Novel lanjutan dari Istri Rahasia Sang Aktor
Pria yang Aya kira sudah menjadi mantan suaminya, kembali hadir dan mengatakan mereka masih terikat hubungan sebagai sepasang suami istri.
Berbagai upaya Darren lakukan agar sang istri memaafkannya bahkan mencintainya, mengingat pernikahan mereka 5 tahun silam merupakan buah dari perbuatannya merenggut kehormatan seorang gadis.
Bahkan akhirnya dihadapan media, Darren mendeklarasikan, bahwa Aya adalah istrinya, bagaimana lika-liku perjalanan mereka selanjutnya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#34
#34
Musim dingin adalah bulan terdingin di Inggris, berlangsung kira-kira dari bulan Desember hingga Februari (walaupun bulan November sering kali juga mengalami kondisi yang sangat dingin). Suhu sering kali mencapai titik beku (0’ C), meskipun biasanya tidak terlalu dingin. Hal ini menyebabkan embun beku di pagi hari, es di kaca depan mobil dan jalan raya, dan terkadang salju turun.
Musim dingin di Inggris biasanya sangat basah dan berangin, hal inilah yang terkadang membuat Aya khawatir, jika Darren pergi kuliah ketika salju turun lebat. jam siang hari sangat singkat selama musim dingin, dengan siang hari di London menjadi hanya 8 jam pada akhir bulan Desember, tapi tetap saja rasanya sangat lama ketika ia tengah seorang diri di dalam rumah nya, tapi kini Aya sedikit terhibur dengan keberadaan Mama dan Papa mertuanya.
Siang ini Aya dan Mama Disya sedang sibuk berdua, menyiapkan hidangan untuk menyambut kedatangan Dean dan kekasinya, sementara Darren ada jadwal kuliah, dan Papa Kevin reuni bertemu teman-teman kuliahnya. Bagi Aya ketika ada partner memasak adalah hal yang sangat membahagiakan, terlebih partnernya adalah sang Mama mertua.
Maka kali ini pun ia tak akan melewatkan kesempatan membuat video QnA bersama Mama Disya.
“Hai semua, welcome Back to our youtube channel DarrenCahaya, hari ini masih musim dingin, suhu semalam menyentuh angka minus 10’ celcius, rupanya pagi ini sedikit lebih hangat dengan suhu minus 1’ saja, jangan heran yah.”
Aya membawa kamera nya ke pintu, “tuh yang belum pernah lihat salju,” Aya memperlihatkan jalanan yang sisi kanan dan dan kirinya tertutup salju, serta pinggiran jendela yang masih tertutup es sisa salju semalam. “Pagi tadi sebelum pergi kuliah, si bapak suami nyekop salju, supaya mobil bisa keluar, entah kenapa saljunya tetep tebel, walau sudah di taburi garam.” curhat Aya di depan kamera.
“Hari ini aku tinggal di rumah sama Mama mertua, tuuuhhh beliau sudah rempong di dapur, demi menentu yang lagi hamil muda biar gak kecapek an, yuk kita samperin beliau.”
“Ma… say hallo dulu…” Sapa Aya ketika memasuki dapur.
Mama Disya dengan senyum ayu nya menatap kamer, “Hallo…” sapa Mama Disya sembari tetap pada pekerjaannya memotong sayuran untuk acar.
Kemudian Aya meletakkan kamera di sudut meja, agar tak mengganggu aktivitas memasak. “Buat kalian yang belum tahu sosok wanita hebat dibelakang Darren Alexander, beliau inilah orang nya.”
“Aku bantu apa nih Mah?”
“Nih… kupas-kupas bawang untuk bumbu ungkep.”
Aya pun mengikuti perintah Mama Disya, sambil memasak, Aya terus mengajukan banyak pertanyaan pada Mama mertuanya, tentang masa kecil Darren dan saudara saudaranya, kesehariannya, masa remajanya, termasuk bagaimana pendapat Mama Disya dan Papa Kevin tentang menantunya.
Obrolan hangat itu mengalir secara natural tanpa rekayasa di sela-sela aktivitas memasak keduanya. Kadang diselingi gelak tawa, bahkan kadang sedikit air mata haru, termasuk ketika Mama Disya mengakui bahwa ia sangat menyayangi sang menantu yang sejak lama ia anggap seperti putri kandungnya sendiri. Sungguh berbunga hati Aya, tidak menyangka mendapatkan kata-kata cinta penuh kasih sayang dari Mama Disya.
.
.
Dan akhirnya, disinilah mereka kini, duduk meringkuk di sofa ruang tengah, usai menyiapkan hidangan untuk tamu mereka sore nanti. Menghangatkan tubuh dengan semangkuk kolak labu hangat yang sengaja mereka buat untuk dessert.
Sungguh nikmat menyantap kudapan manis sederhana khas warga +62 tersebut, di London ini adalah hidangan mewah mengingat betapa sulitnya mendapatkan bahan-bahan untuk mengolahnya.
(othor cuma menelan ludah, mana hujan sejak siang, mendadak pengen kolak labu, manis legit, dan hangat.)
“Ma … gimana kelanjutan pertunangan Daniel?” Aya membuka percakapan.
