Bagi sebagian orang hal pertama yang terpikirkan saat mendengar kata ‘ibu tiri dan saudara tiri’ pastinya tergambar ibu tiri dan saudara tiri yang galak dan jahat sama seperti cerita- cerita dongeng yang sering di tonton dalam film kartun waktu anak- anak. Dan mungkin itulah yang ditakutkan Elisabeth.
***
“ Elisa, kenalkan ini Berta dan anaknya Ezra.”ucap George suatu hari.
“ siapa mereka, Dad?” heran Elisa.
“ ini adalah kekasih ayah dan anaknya, aku harap kalian berteman akrab, dia lebih tua darimu 3 tahun, jadi nantinya ia akan jadi kakak darimu dan Adrian.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flowr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35 AYAH SIAGA
Sementara Elisa merasakan kegembiraan beruntun Helena harus berjuang sendirian dirumah sakit karena Nathan tidak berada disampingnya untuk proses melahirkan Helena. Bahkan yang membawa Helena adalah Hani dan Gunawan ayah Helena.
“mom, Nathan mana?” isak Helena kesakitan menahan sakitnya melahirkan.
“ mom sudah berusaha menelponnya namun handphone- nya tidak aktif mungkin sedang di cas.” ucap Hani panik melihat Helena kesakitan.
“ dasar suami tidak tahu diri, istrinya sedang kesakitan kamu malah pergi kemana Nath?” teriak Helena frustasi. Namun teriakan itu membuat tenaga Helena habis. Ia pingsan.
Hani sudah pucat. Kemungkinan adalah Helena harus di cesar atau merelakan bayi- nya. Padahal Hani sudah kehabisan uang karena tidak lagi bekerja. Ia berusaha menampar Helena agar ia bangun. Helena sadar. Namun ia terkejut karena ibunya tega menampar Helena.
“ Mom? Kenapa mom tega menamparku?” tangis Helena.
“ kita tak memiliki uang lagi Helena. Yang terpenting adalah melahirkan anakmu.” pekik Hani frustasi. Dengan menahan sakit Helena mengerahkan tenaga terakhirnya untuk melahirkan anaknya. Kelegaan datang, akhirnya anaknya lahir.
Karena Helena tak sadarkan diri Hani- lah yang pertama menggendong anak perempuan Helena setelah dibersihkan. Betapa terkejutnya Hani melihat anak Helena.
“ mom? Mana anak aku?” ucap Helena yang telah sadarkan diri.
Dengan keraguan Hani menyerahkan anak Helena.
Helena histeris, hampir saja melempar anaknya. Anak perempuan Helena sebelah kaki- nya terlahir tidak sempurna. Entah karena kram saat mengandung anaknya yang berulang kali Helena rasakan. Atau karena permainan **** liar yang masih sering Helena lakukan meski telah dinyatakan hamil atau mungkin karena Helena pernah memukul perutnya dengan keras? Atau karena ia memaki dan megutuki Elisa cacat?
Hani menangis melihat cucu- nya cacat, dan anaknya yang histeris, apa lagi di saat seperti ini Nathan menantunya tidak tahu dimana dan tidak bisa dihubungi.
Hani menemani Helena sampai rumahnya. Menenangkan Helena yang terus- terusan menangisi anaknya. Ini salahnya juga yang tidak memeriksakan kandungan Helena karena takut aibnya tersebar.
“ Helena? Aku pulang.” ucap Nathan, beruntung kali ini ia pulang tidak dalam keadaan mabuk.
“ Nathan! Kamu dari mana saja? Kenapa kamu tidak menemani Helena saat proses kelahiran anakmu.” bentak Hani. Mendengar kata anaknya, tampak Nathan menyunggingkan senyum mengejek.
“ Helena sudah melahirkan?” ucap Nathan pura- pura seolah tidak tahu Helena baru saja melahirkan. Padahal ia sudah tahu Helena akan melahirkan melihat ada bercak darah di tempat bekas kasur Helena tidur. Tapi ia sengaja mematikan ponselnya.
“ bukankah kandungannya baru 7 bulan?”ucap Nathan memancing.
“ mu…, mungkin prematur.” ucap Hani gugup.
“ sudahlah, lihat anak Helena, sekarang ia sedang dikamar.”
“ Nathan?” ucap Helena lemah. Yang awalnya niatnya mau memberi gugatan cerai tidak jadi karena melihat kondisi Helena, Nathan masih memiliki hati nurani. Ia mengurungkan niatnya dan menemani Helena. Sampai anak ini tumbuh setidaknya sampai Liona hamil dan siap melahirkan.
----
Setelah Elisa dinyatakan hamil 2 bulan Ezra sudah bagaikan ayah siaga bukan hanya kepada Elisa tapi juga kepada Berta, ibunya. Ia mulai cerewet melarang para wanitanya keluar terlalu lama, tidak membolehkan Elisa dan Berta terlalu lelah, bahkan menyertakan beberapa bodyguard kemana kedua wanita itu pergi.
“ Ezra hentikan ini!” ucap Berta yang lelah dengan kelakuan Ezra.
“ aku hanya ingin yang terbaik buat kalian berdua dan anak kalian.” ucap Ezra membantah Berta.
“ kau tahu sendiri jika mom tidak suka hal- hal yang menarik perhatian, jika kemana- mana kita selalu diikuti, ingin belanja, kau sampai menyewa satu gedung penuh, itu hanya akan menarik perhatian.” geram Berta.
