NovelToon NovelToon
I Love You, Pak Arkan!

I Love You, Pak Arkan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:590.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Cxafixe

Di usianya yang masih menginjak 17 tahun, Clarissa Putri Anjani harus rela dijodohkan dengan Arkan Giovano Altair yang berumur 25 tahun. Seorang guru Matematika muda baru yang mengajar di sekolah dan terpaksa harus berpisah dengan sang kekasih yang sudah 2 tahun menjalani hubungan bersamanya.

Sejak pertemuan pertama mereka, pandangan Jani benar-benar jelek terhadapnya. Melihat Arkan yang cuek, dingin, tegas dan selalu mengerjainya dengan cara apapun membuat dia tidak ingin berurusan dengannya. Tapi sayang, Arkan memilihnya sebagai Ketua Kelas dan sudah pasti dia akan berurusan dengan Arkan setiap hari.

Gagal move on, kecewa, sebuah rahasia, perjuangan cinta satu sama lain dan perjuangan Bagas-si mantan kekasih yang ingin Jani kembali akan mewarnai kisah pernikahan Anjani dan Arkan. Bagaimana kisah mereka akan berlabuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cxafixe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pujian Pertama Dari Suami!

Sesampainya di rumah Anjani langsung membersihkan diri, setelah itu dia menyiapkan baju ganti untuk Arkan dan belajar di ruang tengah lantai bawah. Bukannya apa-apa, Anjani tau pasti Arkan akan tertidur setelah pulang kerja untuk mengistirahatkan diri jadi dia belajar sendiri di bawah.

Matanya tak lepas dari rumus matematika yang ada di hadapannya, 2 hari lagi adalah pelajaran Arkan. Jadi dia harus menyelesaikan tugasnya segera sebelum memulai aktivitas yang lainnya.

Arkan yang memang mencari Anjani langsung tersenyum tatkala melihat istri kecilnya itu sedang belajar. Arkan senang sekali kalau istrinya pintar, dia suka wanita yang berwawasan luas, lebih spesifiknya dia suka Clarissa Putri Anjani.

Perlahan Arkan duduk di sebelah Anjani dan melihat ke arah pekerjaanya. Rupanya itu adalah tugas darinya, rajin sekali dia mengerjakan sekarang. "Padahal masih dua hari lagi.".

"Tolong sadar diri, Pak Arkan Giovano Altair, tugas yang bapak berikan banyak. Belum lagi tugas saya sebagai Ketua Kelas. Ck, emang guru satu ini tidak sadar meromushakan muridnya," keluh Anjani.

Arkan tertawa, bisa-bisanya Anjani mengeluh tentang dirinya di hadapan dia sendiri. Mana ada murid yang seberani Anjani seperti ini. Apalagi Arkan suaminya. "Perasaan saya hanya memberikan satu lembar tugas."

"Astaghfirullah gak sadar lagi. Kamu kasih tugas satu lembar LKS itu soalnya banyak, pilihan ganda sama essay juga. Mana kamu kalau pilihan ganda juga harus pakai rumusnya. Itu selembar juga bolak-balik. Mana tugasnya bukan matematika doang, fisika, biologi, PPKN. Astaga, Pak Arkan Altair tidak peka terhadap muridnya." Arkan suaminya, kan? Yasudah dia blak-blakan saja sekalian menyuarakan hati murid yang selama ini dia pendam.

"Agar kamu pintar," Arkan terkekeh lalu mengusak rambut Anjani pelan. Gemas sekali, ini Anjani istrinya atau adiknya sih? Bisa-bisanya selucu ini.

"Ishhh!" Dengus Anjani pelan.

"Baik-baik, kalau begitu mau saya bantu kerjakan?" Tanya Arkan.

Anjani menggeleng pelan, sesusah apapun, sebanyak apapun dia akan memilih mengerjakannya sendiri. Dia juga harus menguji kemampuan otaknya, kan? Arkan tersenyum lembut, baik kalau begitu biar Arkan temani Anjani sampai beres mengerjakan tugas.

Sampai setengah jam pun berlalu, Anjani kini menggigit ujung pulpennya. "Hah, rumus median dari data yang telah dikelompokan apa ya ... " Gumam Anjani, dia tau sebenarnya tapi lupa.

