'Nikmati masa mudamu selama kamu masih bisa'.
Bajingan!
Aku Nolan Farnley sangat membeci kata kata itu.
Setelah berpacaran dengan Irina selama 3 bulan, siapa sangka bahwa dia akan selingkuh dengan terang terangan di depanku?.
Tidak sampai disana, dia juga mempermalukan ku di depan banyak orang.
Hidupku kacau bukan?!
Tidak sampai disana, kesialan bajingan itu sekali lagi mendatangiku. Toko yang sudah susah payah kukembangkan malah berakhir terbakar oleh seseorang.
Apakah dewa benar benar membeciku?.
Namun, setelah aku berpikir bahwa para dewa membeciku, sebuah panel biru transparan tiba tiba muncul di depanku.
Itu adalah sesuatu yang akan berperan sangat penting dalam membuat hidupku menjadi luar biasa.
Baiklah! sekarang tidak ada cinta cinta! sekarang yang ada hanyalah Nolan Farnley dengan Bisnis nya!.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RyzzNovel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Berdiri dengan tenang menatap seorang gadis cantik yang baru saja turun dari mobil yang mewah itu.
Nolan diam diam merasa lega, sesaat dia terus bertarung dengan ketiga bawahan Alvin sebelumnya, Nolan juga mempertimbangkan banyak hal selama pertarungan itu.
Hasil yang Nolan temukan tidak lain adalah, ada kemungkinan fakta bahwa Ariana akan datang menemuinya meskipun Alvin juga datang.
"...."
Maksudnya, Nolan tidak tau apa yang membuat Alvin tertarik dan marah sehingga ingin menyerang Nolan dan melenyapkan Nolan secepat nya.
Tapi, Nolan sendiri sudah yakin bahwa selama rencananya untuk menarik perhatian Ariana dan melemparkannya umpan, semuanya berakhir dengan sempurna.
Karena itu Nolan berpikir bahwa terdapat suatu variabel yang lepas dalam pikiran rencananya sehingga Alvin mendatanginya.
Nolan menghela nafas kasar, "...Selanjutnya aku harus lebih hati hati" Ucap Nolan dengan nada rendah.
***
Disisi lain Ariana saat ini dikejutkan dengan pemandangan yang terjadi di depannya, apa yang terjadi saat ini adalah pria yang menarik perhatiannya telah membuat rencana miliknya gagal.
"...Ini diluar perkiraan ku, sekali lagi dia membuatku terkejut.." Ucap Ariana dengan nada tenang namun wajahnya masih tetap memperlihatkan sedikit kejutan.
Awalnya, Ariana sengaja datang terlambat untuk membantu Nolan, tapi, dari pada membutuhkan bantuan, siapa yang akan menyangka bahwa Nolan sebenarnya mampu menyelesaikan situasi ini sendirian?.
Datang terlambat dan memberinya harapan Dan mengorek informasi yang dia butuhkan sebagai imbalannya, itu adalah rencana Ariana untuk Nolan, tapi sepertinya perkiraan nya telah meleset.
Diam diam, Ariana sekali lagi bergumam, “…Apa dia benar benar pria yang sama dengan yang berada di kelas yang sama denganku dulu?.“
Dia yakin, meski dia tidak terlalu memperhatikan Nolan dahulu, apa yang dia ingat hanyalah fakta bahwa Nolan adalah pria yang pemalas dan sering dirundung.
Namun, berbeda dengan kepribadian itu, apa yang ada di depannya hanyalah Nolan yang telah menghajar tiga pria yang berukuran besar sekaligus.
Ini benar benar sudah diluar perkiraan nya.
“Rencana ku sudah gagal sekarang, dan ini untuk pertama kalinya aku gagal selama 2 tahun terakhir.“
Setelah sekian lama Ariana selalu berhasil dalam rencananya, untuk pertama kalinya akhirnya dia gagal.
Hal ini membuat Ariana sedikit merasa tidak nyaman, namun pada saat yang sama dia merasa semangat di saat dia tau bahwa rencananya sebelumnya masih belum sempurna.
Fakta bahwa dia telah meremehkan Nolan telah membuatnya jatuh dalam kegagalan dan ini akan menjadi sebuah pelajaran yang bagus baginya.
Terdiam dan tenggelam dalam pikirannya, segera suara familiar terdengar di telinga Ariana.
“Ariana? Apa yang kau lakukan disini? Apa kamu khawatir padaku atau semacamnya? Tidak perlu khawatir oke? Aku bis-.“
Ariana mengerut kan keningnya disaat Alvin mulai mendatanginya dengan penuh omong kosong, bahkan setelah dikalahkan oleh Nolan, dia masih saja bisa bersikap sombong.
Sikap itulah yang membuat Ariana membenci Alvin dan merasa risih dengan keberadaannya.
“Diam! Aku punya urusan dengan Nolan, sebaiknya kamu tidak menggangguku!.“
Ariana berkata dengan nada kasar namun tenang pada saat yang sama, dia benar benar sangat risih dengan keberadaan Alvin.
Disisi lain, Alvin yang mendapatkan respon menyakitkan langsung menggelap disaat dia mendengar nama Nolan.
Dia terbiasa dengan sikap dingin dan kasar dari Ariana, namun ini berbeda disaat dia mengatakan nama Nolan.
“Ariana! Apa kau benar benar menyuka-.“
Alvin tidak sempat menyelesaikan ucapannya disaat sebuah suara menyela dirinya.
