NovelToon NovelToon
PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA

PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik / Cinta Seiring Waktu / Harem / Tamat
Popularitas:963.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: rcancer

Tidak ada manusia yang sempurna, Begitu juga pada diri seorang pemuda yang memiliki sejuta pesona serta menjadi idaman para wanita. Namun karena ketidak sempurnaan yang dia miliki, pemuda itu kerap mendapat pandangan buruk dari orang orang disekitarnya. Karena kekurangannya juga, Pemuda itu harus mengalami kejadian yang sangat tidak menyenangkan. Kekurangan apa yang dia miliki? Hal tidak menyenangkan apa yang terjadi pada pemuda itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rcancer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Setelah Menengok Rumah

"Percuma lihat lihat, kamu nggak bakalan mampu beli rumah ini."

"Maksudnya, Mas?" tanya Namira dengan suara sedikit lebih kesal.

"Gitu aja masa nggak maksud, suami kamu tuh nggak bakalan mampu beli rumah disini. Berapa sih hasil dari jualan batagor dan siomay? Nggak bakalan cukup buat nyicil perbulannya."

Julian dan tiga istrinya sontak terkejut dengan ledekan yang mengandung hinaan dari pria yang dikenal Julian sebagai juragan sayur juga. Ketiga istri Julian hendak membalas dan mengatakan yang sebenarnya tapi mulut mereka terbungkam ketika Julian bertanya pada pria itu.

"Emang Mas Samsul tinggal disini juga?" tanya Julian dengan santainya. Sedangkan tiga istrinya justru malah gemas melihat Julian yang malah menanggapi orang itu.

"Iya, itu rumah aku. Cicilannya berat. Kamu nggak bakalan mampu. Apa lagi kamu memiliki tiga istri, nanti kamu malah jadi miskin," ejek pria yang dipanggil dengan nama Mas Samsul oleh Julian.

"Kalau aku ambil cicilan yang sepuluh tahun, perbulannya empat juta lebih lah. Baru mau setahun sih. Tapi aku yakin kalau aku itu mampu," jawab Samsul terdengar begitu angkuh.

"Aamiin, ya udah Mas Samsul. Kalau gitu kami mau pulang dulu," ucap Julian. Samsul hanya mengangguk dan menatap kepergian Julian sama istri istrinya. Dia lantas tersenyum sinis dan beranjak ke rumahnya.

"Tadi Mas Samsul ngobrol sama siapa di depan?" tanya seorang wanita yang kemungkinan adalah istri dari pria itu.

"Oh, si Julian, keponakannya Pak Seno," balas Samsul sambil duduk di sofa rumahnya. "Kesini kok cuma mau lihat lihat rumah saja, kayak nggak ada kerjaan."

"Yang jualan batagor depan sekolahan itu?" Tanya istri Samsul, dan sang suami hanya mengangguk. "Owalah. Hahaha ... mana mampu mereka beli rumah disini? Astaga!"

"Ya makanya, gaya banget pake lihat lihat rumah segala. Kayak nggak punya malu," cibir Samsul.

"Ya kali aja, dia bakalan mau beli, Mas. Buktinya aja, dia dikasih ijin buat lihat lihat."

"Mana mungkin mampu, kita aja ambil cicilan paling murah segitu kan?"

"Hahaha ... benar juga. Lagian selain kita, orang orang sekitar sini nggak ada yang mampu beli rumah disini."

"Ya iyalah. Cuma keluarga kita yang mampu."

Dan yah, suami istri itupun makin larut dalam obrolan yang mengandung hinaan itu. Bukan hanya Julian yang menjadi bahan pembicaraan sepasang suami istri itu, tetangga rumah mereka juga menjadi bahan hinaan mereka.

Sedangkan tiga istri Julian sendiri ngomel ngomel terus sepanjang jalan pulang. Mereka sangat tidak terima dengan penghinaan yang baru mereka dapatkan. Sedangkan Julian sendiri tetap diam dalam langkahnya. Sesekali senyum tipisnya muncul saat mendengar ocehan para istri di belakang dirinya.

"Kalau orang tadi tahu, Julian tinggal di rumah itu karena gratis, bakalan kejang kejang itu orang," oceh Kamila dengan suara yang terdengar sangat kesal.

"Tenang aja, tenang, nanti kalau sudah saatnya, mereka pasti bakalan kayak orang kesurupan kalau sudah tahu yang sebenarnya," Namia menimpali.

