NovelToon NovelToon
Kaya Dengan Seribu Akun

Kaya Dengan Seribu Akun

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Sistem / Tamat
Popularitas:239.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: tompealla kriweall

Reo Onsi, seorang anak Yatim yang tinggal bersama Ibunya. Mereka terpaksa terusir dari rumahnya sendiri setelah rumah tersebut disita Debt Collector atau lintah darat.

Walau Begitu, ternyata rumah tersebut tidak mampu menutup hutang keluarga mereka pada Lintah Darat.

Suatu saat, Reo mendapatkan Sistem Seribu Akun dari sebuah Layar Komputer terbengkalai yang ada di gudang. Dari sistem inilah Reo akhirnya mendapatkan misi tantangan yang akan memberinya kekayaan.

Ikuti terus kisah Reo Onsi yang berjuang untuk mendapatkan kekayaan dari sistem Seribu Akun, hingga akhirnya dia bisa menjadi seorang yang paling kaya di dunia tanpa harus diketahui identitasnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Lima bulan kemudian.

Di tempat lain, Dito mulai merasakan bahwa omset penjualan mie goreng dan mie rebus miliknya mulai merosot.

"Sepi banget sih," keluhnya memperhatikan keadaan sekitar.

Kursi-kursi pengunjung atau pembeli yang biasanya ramai, sekarang ini kosong. Hanya ada dua kursi yang diduduki, itu pun sudah beberapa jam yang lalu dan orang itu belum pergi. Kemungkin pembeli tersebut sedang menunggu teman atau sudah memiliki janji sehingga mereka belum pergi.

"Ada apa ya?" gumam Dito heran.

Perjuangan Dito dalam mempertahankan restorannya memang sudah dimulai sejak lama. Dia memang sangat mencintai usahanya yang telah ia dirikan bertahun-tahun yang lalu, di mulai dengan gerobak dorong hingga bisa membuka sebuah restoran yang menghidangkan berbagai macam mie goreng dan mie rebus dengan cita rasa yang lezat dan bumbu yang khas. Namun, baru-baru ini ia mulai merasakan penurunan jumlah pengunjung dan penjualan. Bahkan, ada beberapa kali restorannya kosong tanpa ada satupun pelanggan yang datang.

Tentu saja, hal ini membuat Dito sangat khawatir. Ia berpikir keras mencari tahu apa yang menyebabkan hal ini terjadi. Dia memeriksa kembali resep dan cara memasak mie goreng dan mie rebus miliknya, meminta umpan balik dari pelanggan, dan membandingkan restorannya dengan restoran lain di sekitar. Namun, dia tidak menemukan apa pun yang salah.

"Tidak ada yang salah."

"Semua masih sama seperti dulu."

Dito tidak menemukan kesalahan ataupun perbedaan dari resep miliknya yang memang sedari dulu sama. Bahkan dia juga merasa bahwa rasa dari masakannya tetap enak.

Akhirnya Dito mengeluarkan modal yang cukup besar untuk mengajak seorang ahli untuk memeriksa keadaan restorannya, mulai dari fasilitas dapur hingga ruang tamu, sebagaimana layaknya sebuah restoran yang ada di hotel bintang lima. Tapi hasilnya tetap sama, semuanya baik-baik saja.

"Tapi kenapa sepi dan tidak ada yang datang membeli?" tanyanya heran.

Dito merasa sangat frustrasi dan jengkel karena restorannya semakin sepi dari hari ke hari. Dia mengumpat dalam hatinya, "Apa yang salah dengan restoran ini? Aku telah memberikan yang terbaik untuk pelanggan, tetapi mengapa mereka tidak datang?"

Perasaan kesal dan jengkel semakin menjadi-jadi, membuat dito merasa tertekan.

"Apa yang terjadi? Apakah aku melakukan sesuatu yang salah? Atau apakah ini hanya masalah waktu? Aku harus berpikir keras untuk menemukan solusinya, dan jika tidak, aku akan kehilangan segalanya."

Dito merasa kesal dan marah dengan situasinya saat ini. Dia tidak bisa memahami mengapa penjualan di restorannya terus menurun, padahal dia telah mengabdikan dirinya sepenuh hati pada usahanya. Namun, meskipun begitu, dia tidak ingin menyerah begitu saja. Dia terus mencari tahu penyebab sepihnya restorannya dan berusaha mencari solusi yang tepat agar restorannya bisa kembali ramai seperti dulu.

Setelah beberapa lamanya berpikir dan mencari tahu mengapa restorannya semakin sepi, Dito akhirnya menyadari bahwa Sistem Penjual miliknya sudah tidak ada atau menghilang. Ia merasa sangat marah dan emosi karena tidak bisa memahami bagaimana hal itu bisa terjadi. Ia telah menginvestasikan banyak uang dan waktu untuk mendapatkan Sistem Penjual tersebut, dan tiba-tiba saja sistem itu hilang tanpa sebab yang jelas.

