NovelToon NovelToon
I Hired A Billionaire

I Hired A Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Patahhati
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Alceena Brox Riccardo (26 tahun), seorang diva papan atas Hollywood, mendapati dunianya runtuh saat kekasihnya mengirimkan undangan pernikahan tanpa kata putus.

Terluka dan menolak terlihat malang oleh paparazzi, ego Alceena memberontak.

Di sebuah bar eksklusif di Los Angeles, dia meluapkan amarahnya dan secara impulsif mengajak seorang pria asing yang dikiranya gigolo untuk menjadi pria simpanannya.

Pria itu adalah Xander Hayes-Stone (25 tahun), seorang pemuda kaya asal Chicago yang juga sedang melarikan diri dari pengkhianatan cinta.

Malam di penthouse mewah Alceena menjadi awal dari ikatan kontrak yang rumit di antara mereka.

Berawal dari pelampiasan dendam dan ego badai dua manusia yang patah hati, hubungan tanpa status ini perlahan menyeret mereka ke dalam pusaran, rahasia masa lalu, dan takdir baru yang tak terduga di bawah gemerlapnya kota Los Angeles.

~~~~~~

Happy reading 🌷🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#17

Wajah Alceena yang semula merah padam karena malu, dalam hitungan detik berubah menjadi merah menyala karena amarah yang membakar seluruh urat sarafnya.

Kata-kata blak-blakan yang meluncur dari bibir Xander di depan Shireen terasa seperti siraman bensin pada api harga diri sang diva yang baru saja padam setengah.

Bagaimana bisa pria bajingan ini kembali melangkah masuk ke dalam teritorial pribadinya, bersikap seolah dia adalah pemenang, dan membongkar rahasia paling intim di atas ranjang mereka dengan begitu tidak tahu malu?

Alceena menelan paksa makanan yang menyumbat tenggorokannya, hampir saja tersedak sungguhan.

Dia bangkit berdiri dengan sentakan kasar hingga meja lipat kecil di hadapannya bergetar, membuat mangkuk salad buah sedikit bergeser.

Dia mencengkeram erat kerah jubah mandi sutranya, menatap Xander dengan pandangan membunuh yang paling tajam yang pernah dia miliki.

"Untuk apa kau kembali ke sini, brengsek sialan?!" teriak Alceena, suaranya melengking tinggi, bergetar hebat oleh kombinasi rasa terhina dan amarah yang meledak-ledak.

"Keluar! Aku bilang keluar dari rumahku, sialan! Kau tidak punya hak untuk menginjakkan kakimu di atas lantai ini lagi setelah apa yang kau katakan tadi pagi!"

Xander tidak mundur satu langkah pun. Dia justru melepaskan lipatan tangannya di dada, menurunkan bahunya, dan menatap Alceena dengan sepasang mata heterochromia yang kini tidak lagi memancarkan badai es, melainkan pancaran penyesalan yang amat sangat dalam dan tulus.

Sisi angkuh dari pewaris Stone seolah menguap begitu saja, menyisakan seorang pria yang sadar telah melakukan kesalahan fatal.

Namun, Alceena yang sedang dikuasai kemarahan menolak melihat perubahan itu. Dia menunjuk wajah Xander dengan jari gemetar.

"Kau datang kembali untuk mengambil kartumu, kan? Kau takut aku menguras uangmu setelah kau mencampakkanku dengan tuduhan busuk mu itu?!" Alceena berbalik dengan cepat, menatap Shireen yang masih mematung di atas karpet dengan wajah syok.

"Shireen! Ambilkan dompet kartu pria ini di laci nakas itu! Ambilkan sekarang dan lemparkan ke wajahnya agar dia cepat angkat kaki!"

"Alceena, aku tidak—" Xander mencoba memotong, melangkah maju.

"Aku tidak sudi kau ada di rumahku, Brengsek! Keluar! Pergi dari sini sebelum aku memanggil seluruh sekuriti gedung untuk menyeretmu keluar seperti gelandangan!" teriak Alceena lagi, dadanya naik turun dengan cepat, napasnya memburu egois.

Air mata kemarahan hampir saja keluar lagi dari sudut matanya, namun dia mati-matian menahannya karena tidak ingin terlihat lemah untuk kedua kalinya di depan pria ini.

Melihat histeria dan luka yang begitu nyata dari wanita di depannya, Xander tidak menggunakan logikanya lagi.