Arkan yang sedang berbaring di sofa menghentikan aktivitasnya dengan ponsel dan terdiam sejenak. "Kuartil ke J sama dengan tepi bawah kelas ditambah interval kelas, banyaknya data dikurang frekuensi kumulatif per frekuensi kelas," ucap Arkan. Ya hanya rumus kan bukan memberikan jawaban? Jadi tidak apa-apa, agar cepat selesai dan mereka bisa menghabiskan waktu bersama.

"Pinter kamu!" Ucap Anjani yang sudah ingat dengan rumusnya.

"Saya gurunya!" Peringat Arkan.

Anjani terdiam, benar juga. Tentu Arkan jago kalau soal ini, bodoh memang dirinya. Anjani jadi terkekeh sendiri, lucu saja. Guruku adalah suamiku, terdengar seperti sebuah cerita novel. "Oiya lupa, makasih Pak Arkan!"

"Mass ... "

"Makasih, Mass Arkan ... " Ulang Anjani polos seraya kembali menulis di atas buku-bukunya. Ada enaknya juga ternyata menjadi istri guru sendiri, dia jadi tidak perlu repot-repot bertanya pada yang lain karena gurunya ada di sini.

"Sama-sama, Sayang." Arkan mengusap puncak kepala Anjani sambil tersenyum, setelah itu dia kembali fokus pada ponselnya untuk mengecek beberapa jadwal dan pekerjaan.

.

.

.

Setelah selesai mengerjakan tugas, Anjani segera melancarkan aksinya untuk membuat nasi goreng dan juga chiken katsu. Sebenarnya tadi Anjani mau mencoba masak yang sulit tapi Arkan bilang segala sesuatu harus dimulai dengan yang mudah.

Berbekal ilmu dari video Anjani melakukannya, sementara Arkan di seberang pantry menangkup pipi kanannya seraya menatap Anjani yang sedang fokus memasak di hadapannya. Ya meskipun sangat berantakan tidak apa-apa, dia mau belajar dan itu bagus.

"Padahal dibuatin Mba lebih cepet," ucap Arkan.

"Sssttt!! Jangan meragukan calon cheff profesional gitu dong!" Kesal Anjani.

"Bukan meragukan, tapi kamu tidak akan repot kalau dibuatkan, benar?"

"Ya aku mau masak sendiri!" Tukuh Anjani.

Kalau begitu Arkan mengiyakan saja, sementara Anjani kembali fokus memasak. Sebenarnya cukup kelimpungan juga sih untuk Anjani, apalagi ini pertama kalinya, sampai-sampai keringat bercucuran di pelipisnya.

Repot sekali ternyata menjadi Ibu rumah tangga, kok bisa ya Viona menjadi Ibu? Ya walaupun dia tidak menyukai cara didik Viona yang terkadang memaksanya tapi harus dia akui kalau Ibunya adalah orang tua yang baik dan bisa segala hal. Andai saja tidak suka memaksa Anjani pasti sangat dekat dengan Ibunya.

"Kenapa bumbu dapur itu mirip-mirip?" Tanya Anjani random. Ya hampir saja dia memasukan gula ke dalam masakannya. Untung saja dia cepat sadar.

"Karena memang begitu, itu kenapa kamu harus banyak belajar kalau ingin jadi cheff," balas Arkan.

"Loh aku gak ada cita-cita mau jadi cheff, aku tuh masak buat kamu sama anak-anak kita nan ... ti." Anjani mengigit bibir bawahnya pelan, kenapa dia keceplosan di hadapan Arkan sih??! Pasti pria itu sudah besar kepala, sebesar planet mars.

Arkan mengulum tawanya. "Apa, Anjani? Saya tidak dengar, coba ulang."

"Aku masak buat diri aku sendiri!" Ulangnya dengan kalimat yang berbeda.

"Bohong tadi bukan begitu kalimatnya!"

"Ishhh udahlah udahlah lupakan!" Anjani berbalik dan fokus kembali pada masakannya. Kenapa sih Arkan senang sekali menggodanya, padahal dia malu!

Arkan terkekeh, tapi jangan ditanya. Dia juga salah tingkah sebenarnya. Dia jadi membayangkan kalau mereka mempunyai anak. Matanya tertuju pada hidung bangir Anjani, perlahan turun ke bibir dan setelah itu ke leher putih jenjang yang belum pernah dia coba.