"Arghhh, sial! Apa yang terjadi? kenapa dia tidak aktif?" tanyanya kemudian.

Dito merasa sangat frustrasi dan terganggu oleh situasi ini. Ia merasa seperti dirugikan oleh kejadian ini dan merasa tidak dihargai oleh orang-orang yang telah membantunya sebelumnya. Dengan emosi yang meluap-luap, Dito akhirnya mengamuk dan merusak beberapa peralatan di restoran.

Praaang

Bruakkk

Pyaarrr

"Arghhh, br3ngs3k!"

"Sia-sia aku mencuri Sistem Penjual itu dari temanku! Apakah Sistem Penjual telah pergi dan kembali pada pemilu asal?"

Ternyata Sistem Penjual yang Dito miliki, juga hasil dia mencuri dari salah satu temannya yang sudah sukses menjadi pengusaha restoran di kota lainnya.

"Kenapa jadi begini? Apa yang sudah aku lakukan, sehingga Sistem Penjual setega itu denganku?"

Dito berpikir jika restorannya sepi karena Sistem Penjual yang dia miliki sudah tidak ada lagi. Dia lupa, jika kesuksesnya ini juga ada campur tangan dari Reo yang memiliki Sistem Seribu Akun.

"Sial!"

Bruakkk

Namun, setelah beberapa saat kemudian dan emosinya sudah mereda, Dito menyadari bahwa perilakunya tidak membawa solusi dan hanya membuat situasi menjadi lebih buruk. Dia menyadari bahwa ia harus tenang dan menenangkan dirinya untuk mengatasi situasi ini dengan cara yang lebih konstruktif.

"Huhfff..."

"Tenang, harus tenang..."

Dito kemudian mulai berpikir keras tentang apa yang sebenarnya terjadi dan mencari tahu penyebab kehilangan Sistem Penjual miliknya.

"Aku harus mencari tahu terlebih dahulu, apakah temanku yang sistemnya aku curi itu bangkrut atau tidak?"

"Jika dia tidak mengalami kebangkrutan, bisa dipastikan bahwa meskipun Sistem Penjual yang sudah bersamaku diambil oleh orang lain, aku tidak akan bangkrut juga."

"Tapi jika temanku itu jatuh bangkrut, maka bisa dipastikan jika kebangkrutan ini juga memang memiliki hubungan dengan hilangnya Sistem Penjual."

Berbagai macam pertanyaan dan praduga digumamkan Dito, karena pemikirannya tentang Sistem Penjual saja.

"Ah, ya aku lupa!"

Setelah berpikir sekian lamanya, dengan berbagai kemarahan yang ada, akhirnya Dito baru menyadari bahwa dia telah melupakan Reo. Seorang remaja yang telah membantunya bangkit dan mengaktifkan Sistem Penjual sehingga lebih efisien.

"Apa mungkin Reo yang mengambil Sistem Penjual itu?" tanyanya penuh dengan dugaan.

Setelah berpikir bahwa bahwa Sistem Penjual miliknya telah hilang dan dipastikan jika diambil oleh Reo, Dito merasa sangat marah dan kecewa. Ia merasa dikhianati oleh seseorang yang selama ini ia percayai dan anggap sebagai keluarga.

Dia lupa jika dialah yang bersalah.

Dito merasa bahwa Reo telah memanfaatkan kepercayaannya dan mengambil Sistem Penjual miliknya dengan tidak adil. Dia merasa sangat marah dan kecewa, dan memperlihatkan kemarahan tersebut dengan mengamuk dan merusak beberapa peralatan di restoran.

"Arghhh... sial kau Reo! Awas saja, aku akan membalas semua perbuatan mu ini!"

Srekk

Brakkk

"M4mpus kau, Reo!"

"B4j1n9an!"

Dito berteriak-teriak dan merobek-robek pakaian yang dipakainya. Dia merasa sangat marah dan tidak tahu harus bagaimana. Dia merasa kehilangan dan tidak tahu harus melakukan apa untuk mengatasi situasi ini.

Kini dua terduduk dengan lensa di lantai restoran uang sepi. Bahkan saat ini, dia sudah tidak memiliki pegawai sama sekali karena mereka mengundurkan diri satu persatu.

"Aku akan membuat perhitungan denganmu Reo!" kata Dito dengan geram menahan amarahnya.

Dito menyadari bahwa perilakunya tidak membawa solusi dan hanya membuat situasi menjadi lebih buruk. Dia menyadari bahwa ia harus tenang dan menenangkan dirinya untuk mengatasi situasi ini dengan cara yang lebih konstruktif.

