saat itu Yudha berjanji tidak akan ada cinta di antara dirinya juga kekasih sahabat nya. namun siapa sangka cinta tumbuh di hatinya seiring dengan berjalanya waktu.
Season 2
Bagaimana rasanya mencintai orang yang banyak di cintai orang lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bulan madu bagian 2
Sepanjang perjalanan menuju bandara yua terus mengukir senyum manis di bibir nya. Rasanya yua seperti sedang bermimpi. Yua masih sangat tidak menyangka yudha akan benar benar mengajak nya ke kampung halaman nya. Ke tempat dari mana pria tampan itu berasal. Ke tempat dimana ibu mertuanya bermukim.
Yua melirik tanganya yang di genggam erat oleh sang mamah. Gadis itu tersenyum kemudian menyenderkan kepalanya di bahu mamah nya yang duduk di samping nya di jok belakang kemudi dimana yudha dan papah nya berada.
Suasana di dalam mobil begitu hening.
Dan itu membuat yua benar benar merasa tenang sekaligus nyaman.
Yua menatap wajah serius yudha lewat pantulan cermin yang berada tepat di tengah pria itu juga papah nya.
Wajah tampan itu yang selalu membuat yua merasa nyaman berada di dekat nya. Pada awal pernikahan, tidak ada sedikitpun perasaan padanya. Semuanya terasa biasa saat itu. Namun meskipun begitu yua tetap berusaha untuk menghormati posisi pria itu sebagai suaminya.
Yua memejamkan matanya.
Ingatanya kembali pada saat dimana dia pergi bersama indra dengan izin dari yudha.
Saat itu yua berpikir yudha sangat maklum.
Tapi sekarang yua sadar apa yang yua lakukan dulu sangat tidak pantas.
Yua merasa sangat bodoh sekarang.
Bagaimana bisa seorang istri meminta izin kepada suaminya sendiri untuk pergi dengan kekasih nya.
Yua kembali membuka matanya.
Tatapan matanya kembali pada pantulan wajah serius suaminya.
Entah apa yang membuat pria tampan itu selalu mengikuti kemauan nya dulu.
"Kalian hati hati. Jangan lupa kabari mamah kalau sudah tiba disana."
Yudha dan yua tersenyum mendengar ucapan mamah yua. Wanita baya itu sepertinya sangat mengkhawatirkan nya.
Mahendra terkekeh geli mendengar ucapan istrinya. Menurut nya sikap istrinya sangat berlebihan pada anak juga menantunya.
"Iya mamah. kami pergi." saut yudha lembut.
___
Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam 10 menit akhir nya yudha dan yua sampai di salah satu bandara di kota manado.
Pasangan suami istri itu melangkah beriringan menuju sebuah taksi yang akan membawanya menuju kediaman Amara.
Yudha tersenyum setelah dirinya juga yua duduk di belakang supir taksi itu. Pria itu mrnyentuh lembut tangan istrinya.
"Kamu capek?" Kata yudha bertanya.
"Emmm. sedikit." saut yua mengukir senyuman di bibir pink nya.
"kamu bisa memejamkan matamu sejenak. Aku akan membangunkanmu begitu sampai di rumah ibu." ujar yudha menatap lembut istrinya.
"Apa begitu jauh?" Tanya yua membalas tatapan yudha.
"Emmm sedikit." jawab yudha menirukan jawaban yua tadi bahkan dengan ekspresi wajah yang di buat buat agar sama.
Yua mengerucutkan bibir nya sebal.
Gadis itu melipat kedua tanganya merajuk pada yudha yang telah meledek nya.
Yudha terkekeh melihat tingkah istrinya. Pria itu sungguh sangat merasa gemas jika melihat ekspresi wajah merajuk yua.
Yudha tersenyum begitu sampai di halaman luas rumah ibunya. Pria itu menghela nafas kemudian melangkahkan kakinya dengan yua yang berada dalam gendonganya.
Yap
Yua terlelap saat perjalanan di dalam taksi.
Karena tidak tega membangunkan nya akhir nya yudha memilih untuk menggendong yua.
"Pak koper nya sudah saya taruh di depan pintu." kata sang supir taksi
"Oh iya. terimakasih banyak pak." jawab yudha tersenyum ramah.
Supir tersebut hanya mengangguk dan tersenyum menjawab nya.
setelah itu ia kembali memasuki mobil nya dan melaju meninggalkan pekarangan luas rumah Amara.