"Mas Jul, tadi itu orang mana sih?" tanya Safira dengan suara keras.

"Orang sini aja," jawab Julian singkat tanpa ekspresi.

"Owalah, pantas kenal Mas Jul. Gila! Omongannya pedas banget," seru Namira.

Karena jarak yang dekat, tanpa terasa, Julian dan ketiga istrinya telah sampai di rumaj mereka. Ke empatnya segera masuk.

"Gimana, Jul, rumahnya? Bagus?" tanga Paman Seno.

"Ya baguslah, Paman. Namanya juga rumah mahal," jawab Julian sambil mendudukan dirinya di kursi dekat ibunya. Istri istri Julian yang tadinya hendak masuk ke kamar, tapi mengurungkan niat mereka, setelah ditegur dan diajak Bi Atikah untuk gabung dan ngobrol bersama keluarga Julian.

"Jadi kalian mau tinggal disana?" tanya Bu Sukma.

"Niatnya sih begitu, Bu. Biar rumah ini tidak terlalu sempit karena bertambahnya anggota keluarga baru," jawab Julian dengan alasan yang cukup masuk akal.

"Lagian kalau nggak di tempati nanti malah mubazir," Bi atikah menimpali. "Kamu tanya nggak Jul, rumah itu atas nama siapa?"

"Atas nama aku, Bi. Nanti surat suratnya diserahkan saat aku pindah kesana.".

"Kamu nggak tanya siapa yang membeli rumah itu?"

"Ya tanya, tapi yang tahu katanya atasan, pengusaha perumahan itu. Pegawainya nggak tahu sama sekali," jawab Julian. "Nanti, Ibu ikut tinggal di sana ya?"

"Nggak mau lah," tolak Bu Sukma. "Ibu tinggal di sini aja sama Dana dan Dini. Lagian di sana sepi."

"Ya bener, mending Ibumu disini aja," Paman Seno ikut menimpali. "Lagiankan jaraknya deket, jalan kaki juga sampai."

"Bener!" sambung Bi Atikah. "Biar pengantin baru saja yang tinggal di sana. Biar lancar malam pertamanya. Ibu kamu kan juga pengin nimang cucu."

Deg!

...@@@@@@...

1
Akta Fernanda S
Luar biasa
3RSEL
terima kasih atas karya mu Thor.Sukses selalu
Okto Mulya D.
kondangan Julian 100jt, Faiz langsung balik modal dehhh
Okto Mulya D.
mantab pak Alonso, memang harus begitu menghadapi orang yang tak tahu malu..
Okto Mulya D.
Bu Sukma kenapa diulur² tegas saja, kan Julian pernah bilang tak mau nikah lagi nambah istri.
Okto Mulya D.
hmm niat banget sihh Vita
Okto Mulya D.
lagian dikibuli anak saja mau, karena obsesi punya mantu orang kaya.
Okto Mulya D.
Ehhh Julian rugi kalau tak nyodok, itu bisa ilangin stress dan capek.
Okto Mulya D.
Hahaha..wajar kali cewek tertarik sama Julian yang keturunan Italia, apalagi kaya raya. tapi kan Julian sudah tidak mau menikah lagiii ya jangan maksa lahh
Okto Mulya D.
Siapa tuhhh
Okto Mulya D.
panas² hati ini ya Kamsul..
Okto Mulya D.
harusnya ini judulnya anak sultan jadi rebutan ya Thorrrr
Okto Mulya D.
Sudah pasti Julian tambah kereeeennnn
Okto Mulya D.
Hmm bisa dibayangkan di kampung ada bule dari Italia. sudah pasti hebohhh Se kampung
Okto Mulya D.
Hahaha dasar Kamsul sudah kena bius setannn kayaknya...fitnah saja di dalam otaknya.
Okto Mulya D.
si Kamsul masih aja usaha, kenapa tidak kamu aja kan baru satu istrimu Sul
Okto Mulya D.
Anaknya tukang ngibul masak tidak tahu sihh Pak Rastammmm
Okto Mulya D.
byurrrr...berisik kalian pergi dari sini, di rumahku ada anak di bawah umur, otak dipakai kata Om Seno!
Okto Mulya D.
Mampus tuhhh Rastam dan keluarga nya. dan Suryo siap² kehilangan pekerjaan jika tetap melawan..
Okto Mulya D.
libas pak Alonso..jangan dikasihi, kasih aja bogem mentah itu mulut nya supaya bener
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!