagaimana ia melupakan hal penting itu. "Kamu udah makan, dek?"

"Udah mas." sahutnya lemah.

Angga kemudian memegang dagu Sefia, ingin menciumnya. Sefia pun mulai pasrah akan hal itu tapi saat yang bersamaan suara ponsel Angga berdering membuat ia menghentikan niatnya.

"Ah, ganggu." gumamnya.

Sefia tersenyum pasi. "Diangkat aja mas! Siapa tahu penting."

"Iya, mas angkat telpon dulu ya." pamitnya meninggalkan Sefia.

Angga lalu mengangkat panggilan telepon dari mamanya.

"Hallo ma, ada apa?"

"Kamu cepatan kerumah sekarang!" desak mama Lidia.

"Udah malem ma, Angga juga baru pulang." sahutnya malas. "Besok aja aku kesana."

"Gak bisa, kamu harus kesini sekarang! Ini penting mengenai Lia dan kamu."

"Lia? Mau apa lagi sih dia."

"Udahlah! Cepat kamu kesini!"

"Baik ma. Baik." sahut Angga lalu mematikan sambungannya.

Ada apa ya? Kok mama sampek emosi seperti itu.

Angga pun berbalik dan menghampiri istrinya untuk berpamitan.

"Dek, aku pamit ke mama dulu ya?! Kayaknya penting."

"Iya mas." sahut Sefia.

Angga mengelus rambut rambut istrinya kemudian mengecup keningnya. "Aku gak akan pulang malem, tungguin mas ya!" pintanya.

"Baik mas, Sefi gak akan kemana-mana kok."

****

JANGAN LUPA POIN, RATING.

Dedi : Aku pasrahkan semua pada takdir, tapi aku yakin. Pasti ada jalan menujumu, Fi.

1
Endang Supriati
pecat hrsnya si angga.
Endang Supriati
selfi engga tahu klu angga sdh nikah lagi! dasar perempuan bodohhhhh
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Lanjut
Author_Ay: Permisi kak

Yuk baca juga dan masukkan ke dalam rak karya aku kak di jamin seru

NONA GALAK & TUAN POSESIF 😁😁

BERIKAN LIKE, VOTE DAN KOMEN
total 1 replies
Ririn
dah gnti thun nie thorrr,ko g lnjut
Laki Idaman
Inalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un, sebagai tetangga dan follower terdekat (dekat rumah maksudnya) ingin memberitahukan kepada seluruh pendengar bahwa pengisi suara audiobook novel ini telah berpulang ke Rahmatullah 4 hari yang lalu, jika ada kesalahan yang pernah dilakukan oleh alm. mohon dimaafkan (gitu pesan terakhirnya), trims.
👁PRIMADONAplf💋: innalilahi, semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah swt
total 2 replies
Taty Thoge
Alhamdulillah ada kelanjutan ceritanya, sehat selalu untuk outhor dan keluarga 🤲
Lee Ant🐜
dah sekian purnama baru up lg
mbak i
syukurlah othor masih inget punya anak disini,,,tapi aku udah agak lupa alur ceritanya😁😁😁😁kynya musti baca ulang
Luna Sweet
koq up nya lama thor....udah setia nungguin lanjutannya mlh. udah lama cerita ini ngambang maksudnya mw end p lanjut
bundane pipiet
setia nunggu karya mu thor
bundane pipiet
lanjut thor
Antie NYa Umars
lupa alurnya hmmm...
Neng Robiatul Adawiyah
Setelah sekian lama akhirnya up juga, semangat ya Thor.. 👏🏻👏🏻💪🏻💪🏻😊😊
Timmy Time
stlah skial purnama akhirnya Nanang Rian dan Desi up juga. smoga mami skrang nggak ngambek2 lagi up nya. sehat trus mamu
Irma Sofyan
akhirnya up lagi
Tuty rahayu Rahayu
wah jgn2 tunangan ny Desi di hancurin perusahaan d ortu ny SM Rian x biar bisa balik SM Rian karena it anak ny rian
DKok
ini yg di tunggu babang Rian Wellcome back
Puspa juita
masih lanjutkah Thor..🤭
aga & Yuna jg donk Thor.. lg seru2 nya..
👁PRIMADONAplf💋: bentar yaa, mau selesaikan yang ini dulu 🥰
total 1 replies
Trey Yuni Nalaenzo
sampe lupa alur cerita'y
👁PRIMADONAplf💋: maap yaa, makash udah setia baca 😍
total 1 replies
Oh yes Oh no
komen pertama, setelah 1 tahun
👁PRIMADONAplf💋: wkwkwk makasih udah setia baca 😚
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!