Dengan menyusun beberapa rencana, Dito akan membalas dendam dan membuat perhitungan dengan Reo.

"Cuihhh! kamu hanya anak kecil, dan aku pasti bisa mengalahkan mu!"

1
strivee
kntlisklsusfmuehs
strivee
satu sipon 1 ronda 1 hondajes 1 lambegoni
Jasmin Melor
Luar biasa
Edy Sulaiman
menarik juga...hhh
Seven8
kalimatnya bertele-tele. utk maksud & tujuan yg sama sering diulang2.
William Shakespeare
satu indo satu Inggris 🗿
Emil Djibran
penjelasan soal uangnya kurang jelas,ceritanya pun terasa loncat-loncat jadi kesannya kurang nyambung,,jadi para reader di suruh mikir sendiri jadinya
Emil Djibran
apa ini thor?
4 milyar atau 4 ribu milyar ?
AitchAre
teteh
TK: telah 🤦🤦🤦
terima kasih
total 1 replies
AitchAre
bang digital
TK: Bank 😀😀✌️
total 1 replies
Vincent Da Vinci
ayat terlalu banyak memperjelaskan sesuatu hal... jangan buat cerita bertele-tele. menjadi hilang minat bila baca cerita bertele-tele
TK: ok thanks, bos
total 1 replies
Eros Hariyadi
Miskin boleh² saja, tapi jangan bodoh.... nampaknya pemilik warnet juga ketularan koplaakk.... undang pihak yang berwenang/polisi...itu jelas delik penipuan dan kriminal, namanya Pelunasan/Paid-off dimana pun di dunia ini seluruh kuwajiban/hutang, bunga dan denda keterlambatan bayar telah dihitung....gak ada sisa bunga yang masih harus ditagihkan, gw yakin authornya kurang paham soal ini...gw orang kerja di Bank jelas memahami soal remeh seperti ini, mengusir orang dari rumahnya ga semudah seperti itu...apalagi dengan kekerasan, ndak bisa dilakukan...Hak Mutlak tidak berlaku di negara ini, semua harus via pengadilan itupun tahapannya banyak yang musti dilalui....gw mah termasuk ahli di bidang ini, kerjaan sehari-hari... wkwkwk 😝😄🤣
TK: nah itu, Pinjol akhirnya bertebaran. padahal sama aja targetnya dan 🤷
total 8 replies
Eros Hariyadi
katanya udah pelunasan kok masih ada hutang bunga, napa waktu pelunasan kemarin ga bawa Pengacara dari LSM...?? khan ada bantuan hukum gratis untuk golongan gak mampu...ini yang gw bilang gak masuk akal, kayak hutang recehan ajaahh....ini negara hukum, bukannya negara halu...😝😄🤣😫
TK: aku buat di negara halu gimana dong 🤷
total 1 replies
Eros Hariyadi
Namanya Bocil ada saatnya kumpul dan ber-senang² dengan temen²nya... namun juga dipaksa untuk berpikir dewasa yang bukan untuk seusianya... kasihan juga...🤔🙄😢😫😭😭💪👍
TK: huwaaa 😭
total 1 replies
Eros Hariyadi
Tetap Semangat yaaa... Thor, Sukses selalu 😝😄💪👍👍🙏
TK: very tengyu gan.
matur suwun 🙏
total 1 replies
Eros Hariyadi
hadeeehh.... akhirnya author mewariskan ilmu pamungkasnya kepada Reo, Ilmu bersandiwara... wkwkwk...banyakan nonton sinetron neehh... authornya, asalkan jangan ilmu Bokep yaaa...😝😄💪👍👍👍
TK: waduh 😲
total 1 replies
Eros Hariyadi
Lanjutkan Thor 😝😄💪👍👍👍
TK: sippp 👍
total 1 replies
Eros Hariyadi
Namanya juga Bocil... dengan melihat usianya jelas belum layak untuk melakukan perbuatan hukum, KTP ajaahh...pasti lom punya, lom memenuhi syarat disebut dewasa....🤔🙄😠😡😢
TK: haahhh 😲
total 1 replies
Eros Hariyadi
Lanjutkan Thor 😝😄💪👍👍😢
TK: Ok 👍👏👏
total 1 replies
Eros Hariyadi
Mang waktu pelunasan hutang kepada rentenir, gak ada tanda bukti pelunasan yang berkekuatan hukum pasti/akta, soalnya hutangnya udah diatas 1 milyar dan penyerahan bukti sertifikat tanah dan bangunan, khan harus ada...,.?? masa hutang sebesar itu dianggap sama dengan hutang Rp 15.000,- seehh...🤔🙄😝😄🤣
TK: namanya lintah darat itu pasti gak resmi, kan ya?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!