Dia tahu kata-kata tidak akan cukup untuk meredakan benteng pertahanan seorang Riccardo yang terluka.

Maka, dengan gerakan yang sangat cepat dan tak terduga, Xander memangkas sisa jarak di antara mereka.

Sebelum Alceena sempat menghindar atau memukulnya, Xander sudah menyusup ke belakang tubuh ramping wanita itu.

Sepasang lengan kekarnya yang kokoh langsung melingkar erat di sekeliling pinggang Alceena, menarik punggung wanita itu hingga menempel sempurna pada dada bidangnya yang hangat.

Alceena tersentak hebat.

Tubuhnya menegang seketika saat aroma maskulin khas kayu gaharu campuran mint milik Xander kembali mengepung indra penciumannya.

"Lepaskan aku, bajingan! Lepas!" Alceena memberontak gila-gilaan, menyikut dada Xander dan mencoba menghentakkan kakinya.

Namun, pelukan Xander dari belakang justru semakin mengerat, mengunci tubuh ramping Alceena dengan kehangatan protektif yang begitu dominan namun terasa sangat lembut, menolak untuk melepaskannya apa pun yang terjadi.

Xander menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajah tampannya di ceruk leher Alceena yang masih menyisakan tanda kemerahan darinya semalam.

Napas hangatnya berembus di kulit sensitif Alceena saat dia berbisik dengan nada suara yang teramat rendah, serak, dan penuh permohonan.

"Maafkan aku... Alceena, maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf," ucap Xander, suaranya begitu halus, jauh berbeda dari bentakan mautnya tadi pagi.

"Aku tahu aku berengsek. Aku dibutakan oleh kepanikan dan ego bodohku sendiri sampai menuduhmu yang tidak-tidak. Aku siap... aku siap menjadi simpananmu, Alceena. Aku siap melakukan apa saja asal kau memaafkanku."

Mendengar kalimat "siap jadi simpananmu" yang diucapkan dengan begitu pasrah oleh seorang pria yang semalam bertingkah layaknya raja dominan, Alceena merasa dunianya mendadak jungkir balik.

"Tidak-tidak! Aku tidak sudi! Aku tidak butuh simpanan sepertimu!" jerit Alceena, meskipun intensitas pemberontakan tubuhnya perlahan-lahan mulai melemah karena kehabisan tenaga—atau mungkin karena tubuhnya sendiri menolak untuk menolak kehangatan itu.

"Aku minta maaf, Alceena. Mohon maafkan aku. Hukum saja aku sesukamu, kau boleh memukulku, kau boleh menguras seluruh rekeningku, tapi tolong jangan mengusirku dengan kebencian seperti ini," lanjut Xander lagi, bicaranya sangat lembut, bibirnya sesekali menyentuh kulit leher Alceena saat dia berbicara, memberikan sensasi getaran halus yang mematikan.

"Aku benar-benar minta maaf ya..."

Demi Tuhan, demi silsilah keluarga Riccardo yang agung, Alceena rasanya ingin mengubur dirinya hidup-hidup ke dalam dasar bumi saat ini juga!

Gila! Ini benar-benar gila!

Jantungnya yang dia kira sudah membeku dalam kebencian, mendadak berkhianat dan berdegup dengan ritme murahan yang teramat kencang hanya karena bisikan halus pria ini.

Lebih parahnya lagi, sentuhan lengan Xander di pinggangnya dan hembusan napas di lehernya mendadak memicu ledakan memori semalam di otaknya.

Ingatan tentang bagaimana suara desahan seksi, berat, dan erotis yang keluar dari mulut Xander saat pria itu memujanya malam tadi kembali terngiang dengan sangat jelas, membuat seluruh tubuh Alceena mendadak lemas dan meremang.

Sialan! Mengapa tubuh dan otakku murahan sekali saat berhadapan dengan pria ini?! batin Alceena menjerit frustrasi.

Dia ingin menggila karena tidak bisa mengendalikan reaksi biologis tubuhnya sendiri.

Alceena yang masih berada dalam dekapan erat Xander perlahan-lahan memutar bola matanya ke arah samping.

Di sana, Shireen masih berdiri mematung dengan mulut yang menganga lebar laksana melihat pertunjukan sirkus paling aneh sedunia.