Yudha memencet bel rumah dengan sedikit kesusahan karna yua yang berada dalam gendonganya. Gadis itu sama sekali tidak terusik dengan pergerakan yudha. Tampak nya rasa lelah memang sedang mendera tubuh mungil nya.
Tidak butuh waktu lama pintu utama terbuka memunculkan sosok cantik berseragam pelayan yang terlihat terkejut dengan kehadiran yudha di depan nya.
"ya tuhan tuan muda?!"
"Selamat siang." sapa yudha ramah.
"oh ya tuhan. maaf tuan. selamat siang." kata gadis berseragam pelayan itu gugup.
Yudha terkekeh melihat sikap pekerja ibunya.
"Ah ya, tolong bawakan koper saya." ujar yudha masih mempertahankan senyuman nya.
Gadis itu mengangguk mengerti.
Namun sorot bingung terpancar jelas dari pandangan nya. Gadis itu bahkan sedikit mengeryit melihat yua yang terlelap di gendongan yudha.
"Dia istri saya." ujar yudha yang mengerti akan pandangan gadis itu.
Yudha melangkahkan kakinya memasuki kediaman ibunya setelah memberitahukan siapa yua pada pelayan tersebut.
Dengan begitu gagah nya yudha membawa yua yang masih terlelap damai di gendongan nya.
"istri??"
__
Yua menguap sembari merenggangkan otot otot di tubuh nya yang terasa sedikit membaik setelah tidur lelap nya.
Yua mengedarkan pandanganya ke seluruh ruangan mewah dimana dirinya berada. Ia mengeryit karna merasa tidak mengenali tempat nya sekarang.
Yua terkejut begitu menundukan kepalanya.
Yua menyibak selimut putih yang menutupi tubuh nya sampai dada.
Tubuh nya hanya terbalut dengan tanktop pink yang begitu pas di tubuh ramping nya.
Seingat nya saat pergi beberapa jam lalu ia mengenakan kemeja putih dengan jaket coklat serta clana jens yang membalut kaki jenjang nya.
Mendadak pikiran pikiran negatif memenuhi kepala cantik nya.
Yua menelan ludah nya membayangkan hal hal buruk yang mungkin sudah terjadi padanya.
Sekali lagi yua mengedarkan pandanganya. Ia mengeryit saat tatapanya berhenti pada beberapa pigura yang menampakan gambar anak kecil, remaja yang tidak asing baginya.
Yua menghela nafas lega.
Yua ingat sekarang.
Dia dan yudha pergi kemanado dan mungkin saja tempat nya sekarang berada adalah tempat tinggal ibu mertuanya.
"Kenapa??"
Suara yudha membuat yua tersentak.
Gadis itu menoleh dan menatap yudha yang entah sejak kapan sudah berada di ambang pintu dengan wajah bingung.
Yua menatap penampilan yudha yang sudah tidak lagi sama seperti saat mereka pergi. Pria itu mengenakan kaos oblong putih dengan celana pendek coklat yang begitu pas melekat di tubuh kekar nya.
"Yua, apa ada yang membuat kamu tidak nyaman?"
Yudha melangkah mendekati ranjang dimana yua masih terduduk dengan selimut yang menutupi bagian perut sampai kakinya. Dari ekspresi dan suara pria itu terlihat jelas kekhawatiran nya pada yua yang terus diam di tempat nya.
Yudha duduk tepat di depan yua dengan wajah khawatir.
"Apa ada yang sakit?" kembali yudha bertanya dengan penuh rasa khawatir nya.
"Oh. emm. aku baik. Hanya saja, bajuku." saut yua pelan.
Yudha menghela nafas pelan mendengar sautan yua. Pria itu tersenyum kemudian membelai lembut rambut terurai istrinya.
"Kamu nggak perlu khawatir. Pelayan yang menggantikan baju kamu." jawab yudha lembut.
Yua mengangguk mengerti mendengar nya.
Gadis itu tersenyum mendapat perlakuan lembut dan manis dari suaminya.
Sebenar nya bukan tentang siapa yang menggantikan baju yang yua cemaskan. Toh misalkan yudha yang melakukan nya pun bukan masalah besar. Hanya saja mungkin yua akan sangat malu jika benar yudha yang melakukan nya sendiri.
"Aku tunggu kamu di bawah yah. kita makan sama sama. kebetulan ibu juga sudah pulang" Kata yudha tersenyum.
"Ok." jawab yua tersenyum mantap.
Yudha kembali mengukir senyum manis nya. Pria itu mencubit halus ujung hidung mancung yua sebelum bangkit dan berlalu keluar dari kamar tersebut.
