Ditinggal suami meninggal di malam pertama, membuat Arumi sangat terpukul hingga wanita itu nekat untuk mengakhiri hidupnya. Akan tetapi, rencana wanita itu gagal karena ia dicegah seorang pria yang kebetulan lewat di jalan itu.
Arnold~ orang yang pernah menolong Arumi, tanpa sadar mencintai wanita itu setelah beberapa kali pertemuan, dan bisa bangkit dari keterpurukan masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maafin Juna, Om!"
"Untuk sementara kamu sama Arjuna bisa beristirahat di apartemen ini!" Adit tersenyum seraya menatap Arumi yang menyeret koper dengan tangan yang satunya menuntun sang putra.
"Terima kasih, Om!" ucap Arjuna dengan senyum yang mengembang.
"Sama-sama sayang!" jawab Adit tersenyum seraya menoyor rambut bocah kecil itu.
"Dimana kamar aku Om?" tanya Arjuna dengan bibir yang terangkat ke atas.
Adit tersenyum seraya menatap bocah kecil itu. "Kamarmu di sana!" Adit menunjuk sebuah pintu pada bocah kecil tersebut.
"Maaf di sini cuma ada dua kamar Sayang. Di sana kamar Om Adit yang tidak mungkin ditempati kalian, karena kamarnya berantakan," ucap Adit dengan senyum tulusnya.
"Kenapa kamar Om berantakan? Apa Om nggak bisa merapikan kamar Om sendiri?" tanya Arjuna seraya menatap Adit polos.
"Hm ... bukan begitu sayang, tapi ... "
"Tapi kenapa Om?"
"Juna, Juna tidak boleh begitu Nak! Kalau kata Om Adit berantakan, ya ... berantakan! Juna nggak boleh nanya panjang lebar, itu namanya tidak sopan!" ucap Arumi tersenyum lembut.
Arjuna menundukkan kepalanya dengan perasaan bersalah. "Maafin Juna Om!" ucap Arjuna.
"Tidak Nak! Arjuna tidak perlu minta maaf, jika Juna mau tidur terpisah dengan Mama, Juna boleh Kok tinggal di kamar Om, nanti Om biar nyuruh Art rumah Om, biar datang ke rumah ini buat beresin kamar Om!" ucap Adit tersenyum.
"Bener Om, Juna boleh tidur di kamar Om Adit?" tanya bocah kecil itu berbinar.
Adit tersenyum seraya menganggukkan kepalanya. "Ya sudah kalian langsung istirahat saja, pasti kalian capek!" ucap Adit dengan senyum yang tak memudar.
"Ya sudah, karena kata Om Adit kamarnya berantakan, aku mau bantu om Adit buat beresin kamarnya!" ucap Juna tersenyum.
"Memangnya Juna bisa?" tanya Adit dengan ukiran senyum yang selalu menghiasi bibirnya.
"Bisa dong Om! Juna 'kan sudah biasa beresin kamar Juna sendiri!" ucap Juna dengan senyum yang mengembang.
"Wah ... anak Om hebat!" ucap Adit seraya menoyor rambut bocah kecil itu.
"Aku bukan anak Om!" ucap Juna seraya memanyunkan bibirnya.
Adit yang melihat reaksi Arjuna, ia langsung menarik lengan Bocah kecil itu dan duduk di sebuah sofa di rumah tersebut. Sementara Arumi masih tetap berdiri seraya menatap keduanya lekat.
"Om tidak akan memaksa Juna untuk menganggap Om sebagai ayahnya Juna, tapi Om akan selalu menganggap Juna sebagai anak Om!" ucap Adit seraya mendekap bocah kecil itu dari belakang.
"Maafin Juna Om!"
Adit tersenyum mendengar ucapan bocah kecil itu. "Tidak apa-apa, Sayang! Aku yakin, suatu saat Juna akan bisa menyayangi Om seperti Papa Juna sendiri!"
"Ya sudah, sana ke kamar Om jika Juna ingin istirahat, kamarnya ada di sebelah kamar Mama!" titah Adit dengan senyum yang mengembang.
"Baik, Om!" jawab Juna beranjak.
Lalu, bocah kecil itu langsung lari ke kamar Adit seraya menggendong tas kecilnya.
"Terima kasih, Dit!" ucap Arumi tersenyum seraya menatap Arjuna yang lari menjauh.
"Aku yang seharusnya berterima kasih, setelah bertahun-tahun aku menunggumu, akhirnya kamu mau menerimaku meskipun tanpa dasar cinta!" ucap Adit dengan senyum tulusnya.
"Maafkan aku!" ucap Arumi tersenyum kaku.
"Kamu tidak perlu minta maaf karena kamu tidak pernah salah, aku yakin kamu pasti bisa mencintaiku setelah kita menikah nanti!" ucap Adit dengan senyum lembutnya.
Arumi pun tersenyum kaku, wanita itu merasa bersalah karena telah memanfaatkan pria itu hanya demi kepentingannya sendiri.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu