NovelToon NovelToon
Sakitnya Menikah Denganmu

Sakitnya Menikah Denganmu

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Selingkuh / Romansa / Penyesalan Suami / Pelakor / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:315.8k
Nilai: 5
Nama Author: Miss 'R'

Kirana Adara Caroline gadis berusia 23 tahun, akhirnya bisa menikah dengan laki-laki yang sudah lama ia cintai, yaitu Hendrik Arsenio.

Meskipun Hendrik tak pernah mencintai Kirana, tapi ia harus bertanggung jawab atas perbuatannya yang sudah membuat Kirana hamil.

Sedangkan di lain sisi Hendrik ternyata masih mencintai mantan kekasihnya yang tak lain juga merupakan sahabat Kirana.

Akankah Hendrik akhirnya bisa mencintai Kirana? Atau justru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss 'R', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34.

Untung saja Hendrik masih sibuk dengan ponselnya. Jadi dia tak dengar apa yang di bicarakan oleh Tante Linda dan Kirana.

"Ayo masuk dulu, Ran." Tante Linda mengandeng lengan Kirana. "Kamu baik-baik saja kan? Kok Tante lihat wajah kamu pucat begitu?"

"Ahh, mungkin efek dari hamil aja, Tan." sahut Kirana diiringi anggukan kepala oleh Hendrik.

"Kalian tunggu di sini ya. Tante mau bikinin minum dulu."

"Tante aku mau numpang ke kamar mandi ya. Soalnya tiba-tiba terasa mual," sela Kirana, ia berpura-pura agar bisa bicara dengan Tante Linda di belakang tanpa di dengar oleh Hendrik.

"Oh, ayok Tante antar," sahut Tante Linda ramah.

Hendrik mau tak mau harus menunggu seorang diri di ruang tamu. Karena Om Alex, suami dari Tante Linda sedang ada tugas keluar kota. Dan dia juga engan untuk ikut Kirana ke kamar mandi yang jelas-jelas sedang mual.

Sesampainya di depan pintu kamar mandi, bukannya langsung masuk, Kirana justru mengajak Tante Linda untuk pergi ke kamarnya. Namun sebelumnya ia juga memastikan terlebih dahulu kalau Hendrik tak menyusulnya ke belakang.

"Tan, boleh Kirana bicara dengan Tante di kamarnya Tante?" bisik Kirana.

"Ada apa, Ran? Sepertinya kamu sedang ada masalah?" Tante Linda mengamati wajah Kirana dengan cemas. "Ya sudah ayok, tapi bagaimana kalau suamimu mencari nanti?"

"Ahh, nggak mungkin Tante. Dia itu orang paling sibuk." Kirana berusaha menyakinkan Tante Linda yang terlihat khawatir.

Sesampainya di kamar, Tante Linda mengunci pintunya dari dalam. "Ada apa sih, Ran?"

"Tan, Kirana boleh minta tolong nggak? Kirana ingin kabur dari dia. Tapi uang tabungan Kirana sudah habis.

Jadi maksudnya, Kirana mau pinjam uang sama Tante. Nanti kalau Kirana sudah dapat kerja lagi, pasti Kirana ganti. Tolong banged ya, Tan. Atau Kirana minta bagian dari hasil penjualan sawitnya deh, Tan," Kirana menyatukan kedua telapak tangannya.

Seketika wajah Tante Linda berubah panik saat Kirana membahas hasil penjualan sawit. Namun ia segera mengalihkan topik pembicaraan.

"Kamu kan lagi hamil, Ran. Jangan pakai acara kabur-kaburan deh. Tante nggak setuju, dan Tante nggak bakal mau bantuin kamu. Kalau kamu kabur, itu sama aja kamu mempersulit hidupmu dan anakmu kelak. Sudah bagus kamu dapat suami yang sudah mapan seperti dia."

Kirana membuang nafas kasar, sepertinya susah memohon pada Tante Linda. Tapi ia masih tetap mau berusaha.

"Tapi Kirana sering makan hati, Tan. Masa dia dekat sama cewek lain, dan cewek itu pernah nawarin buat jadi istri kedua Mas Hendrik," Kirana berucap sambil memonyongkan mulutnya.

"Aduh, Ran. Hal seperti itu aja kamu pusingkan? Jangan bodoh kamu. Sini deh Tante kasih tau biar kamu sedikit pintar," Tante Linda mengeser duduknya agar lebih dekat lagi dengan Kirana.