“Kamu lama” Itu adalah Nolan yang datang dengan senyuman tenang dan menyenangkan diwajahnya.
Saat ini, pakaian Nolan dipenuhi dengan debu namun hal itu tidak menghalangi pesona Nolan yang juga bisa dibilang memiliki wajah yang rupawan.
Dibawah sinar bulan yang hangat itu, angin nyaman menghembus tubuh Nolan sehingga membuat pakaian dan rambut Nolan berkibar liar.
Menatap Ariana sejenak, Nolan segera melirik ke arah Alvin yang saat ini wajahnya menggelap karena disela.
Apakah Nolan peduli? Tidak!, Mengabaikan hal itu, Nolan hanya kembali melirik ke arah Ariana dengan wajah yang seakan menunggu jawaban dari Ariana.
“Nolan! Kau sialan! Tunggu saja! Aku pasti akan membuat-”
Suara Alvin terus bergema di udara dengan banyak kutukan yang terus keluar dan dilontarkan ke Nolan.
Namun, seakan Alvin tidak ada, Nolan maupun Ariana mengabaikan Alvin secara terang-terangan di saat wajah keduanya menjadi lebih serius.
“Apa maksud mu dengan lama? Apa kamu baru saja bermaksud bahwa kamu sudah menunggu dari tadi..?“
Ariana menjawab Nolan dengan pertanyaan yang terus membayangi otaknya, fakta bahwa ucapan Nolan sebelumnya itu, membuat Ariana mengerutkan keningnya.
Apa yang terjadi setelahnya, Ariana tidak mendapatkan jawaban yang dia mau disaat pria dihadapannya yang tidak lain adalah Nolan hanya menjawab dengan beberapa patah kata.
“…Aku tidak tertarik berbicara disaat ada anjing yang terus menggonggong ribut di telingaku, jika begini, bisa bisa aku jadi tuli..“ Nolan tertawa kecil disaat dia menutup telinganya.
Sedari tadi Alvin terus mengancam Nolan dan meski begitu, Alvin juga tidak pernah mengambil langkah maju untuk menyerang.
Jelas dia ketakutan karena bawahannya sudah Nolan kalahkan meski membutuhkan banyak waktu.
Karena Nolan merasa bahwa Alvin sangat berisik, tujuan pertama Nolan yang pertama adalah menyingkirkan Alvin dengan mengandalkan Ariana.
Dan dibalik ucapan Nolan sebelumnya juga, Nolan berniat untuk berbicara pribadi dengan Ariana, berbicara disaat tidak ada satupun yang akan mengganggu percakapan mereka berdua.
Ariana yang jenius, tentu saja memahami langsung apa yang Nolan maksud.
Menatap ke arah Alvin yang terus mengoceh dan mengutuk Nolan dengan segala yang dia bisa,. Ariana kini berkata, “Kau dengar? Aku ingin berbicara dengannya, enyahlah sekarang juga!.“
“Nolan bajingan, Nolan si-eh? Apa maksudmu Ariana? Jangan bilang kamu akan mengikuti ucapannya?! Jangan percaya dengannya! Dia hanya akan membodohimu! Dengarkan Ari-.“
Alvin menjawab ucapan Ariana dengan penuh kekecewaan, awalnya dia berpikir bahwa mungkin saja Ariana datang untuknya.
Tapi sekarang seluruh harapan itu sirna, di saat dia terus mengoceh dan Ariana yang segera memotong ucapannya.
“Cukup! Pergilah atau segala hubungan kerja sama antara keluarga kita akan di hentikan!.“
Ariana memotong Alvin dengan berbicara dengan nada tegas namun tenang pada saat yang sama, itu memperlihatkan sebuah kesan dewasa yang anggun di bawah sinar bulan.
Nolan sendiri mau tidak mau harus mengakui fakta bahwa Ariana memiliki kecantikan dan tempramen yang sempurna.
***
Setelah beberapa saat perdebatan antara Ariana dan Alvin selesai, kini tempat itu hanya menyisakan Ariana dengan bawahannya serta Nolan sendirian.
Menatap Nolan dengan wajah yang serius, Ariana segera kembali mengajukan pertanyaan yang paling dia nantikan.
“Sekarang, bisakah kamu memberitahuku tentang pertanyaanku yang sebelumnya? Apa maksudmu dengan aku yang lama?.“
Nolan diam sejenak, lalu segera dia tersenyum ramah sebelum menjawab, “Seperti yang kamu tau, aku sudah menunggumu untuk datang ke sini oke?.“
Baiklah kesan pertamaku pada novel ini gak sesuai judulnya less 🤣🤣... kukira bakalan toko kecil sungguhan ternyata cukup gede, dari modal aja udah keliatan ( 33 juta 🗿 bahkan bibiku yang mulai bisnis aja cuman 10 juta )
Kedua, plotnya menurutku terlalu cepat. kukira bakalan berprogres gitu dari nol atau setidaknya dari kecil ( gak terlalu paham aku )
Ketiga, keknya lebih bagus gitu barang yang dijual agak dimahalin dikit gitu dari harga pasar.... Itupun kalo misalnya MC yang kamu ceritakan gak mau menonjol menonjol banget (kayaknya gak mungkin sih melihat sifatnya 😅)
Kesimpulannya sih ceritanya gak "wah" gimana gitu tapi untuk seukuran Noveltoon mah udah cukup 😁, intinya aku enjoy.
Sekian.
Semangat less