Arkan menghela napas lalu menggeleng pelan. "Jangan aneh-aneh, dia masih kecil!" Ucap Arkan dalam batinnya.

Akhirnya setelah perjuangan yang cukup panjang Anjani berhasil membuat satu piring nasi goreng dan juga chiken katsu. Langsung saja dia sajikan di depan Arkan. "Cobain, tapi kalau gak enak buang aja ya!"

Arkan melirik Anjani yang kini duduk di sampingnya. Arkan mengangguk seraya tersenyum. "Ngapain dibuang? Ini pasti sangat enak, biar saya coba."

"Ya kan kali aja gak enak, maksudnya pasti kan masakan pertama kali itu ga selalu pas."

"Pasti enak, kamu harus percaya diri. Karena kamu sudah berusaha, apapun hasilnya kamu harus lebih menghargai apa yang kamu lakukan." Arkan tersenyum lalu mengambil sendok dan garpunya.

Tampilannya sih menarik, tapi tidak tahu rasanya. Perlahan Arkan menyendokkan makanan ke dalam mulutnya, dia menguyah makanan itu dengan pelan. Tidak ada ekspresi apapun, tapi dia ngambil saus dan kembali menyendokkan lagi makanannya seolah menikmati. "Enak."

"Yayyyyyy aku bisa masakkk," ucap Anjani bersorak.

Melihat itu Arkan tersenyum lalu mencium puncak kepala istrinya. "Terima kasih ya karena mau berusaha membuat ini untuk saya. Apapun yang kamu masak nanti, saya kan selalu suka."

Degh ...

Jadi benar nih Arkan menyukainya? Bahkan memintanya memasak lagi, pasti dia pasti akan memasak lagi nanti! Anjani mengangguk senang setelah itu dia berlari ke dapur karena malu, tapi sesekali dari dapur dia melirik Arkan yang kembali menyantap makanan buatannya, apa dia tidak senang tuh? Ini pujian pertama Arkan untuk pekerjaan yang dia lakukan.

Padahal dia pikir Arkan tidak akan menyukainya. Pokoknya setelah ini dia harus lebih banyak lagi belajar memasak agar Arkan senang.

Di sisi lain, Arkan tersenyum. Ya dia menikmati makanannya, walaupun sejujurnya agak keasinan. Tapi tidak apa-apa, masih bisa dia netralkan dengan saus sambal. Yang terpenting adalah membuat Anjani senang dan semakin semangat untuk banyak belajar. Terlebih ini dibuatkan khusus dari tangan Anjani, Arkan pasti akan menghabiskannya.

1
Erina Munir
sebenernya gregetan banget sm Arkan tpii....gmn ya..
😔
Erina Munir
dilema niih.yg baca juga
Erina Munir
sediih bsngeet..../Whimper//Whimper//Whimper/
Erina Munir
lama2 k pincut deeh nih si guru...sok cool sok tegas...n sok ngancem2...😏
My Name
kapan nya thor kelanjutannya
Ani Susana
ga akan lanjut kah ini Thor
Ani Susana
ini ga ada kelanjutan lg gtu
Gebby Saputri
Luar biasa
Ani Susana
klu ga ada lanjutan nya saya skip gini nih klu baca novel yg bersambung sok lama ngg kelanjutan nya
Tri Widi
Mimin PHP nih kirain lnjutany
leogirls_
yaelah min kirain ini cerita di lanjutin, ni cerita blm tamat uga
Ahyeni Nur
up ya setahun sekali ya thor
Jesline Gunawan
thor d tunggu up nya
Bundha SHakila
kok gak up lg sih ka
Desi Anggraini
kapan lanjut lagi Thor
G Use
Kenapa sih selalu saja cerita nggak pernah selesai2 yach...bagus ceritanya update kelamaan...jd bosen bacanya...
Kharisma Desiana
👍❤️
fajar Rokman.
maulah.. yg kaya pak arkhan.. tp ad g didunia nyata cowok modelan pak arkhan
fajar Rokman.
ceritanya bikin penasaran
fajar Rokman.
mampir.. ceritanya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!