Bagaimana jika seorang wanita berusia 26 tahun harus bertransmigrasi ke dalam tubuh seorang bocil? apalagi bocil itu akan mati tidak lama lagi? WHAT?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Rish, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JBK ~34
JADI BOCIL KESAYANGAN 34⏱️
Sementara itu di tempat lain Edgar sedang melakukan rapat penting dengan beberapa klien. Selama rapat berjalan assisten dan juga sekertaris Edgar tak henti-hentinya menahan tawa karena ulah anak klien mereka yang juga mengikuti rapat tersebut. Lihat saja bagaimana kelakuan gadis bernama Della itu, ia berperilaku layaknya seorang wanita penggoda di sini. Untung saja Edgar sedang dalam mood yang baik, coba kalau tidak pasti sedari tadi kerjasama ini sudah di batalkan dan mereka semua (Klien dan juga anaknya) sudah di permalukan di depan seluruh karyawan.
Setelah beberapa menit rapat berlangsung akhirnya semuanya akan segera berakhir, setelah kedua belah pihak menandatangani kontrak kerjasama akan segera di mulai. Tapi saat kertas kontrak berada di tangan Edgar tanpa di duga-duga pria itu malah menyobeknya lalu keluar begitu saja dari ruang rapat tanpa menjelaskan alasannya menyobek kertas kontrak tersebut. Hal ini tentu membuat kliennya bingung, bahkan sang anak yang sedari tadi melakukan presentasi setengah menggoda juga terkaget-kaget.
"Tuan Edgar apa yang anda lakukan? Bukannya anda sudah menyetujui kontrak ini?" tanya Tuan Beni yang mengejar Edgar.
"Tuan Beni tolong jaga sikap anda," tegas Vir assisten pribadi Edgar. Pasalnya pria paruh tua itu bicara dengan nada tinggi pada Tuannya, Vir bukannya jahat dia hanya berusaha menyelamatkan Beni dari mara bahaya. Edgar memang dalam mood yang baik tapi jika Beni terus mempertanyakan keputusannya yang sudah jelas-jelas benar, tentu saja nyawa pria itu akan terancam.
"Anda diam Tuan Vir saya hanya bertanya pada Tuan Edgar bukan anda," peringat Beni yang marah.
Edgar yang mendengarnya sontak langsung menghentikan langkah kakinya dan menatap Beni yang baru saja membentak bawahannya. Dengan dahi sedikit berkerut Edgar menatap Beni dan juga anak gadisnya yang kini sudah berada di hadapannya.
"Di sini saya jelaskan bahwa saya ingin mencari perusahaan yang mau bekerjasama dengan perusahaan saya. Bukan perusahaan yang pemimpin perusahaan menjajakan tubuh putrinya untuk menjadi teman ranjang Saya atau anak buah saya. Perusahaan saya mencari partner kerja bukan wanita penggoda, Mohon dimengerti."
Setelah mendengar ucapan Edgar barusan para anak buahnya entah mengapa langsung merasa bangga, padahal Tuan mereka. Sementara itu Beni dan Della hanya diam tak bisa berkata-kata lagi, ah sepertinya mereka syok mendengar ucapan Edgar. Padahal tadi dalam rapat saat Della mencoba menggodanya pun Tuan muda Grissham itu tak banyak bicara, hanya tersenyum tipis dan ia kira itu senyum senang.
"Kita tamat hari ini Della."
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Ting Tong
Bell apartemen milik Bunga terus terdengar padahal jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam. Allisya yang masih bangun dan sedang berada di dapur langsung saja beranjak dan membuka pintu, kemana dua orang temannya? Sedang menonton drama di kamar. Sebenarnya tadi dia juga sedang menonton tapi karena ia harus terpaksalah dia pergi ke dapur untuk minum air putih.
Ceklek.....
"Loh Gio ngapain?" tanya Allisya yang melihat sekertaris Edgar berdiri tegak di depan pintu depan apartemen Bunga.
"Ah iya Nona saya di suruh Tuan menjemput anda. Tuan sudah menunggu di bawah," jelas Gio dengan badan yang sedikit menunduk memberikan hormat pada Allisya.
"Tuan lo itu nyuruh lo kesini? Terus dia enak-enakan di bawah gak ngapa-ngapain?" tanya Allisya dengan satu alis terangkat.