___
"Kenapa tidak kasih tau ibu kalian akan datang??"
Yudha tersenyum me dengar pertanyaan amara. Pria itu melirik yua yang juga melirik nya kemudian kembali menatap ibunya.
"Anggap saja ini kejutan bu." saut yudha tersenyum.
"Hhh. setidak nya ibu bisa menyiapkan sesuatu untuk menantu ibu yang cantik." kata Amara menatap yua yang duduk tepat di samping putra tunggalnya.
"Emm. tidak usah repot repot bu." ujar yua tersenyum manis.
Yudha tersenyum mendengar nya.
ia tidak menyangka ibunya akan sangat menyukai yua sebelum nya.
"Baiklah. kita slesaikan makan dulu. setelah itu kita bisa lanjutkan mengobrol di ruang keluarga." saran Amara.
Yudha dan yua mengangguk setuju.
Ketiganya pun kembali sibuk dengan garpu dan sendok nya masing masing untuk menyantap makan malam nya.
___
Setelah selesai makan malam dan berbincang sedikit di ruang keluarga, Amara menyuruh yudha untuk membawa yua istirahat kembali di kamar.
Yua menghela nafas.
ia melirik yudha yang berdiri di balkon dengan tatapan yang tertuju pada langit mendung malam ini.
Berlahan yua melangkahkan kakinya mendekati suaminya. setelah sampai tepat di depan punggung lebar yudha, yua memejamkan matanya.
Dengan segenap hati nya yua mencoba memberanikan diri melingkarkan kedua tanganya di pinggang yudha. Memeluk pria itu dari belakang.
Yudha tersentak.
pria itu tersadar dari lamunan nya ketika merasakan sesuatu melingkari perut nya.
Seulas senyum terukir di bibir nya saat melihat ternyata sepasang tangan yua yang memeluk nya.
"Yudha. biarkan aku menjadi istri yang baik untuk kamu."
Ucapan yua membuat yua mengeryit.
dengan pelan pria itu melepaskan pelukan yua dan berbalik.
Yudha menatap yua tidak mengerti.
Baginya selama ini yua sudah sangat baik untuk nya.
Dengan lembut yudha menyentuh dagu yua, menuntun lembut wajah cantik istrinya untuk mendongak menatap nya.
"Apa maksud kamu?" Tanya yudha serius.
Yua menelan ludah nya membalas tatapan serius yudha. Bola mata coklat pria itu begitu intens menatap nya seakan mencoba mengorek jawaban atas pertanyaan nya.
Yua sungguh merasa sangat gugup.
Tubuh nya membeku di tempat nya berdiri. Tatapan matanya tidak dapat beralih dari tatapan yudha yang seakan menguncinya.
"Katakan sesuatu yua." bisik yudha.
Yua semakin gugup di buat nya.
Bahkan untuk sekedar bergerak saja rasanya yua tidak mampu.
" ak Aku, aku bersedia menjadi milikmu seutuh nya." jawab yua gagap
Yudha terdiam sesaat.
Namun kemudian sebuah senyuman terukir di bibir nya. Yudha tau apa yang di maksud istrinya.
"Aku tidak memaksa jika kamu belum siap yu. Karna apapun yang terjadi selamanya kamu milikku seutuh nya." ujar yudha membelai lembut pipi yua.
Yua memejamkan matanya.
Darah nya berdesir mendapat sentuhan lembut suaminya. Rasanya sangat nyaman saat bersama yudha.
"Yudha. biarkan aku membuktikan semuanya. Aku siap sekarang." kata yua membuka kedua matanya.
Yudha kembali tersenyum kemudian meraih pinggang yua lembut.
Yudha sedikit menunduk untuk mendekatkan wajah nya dengan wajah yua hingga ujung hidung mereka saling menempel.
"Apa kamu yakin?" Tanya yudha memastikan.
Yua tersenyum dan mengangguk menjawab nya. Gadis itu mengalungkan sepasang tanganya di leher yudha begitu siap menyerahkan seluruh milik nya.
"Baiklah. Jangan menyesal."
apa sih isi otaknya papa yua sampe segitunya ngusrusi adik tirinya jangan kena sindrom sister complek ni papa yua kayaknya iya deh beneran papa yua cinta am more my nya Rosa cuma gal bisa di kawinin krn saudara tiri
baru ini Ada seorang suami DN ayah jangan g rela marahi n istri DN anak kandung demi ngebela orang yg tidak Ada hubungan darahnya artinya momy Rosa lebih penting bagi papa yua