NovelToon NovelToon
Jodohku Ternyata Sahabat Kakakku

Jodohku Ternyata Sahabat Kakakku

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Beda Usia / Tamat
Popularitas:94.7k
Nilai: 5
Nama Author: Chocoday

Aku Raima Nur Fazluna, gadis yang baru saja menginjak usia 21 tahun. Menikah muda dengan Sahabat Kakakku sendiri yang sudah tertarik sejak awal pertemuan kita.

Namanya Furqan Hasbi, laki-laki yang usianya berbeda 5 tahun di atasku. Dia laki-laki yang sudah menyimpan perasaannya sejak masa sekolah dan berjanji pada dirinya sendiri akan menikahiku suatu saat nanti ketika dirinya sudah siap dan diantara kita belum ada yang menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chocoday, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Hari sudah berganti, aku baru saja terbangun dari tidurku di depan ruang ICU.

Kemana Kak Furqan?

Aku terus mencari di sekitar tapi tidak kunjung ku temukan. Seorang laki-laki memegang bahuku menyapa, aku menoleh dengan senangnya menyangka bahwa itu Kak Furqan.

Senyumanku seketika berubah menjadi rasa takut ketika melihat Aksara yang saat ini berada di hadapanku.

"Mau ng- ngapain kamu ke sini?" tanyaku dengan sedikit gugup dan perlahan mundur.

Bibir Aksara menyeringai terus melangkah mendekat.

"Aksara berhenti ya!" pintaku dengan suara yang gemetar.

Dia sama sekali tidak mendengarkan, langkahnya terus sengaja mendekat. Hingga tanganku ditarik oleh Kak Furqan dan sembunyi di belakang tubuhnya.

"Gak cukup kamu bikin Bapak kayak gini?" tanya Kak Furqan.

Aksara mendecak mendengarnya, "gak cukup, soalnya dia udah buat ibu aku gila."

Aku hanya mendengarkan perdebatan mereka. Anehnya, bagaimana bisa Aksara mengenal Ayahnya Kak Furqan bahkan hingga memiliki dendam.

"Pergi Aksara, jangan ganggu kita lagi!" pinta Kak Furqan masih sedikit ramah.

"Tenang dong Bang Furqan, aku gak bakalan rebut Bapak kamu. Hanya mau minta pertanggung jawabannya," ucapan Aksara semakin membuatku bertanya-tanya.

Abang?

Pikiranku mulai bingung, "apa jangan-jangan Bapak kayak gini gara-gara Aksara?" gumamku pelan sembari sesekali melihat mimik wajah Aksara.

"Pertanggung jawaban apa Aksara? Apa kamu punya bukti kalau Bapak saya pelakunya?" tanya Kak Furqan yang mulai tersulut emosi.

"Aku akan buktikan itu dan akan memastikan Bapak kamu tidak akan pernah bahagia," ujar Aksara melangkah pergi dari hadapan kita berdua.

Kak Furqan langsung berbalik menanyaiku, "kamu gak apa-apa kan?"

Aku menggelengkan kepalaku, "gak apa-apa kok Kak Furqan."

Kak Furqan membawaku duduk di kursi tunggu. Matanya terus memperhatikan aku yang masih gemetar karena Aksara tadi.

Tangannya perlahan menggenggam tanganku, "maaf ya!"

Aku menoleh sedikit bingung, "kenapa minta maaf Kak?"

"Tadi Kakak tinggalin kamu gitu aja,"

Aku sedikit terkekeh mendengarnya. Karena hal kecil saja dia bahkan meminta maaf.

"Gak apa-apa Kak," kataku, "Emangnya tadi kemana?"

"Ke kantin dulu beli sarapan, kebetulan buburnya belum mateng jadi harus nunggu dulu makanya lama," jelasnya.

"Pantesan tadi aku cariin gak ada,"

"Ya udah yuk makan!" ajaknya diangguki cepat olehku.

Kita sarapan di bangku taman yang tidak jauh dari sana. Tidak enak rasanya jika harus menyantap makanan di depan ruang ICU.