"Yang namanya laki-laki, kalau sudah punya banyak uang ya memang rata-rata seperti itu. Tapi yang paling penting dia tetap pulang, tetap memberimu nafkah lahir, dan batin. Soal di mau main sama ini kek, sama itu kek, itu jangan di ambil pusing. Belajar masa bodoh aja.

Mulai sekarang saran Tante, kamu kuasain aja semua uangnya. Dengan begitu kamu kan bakal bisa senang-senang kapanpun kamu mau?" tutur Tante Linda memgompori Kirana.

"Uang Mas Hendrik itu terbagi untuk sodara-sodaranya juga, Tan. Jadi mana bisa aku menguasainya?" decak Kirana lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur.

"Ancam dong, Ran! Katamu, Mama mertuamu kan sangat menginginkan cucu. Nah, gunain itu buat morotin suamimu. Jangan mau kamu kalau cuma di jadiin alat buat ngelahirin anak! Harga diri dong," ucap Tante Linda sambil menyilangkan kaki lalu mengibaskan rambutnya yang sebenarnya sangat pendek.

"Huh!"

Kirana nampak memikirkan ide dari Tante Linda itu. Tapi bagaimana bisa dia menjadi perempuan yang gila harta? Sedangkan selama ini harta peninggalan orang tuanya saja dia titipkan ke Tante Linda. Lalu ia lebih memilih jadi karyawan biasa di swalayan kecil.

"Aku nggak yakin kalau aku bisa seperti yang Tante ajarkan tadi," gumam Kirana namun masih terdengar jelas di telinga Tante Linda.

"Makanya belajar. Lagian kamu jadi istri mau-maunya nggak di kasih kebebasan buat pegang semua akses keuangannya dia."

"Nanti aku pikirkan lagi deh, Tan."

Sebisa mungkin Tante Linda berusaha agar Kirana tak meminta sertifikat, atau uang dari hasil penjualan sawit. Apalagi ia sudah memberitahu Kirana kemarin lewat pesan singkatnya. Tapi sayangnya Kirana belum membaca pesan itu.

Sedangkan Kirana sendiri akhirnya mencoba memikirkan semua. Kemarin saran dari Bu Gembala mengajarkan untuk tetap bersabar, dan terus berdoa agar Hendrik bisa berubah. Sedangkan sekarang dari Tante Linda justru mengajarkan untuk jadi perempuan yang gila harta.

Saat Kirana sedang fokus berpikir, tiba-tiba Tante Linda menepuk paha Kirana. "Kamu sudah baca pesan Tante kemarin? Kok belum kamu balas sih?"

"Nah, itu yang mau Kirana tanyakan sama Tante juga. Kemarin Tante ada ngirim pesan apa? Soalnya pesannya keburu terhapus."

"Oh ... eh ... itu ... anu ..." Tante Linda nampak gugup seketika. Ia bingung mau mulai sandiwaranya dari mana.

"Kenapa sih, Tan? Bukannya tadi Tante bicaranya bisa lancar bahkan sangat semangat sekali? Kok sekarang tiba-tiba jadi gugup begini?" Kirana menatap lekat ke arah mata Tante Linda.

"Itu, Tante mau ngebhas soal sertifikat tanah peninggalan orang tuamu."

Degh,

Seketika perasaan Kirana menjadi tidak enak. Bagi Kirana orang kalau sudah mulai mengajak membahas soal harta warisan, pasti punya niat yang tidak baik.

Kirana bangkit duduk kembali. "Ada apa dengan sertifikat peninggalan orang tuaku, Tan? Apakah ada masalah?" Kirana mencoba menerka-nerka.

"Nggak ada masalah sih, Ran. Cuma kemarin waktu Tante lagi beres-beres semua berkas, nah sertifikat tanah serta perkebunan sawit milik orang tuamu udah nggak ada lagi.

Padahal Tante sudah mencarinya ke semua ruangan. Tapi tetap aja nggak ketemu. Bagaimana dong, Ran?" nampak wajah Tante Linda berubah jadi sedih.

Ternyata firasat Kirana benar, pasti sudah terjadi sesuatu, hingga Tante Linda membahasnya. Padahal semua sertifikat itu sudah ia titipkan pada Tante Linda dari 4 tahun yang lalu. Dan selama itu tidak pernah jadi masalah.