Garpunya masih menggantung di udara, dan matanya berkedip-kedip tidak percaya melihat seorang diva Hollywood yang terkenal angkuh sedang dipeluk dari belakang dan dibujuk dengan kata-kata manis oleh pria tampan yang tadi malam disebut 'payah'.

Melihat tatapan syok dari sahabatnya, Alceena merasa harga dirinya benar-benar runtuh berkeping-keping. Dia harus menyelesaikan kegilaan ini tanpa penonton.

Alceena menghembus napas panjang yang bergetar, mencoba menetralkan detak jantungnya yang menggila.

Akhirnya, dia menatap Shireen lurus-lurus dan mengatakan dengan suara yang diusahakan sekuat mungkin agar tetap terdengar berwibawa, "Beri waktu untuk kami, Shireen. Tinggalkan kami berdua sekarang."

Shireen langsung tersadar dari syoknya. Dia mengerlipkan mata beberapa kali, lalu melirik Xander yang masih menempel ketat pada punggung Alceena seolah-olah wanita itu akan lenyap jika dia melonggarkan pelukannya sedikit saja.

Sebuah senyuman penuh arti yang sangat usil perlahan kembali terbit di bibir Shireen.

"Baiklah, Nona Diva," sahut Shireen dengan nada menggoda yang sengaja ditekan. Dia meletakkan kembali garpunya, menyambar tas desainer dan tablet kerjanya di atas meja dengan gerakan cepat.

"Selesaikan urusan 'geli-geli doang' ini dengan baik. Aku akan menunggu di kafe bawah lantai dasar. Jangan sampai membuat draf film barumu besok berantakan karena urusan ranjang yang belum tuntas, oke?"

"Shireen! Pergi sekarang!" sentak Alceena dengan wajah yang semakin memanas.

Shireen terkekeh geli, lalu melangkah lebar meninggalkan kamar tidur utama itu, tidak lupa menutup pintu kayu ek yang tebal itu dengan rapat, meninggalkan kedua orang yang sedang dirundung ketegangan ego itu dalam keheningan yang teramat intens.

1
ida wati
Xander said : hei hei hei kutil dino......akulah yg sudah unboxing Alceena jd singkirkan gossip murahanmu itu 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkkw🤣🤭
total 3 replies
ida wati
dah lah cari aman aja daripada daripada yekaannn 😄😄😄😄😄
Ros 🌷🦋: iya dong🤭
total 1 replies
ida wati
HA HA HA HA HA #ketawajahat
ida wati
mana ada adegan pemersatu bangsa cuma 10 menit 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: hahaha lawak 🤣🤣
total 1 replies
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
si modus 🤣
Ros 🌷🦋: kesayangan author 🤣
total 1 replies
ida wati
Xander ini manusia atau semacam tembok berlin? 😄🤣
Ros 🌷🦋: Haha Ngakak saya🤣
total 1 replies
ida wati
kalo pilem ultramen pasti ada sinar laser dari mata nya 🤣🤣🤣
♔, Seleneᥫ᭡𐂅◇☆, ꧁
Luar biasa
ida wati
wkwkwkwk akoh kira udh 20an 🤣 ternyatahh mabelastaon 🤣
Ros 🌷🦋: Haha berondong 🤣
total 1 replies
ida wati
kurang 2 kata mutlak nya thor 🤣
Ros 🌷🦋: typo kak🤭🤣
total 1 replies
ida wati
waduh basah kuyup 🤣 lanjutkan 🤣
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
cerita xander sama alceena seruu😍
Ros 🌷🦋: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wahh cerita xander😍
Ros 🌷🦋: Happy reading kak 🫶
total 1 replies
ida wati
ENG ING ENG.......DUARRRR 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkkwkw🤣🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Thor,, cerita Mrs. Only his mana,, kok gk ketemu??
Ros 🌷🦋: Sudah saya hapus Kak😭 nanti habis Tamat Cerita Ini baru tak buat ulang kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Lhaaa,, yg jebol gawang aja xander,, punya ank dr mna? Pede banget anda tuan angrybet,, bakal di ketawain keras ama bang xander🤣🤣
Ros 🌷🦋: Angry bird 😭😭
total 1 replies
durrotul aimmsh
wah...bakal ada pertarungan sengit ini
Ros 🌷🦋: heheh Ma'aciww komentarnya kak🙏🏻
total 1 replies
ida wati
haduhhh Alceena sm Xander yg terancam akoh yg deg2an 🤣🤣🤣 gamau liat ahh 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: wkkwwk siapkan Cemilan 🤣
total 1 replies
ida wati
haduhhhh masalah baru 😏
Ros 🌷🦋: Hihihi semangat di dunia nyata ya kak🥰🫶
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!