Aku masih bertanya-tanya akan hal itu, hingga sesekali Kak Furqan panggil pun tidak ada sahutan sama sekali.

"Sayang," panggilnya setelah beberapa kali memanggil.

Aku langsung menoleh karena panggilannya yang cukup keras, "iya?"

"Kamu lagi mikirin apa sih?," tanyanya, "sampe buburnya dianggurin kayak gitu."

Aku menaruh bubur-ku di samping lalu sedikit menghadap pada Kak Furqan, "Neng boleh tanya gak?"

"Boleh dong, mau tanya apa emangnya?"

"Apa kaitannya Aksara sama Bapak?" tanyaku sedikit ragu.

Kak Furqan mengedarkan pandangannya dariku, "dia anak bapak."

Ungkapannya membuatku benar-benar terkejut, "maksudnya?"

"Iya, dia anak bapak dari cewek lain,"

Aku menggaruk kepalaku semakin tidak mengerti. Kak Furqan menoleh padaku yang menatapnya kebingungan.

"Semalam Kakak baru tau kenyataannya, sebelum Bapak dibawa masuk ke ruang ICU dia bicara sama Kakak tentang ini semua. Jadi selama ini, selama Bapak kerja di Surabaya, dia pernah punya wanita lain tanpa ada ikatan pernikahan," jelas Kak Furqan.

"Dan Aksara, anak Bapak yang terlahir dari perselingkuhan itu," lanjutnya.

"Dia usianya sama kayak Neng, berarti Bapak Kak Furqan udah lama main di belakang Mamah?" tanyaku membuatnya mengangguk mengiyakan.

"Terus Mamah udah tau tentang ini?" tanyaku.

Kak Furqan menggelengkan kepalanya, "harusnya jangan sampe. Kakak ada niatan bawa Bapak pulang kembali daripada harus diem di sini lagi."

"Terus Kak Furqan tadi minta bukti sama dia tentang apa?"

"Bukti dia anak kandung Bapak," jawabnya singkat.

"Kenapa minta bukti? Kan Kak Furqan udah tau dari Bapak kalau Aksara ini anak Bapak sendiri,"

"Masalahnya Kakak gak percaya karena Ibunya Aksara bukan wanita baik-baik," terang Kak Furqan.

"Dia gila sekarang?" tanyaku dianggukinya.

"Katanya dia minum obat setelah ditinggalkan Bapak. Dia coba bunuh diri tapi selalu gagal, makanya Aksara segitu dendamnya sama Bapak," ungkap Kak Furqan.

Aku hanya terdiam setelah itu, rasa penasaranku sudah terjawab semuanya. Dia tersenyum simpul padaku setelah itu.

"Udah lanjutin lagi sarapannya!" katanya diangguki cepat olehku.

Hari sudah mulai cukup siang, Ibu Kak Furqan datang udah bergantian jaga dengan Kak Furqan dan aku.

Dia meminta kita berdua untuk beristirahat di kontrakan yang tidak jauh dari sana. Wanita itu sudah terlihat tegar ketika tau bahwa suaminya kembali berada di ICU.

Aku dan Kak Furqan tiba di kontrakan mereka. Terlihat kontrakan yang sederhana bahkan terkesan kecil.

"Ayo masuk Neng!" ajaknya, "maaf ya kontrakannya kecil."

Aku tersenyum padanya, lagi-lagi dia meminta maaf karena hal yang kecil.

"Gak apa-apa kali Kak,"

Ica tersenyum saat membuka pintu, gadis itu terlihat lebih segar sekarang. Semenjak pindah ke sana, Ica hanya mengikuti beberapa les untuk pembelajaran yang tertinggal.

Kak Furqan izin untuk tidur sebentar, sementara aku menemani Ica yang sedang mengerjakan tugasnya.

"Ica gak pindah sekolahkan?" tanyaku.

Dia menggelengkan kepalanya, "enggak Kak, cuman jadi kayak cuti aja. Gak tau bisa atau enggaknya," jawab Ica terlihat sedih di matanya.