"Kok bisa sih, Tan? Terus bagaimana dong? Apa aku buat surat laporan kehilangan aja ya, Tan? Biar nanti bisa di cetak ulang sertifikatnya?" usul Kirana yang segera di tepis oleh Tante Linda.

"Eh, jangan dulu, Ran. Nanti Tante coba cari lagi deh. Siapa tau terselip di mana gitu. Lagian kalau ngurus begitu itu pasti lama dan ribet. Di lain sisi pasti butuh uang yang nggak sedikit.

Memangnya kamu ada uangnya? Kamu sendiri aja barusan mau pinjam uang ke Tante kan?" cegahnya.

"Loh, terus hasil dari penjualan sawit selama ini kemana, Tan? Kan semua masuk ke rekening Tante? Bahkan aku nggak nerima sedikitpun," selidik Kirana yang mulai mencium bau-bau kecurangan.

"Belum ada yang panen, Ran. Jadi ya, Tante belum nerima uang apa-apa!" tukas Tante Linda lalu ia membung muka, agar Kirana tak menatap matanya.

1
Dewi Retno purbasari Purbasari
Ngak asyik kok ceritanya udah tamat aja blm sampai Kirana cerai dan bahagia. Klau bisa tolong di lanjut ceritanya kak. SEMANGAT 💪💪💪
keyJoe: nanti akan di lanjut di season 2 ya kak...🤗

sambil nunggu bisa baca novel yang satunya... ❤

trimakasih sudah membaca..🙏
total 1 replies
Hanisah Nisa
lanjut upnya Thor..
Rere Behelshop: kenapa tamat
total 2 replies
Hasim Nely
lama up ny thor..... mogaja slanjutny bisa rutin upny 😁😁😁😍😘
Hanisah Nisa
һᥱᥒძrіk... ᥣᥱᥣᥲkі ⍴ᥣіᥒ ⍴ᥣᥲᥒ.....
elin herlina
mending cerai aja, drpd di tengah2 klrg toxic yakin gk bs hidup tenang,lagian punya suami yg gampang di bodohi itu yakin hidup km gak bkln bahagia.
Suci Dava
Modelan suami sprti Hendrik enaknya disleding aja
Tipa Ghorky
bagus ran jgn mau balikan ma Hendrik suami yg ga bisa melindungi istri ,, semoga Hendrik , mama nya Hendrik juga Handoko segera dapat karma nya
Ester dj
cerita sangat menarik,saya suka
elin herlina
q bnr2 gak setuju kalo kirana harus kembali lg sm hendrik,laki2 lembek yg gak punya pendirian jg mudah di hasut,masa seumur hidup kirana hrs menderita d tengah2 klrg toxic, mending pasngin aja dia sm richart.
Arie
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
Tipa Ghorky
jgn tolol RAN mau balikan ma Hendrik mendingan jadi single parent drpd bertahan sama suami ga tau diri kayak Hendrik ,, ditunggu karma buat Hendrik , apalagi mama nya Hendrik juga Handoko sama istri nya
Tipa Ghorky
semoga richar dah bener2 berubah dan tulus membantu Kirana ,, semoga Hendrik dan keluarga toxic nya mendapatkan karma Krn dah menyakiti Kirana dan segera masuk penjara atas kasus kekerasan ke Kirana ,, Thor lama banget baru up semoga bisa lebih rajin up ya
keyJoe: hehehe...
iya maaf ya, Kak. Di usahakan mulai sekarang sudah bisa up rutin...😊🙏

terima kasih sudah setia menunggu..
sehat selalu, Kakak.❤
total 1 replies
Putri Chaniago
jgn sampai Hendrik menemukan Kirana biarkan saja surat panggilan dari pengadilan agama diterima Hendrik gugatan cerai dari Kirana
hasimnely
dasar gk ad akhlag,....... uh jgn sampai papany hendry kenapa2,.....
Hanisah Nisa
ᥣᥲᥒȷᥙ𝗍 𝗍һ᥆r ᥙ⍴ᥒᥡᥲ
....
Hanisah Nisa
lanjut upnya Thor.....
Suci Dava
up nya jngn lama2 yaa thor
hasimnely
next....
visi Sembiring
semoga papa mertuanya cpt sadar dan mengungkapkan kebenarannya biar ibu merry dan anak2nya dituntut atas kasus penganiayaan tidak ada ampun lg buat bu merry kebenaran hrs ditegakkan biar suaminya kirana menyesal membela ibu dan saudara2 nya yg membuat rmh tangganya hancur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!