“ aku tidak ingin kalian kelelahan dan membahayakan bayi kalian, bagaimana jika mom atau Elisa sampai terhimpit diantara kerumunan?”
“ sayang, kita tak apa- apa.” ucap Elisa meyakinkan.
“ dengar kata- kata istrimu, lagi pula mom sudah tahu tentang kehamilan, Ezra. Mom bisa berhati- hati dan juga menjaga Elisa.” mendengarnya Ezra geram sendiri. Ia tidak ingin membantah ibunya namun juga khawatir akan keselamatan ibu dan istrinya. Sementara George hanya tertawa.
“ biarkan saja mereka Ezra.” ucap George menenangkan anak tiri sekaligus menantunya itu.
“dad.” ucap Ezra lirih.
“ kau mengingatkan Dad saat aku akan memiliki anak pertama, tapi kau harus tahu jika wanita itu kuat. Bahkan lebih kuat dari kita para pria.” ucap George.
“ dan kesukaan para wanita adalah belanja, jangan merusak kesenangan mereka atau kau akan dapat ancaman mematikan dari istrimu.” goda George.
“ maksud dad, jatah, ya?” ucap Elisa menimpali mengikuti permainan George.
“ Elisa.” ucap Ezra mengiba.
“ tidak untuk malam ini, kau bilang aku tidak boleh terlalu lelah.” ucap Elisa menggoda Ezra.
“ Elisa.” ucap Ezra merajuk. Elisa mendiamkan suaminya.
“ oke, aku kalah. Aku tidak akan lagi mengikut sertakan bodyguard atau menyewa satu gedung lagi.” ucapan Ezra membuat wajah senang dari Berta dan Elisa.
“Tapi setidaknya kalian tetap harus ditemani Robert.” Keputusan final.
-0o0-
“ Nath, udah bukaan satu, nih.” ucap Liona di seberang telphone.
“ jangan telephone dulu, Sayang. kamu harus fokus pada kelahiran anak kita, setelah mengurus berkas- berkas aku akan menemuimu.” telephone Nathan mengambil beberapa berkas yang di butuhkan.
“ kamu bener- bener akan menikahiku- kan?” ucap Liona mengancam.
“ tentu Liona, untuk anak kita.” ucap Nathan menenangkan.
“ siapa, Nath?” ucap Helena menggendong Dian anaknya.
“ Liona.”
“ siapa?”
“ calon istri aku.”
“ apa maksudmu?”geram Helena, tak terima.
“ aku akan menceraikan kamu dan menikahi Liona.”
“ kamu tega sama aku? Kenapa kamu melakukan ini, Nath? Dan kamu mau kemana?”
“ aku harus pergi, Helena. Dia sedang berjuang melahirkan anak kami.”
“ ap? Kau bahkan tidak menemaniku dalam proses kelahiran anak kita.” ucap Helena frestasi.
“ huh?” tampak nathan yang menyunggingkan senyum mengejek.
“ anak kita? Jangan kau pikir aku bodoh Helena.” ucap Nathan sinis dan mendorong bahu Helena dengan telunjuknya kasar.
“ apa maksudmu?”
“ kau pikir aku tidak tahu jika kau sudah tidak virgin lagi, saat kita melakukan malam pertama? Aku bahkan tahu kau sedang bermain dengan laki- laki lain saat aku pulang siang. Saat itu kau membawa pria kekamarmu- kan? Kau pasti telah hamil sebelum aku menikahimu, Helena. Itu yang menyebabkan kau sudah melahirkan diluar perhitungan kelahiran- kan?” ucap Nathan sontak membuat wajah Helena berubah menjadi pias. Ia tak menyangka jika ia akan ketahuan oleh Nathan, padahal selama ini ia pikir Nathan tak mengetahui jika Helena sedang bersama pria lain karena wanita itu berusaha menghilangkan semua bukti saat Helena sedang bersama pria lain.
“ aa.. aku bisa jelaskan, Nathan.” ucap Helena mengiba.
“ air matamu sudah tidak mempan Helena, sekarang aku harus menemui Liona dan menemaninya dalam proses kelahiran anak kami.” ucap Nathan meninggalkan Helena sendiri menangis histeris sendirian, bahkan ibunya sudah tidak bisa melakukan apapun lagi untuk membantunya.
Dalam hatinya saat melihat anaknya, helena merasa sudah mendapatkan karmanya, di saat dulu ia bisa mendapatkan semua yang diinginkannya dan sekarang semuanya hilang, pergi. Bahkan dulu dengan mudahnya ia mendapatkan semua pria, membodohi semua pria yang memujanya, namun sekarang semua pria meninggalkannya dan ia tak memiliki apa- apa, bahkan ibunya kini terkena Demensia.
Akankah Helena berubah? Atau malah berniat membalas semuanya kepada Elisa, Ezra dan Nathan?
Seasson 1 selesai
SEKALIAN MAU BUAT Q N A SEASSON 2 YA TETAP DISINI APA BUAT JUDUL TERPISAH?
harusnya yang jadi Elisa itu song hye Kyo
Helena lebih cocok yg jadi Elisa karena pelakor heheheh
song hye kyo lagii...
karyamu hebat kak
like meluncur 👍
karyamu hebat kak
like meluncur 👍
aku mampir nih thorr
semangatt yaa
yuk baca juga cerita aku yang judulnya CONVERGE!!
dijamin baper deh bacanyaa 😍
mari saling support thorr ❤️
thanks
Aku datang membawa 10 like untukmu,
mampir juga yuk ke karyaku yg berjudul "Before you go"
Mari kita saling mendukung kak^^