"Gimana kalau Ica ikut Kakak pulang aja, jadi Ica tinggalnya di rumah Kakak sementara," tawarku.

"Ica sih mau banget Kak, cuman nanti Ica bicarain lagi deh sama Kak Furqan ya!" aku mengangguk setuju akan hal itu.

Hari ini Kak Furqan libur bekerja, dia bahkan tidur selama di kontrakan. Aku tidak berani mengganggunya karena tau dia tidak tidur semalaman.

Aku mengajak Ica untuk membeli makan malam di sekitaran kontrakan. Sepulang membelinya, Kak Furqan sudah berada di luar dengan muka tegangnya.

"Kak Furqan kenapa di luar?" tanyaku penasaran.

"Kamu abis darimana sih? Gimana kalau kamu ketemu lagi sama Aksara atau cowok nakal lainnya?" tanyanya beruntun.

Ica terkekeh mendengarnya, "Kak, kita cuman beli makan malam kok di depan. Posesif banget," ucap Ica sembari menggelengkan kepalanya masuk ke dalam kontrakan.

Kita makan malam bersama setelah itu. Kak Furqan memintaku untuk segera tidur di samping Ica. Tempat itu bahkan hanya muat untuk berdua, apalagi Kak Furqan dan aku belum memiliki ikatan yang sah.

Rasanya sedikit canggung dan takut, bahkan aku tidak berani memejamkan mataku.

"Kakak mau keluar sebentar ya!", pamitnya berbisik padaku karena Ica sudah tertidur.

"Ikut,"

Aku menyusulnya keluar kontrakan karena tidak bisa tertidur. Ditengah kesunyian kita duduk di teras kontrakan yang tidak terlalu besar itu.

"Kak Furqan,"

1
Erna Sudiastuti
Luar biasa
Awie Uti
suka suka suka suka
`Miga
Aku suka banget sama alur kisahnya,Yg bikin kadang aku nangis,Baper,kadang ikut Salting karna mereka berdua,Bagus banget ceritanya kpn kpn bikin cerita lagi ya Thor,Semangatttt
Sulastri Oke86
Luar biasa
aqil siroj
bapak durjana buang ke laut aja
BLUE SKY
relate banget sih
BLUE SKY
idih😁😎🥰
BLUE SKY
serah lu lah septian
aqil siroj
bapaknya si furqan emang sinting x ya... anak sendiri loh digituin
Chocoday
Furqan masih menikmati masa halalnya 🙏 sabar kak 😂
Fitri Nur Hidayati
sudah mp aja nih furqon. apa adiknya balik pondok lagi y? gimana bpk nya dan sdr tirinya
aqil siroj
mau pipis itu si nur 😅😅
Fitri Nur Hidayati
detik2 menuju sah... senangnya...
Fitri Nur Hidayati
kasihan icha.
aqil siroj
ngeriii banget kak sma yg menimpa ica... mungkin karna aq punya anak cewek" x ya...
merinding jadinya
Chocoday: Semoga anaknya selalu terjaga ya Kak 🙏
total 1 replies
Nurul Indarti
mulanya ceritanya bagus sampe komennya pada bagus semua tp lama lama kok gk jelas ceritanya mau d bawa kemana gk sesuai judul...maaf bukan gk menghargai penulisnya tp aku kecewa aja gk sesuai ekspektasi..
Chocoday: Terima kasih kritikkannya kak, saya terima dengan baik. Maaf kalau ceritanya gak sesuai ekspektasi kakak, saya akan perbaiki untuk selanjutnya 🙏
total 1 replies
Chocoday
diusahakan bakal tiap hari double up ya /Smile/
aqil siroj
duhhh aku tuh takutnya dia dilecehkan aksara ya ...
jangan sampai thor kasihan si ica
Chocoday: kita liat dipart berikutnya ya kak
total 1 replies
Dwie Artum
lnjut lg kk.double up nya slalu q tunggu
Bundha SayanxRaggil
yg mesti ibu nua thor yg paleng sakit hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!