"I-iya Nona," jawab Gio sedikit bingung dengan kondisinya sekarang.
"Bagus banget tu cowok," geram Allisya, "Sekarang lo balik Gi, terus suruh si Edgar kesini sendiri. Enak banget dia nyuruh tanpa mau berusaha jemput gua!"
"Baik Nona segera saya lakukan."
Allisya menatap punggung Gio yang mulai menjauh dan hilang di balik lift, ia masuk lagi kedalam apartemen dan berkata akan pergi sebentar kepada Rara dan Bunga. Dua manusia itupun tak banyak bertanya karena sedang sibuk dengan adegan drakor yang sangat di tunggu-tunggu. Allisya juga sudah tidak peduli, ia kembali ke depan dan menunggu Edgar tepat di depan pintu apartemen dengan tembok sebagai sandaran.
"Gua rasa gua udah kayak anak ilang deh," monolog Allisya.
Beberapa menit menunggu di depan apartemen sampai ada salah satu petugas keamanan yang menanyai dirinya tadi. Akhirnya yang di tunggu-tunggu pun datang dengan wajah kesal, Allisya yang melihatnya langsung menduga kalau pria ini akan mengomel padanya. Dan dengan otak cerdasnya, gadis itu lebih dulu memasang wajah galak dan juga tangan yang sedang bersedekap dada.
Begitu Edgar sampai di depannya dan ingin mengomel padanya dengan cepat Allisya langsung menatapnya tajam dan mengomel panjang lebar. Anehnya pria yang umurnya lebih tua dari Allisya itu tak marah balik, dia hanya diam sesekali mendengus mendengar omelan Allisya karena dia menyuruh anak buahnya untuk memanggil gadis itu bukan dirinya sendiri.
"Udah selesai ngomelnya?" tanya Edgar.
"Udah," jawab Allisya yang ngos-ngosan karena tak berhenti bicara sedari tadi.
"Di sini lantai ini ada tempat makannya?" tanya Edgar.
"Ada nganu resto korea, ayo Al ajak makan ramen sampe gumoh." Dengan semangat Allisya menyeret tangan Edgar dan mengajaknya membeli makanan di resto yang di maksud.
Sampai di sana Allisya memesan berbagai makanan, tentunya nanti bukan dirinya saja yang menghabiskan Edgar juga akan ia tuntut untuk menghabiskan makanannya. Kalau tidak mau tinggal ancam saja gampang kan, ini kan juga dalam rangka untuk menguras harta Edgar agar cepat habis wkwk......
Singkat cerita mereka sudah selesai makan dan Allisya bersiap untuk kembali ke unit apartemen milik Bunga, ini sudah malam dia harus istirahat. Besok ia mempunyai banyak kegiatan bersama Rara, dan juga Bunga jadi dia harus sehat dan segar bugar esok hari agar bisa mengimbangi tingkah laku teman-temannya yang kadang abnormal.
"Kamu benar-benar menginap di sini?" tanya Edgar saat Allisya akan masuk ke dalam unit apartemen Bunga.
"Iyaaaa," jawab Allisya dengan nada selembut mungkin. Ini sudah kelima kalinya Edgar berkata demikian siapa coba yang tidak kesal?
"Yakin?" tanya Edgar lagi.
"Yakin banget," tegas Allisya.
"Kamu benar-benar yakin dan siap?" tanya Edgar lagi dan lagi.
"Iya, nanya lagi gua gibeng lo pake sandal gua. Biar ancur sekalian mulut lo itu," kesal Allisya.
Reflek Edgar mengangkat tangannya dan menganggukkan kepalanya agar Allisya tak kesal lagi seperti itu. "Yaudah gua masuk," ucap Allisya, sayangnya gadis itu tak menunggu jawaban Edgar dan langsung menyelonong masuk begitu saja ke dalam apartemen.
"Manis sekali. Sialan jangan sampai kamu gila Edgar!!"
"Ya memang anda sudah gila wahai Edgar manusia(눈‸눈) dengan anda menyukai Nona saya saja sudah menunjukkan kalau otak anda sedikit bergeser dari tempatnya. Kalai otak anda tidak bergeser mana mungkin anda menyukai Nona saya(눈‸눈)"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
up up up up up up
up up up grazy uup dong thor 😷