Dalam imajinasiku, wajah Henri yang bagian kiri sangatlah buruk, jadi dia memakai topeng.
Rania POV
Aku tulus mencintaimu Tuanmuda, walaupun orang menganggap mu hanya seorang monster.
Cintaku tanpa syarat, itulah yang aku rasakan dengan suamiku.Disaat orang - orang menatapnya dengan tatapan takut.
Tapi aku justru,selalu ingin dekat dengannya.Karena aku sangat mencintainya, walaupun ia selalu meragukan perasaanku padanya.
Karena ia mengira perasaan cintaku, hanya rasa kasian ku padanya, akibat wajahnya yang buruk rupa.
Henri pov.
Apakah dia betul-betul mencintaiku, atau rasa kasian,karena kami menikah atas dasar paksaan dariku, sebab orang tuanya mempunyai banyak hutang padaku.
Tapi aku tidak pernah berharap dia mencintaiku, karena aku menyadari kekuranganku,dengan wajahku yang bak monsther, tidak mungkin ada wanita yang mau mencintaiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep. 34.Kembalinya Henri Wilson 2.
🏢 EL Group🏢
" Tuan, Tuan muda Henri telah kembali. Wajahnya juga telah kembali normal, pasti dia sudah melakukan operasi bedah plastik. Seru Daniel, yang mengetahui atasannya sangat tidak menyukai seorang Henri Wilson.
" Kenapa aku bisa tidak tau, saat dia melakukan operasi bedah plastik, sekarang semua orang pasti akan mengeluk - elukkan dia kembali. Kenapa dia tidak mati saja, saat kecelakaan itu. Bathin Elmud dengan raut wajah penuh amarah, sembari tangan mengepal erat tangannya.
" Tuan apakah anda baik - baik saja?" Tanya Daniel, sembari menatap intens, atasannya yang wajahnya, terlihat memerah.
" Keluarlah, aku ingin sendiri"
" Baiklah Tuan." Jawab Daniel, sambil meninggalkan ruang kerja atasannya.
Setelah perginya Daniel, Elmud tampak begitu gelisah, pria tampan itu, seolah tidak terima dengan kembalinya Henri Wilson.
" Ahhh...." Teriaknya, sembari menjambak rambutnya, frustasi.
Aku sangat membencimu Henri..!, sangat membencimu." Seru Elmud, dengan sedikit berteriak, sembari memukul keras dinding ruang kerjanya.
" Buughh..." Yang membuat punggung tangan, laki -laki tampan itu berdarah.
Ntah apa yang membuat dia begitu membenci Henri.
Hingga membuatnya seolah tidak rela jika laki - laki itu bahagia.
🏢 Gedung stasiun televisi🏢
Sementara di gedung stasiun televisi, wawancara dengan pengusaha tampan Henri Wilson, masih berlanjut.
Dari tadi Alma selalu menanyakan tentang dunia bisnis, dan tentang produk baru yang diluncurkan oleh perusahaan Wilson Group. Sekarang timbul rasa penasaran dalam dirinya, untuk mengetahui kehidupan pribadi pengusaha tampan itu. Apalagi berita yang ia dengar, Henri Wilson sudah menikah. Dan mereka menikah saat wajah pengusaha tampan, itu masih dalam keadaan cacat.
" Maaf Tuan sedari tadi kita berbincang - bincang seputar dunia bisnis. Dan tentang produk, yang akan diluncurkan oleh perusahaan anda.
Apakah aku boleh menanyakan sesuatu tentang kehidupan pribadi anda?, karena berita yang kami dengar anda sudah menikah." Tanya Alma dengan nada sedikit gugup, karena ia tahu Henri Wilson terkenal dengan pribadinya yang tidak banyak bicara, dan sangat tertutup soal kehidupan pribadinya, terutama masalah cinta.
Tapi bagi Alma, bisa bertemu dengan pengusaha tampan itu, adalah sesuatu yang langkah.