“Mama juga bingung Ay, Daniel dan Papanya sama-sama keras kepala, Papanya ngotot ingin tetap melanjutkan pertunangan, sementara Daniel teguh dengan keinginannya menemukan Naya.” Jawab Mama Disya dengan wajah sedikit muram.
“Aku jadi penasaran dengan sosok Naya Ma, hingga membuat Daniel begitu setia menantinya.”
“Kisah mereka sedikit rumit, dulu ketika masih kecil Naya adalah teman si kembar, mereka pergi ke sekolah sama-sama, main sama-sama, bahkan bertengkar. Daniel paling lemah dengan pelajaran berhitung, sementara Naya paling suka pelajaran berhitung. tak jarang Daniel kesal karena Naya mengatainya si bodoh, karena nilai matematika Daniel tak sebagus nilai matematika Naya.” Mama Disya bertutur dengan senyum simpul, kala mengingat kenangan masa kecil anak-anaknya.
“Hahaha … lucu banget sih mereka mah?”
“Iya … sungguh menggemaskan jika melihat Daniel dan Naya berdebat.” Mama Disya terkekeh geli. “Daniel itu selalu mati kutu jika berdebat dengan Naya, anehnya adik-adiknya selalu mengatakan jika Daniel itu pacarnya Naya, begitulah anak-anak, tapi siapa sangka hal itu begitu melekat dalam diri Daniel.”
“Iya sih Ma … sejauh yang aku tahu, Daniel itu tipe pria setia, sungguh berbanding terbalik dengan Dean.”
Aya mengganti posisi duduknya, kini ia berhadapan dengan Mama Disya, “trus gimana ceritanya mereka bisa berpisah?”
Wajah Mama Disya muram, ketika memori ingatannya berputar ke masa lalu, “Hari itu, Daniel bertengkar hebat dengan Naya, dan malam harinya terjadi kebakaran besar di rumah keluarga Naya, Bahkan menewaskan kedua orang tua Naya, serta dua orang ART mereka. Syukurlah Naya selamat, karena malam itu Naya menginap di rumah Kami, keesokan harinya Naya dibawa pergi oleh kerabatnya, dan hingga kini kami tak bisa menemukan dimana Naya.”
“Memang rumah Naya di mana sih?” Tanya Aya penasaran.
“Jika kamu kekamar Daniel, lalu melongok melalui jendela kamarnya, maka rumah Naya adalah benda pertama yang kamu lihat.”
Aya melongo, kemudian menutup mulutnya, rupanya sedekat itulah hubungan Daniel dan Naya kecil di masa lalu, patutlah hingga kini Daniel enggan menghapus Naya dari hatinya.
“Sejak hari itu pula, hari-hari Daniel berubah, dia yang bisa tertawa riang, ceria, tiba tiba jadi pendiam, bahkan tak berselera makan seperti hari-hari biasanya. entah hingga berapa tahun kemudian ia baru bisa pulih seperti sedia kala, tapi Mama tetap merasa, ada yang hilang dari dirinya.”
.
.
Suasana rumah kembali ramai, kedatangan Dean bersama Celine kekasihnya membawa perubahan suasana, rupanya gadis bernama Celine itu tak hanya cantik, tapi juga ramah, Celine bahkan lebih menyukai masakan Asia, ketimbang masakan khas negara asalnya sendiri. Ia bahkan dengan lahap menyantap hidangan utama hari ini, yakni soto Betawi.
Dan jangan lupa, mangga muda pesanan Aya pun berhasil Dean dapatkan, sungguh bahagia hati si bumil, Aya bergegas membuat bumbu rujak buah yang sudah ia inginkan sejak hari sebelumnya, kemudian menikmati dua buah mangga muda bercampur dengan bumbu rujak yang asam, pedas, manis dan gurih dari kacang tanah.
“Enak Ay?” Tanya Darren yang hanya berpangku tangan menatap, sang istri yang begitu menikmati makanan yang ia idamkan sejak kemarin.
“Enak banget malah … Dean, Celine terima kasih yah, rupanya seperti ini rasanya mengidamkan sesuatu,” Ucap Aya dengan wajah berbinar bahagia.
“Sama-sama Ay … mana aku tega membiarkan calon keponakanku ileran seperti papanya hahahaha … ”
Plak
Nah kan … kalo ketemu, gak afdol rasanya kalo gak saling ejek.
“Celline mau coba?”
“Bolehkah?” jawab gadis berambut pirang tersebut, “melihatmu begitu menikmati makanan ini aku jadi penasaran.” Jawab Celine antusias.
Celine berpindah dari kursinya, kemudian duduk tepat di sebelah Aya, kemudian tanpa segan mencicipi sepotong mangga muda beserta saus rujak berwarna kecoklatan tersebut.
Dan sesuai dugaan semua yang berada di sana, Celine seketika melepeh mangga muda tersebut, karena tak tahan dengan rasa asam yang tiba tiba menyengat lidahnya.
Dean buru-buru menyodorkan air minum ada sang kekasih. “Tadi aku sudah bertanya padamu, tapi kamu bilang rasanya enak, kenapa tak bilang kalau rasanya se asam ini.” Sembur Celine pada sang kekasih.
Tapi Dean justru tertawa semakin kencang, karena berhasil menjahili kekasihnya.
terima kasih sudah mampir dan kasih atensi🥰
hati2 y/Sneer//Sneer/