Hanya cerita fiksi
Tidak terkait dengan agama manapun
maaf jika ada yang kurang berkenan 🙏
Bella Amanda awalnya adalah gadis cantik yang begitu periang. Tapi sikapnya lambat laun berubah ketika orang-orang membandingkan dirinya dengan adiknya sendiri yang katanya lebih cantik, lebih pintar dan lebih segala-galanya.
Bukan hanya itu Bella juga harus menelan pil pahit saat suaminya dengan tega bermain belakang dengan Belinda, adiknya sendiri dan diharuskan menikah.
Sanggupkah Bella tetap bertahan dengan pernikahannya atau memilih menyerah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon airarahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Lagi
Saat ini Sean sudah berada di dalam pesawat untuk kembali ke Kota Denpasar. Pikirannya kembali melayang pada percakapannya dengan Finn tadi.
"Maaf kan aku Sean. Aku tidak bermaksud menutupi ini. Tapi ini adalah aib keluargaku".
"Ayahku sampai masuk rumah sakit gara-gara kejadian itu".
"Dua tahun lalu kami sekeluarga merasakan luka dan sakit hati yang tak berkesudahan"
"Ibu bahkan memintaku untuk menikahi Bella"
"Tapi tentu saja aku menolaknya"
Kata-kata yang Finn lontarkan seolah berputar-putar di kepala Sean saat ini.
Dan yang paling melekat dalam ingatannya adalah permohonan Ibu dari Finn untuk menikahi Bella.
"Hahh....." Sean menghela nafas berat.
"Erlan sialan... !!!" makinya. Tak peduli orang disebelahnya keheranan mendengar makiannya. Sean seperti tak bisa menahan emosinya
Kalau tidak menghormati Finn, mungkin dia sudah menghajar Erlan saat itu juga.
Susah payah dia dulu merelakan Bella menikah dengannya tapi ternyata Erlan malah berbuat seperti ini. Rasanya pengorbanan Sean sia-sia. Harusnya waktu itu dia mati-matian membujuk Papa nya untuk menjodohkannya dengan Bella apapun caranya.
"Aku tahu bagaimana perasaan Bella yang merasa selalu kalah dengan Belinda walau dia tidak pernah mengatakannya. Dan kini Erlan kembali menambahkan luka itu" batin Sean.
Walau dulu Bella tidak menceritakan secara langsung tapi Sean bisa langsung memahami apa yang ada dalam isi hati Bella.
Saat-saat dulu orang tua mereka lebih mendahulukan Belinda dalam segala hal dan sekarang suaminya pun juga melakukan hal yang sama.
"Malang sekali nasibmu Bell" gumam Sean pelan.
...
"Sean, bisakah kamu menjemput Mike di sekolah? Aku masih ada pekerjaan penting dan Pak Nyoman sedang cuti" Mohon Austin sepupu dari Sean melalui sambungan telepon.
"Baiklah, dimana kartu jemputnya?" tanya Sean.
"Di rumah, minta pada Bu Wayan. Thanks Sean" ucap Austin sebelum menutup teleponnya.
"Ya" jawab Sean singkat.
Setelah telepon terputus, Sean bergegas menjemput keponakannya.
20 Menit perjalanan karena dia harus menjemput kartu jemputan dulu, Sean sudah sampai di depan sekolah Mike.
Saat itu juga dia kembali bertemu dengan Elea.
Senyum Sean seketika terbit melihat gadis kecil itu. Entah kenapa Sean begitu menyayangi anak kecil itu.
"Elea" panggil Sean dan langsung berjongkok di depan Elea.
"Uncle Ron" ucap Elea yang kini sudah mengenali Sean.
Suster pun sudah tidak seperti sebelumnya, walau dia tetap waspada karena kejahatan ada dimana-mana.
"Senang sekali uncle bisa bertemu lagi dengan mu" ucap Sean sambil menoel hidung mancung Elea.
"Uncle Ron...."Suara panggilan Mike mengalihkan perhatian Sean dari Elea.
Mike pun mendekat pada Sean.
"Elea, kenalkan ini ponakan uncle namanya Mike" ucap Sean memperkenalkan keponakannya.
Mike yang memang sudah lebih besar dari Elea mulai memperkenalkan diri.
"Hi Elea, my name is Mike" ucap Mike sambil mengulurkan tangannya.
"Hi Mike, my name is Elea. Please call me El" sahut Elea.
Sean bangkit setelah cukup lama berjongkok.
"El, Uncle dan Mike pamit dulu ya. Elea hati-hati di jalan" ucap Sean berpamitan.
"See you uncle Ron, See you Mike" ucap Elea sambil melambaikan tangannya.
Sean dan Mike pun melakukan hal yang sama.
...
"Mommy, tadi aku bertemu lagi dengan Uncle Ron" curhat Elea pada Bella.
"Benarkah? Siapa uncle Ron?" tanya Bella penasaran karena ini bukan kali pertama Elea membicarakan tentang uncle Ron. Suster pun sudah menceritakan kalau ada Pria dewasa yang mendekati Elea dan mengajak mengobrol. Bella juga sudah berpesan pada Suster untuk selalu waspada karena niat orang kita tidak ada yang tahu.
Bersambung...