Seketika Henri mengernyitkan dahinya, mendengar ucapan Alma yang ingin mengetahui soal kehidupan pribadinya, dan begitupun juga dengan Jhon. Dia sedikit terkejut, dia takut Tuanmudahnya akan marah. Karena didalam naskah, tidak ada pertanyaan soal kehidupan pribadi Henri Wilson.
Suasana tegang pun sempat terjadi, terutama bagi para kru diacara tersebut.
Tapi suasana itu seketika mencair,saat Henri bersuara.
" Apa yang ingin anda tanyakan padaku Nona..?"
Tersenyum, saat mendengar pertanyaan Henri.
" Bagaimana anda menggambarkan tentang sosok istri anda..?, karena berita yang kami dengar, karena saat anda menikah, wajah anda masih belum kembali..?"
Henri menghela nafas berat, sebelum ia berbicara.Tiba-tiba dalam pikirannya, teringat kembali bagaimana sosok Rania, seulas senyuman terukir di bibirnya, dan hanya dia saja yang tahu arti dari senyuman itu.
" Rania.., istriku bernama Rania Cullen Wilson. Aku menggambarkan sosok dirinya, seperti mencari jarum di antara tumpukan jerami." Jawabnya, dengan membingkai senyuman diwajah tampannya.
Mendengar ucapan Henri, Alma hanya tersenyum.
" Yang jelas dia adalah wanita yang baik Tuan, dan tulus terhadap anda, dan aku yakin anda sangat bahagia dengan pernikahan anda Tuan."
" Aku yakin anda mencintai Nona Rania Tuan, aku bisa melihatnya dari sikap anda." Bathin Jhon.
Hari ini, berita disurat kabar yang menjadi trending topik adalah, dengan munculnya pengusaha tampan Henri Wilson, apalagi produk yang diluncurkan oleh perusahaanya, selalu meledak dipasaran.
Berbagai surat kabar, majalah, dan mediah online memuat berita kembalinya, pengusaha tampan itu.
" Sekian perbincangan kita, dengan Tuan muda Henri Wilson.
Terimah kasih Tuan, karena sudah mau menjadi tamu di acara kami hari ini, semoga kedepannya anda bertambah sukses, dan saya doakan, semoga rumah tangga anda bahagia selalu." Seru Alma, dengan berjabatan tangan, dengan Henri Wilson.
" Terimah kasih doanya." Jawabnya, dengan membalas jabatan tangan, pembawa acara cantik itu.
**********
Setelah sesi wawancara dengan salah satu stasiun televisi selesai, Henri dan Jhon segera pulang.
Di Dalam mobil, Henri terus menyunggingkan senyumannya, Sepertinya lelaki tampan itu, tengah bahagia.
" Jhon bagaimana menurutmu penampilanku tadi di acara itu, apakah aku terlihat keren Jhon..?"
" Anda telihat sangat keren Tuan, sempurna."' Timpal Jhon, sembari tersenyum.
" Terimah kasih Jhon, kau memang selalu tau untuk menyenangkan hatiku. Menurutmu dia menonton atau tidak ya Jhon..?" Tanya Henri, yang terlihat begitu penasaran.
" Dia siapa Tuan..?" Tanya Jhon ,yang tidak mengerti, dengan apa maksud Tuan mudanya.
" Kau sangat bodoh Jhon..!, tentu saja Rania istriku." Timpal Henri, dengan nada yang terdengar kesal.
" Maafkan aku Tuan, apakah anda lupa?, kalau Nona Rania sedang tidak berada dirumah. Tadikan merekakan, sedang berada ditaman Tuan, bagaimana Nona Rania bisa menonton, acara tadi."
Henri melihat jam, yang melingkar dipergelangan tangannya, dan ia merasa Rania sudah berada dirumah. Sebab ini sudah lebih dari 3 jam, waktunya yang dia berikan buat istrinya.
sayang kan kalau cerita bagus, tapi bahasa ga enak dibaca, bikin males.